Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
87 CEO: Love's Romance Film


__ADS_3

Sepenjang perjalanan menuju ke tempat yang di tuju sesekali David melirik kearah Aileen, perempuan itu duduk manis sambil menatap ke depan.


"Kenapa??" Aileen melirik David, dia sadar kekasihnya itu selalu melihat kearahnya.


David mengulas senyum di bibir, tangannya mengusap pipi kemudian bergerak turun beralih menggenggam tangan Aileen. Menariknya mengecup punggung tangan Aileen kemudian menaruh di dadanya dengan jari mereka saling bertautan di sana.


David menghentikan mobilnya tepat di lampu merah. Laki laki itu menyandarkan kepala ke sandaran kursi menatap wajah Aileen dengat lekat.


"Kenapa??, ,apa ada sesuatu di wajahku?" Aileen menghadapkan sepion depan kearahnya, untuk melihat apa ada sesuatu di wajahnya.


"Tidak ada apa apa" dia menoleh, melihat David yang sedang tertawa kecil.


"Kenapa tertawa" Aileen memukul dada David yang kemudian laki laki itu malah menarik tangannya, dan mencium bibir Aileen.


"David!" Aileen merona.


"Kenapa??, ,aku tidak boleh menciummu?"


Aileen diam mengalihkan pandangan kedepan sambil menahan senyumnya.


"Aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa berhenti untuk terus menciummu?" David meraih dagu Aileen memaksa perempuan itu menoleh kearahnya.


"Siap atau tidak, jika aku tiba tiba menciummu kamu tidak boleh menolaknya" David kembali menyetir setelah lampu berganti warna hijau.


♡♡♡


"Apa yang akan kamu lakukan di tempat ini?" David menyelidik ke tempat parkir, ketika David mengajaknya kesebuah maal elite di sana.


"Nanti kamu juga akan tahu" David beranjak turun, berjalan ke sisi lain untuk membuka pintu. Dia menggandeng Aileen mengajak perempuan itu masuk ke arah dalam.


"Apa ada sesuatu yang ingin kamu beli di sini?" Aileen menyelidik ke wajah David yang terlihat berseri seri.


Laki laki itu hanya diam, dia menoleh dan teesenyum kemudian.


Aileen terpaku, ketika tahu David membawanya untuk menonton Film.


Parempuan itu melirik, melihat David dengan tatapan aneh.


"Datang jauh jauh ke sini hanya ingin menonton film ini??" Aileen sedikit kecewa karena David hanya mengajaknya menonton film. Setidaknya Aileen berharap lebih sedikit dari itu, kepantai misalnya. Dengan dandanan yang sudah sangat mendukung tidak salah jika Aileen berharap laki laki itu mengajaknya ke pantai.


"Kita bisa melakukannya di rumah kan kalau ingin menonton filim?"


Raut wajah laki laki itu langsung berubah sumringah.


"Benara kita bisa menontonnya di rumah, ini kan film romantis, kalau ada adegan itunya" David mengangkat kedua alisnya.


"Bisa dong kita meniru melakukannya tanpa ada yang melihat" David menyeringai tipis.


Kerutan halus lansung nampak di kening Aileen. Sepertinya dia sadar telah salah memberi saran kepada David.


"E, , bagus juga di sini, ramai jadi lebih seru"


David tersenyum kemudian memgangkat pundaknya. Benar bisa saja David menonton bersama Aileen di rumah, tetapi bagi David ini pemgalaman pertamanya menonton film di bioskop bersama seorang perempuan. Terakhir kali dia melakukannya dulu saat duduk di bangku SMA dan itu pun bersama teman teman cowok.


♡♡♡

__ADS_1


David sengaja memilih tempat duduk paling atas dan paling pojok. Tempat paling sedikit mendapat perhatian dari para penonton yang ada di sana.


Lampu sudah di padamkan membuat semua orang fokus dengan layar lebar di depan.


