Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
72 CEO: Love's Romance Bertahan


__ADS_3

Tok tok tok!!


Kesekian kalinya Cici mengetuk pintu kamar Putrinya. Karena semenjak kepulangannya dari Paris, Aileen terus terlihat murung bahkan sudah seharian ini Dia tak keluar dari kamar.


"Sayaaanng, ,ayo keluar dong. Kamu belum makan dari tadi pagi. Ini sudah mau sore, nanti perutmu sakit" Cici terus berusaha membuat Aileen agar keluar dari kamarnya.


"Iya kak!!, , keluarlah kau kisanak! jangan buat paduka Ratu emosi ini!" teriak Lena, adik perempuan Aileen dari arah meja makan.


"Aku tidak lapar!!, , " Suara Aileen tak terdengar jelas karena dia membenamkan wajahnya ke bantal.


"Apa yang terjadi dengan Kakakmu sebenarnya?? semenjak pulang dari Paris dia selalu mengurung diri di kamar. Sekalinya keluar pasti matanya bengkak" Cici bejalan kearah meja makan sambil mengomel.


"Dia bahkan yang tadinya gencar ingin kuliah di Paris tiba tiba pulang dan bilang tidak ingin melanjutkan kuliah di sana, , Mamah bingung dengan jalan pikiran Kakakmu!"


"Putus cinta kali Mah, ,makanya sampai terpuruk seperti sekarang!" Lena sibuk mengunyah makanannya.


"Coba Lena yang bujug Kakak, siapa tahu dia mau mendengar ucapan Lena?"


Aileen memang masih terpuruk bahkan sangat sedih. Sedih karena menyesali sikap dirinya yang kurang hati hati, karena mudah terbujuk rayu David. Siapa yang tidak akan terpikat dengan laki laki tampan itu, Dia merasa menjadi wanita yang mudah di bodohi oleh seorang laki laki. Terlebih lagi merasa sangat jengkel ketika mengingat kembali kedekatannya dengan David yang ternyata semua itu palsu baginya. Aileen akan menagis kencang ketika mengingat hal itu.


♡♡♡


Hampir dua minggu David menghabiskan waktunya di rumah sakit. sekarang kondisinya semakin membaik. Setiap malam Luna selalu menangis ketika melihat kondisi David yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


"Dulu Ayah juga pernah mengalami hal sepertimu" laki laki paruh baya yang berdiri di samping jendela rumah sakit itu, terlihat menatap lurus kearah David yang duduk di atas ranjang.


David menoleh menatap Ayahnya dengan tatapan malas karena kondisinya yang belum pulih sepenuhnya.


Barack melangkah mendekati David, kemudian duduk di bibir ranjang.


"Dulu Ayah merusak diri sendiri dengan minum, mabuk mabukkan, jarang pulang, sekalinya pulang tengah malam. Dan saat itu Ayah hampir saja kehilangan nyawa Ayah. Ketika merasa dunia akan runtuh saat seseorang yang kita sayang pergi meninggalkan kita, tetapi di saat itu Apa yang di lakukan oleh Orang tua ketika melihat kondisi Ayah???, ,menangis, seperti yang terjari kepada mamahmu setiap malam. Saat itu Ayah sadar, bahwa masih ada orang tua yang menyayangi Ayah.


bermula dari situ, Ayah mencoba memperbaiki diri" Barack menepuk pelan pundak Putranya. Mencoba memberi kekuatan kepada David.


"Ayah harap, kamu bisa melakukan hal yang sama, seperti apa yang Ayah lakukan"


Ketika suara pintu terbuka, Barack dan David menoleh secara bersaman. Di sana mereka melihat Luna tengah berjalan masuk ke dalam.

__ADS_1


"Sayang??, ,aku baru saja mendapat panggilan dari Klara. Dia bilang tiga hari lagi akan datang kerumah untuk melamar Iris" Luna dan Barack hanya saling menatap. Sementara David yang mendengarnya mulai memalingkan wajah kearah lain.


"Dengan kondisi David yang seperti ini, sepertinya aku tidak bisa menerima mereka. Apakah harus kita undur?"


"Tidak perlu" Sahut David dengan suara paraunya. Itu kata pertama yang keluar dari mulutnya selama tinggal di rumah sakit.


"Tapi sayang, kamu"


"Akau akan segera membaik, dan ketika harinya tiba, aku pastikan aku sudah bisa pulang dari Rumah Sakit" David kemudian memejamkan matanya.


Barack hanya mengangguk, seakan menyuruh Istrinya untuk memenuhi keinginan David.


