Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
9 CEO: Love's romance Khawatir


__ADS_3

"Aku tidak akan memaafkanmu"


David tersenyum ketika melihat ekspresi wajah Aileen yang ketakutan.


"Aileen!!" panggilnya.


"Ya??" Tubuh perempuan itu terkesiap, setelah beberapa saat terdiam.


"Kenapa kamu masih diam di situ, kemarilah kamu belum menyelesaikan ini" David berucap sambil menunjuk ke arah keningnya yang terluka.


"Oh, , " Aileen mengambil plester kecil berwarna pink dengan motif love di bagian luarnya.


"Tunggu tunggu!!, , " David menggunakan tangannya, untuk menghentikan gerakan tangan Aileen yang akan memasang plester itu di keningnya.


"Kamu serius mau memasang plester ini di keningku!!" David tampak menyelidik kearah plester yang masih ada di tangan Aileen.


"Iya, , kenapa?" perempuan itu memaku tangannya di udara.


"Memalukan, tidak ada plester yang lain??" ucap David dengan nada kesal. Dia hanya tidak bisa membayangkan bagaimana orang akan melihat pelster itu menempel di keningnya.


"Jangan berisik!" Aileen menggunakan kedua lututnya untuk menyangga tubuh, agar mempermudah dirinya menutup luka David. Dia meraih tengkuk David, menahan kepala laki laki itu agar tidak menghindar ketika dia memasang plesternya.


Sementara David akhirnya menurut, dia mendongak kearah wajah Aileen yang sedikit jauh berada di atasnya. Wajah mereka kembali berdekatan,mata David mangawasi wajah Aileen dari dekat.


"Jangan melihatku seperti itu!!, , aku tidak akan tertarik denganmu!!" Aileen berucap dengan galak, dia masih berusaha memasang plesternya agar menutup dengan baik di bagian yang terluka.


Setelah selesai memasangnya, Aileen sedikit menunduk kearah wajah David, melihat wajah laki laki yang tepat berada di depan dadanya, jantungnya berdegub kencang hingga membuat nafas Aileen memburu.


Perempuan itu dengan cepat beranjak berdiri dan menyembunyikan pipinya yang memerah.


"Apa apaan ini??, , kenapa aku tiba tiba merasa gerah!!"


Aileen mengipasi bagian wajahnya dengan telapak tangan, dia melanjutkan langkahnya kembali menuruni anak tangga. Di ikuti oleh David dari arah belakang. Laki laki itu masih terlihat tersenyum saat mengikuti langkah kaki Aileen.


♡♡♡


"Aku pasti nanti akan membayarnya!, , " Koyoko berucap dengan nada tinggi kearah pemilik rumah yang dia sewa.


"Halah!!, bulan bulan yang lalu juga kamu bilang begitu. Ini sudah bulan ke4 dan kamu belum membayar sewanya sepeser pun!! kamu pikir aku tidak butuh makan apa. Lebih baik kamu sekarang keluar dan cari tempat lain. Masih banyak yang ingin menyewa rumahku ini" perempuan paruh baya itu sedang menarik tangan Koyoko agar keluar dari rumahnya.


"Ya ampun Nyonya!!, , malam malam bergini aku harus tidur dimana? setidaknya beri aku waktu sampai besok pagi untuk mencari tempat tinggal yang baru" Koyoko berusaha melepas tangannya yang sedang digenggam erat oleh Nyonya pemilik rumah.


"Aku sudah memberimu waktu lebih dari yang semestinya!, , sekarang aku tidak mau tahu. Cepat kemasi barang barangmu dan keluar dari rumahku" Nyonya pemilik rumah itu mulai marah sambil melempar keluar barang barang milik Koyoko.


♡♡♡


Aileen berjalan melewati lobi, di sana masih ada penjaga yang berjaga di depan pintu.


Laki laki itu terlihat sedang menunduk kearah David yang berada di belakang tubuhnya.


David berusaha menutupi kening ketika penjaga itu terlihat menahan senyumnya ketika melihat kearah keningnya.


David tahu dia pasti sedang melihat plester pink itu.


Dia pun berjalan sambil menutupi kening menggunakan tangannya..

__ADS_1


Sementara Aileen terus berjalan menuju ke pintu gerbang dengan santai.


"Hei??" David berucap kepada Aileen, namun perempuan itu tak menggubrisnya.


"Ai??" laki laki itu kembali berucap dengan lembut.


Aileen pun menghentikan langkahnya dan memalingkan wajah kearah David.


"Siapa??, , kamu memanggilku?" Aileen menunjuk wajahnya sendiri dengan jari telunjuk.


"Ya, , Ai. Itu nama yang aku berikan untukmu"


Aileen menggelengkan kepalanya, dia tak habis pikir dengan tingkah laki laki itu yang seenaknya saja.


David berdiri di samping mobilnya, matanya masih melihat kearah Aileen.


"Masuklah aku akan mengantarmu pulang!"


Aileen terkekeh geli.


"Aku bisa pulang sendiri!" ucapnya dengan cepat. Perempuan itu melanjutkan langkah kakinya menuju jalan raya.


Sementara David menghela nafas panjang, dia akhirnya masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya.


Mobil David terlihat keluar dari pintu gerbang, matanya nampak memgawasi Aileen yang masih terus berjalan.


