Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
17 CEO: Love's Romance Malu


__ADS_3

Bersamaan dengan bunyi ketukan pintu, Iris terlihat memasukkan setengah badannya kearah ruang kerja.


"Mamah??" dia menarik tangan Aileen dan membawa perempuan itu masuk ke dalam.


"Sayang??, , " peremouan itu beranjak dari kursi dan menghampiri Putrinya. Namun ujung matanya seketika terarah kepada perempuan yang berdiri di samping Iris.


"Dia??" tatapan matanya terlihat menyelidik kearah Aileen.


"Teman kuliah, , dia Aileen" Iris bergerak mendekati Luna dan berbisik di sana.


"Dia sangat mengidolakan Mamah"


"Oh ya, , aku sangat terharu" Luna mengulutkan tangannya kearah Aileen. Dia ingin menyambut perempuan itu dengan memeluknya.


"Kamu mau memelukku?"


Aileen membungkam mulut dengan tangannya, seolah dia tak percaya dengan apa yang sedang terjdi saat itu. Dengan cepat Aileen menganggukkan kepala. Dia mempercepat langkah kakinya dan memeluk tubuh Luna.


"Terima kasih, aku tidak percaya bisa betemu dengan Anda" Aileen benar benar tehipnotis dengan perempuan di pelukannya ini. Pembawaannya, gaya busananya, segala yang melekat pada tubuh idolanya ini benar benar bisa menghipnotis para penggemarnya.


Luna membuang senyum manisnya kearah Aileen lalu melirik kearah jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Kalian sudah makan?, , kita makan siang bersama?"


"Aku mau mau" Aileen langsung menyaut tawaran dari Luna.


Seketika membuat dua orang perempuan di depannya tertawa senang.


"Baiklah, kita makan di bawah ya" Ucap Luna kemudian.


♡♡♡


"Kamu juga mengambil jurusan seni?" Luna memulai pembicaraan sambil menikmati hidangan makan siangnya.


"Ya" Aileen masih terlihat malu malu ketika ingin menjawab pertanyaan dari Luna, hingga pipinya bersemu merah.


"Sama seperti Iris. Sebenarnya aku tidak begitu setuju. Karena aku ingin dia terjun di bidang lain. Tetapi apa pun keputusannya aku sangat menghargai itu, bagaimana denganmu? apa kuliahmu lancar?" Luna melempar pertanyaan kepada Aileen.


Perempuan itu langsung berdehem karena terkejut. Dia berusaha menetralkan perasaannya yang sempat jantungan agar kembali tenang.


"Iya, . Mmm, , bolehkah aku sering main ke sini untuk menemui Anda?" permintaan yang kekuar dari mulut Aileen tak pernah diduga sebelumnya oleh Luna. Hingga membuat perempuan itu terkekeh.


"Kapan pun, , kamu bisa melakukannya" dengan senang hati Luna menyambut Aileen dalam kehidupannya.


"Mah, dia juga punya desain desain yang bagus loh. Sama seperti mamah" Iris menyenggol lengan Luna dengan sikunya.


"Ooh ya??" Luna merasa sangat terbuka jika memang ada orang yang memiliki bakat seperti dirinya, dia ingin sekali membantu mereka mereka yang ingin bisa maju.


"Mm, , Iris sangat berlebihan. Di bandingkan dengan desain Anda. Desainku bukan apa apa" Aileen merendahkan diri, dia benar benar sangat malu saat itu.


"Jangan seperti itu. Kamu bisa memperlihatkan kepadaku, kalau kamu mau"


Raut wajah Aileen terlihat sangat bergembira, dia tidak menyangka akan hal itu sebelumnya.


"Bolehkah?" pertanyaan yang keluar dari mukut Aileen, seolah memperlihatkan keraguan akan kemampuan dirinya sendiri.


"Kapan kapan datanglah kemari dan bawa desainmu. Aku akan sangat merasa senang jika kamu mau melakukannya"


"Ah, bukannya terbalik?, , aku yang akan merasa senang jika Anda mau melihat desainku" Aileen menggigit bibir bawahnya untuk menahan senyum yang terus menghiasi bibirnya, hingga membuat sebagian wajahnya sedikit keram.


"Baiklah, sekarang habiskan makananmu"


Aileen pun menganggukkan kepala.