Ketika film baru berjalan setengah, memperlihatkan adegan di mana pemeran uatamanya bergandengan tangan saat itu juga David melakukannya. Dia meraih tangan Aileen, menggenggamnya dengan erat kemudian mengecup punggung tangannya.


Ketika adegan panas terpampang luas di layar lebar, Aileen mengalihkan pandangannya kearah lain. Dia merasa malu dan mencoba menghindar untuk tidak melihatnya. Aileen meraih ponsel dan memilih untuk pura pura sibuk.


David paham betul kenapa Aileen semakin menunduk, dia tersenyum kemidian menggunakan salah satu tangannya untuk meraih pipi yang ada di sisi lain, memaksa Aileen menoleh kearahnya.


"Kenapa kamu tidak melihat filmnya?" David sengaja melontarkan pertanyaan itu, padahal dia sudah tahu jawabannya.


Tak secara mendetail adegan ranjang di film itu terlihat jelas, hanya ada part part tertentu yanh memang sengaja di perjelas, seperti saat sedang berciuman, saling menyentuh, saling membantu membuka baju dan masih ada hal lain lagi.


Mereka saling menatap, dalam kegelapan dengan hanya di teranhi oleh sinar yang terpancar dari layar lebar di depannya. David sadar dia sudah tidak takut lagi dengan kegelapan ketika saat bersama dengan Aileen.


Perempuan itu terdiam membalas tatapan David yang semakin lama semakin terlihat lembut.


"Apa yang di lakukan oleh sepasang kekasih ketika sedang menonton film romantis??, ," ucap David seketika.


"Menonton film, ,memang apa lagi??" Aileen yang tak memiliki banyak pengalaman dengan hal itu hanya menjawab sesuai dengan apa yang ada di otaknya.


"Kalau aku, ,akan melakukan ini" David menahan rahang Aileen, mendorong tubuhnya sendiri ke samping untuk mempermudah mencium bibirnya.


David melum** dengan perlahan, menikmati kelembutan bibir Aileen, dia sengaja membuat bibir Aileen basah, mencium, menariknya, David mengecup di selipi sesapan untuk membawa bibir Aileen ke dalam mulutnya. Berkali kali hingga menimbulkan bunyi.


Tangan satunya lagi bergerak mengusap pipinya menuruni leher, pundak kemudian ketika bergerak sedikit lagi turun ke bawah, David membuka matanya di tengah tengah perpagutan bibir mereka. Mengawasi Aileen ketika dirinya sedikit lagi mengherakkan tangannya ke bawah, perlahan dan terus ke bawah hingga akhirnya sampai ke dada.


David tersenyum tangannya telah mendarat di permukaan yang sedikit terasa menonjol di banding bagian tubuh lainnya.


Aileen masih terdiam, dia tak merespon untuk menolak. Tangannya malah meraih tengkuk David ketika merasa ciuman itu sedikit melemah, Aileen mendorong kepala David agar ciuman itu semakin dalam.


Aileen mulai menyadari, tangannya kemudian bergerak meraih tangan David, dia tak memaksa laki laki itu untuk menghentikan gerakan tangannya. Dia hanya menaruh tangannya di atas tangan David yang masih bergerak meremas dengan lembut.


Ketika bibir mereka masih berpagutan, David menyempatkan untuk berucap.


"Kamu menikmatinya?"


Aileen membuka matanya, pipinya merona sangat padam di kegelapan. Aileen menarik tubuhnya menyudahi ciuman itu.


"Dia pasti berfikir aku terlalu bernafsu, ,bagaimana ini??"


Aileen merasa sangat malu, dia menghindari tatapan David yang masih terus melihatnya.


"Ai, ,lihat aku!" perintahnya dengan lembut. Karena Aileen masih terdiam, Dia kemudian memaksa perempuan itu untuk melihat kearhanya. Ibu jarinya bergerak mengusap dengan lembut bibir Aileen yang basah karena sisa sisa ciuman mereka.