♡♡♡


Akhirnya malam itu Aileen mau keluar dan ikut makan malam bersama keluarganya. Aileen memang sengaja tak mau memceritakan apa yang sebenarnya terjadi, dan kedua Orang tuanya pun menghargai keinginannya untuk tak memaksa Aileen menceritakan semuanya.


"Kamu yakin kamu baik baik saja sayang?" Aryo yang sibuk menyantap makanannya itu terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Putri pertamanya.


"Baik gimana pah!, , lihat tuh kelopak matanya segede bakpao" sahut Lena.


Tak luput ujung bibir Aileen pun terangkat karena tak sanggup menahan tawanya.


"Yah!!, , si Kakak udah bisa senyum. Haha.." Lena melirik kearah Aileen yang sudah menyembunyikan senyumnya kembali.


"Ya kali tinggal senyum doang susah amat!"


Seketika Aileen melirik kearah adiknya dengan tajam.


"Oke oke aku akan tutup mulut!" Lena berucap sembari menggerakkan jarinya di depan mulut seperti menutup lesreting tas.


♡♡♡


Setelah pertunangan Iris dengan Kenzi, David berusaha menjalani kehidupannya dengan baik. Selalu menyibukkan diri dengan berbagai pekerjaan agar bisa membantu melupakan Aileen yang selalu menghantui pikirannya. Di waktu luang David selelu menyempatkan untuk melihay foto foto Aileen yang tersimpan di ponselnya. Dan saat itu juga matanya selalu berkaca kaca memendam kerinduan yang tertimbun setiap hari semakin menggunung itu tak mudah baginya. Senyumnya, candanya, tawanya seolah tak pernah hilang dari pikiran David.


10 bulan sudah terlewati dengan baik, David berjanji kepada Orang tuanya sekaligus kepada dirinya sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


Malam itu di ruang keluarga Luna mencoba menyenggol lengan Suaminya dengan siku. Menggunakan kepalanya untuk memberi isyarat agar memulai pembicaraan kepada David yang sedang sibuk dengan laptopnya.

__ADS_1


Selama 10 bulan terakhir David sering menghabiskan waktu bersama dengan keluarganya. Dan mengurangi kegiatan berkumpul kumpul dengan sahabatanya.


"Aku yang harus mulai bicara nih?" Barack menunjuk dirinya sendiri menggunakan jarinya.


Luna mengangguk kearah Suaminya.


"David?"


"Ya?" Laki laki itu masih melihat ke layar digital di depannya, tetapi dia mendengar apa yang di katakan oleh Ayahnya.


"Mmm, , apa, , , kamu tidak ingin mencoba membuka hatimu untuk orang lain?" Barack berucap dengan terbata, merasa ragu ketika ingin membahas hal itu. Khawatir David akan marah besar.


"Kenapa?" ucap David dengan santai.


"Papah dan Mamah punya kenalan di Tokyo, , mereka bilang , , mereka punya anak perempuan. Mmmm, ,kalau kamu tidak keber"


"Tidak!!, , " David menoleh cepat kearah Barack.


Seketika langsung detik itu juga membuat Luna terlihat sedih. David pun menyadarinya, dia melirik ke Mamahnya yang terdiam membisu. Luna ingin David bisa melupakan Aileen, dan memulai hidup baru dengan perempuan pilihannya.


David menghela nafas panjang Kemudian berucap.


"Tidak ada salahnya, kapan kita akan menemui mereka??"


Rona kebahagiaan langsung memenuhi ruangan itu, Luna tersenyum lebar ketika David menerima untuk bertemu dengan perempuan pilihan Orang tuanya.


"Sampai kapan pun aku tidak bisa melupakan Aileen. Aku akan menolaknya nanti tepat di hari aku bertemu dengan perempuan itu. Aileen tak akan pernah tergantikan!!"


♡♡♡


"Lusa mereka akan datang!, , " Cici terlihat sibuk mencari motif baju untuk pertemuannya nanti dengan Luna.


"Secepat itu mah??" Lena kemudian melirik kearah Aileen.


"Kak kamu udah siap nikah emang??, , pengalaman pacaran aja nol. Gimana dengan nikah??" Lena mencoba menggoda Kakaknya yang duduk terdiam di sofa tunggal.


"Tutup mulutmu!!" Aileen melempar bantal hias kearah Lena dan tepat mendarat di wajahnya. Jauh di lubuk hati Aileen masih ada nama David, tetapi rasa sebel, jengkel dan bencinya jauh lebih besar di sana. Ingin menolak ketika Mamahnya menjodohkan dengan anak dari sahabatnya tetapi selama ini kedua ornag tuanya selalu memenuhi apa pun keinginannya. Sehingga mungkin ini saatnya bagi Aileen membalas kebaikkan kedua ornag tuannya.

__ADS_1


__ADS_2