__ADS_1


♡♡♡


Sebuah mobil bak pengangkut barang terlihat berhenti di depan sebuah rumah. Rumah yang tak terlalu besar namun terlihat sangat nayaman.


"Waahhh, , kamu sanggub menyewanya??, , berapa banyak uang di tabunganmu Aileen?" tatapan mata Koyoko nampak menyelidik kearah sekitar. Dia merasa tidak yakin bahwa sahabatnya itu bisa menyewa rumah sebesar itu baginya.


"Setelah gajian, aku pasti akan membayar uang sewanya"


"Tidak perlu Koyoko, anggap saja ini sebagai balas budiku karena kemarin aku sempat tinggal bersamamu tanpa membayar uang sewanya"


"Ooohhh, ,kamu sangat manis sekali, , cium aku sayangku, , aku sangat menyayangimu" Koyoko terlihat sudah mempersiapkan bibirnya yang monyong untuk mencium Aileen. Dia juga sempat meraih tengkuk Aileen namun perempuan itu terlanjur menghindar dan berlari menjauh.


"Iiiiihhhh, , minggir jauh jauh sana"


♡♡♡


"Hari ini hanya ada jadwal mengisi seminar di kampus A, setelahnya jadwal kosong sampai besok pagi jam 10" Sekretaris yang memposisikan dirinya berada di belakang David, berucap bersamaan dengan langkahnya menuju kearah lobi.


Dia sedang mengantar atasannya itu berjalan kearah mobilnya.


Seorang penjaga terlihat tengah membukakan pintu untuk David.


"Kamu urus semua masalah di kantor, aku akan pergi ke kampus A sendiri, , kamu yakinkan?? hanya itu saja jadwalku hari ini?" ucap David sebelum masuk ke mobil.


"Iya PresDir" sekretaris itu menganggukkan kepalanya dengan penuh wibawa kearah David.


"Aku akan menyetir sendiri" David meraih kunci mobil dari tangan supir yang senantiasa standbay di sana.


♡♡♡


Kampus A sudah sangat heboh dan riuh oleh para mahasiswa yang sedang berbondong bondong menuju ke aula. Tempat dimana akan diadakannya seminar.


Mereka sangat senang bahkan sangat antusias ketika mengetahui Presiden Direktur dari D Enterteinment akan mengisi seminar siang itu.


"Kakak??" Aileen mengulangi ucapan Iris.


" Iya, kak David"


Dada Aileen langsung berdebar dengan sangat kencang. Belum juga melihat laki laki itu, namun jantungnya serasa mau lepas hanya dengan mendengar namanya.


"Hei, , kok malah melamun? ayo" Iris telah mengulurkan tangan ketika dia mengucapkan kata terakhirnya.


"Ya, , aku, , aku akan ikut denganmu" Aileen merasa sedikit gugub ketika ingin mengikuti acara seminar itu. Dia menyimpan kembali pensil dan kertasnya ke dalam tas.


Suasana aula sudah sangat ramai, tidak seperti seminar biasanya. Mengetahui kalau David akan datang semua mahasiswa dan mahasiswi membanjiri aula tersebut.


Sementara Aileen dan Iris yang baru saja datang terlihat sedang berjalan menuju ke bagain tengah dan sejajar dengan podium yang nantinya David akan berdiri di sana untuk mengisi acara.


Suasana semakin riuh ketika sosok David terlihat dari arah pintu masuk dan kini sedang melangkahkan kakinya menuju ke podium.


Sorak sorai orang orang langsung menggema di setiap sudut ruangan itu.


Aileen terlihat sedang mengatur nafasnya yang memburu, dia juga merasa bingung kenapa bisa jantungnya malah semakin berdetak dengn cepat seakan akan ingin melompat keluar dari dadanya.


"Kamu baik baik saja?" Iris memalingkan wajahnya kearah Aileen terlihat sedikit kebingungan.


"E, , mmm, ,aku baik baik saja. Hanya merasa panas, ya di sini terlalu panas karena terlalu banyak orang, , huuuuhhh" Aileen mengipasi wajah dengan tangannya.


"Ya ampuuunn kenapa panas sekali ya"


Dahi Iris berkerut dia merasakan dingin yang teramat karena ACnya menyala dengan sangat baik. Namun kenapa Aileen malah merasa tempat itu sangat panas.


"Aku pikir di sini terlalu dingin karena semua ACnya menyala. Tapi kenapa kamu malah sebaliknya??"