Laki laki itu memutuskan untuk mempercepat laju mobilnya hingga melewati Aileen begitu saja.


Sementara Aileen yang melihat mobil David lewat begitu saja, tampak memutar bola matanya dengan malas.


David yang sedang mengendarai mobil menuju arah pulang pun, terlihat melirik kearah jam di pergelangan tangannya. Saat itu waktu menunjukkan pukul 09.50. Jalanan pun suda mulai terlihat sepi.


Seketika David menginjak rem, hingga mobilnya berhenti mendadak. Dia seakan sedang memikirkan sesuatu di dalam otaknya. Laki laki itu akhirnya memutuskan untuk berbalik arah.


♡♡♡


Aileen mamaku langkahnya ketika seorang pria dengan dandanan aneh menghadangnya.


Lali laki itu terlihat tak memberikan jalan kepada Aileen untuk lewat.


"Ee, , mm, maaf. Bisakah anda menyingkir?, , aku harus lewat" ucap Aileen dengan nada ketakutan. Matanya memandang laki laki itu dengan tatapan waspada.


"Apa??, , kamu mau lewat?" laki laki itu tersenyum, tangannya meraih lengan Aileen dan mencengkeramnya dengan erat.


Aileen berusaha menghindar, namun laki laki itu lebih gesit darinya.


"Pergilah denganku, nanti aku akan mengantarmu pulang!" ucap laki laki itu sambil menyelidik kearah tubuh Aileen dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Ketika Aileen berulah dan terus memohon kepada laki laki itu untuk melepaskan dirinya. Sebuah lampu nampak menyoroti mata laki laki itu dari arah belakang Aileen.


Laki laki aneh itu terlihat menutup matanya dan menyelidik kearah mobil itu.


Tttiiiiiinnnnnn !!!


Mobil itu berhenti tepat di samping Aileen.

__ADS_1


Perempuan itu terkejut ketika melihat David keluar dari mobil.


Bukannya menolong Aileen, David malah berdiri dan menyimpan kedua tangannya di saku celana.


Ujung matanya melihat kearah Aileen dan laki laki aneh itu secara bergantian.


"Dia datang kemari karena ingin menolongku atau tidak sih??, , kenapa malah diam saja!"


Aileen terlihat jengkel ketika melihat David tak melakukan hal apa pun.


"Siapa kamu?" Ucap laki laki itu kapada David.


"Siapa aku itu tidak penting!!, , lepaskan perempuan itu!" David berucap dengan nada santai, dia terlihat seperti tak benar benar ingin menolong Aileen.


"Aku tidak mau!!, , aku dulu yang menemukan perempuan ini. Lebih baik kamu pergi dari sini!!"


"Oke!" ucap David seketika. Hingga membuat Aileen yang tadinya sempat merasa tenang, kini kembali ketakutan.


"Hei!!, , apa kamu sudah gila??, , kenapa kamu mendengarkan ucapan laki laki ini!" Aileen terlihat panik, ujung matanya masih bertahan kearah David yang sedang membuka pintu mobil.


"Hei!!!, , " Aileen kembali berteriak dengan kuat.


"Sudahlah kamu diam saja. Lebih baik ikut denganku!" Laki laki aneh itu mencoba menyeret tubuh Aileen.


Tetapi Aileen masih terus berharap bahwa David akan menolongnya.


"Hei!!, , tolong aku bodoh!!" teriaknya.


Sementara David terlihat sedang membungkuk, dia seperti sedang mengambil sesuatu dari dalam mobilnya. Tak lama kemudian laki laki itu terlihat kembali berjalan kearah Aileen.


"Lepaskan dia" ucapan David merujuk kepada Aileen.


Setelahnya dia melempar beberapa lembar uang kearah wajah laki laki aneh itu.


"Ambillah, dan pergi dari sini!" tambahnya.


Laki laki itu terlihat sangat gembira ketika melihat uang berserakan di jalanan. Dia langsung melepas lengan Aileen dan memunguti lembaran uang itu dengan seringaiannya yang mengerikan.


Setelah selesai dia langsung pergi sambil terus mengamati uang yang memenuhi kedua tangannya.


"Hah, ya ampuun aku tidak percaya ini!!" gumam Aileen.


"See??, , kamu lihatkan. Semua orang menyukai uang. Hanya kamu saja orang bodoh yang menolak uang dariku!!" ucap David dengan rasa bangga.


"Kenapa kamu memberinya uang??bukannya memukul laki laki itu??" Aileen terlihat sangat geram dengan sikap David.


"Kamu ingin aku memukulnya?" ucapnya kembali mengulangi pertanyaan.


"Ya!!, , seharusnya kamu memukulnya!!" Aileen berucap dengan menggertakkan gigi.


David memutar tubuhnya, dia berjalan menghampiri laki laki aneh yang belum pergi terlalu jauh.


"Hei pak tua!!" seru David kepada laki laki aneh yang masih sibuk menghitung uangnya.


Laki laki itu menoleh, tanpa basa basi David melayangkan sebuah pukulan keras kearah wajahnya. Hingga darah langsung mengalir dari mulut laki laki itu.

__ADS_1


Aileen yang melihat hal itu lanhsung membungkam mulut dengan telapak tangannya. Dia tak menyangka David akan benar benar melakukan hal itu, untuk memenuhi keinginannya.


__ADS_2