
Aileen yang mendengarnya langsung mengangkat kepalanya dan memalingkan wajah kearah Iris.
"Susu??"
"Ya" Iris memamerkan senyum manisnya.
"Aku sangat menyukai susu" perempaun itu berlari kecil menghampiri Aileen.
"Haah!, aku tidak percaya. Si jangkung ini sangat menyukai susu seperti anak kecil" gumamnya, Aileen kembali menyandarkan kepalanya.
"Hei!!, , yang minum susu kan bukan anak kecil saja!" ucap Iris membela diri, dia terlihat membuang pandangannya kearah sekitar untuk mencari sebuah kotak yang sudah dipersiapkan oleh David.
"di mana kakak menyimpan kadoku?" Karena tak melihat kotak kado di sana, akhirnya Iris memutuskan untuk mengirim pesan singkat kepada David.
"Ka!!, kamu simpan di mana kotak kadoku?, , aku ada di ruang kerjamu bersama temanku. Apa kamu masih lama?? aku sudah tidak sabar ingin melihat kadoku" ❤
Iris mengirim emoticon love di akhir kalimat pesan singkatnya. Setelah itu dia meletakkan ponselnya di atas meja. Pandangannya langsung tertuju kearah Aileen yang telah tertidur di atas sofa.
"Aileen??, , apa kamu sedang tidur?" Iris yang duduk berseberangan dengan Aileen pun mengeraskan suaranya.
Iris menghela nafas panjang ketika tak mendapat sahutan dari perempuan itu. Kini Aileen benar benar terlelap, hingga alam bawah sadarnya menuntun tubuh Aileen untuk mengubah posisi tidurnya menjadi berbari di atas sofa. Seolah dia benar benar nyaman dengan posisi itu.
Iris hanya terkekeh melihat gaya tidur temannya itu.
Kini arah pandangannya tertuju kepada pintu yang sengaja dibuka dari arah luar. Dia menyambut OB yang baru datang dengan membawa pesananya di atas nampan.
"Maaf membuat non Iris menunggu lama" ucap OB itu sembari meletakkan nampan di atas meja.
"Tidak apa apa"
"Kalau begitu saya permisi dulu" setelah OB menutup rapat pintunya, Iris langsung menyambar susu dan meminumnya habis dalam beberapa tegug saja. Seolah dia tidak ingin memperlihatkan kekanak kanakkannya di depan orang lain.
Dreettt dreett!!!
Ujung mata Iris langsung tertuju kearah layar ponselnya yang menyala.
Dia tersenyum ketika mendapat balasan pesan singkat dari dari kakaknya.
"Aku simpan di dalam almari dekat meja. ambilah, tidak perlu menungguku. Aku masih lama" ❤
David membalas pesan singkat Iris dengan sebuah emoticon love seperti yang adiknya lakukan.
Iris dibuat terkekeh dengan hal itu.
__ADS_1
Iris hanya melirik kearah Aileen yang semakin tidur dengan pulas, setelahnya dia melangkah menuju almari untuk mengambil kado miliknya.
♡♡♡
Matanya berbinar binar ketika berhasil membuka penutupnya dia melihat mannequin kecil dan imut mirip anggota BTS di dalamnya.
Tangannya bergerak meraih salah satu mannequin itu. Dia terlihat sangat senang mendapatkan kado yang selama beberapa bulan ini sangat diinginkannya.
Mannequin itu hanya ada beberapa, dan David sengaja memesannya di Korea. Hanya untuk mengejutakan adik kesayangannya.
Iris mengecup dengan gemas satu persatu mannequin itu.
Dreeet Dreeet!!!
Ujung matanya kembali melirik kearah layar ponsel.
Dia mendapat pesan singkat dari Asisten Dosen. Bahwa satu jam lagi akan diadakan ujian mendadak.
Mata Iris membulat penuh, dia langsung mengemas mannequin itu kembali ke dalam kotak.
Namun seketika tubuhnya terpaku ketika menyadari bahwa Aileen masih tertidur pulas. Iris merasa dilema antara ingin membangunkan Aileen dari tidurnya atau tidak. Pasalnya dilihat dari raut wajah Aileen yang terlihat begitu sangat kelelahan Iris tak tega melakukannya.
Tapi Iris mencoba untuk membangunkannya, karena tak mungkin juga baginya untuk meninggalkan Aileen di sana sendiri.