__ADS_1


Aileen menelan ludahnya dengan susah payah, dia merasa takut jika Iris menyadari kegugupannya.


Kini Aileen lebih memilih fokus kepada laki laki yang sedang menyampaikan pidatonya.


"Acaranya sudah mulai, , kita dengarkan pidatonya saja" Aileen memamerkan senyum canggungnya kepada Iris.


Setiap apa yang di ucapkan oleh David selalu akan di akhiri dengan tepuk tangan yang meriah.


Aileen terlihat sangat fokus dengan laki laki itu, semula hanya ingin mendengar pidatonya. Tetapi lama kelamaan dia terhanyut oleh ketampanan dan pembawaan diri seorang David.


"Kakakku memang sangat hebat"


"Ya dia memiliki segalanya" sahut Aileen dengan cepat, namun ujung matanya tak pernah lepas dari David.


Laki laki itu memakai setelan jas berwarna abu abu muda dengan rambut yang disisir rapih kebelakang hingga terlihat penampilannya yang sangat segar.


Aileen mengulas senyum manis di bibirnya ketika menikmati keindahan di depan matanya


Perempuan mana yang tidak akan terpesona dengan laki laki itu. Bahkan ketika David melempar senyumnya semua perempuan akan meleleh dibuatnya.


Aileen masih terhanyut dalam lamunannya, hingga tak sadar bahwa beberapa kali David mengarahkan pandangan mata kearahnya.


Laki laki itu menyadari kalau Aileen sedang memperhatikannya. Tetapi dia tetap menjaga sikapnya yang elegan di depan semua orang. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menggoda Aileen dengan caranya.


"Permisi, kamu!" ucap David kepada Aileen. Ujung matanya pun terarah ke sana hingga membuat orang orang yang di sekitarnya ikut mengalihkan pandangan matanya kearah Aileen.


Begitu juga dengan Iris, dia sempat beberapa kali menyenggol lengan sahabatnya dengan sikunya. Namun Aileen tak kunjung sadar dari lamunannya.


Seketika Aileen langsung sadar. Tatapan matanya yang sempat berbinar binar saat melihat David pun langsung menghilang.


"Ya??" Aileen terlihat sangat malu ketika mengetahui semua orang telah melihat kearahnya.


"Apa ucapanku lucu??, , kenapa kamu dari tadi tersenyum kearahku?, ,atau kamu terpesona dengan ketampananku?" ucap David sembari mengulas senyum manis di bibirnya.


Seketika suasanya ruangan aula kembali ramai dengan sorakan setelah mendengar ucapan David kepada Aileen. Hingga membuat perempuan itu malu dan memerah padam wajahnya.


"Aahhh ya ampun kak!!, , apa yang kamu lakukan. Kamu membuat Aileen malu" gumam Iris. Ujung matanya nampak mengerucut kearah David hingga tatapan mata mereka bertemu.


David pun tersenyum kearah Iris, kemudian dia mengangkat kedua pundaknya.


Dia merasa bangga bisa memperlihatkan kepada Aileen betapa dirinya sangat di puja puja oleh semua orang.


Aileen semakin menciut, dia terlihat benar benar sangat malu.


"Laki laki gila!!!, , dia benar benar sangat narsis. Kenapa juga aku bisa sempat terhipnotis olehnya"


Aileen pun menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya sambil membenamkan tubuhnya dalam dalam di sandaran kursi.


"Terakhir, , lusa pihak D Entertaintmen akan mengadakan audisi mencari model untuk proyek iklan baru kita, jadi kalian bisa ikut berpartisipasi dalam acara itu"


Mendengar ucapan David semua orang langsung ramai. Mereka sudah tidak sabar ingin segera ikut dalam audisi itu.


♡♡♡


Selesai mengisi acar banyak mahasiswa yang berbondong bondong menghampiri David untuk meminta foto bersama.


Di sisi lain Aileen yang memperhatikannya pun hanya melirik dengan sengit.


"Benar benar!! laki laki ini sudah putus urat kemaluannya" gumam Aileen


"Maksudmu??" Iris yang mendengarnya pun langsung mengalihkan pandangan kearah Aileen.


"Kakakmu! disamping dia gila, dia juga sudah tidak punya malu!!" Aileen masih terlihat jengkel karena David telah mempermalukannya tadi.

__ADS_1


Iris pun hanya terkekeh melihat sikap Aileen.


__ADS_2