"Kenapa tidak menjawab pertanyaanku?" sejenak David terdiam, sebelum melanjutkan ucapannya


"Kalau kamu tidak menyukainya aku tidak akan pernah melakukannya lagi?" ucap David dengan nada datar di selipi rasa sedikit kekecewaan untuk menarik perhatian Aileen.


Dengan cepat Aileen menoleh dan berucap.


"Aku sangat menyukainya"


David menatap Aileen dengan raut wajah penuh kegembiraan, ketika Aileen merespon dengan apa yang David lakukan terhadap tubuhnya.

__ADS_1


Perempuan itu kemudian tertunduk malu memejamkan matanya rapat rapat.


David tertawa lirih, dia merangkup tubuh Aileen menariknya kedalam dekapan. Kemudian menghadiahi perempuan itu sebuah kecupan di kepala.


♡♡♡


David dan Aileen berjalan beriringan melewati sebuah lorong setelah film selesai. Mereka bertemu dengan Ius setelah berhasil keluar dari tempat itu.


"E, , PresDir??" Ius membungkuk kearah David.


Laki laki itu sepertinya juga sedang menghabiskan waktu bersama dengan kekasihnya.


"Kamu?" David melirik kearah Ius.


"PresDir juga ada di sini??" Ius tersenyum canghung, dia tak pernah menyangka akan bertemu dengan atasannya di tempat seperti itu.


David berdehem, menetralkan perasaannya.


"Aku sedang menyenangkan wanitaku!" David mengangkat kedua alisnya kearah Aileen.


"Tapi sepertinya aku harus segera pergi" Sembari berjalan dia menepuk pundak Ius.


"Terima kasih sudah memberi saran yang sangat berguna untukku!" bisik David ketika berjalan melewati Ius.


Ius tersenyum senang, dia merasa bangga bisa memberi saran yang berguna untuk atasannya.


"Dia PresDir di tempat kamu bekerja??" ucap Enrica kekasih Ius.


"Iya"


Enrica mengeritkan dahinya menatap David yang semakin menghilang di balik rerumunan orang.


"Aku seperti pernah melihatnya, ," Enrica terlihat sedang berfikir keras mengingat di mana dia pernah bertemu dengan David.


"Kamu pasti melihatnya di Tv, dia sering muncul di sana" Ius membayar tagihan tiket untuk masuk ke dalam bioskop.


"Tidak, ,aku lupa. Tapi aku yakin aku pernah melihatnya di tempat lain, ,lalu perempuan itu apa kekasihnya?"


"Hmmm, , lebih tepatnya lagi tunangan, calon istri" Ius menggandeng tangan Enrica.


Sambil berjalan perempuan itu terlihat masih terus berfikir keras.


♡♡♡


"Kamu sudah lelah?" David sedang membungkuk memasukkan setengah badannya ke dalam mobil, membantu Aileen memasangkan sabuk pengaman.


"Dari tadi aki hanya duduk di dalam bioskop, bagaimana mungkin aku bisa lelah" Aileen menatap David yang ada tepat di depan matanya.


Laki laki itu mengecup dengan kuat hingga kepala Aileen membentur dinding kusi.


"David!" Aileen menggerutu.


David tertawa lirih, laki laki itu menarik tubuhnya keluar, menutup pintu kemudian berjalan ke sisi lain untuk masuk ke dalam mobil.


"Tidurlah, perjalanan kali ini sedikit lebih panjang" David menyalakan mesin, lalu mengendarai mobolnya dengan cepat.

__ADS_1


"Lama??, , memangnya kamu mau membawaku kemana lagi ?" Aileen mengerutkan dahinya, merasa seolah hari ini David penuh dengan kejutan.


"Nanti juga akan tahu, kamu istirahat saja" David mengusap kepala Aileen, dia kemudian kembali fokus untuk menyetir.


__ADS_2