"Aileen??, , kamu harus bangun, kita harus pergi dari sini. Aku ada ujian mendadak" Iris berucap dengan lembut.
Namun usahanya ternyata sia sia, Aileen tak meresponnya sama sekali.
"Haduuh, ini anak kenapa susah sekali di suruh bangun. Aileen!!, , ayo bangun!" Iris menaikkan sedikit nada bicaranya.
Perempuun itu mulai menggerakkan tubuhnya, namun kedua matanya masih terpejam.
"Pergilah Koyoko, , aku akan menjaga, rumahmu" Aileen bergumam dalam tidurnya, dia malah mengigau sambil merubah posisi tidurnya membelakangi Iris dengan membenamkan wajahnya dalam dalam ke sandara sofa.
"Yaah!!, , " Iris mulai kebingungan ketika dia merasa semakin dikejar kejar waktu.
Akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan Aileen di ruang kerja kakaknya.
Iris memaku langkahnya sebelum keluar dari ruangan itu, dia melirik kearan Aileen yang masih belum terbangun juga.
"Maaf Aileen aku tidak bermaksud meninggalkanmu, tapi tenang. Kakakku pasti akan menjagamu dengan baik! aku juga sudah menyuruh JungkKook untuk menjagamu"
Iris tersenyum kemudian, setelahnya dia melangkah keluar.
__ADS_1
♡♡♡
Aileen terlihat masih tertidur dengan sangat pulas, kini posisinya berubah kembali. Dia tidur menghadap langit langit dengan rambut coklatnya yang berantakan sehingga menutupi wajah manisnya. Sementara salah satu tangannya menggenggam erat mannequin yang sengaja Iris berikan kepadanya.
Tak selang beberapa lama. Ketika waktu menunjukkan pukul 5 sore, David akhirnya seselai meeting.
Dia membuka ruang kerjanya dan melangkah masuk ke dalam. Diikuti dengan seorang sekretaris dari arah belakang yang membawa beberapa berkas ditangannya.
David kini telah duduk di kursi.
"Letakkan semuanya di sana" ucapnya kepada sekretaris untuk meletakkan berkas berkas itu di atas meja.
Setelahnya sang sekretaris pamit undur diri dengan menganggukkan kepala kearah David.
Laki laki yang masih duduk di kursi itu kini meraih sebuah ponsel dari saku dalam jas.
Dia sedang membaca pesan singkat dari Adiknya.
"Maaf ka, aku ada ujian mendadak, jadi aku tidak bisa menunggumu. Terima kasih untuk kadonya. Mmmmmuuaahhh, , aku sangat menyukainya. Dan maaf juga karena aku membiarkan Aileen, temanku tidur di sofa ruang kerjamu"
Seketika David langsung beranjak dari kursi.
Dia berjalan mendekat kearah sofa.
Setelah memastikan bahwa ada seorang perempuan tertidur disana, David kembali mengalihkan pandangannya ke layar ponsel.
"Jangan ganggu dia, biarkan dia bangun dengan sendirinya. Dan ingat!!, jangan berani sentuh dia. Awas kalau besok dia mengadu padaku!!" 👊👊👊
David terkekeh membaca pesan singkat dari Iris. Kini pandangan matanya tertuju kepada perempuan yang masih tertidur pulas.
Laki laki itu mendekat tatapan matanya menyapu tubuh Aileen.
"Yang benar saja Iris, aku tidak tertarik dengan perempuan krempeng"
Dia membungkuk, mengawasi raut wajah Aileen yang tertutup rambut. kemudian dia meniup perlahan kearah wajah perempuan itu agar rambut yang menutupi wajahnya tersingkir.
Tak semua rambut itu menyingkir, akhirnya karena merasa penasaran dengan wajah teman Adiknya, David memutuskan untuk menyingkirkan rambut itu dengan tangannya.
Wajah David terpaku ketika melihat wajah perempuan yang tak asing itu tertidur di sana.
"Dia??"
"Aileen???" David mengulas senyum manis di bibirnya, kini laki laki itu melirik kearah tangan Aileen yang sedang mnggenggam erat mannequin.
__ADS_1
"Kamu juga menyukainya?" gumamnya, merujuk pada mannequin yang ada di tangan Aileen.