Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#33 FOTO


__ADS_3

 


Di dalam apartemen, barack melepaskan jas dan melonggarkan dasinya, dia berjalan ke arah dapur, dia meraih kursi dan kemudian duduk.


 


Dia memandangi kotak kue di atas meja yang ada di depannya.


Dia meraih kotak itu dan memakan kuenya.


Sesuap, dua suap, dia pun terdiam, , barack terus memegangi keningnya sambil menutup kedua matanya. Terlihat air matanya memaksa keluar dari arah ujung matanya.


Sesekali dia menghela nafas panjang, entah apa yang dia rasakan saat itu bahkan dia sendiri tidak bisa mengungkapkannya.


 


Paginya di rumah pak cokro di ruang makan, mamahnya luna membawa paperbag dari arah kamarnya.


 


"lun nanti tolong antarkan jas barack yang kemarin tertinggal di galeri mamah ya" kata mamahnya sambil menaruh paperbag di depan luna.


Luna melirik ke arah paperbag itu. Dia ingat jas yang di maksut mamahnya adalah jas yang ditinggal barack saat dia dan barack di paksa untuk tukar cincin malam itu.


Luna masih sibuk mengolesi lembaran rotinya dengan selai kacang.


"owh ya lun, flash disk yang kemarin mamah titipkan ke kamu dimana ya?" tanya mamah luna sambil menyiapkan teh untuk suaminya yang masih berada di kamar.


"flashdisk??? owh, ada di tas luna mah, bentar luna ambilin"kata luna sambil melahap roti selainya, kemudian dia berjalan ke kamarnya dan mengambil tas ransel yang sering dia pakai kuliah.


Kemudian dia membawanya ke ruang makan.


Luna membuka tasnya dan mencari flashdisk itu, dia merogoh satu persatu di setiap sela sela tas.


Tapi dia tidak menemukannya.


Lalu dia mengeluarkan barang barang yang ada di dalam tasnya satu persatu.


Hingga tasnya kosong, dia tetap tidak menemukan flashdisk di tas ranselnya.


"kok tidak ada ya mah, luna ingat kemaren saat mamah memberikan ke luna, langsung aku masukkan ke dalam tas, penting ya mah, coba nanti aku cari lagi deh" kata luna sambil memasukkan kembali barang barangnya ke dalam tas.


"itu isinya rekaman waktu kamu dan barack tukar cincin malam itu" kata mamahnya.


Luna hanya diam mendengar kata kata mamahnya.


"coba nanti luna cari lagi" kata luna sambil menghabiskan rotinya.


"owh iya mah, mamah udah suruh orang buat ambil mobil mamah di apartemen barack?, kemarin mobilnya mogok" kata luna.


"udah, sekarang lagi di bengkel" kata mamahnya luna.


Setelah selesai sarapan luna pergi ke garasi dan menyalakan mobilnya untuk mengembalikan jas milik barack ke rumahnya.


Beberapa menit kemudian dia sampai di depan rumah barack.


tingting tingtong, , , luna memencet bel.


Beberapa saat kemudian art membukakan pintu untuk luna.


"mbak luna?, mari masuk mbak" kata art itu.


Luna berjalan ke ruang tamu, tapi kemudian dia melihat mamahnya barack sedang duduk di ruang tv, luna pun menghampirinya.


"mah" panggil luna.


"hei, , sini lun" kata mamahnya barack yang tengah sibuk membersihkan album foto.


"lagi ngapain mah?" tanya luna sambil mendekat ke bu bowo.


"lagi mindahin foto foto lama biar tidak rusak" kata bu bowo.


"owh iya mah, ini jas barack kemaren tertinggal di butik mamahku" kata luna sambil menyodorkan paperbag berisi jas itu.


Luna pun mengambil salah satu album kenangan di sebelah bu bowo, dia membuka satu persatu album itu.


Sampai pandangannya terhenti saat melihat foto anak kecil.

__ADS_1


"anak cewek cantik ini siapa mah, mamah punya anak cewek toh, kok luna tidak pernah melihatnya?"kata luna mengamati foto itu.


"coba di lihat secara teliti lun" kata bu bowo.


Luna pun terus fokus ke wajah anak di foto itu.


"ini barack waktu kecil mah?" kata Luna terpelongo.


"mmm" bu bowo sambil menganggukkan kepalanya.


"hahaha, , kok dia mau pake rok gini?" kata luna sambil tertawa.


"waktu itu masih kecil, dia selalu ingin sekali memakai rok seperti teman temannya, karena kebanyakan waktu dia masih kecil dia punya banyak temen cewek yang deket sama dia" bu bowo menjelaskan.


"jelas saja, kecilnya manis gini, gedenya apa lagi" luna tersenyum senyum sendiri.


"mah, , foto ini buat luna ya" kata luna sambil menunjuk ke arah foro barack waktu kecil.


"buat apa?, ambil saja kalau luna mau, owh iya, jas ini kamu antar saja ke apartemen barack ya, soalnya mamah mau nitip bubur buat barack, biar sekalian jalan" kata bu bowo sambil beranjak dari ruang tv menuju ke dapur.


"bubur?" tanya luna sambil memasukkan foto itu ke dalam tas dan mengikuti bu bowo ke dapur.


"iya, tadi pagi pagi dia telpon ayahnya karena tidak bisa masuk kerja, tidak enak badan katanya, dia tidak mengabari kamu?"tanya bu bowo.


"mmm, , tidak mah" kata luna.


Bu bowo melirik ke arah luna.


"kalian tidak lagi berantem kan?" tanya bu bowo sambil menyiapkan buburnya.


"e, , tidak ko mah, ya sudah luna bawa sekalian nganter jasnya" kata luna.


 


Setelah buburnya siap luna membawanya ke dalam mobil, dan segera pergi ke apartemen barack.


 


Beberapa kemudian luna sampai di sana, Luna pun hanya berdiri di depan pintu masuk.


tingtong tingtong, , luna memencet bel.


Tidak lama barack membuka pintunya.


Barack terdiam melihat luna berdiri tepat didepannya.


Luna pun berusaha bersikap seperti biasa. Luna langsung masuk ke dalam apartemen. Dia merasa kaget setelah melihat ruangan itu berantakan, baju sepatu dasi bantal semua tidak berada pada tempatnya.


"tumben apartement barack berantakan gini" kata luna dalam hati sambil melirik ke arah barack.


"kata mamah, kamu sakit?" kata luna sambil berjalan ke arah dapur.


"mamah?"barack bertanya tanya sambil mengikuti luna ke arah dapur.


"tante bowo yang bilang, sekarang aku panggil dia mamah" kata luna sambil menyiapkan bubur ke mangkuk untuk barack.


Barack kemudian duduk di kursi sambil terus terusan memandangi luna yang tengah sibuk menyiapkan bubur.


Lunapun menyodorkan bubur itu kepada barack, mereka berdua terdiam cukup lama, Luna merasa canggung, dia lebih senang ketika saat dia selalu berantem dengan barack ketimbang harus diam seperti ini.


"aku tidak boleh galau mulu, aku harus bersikap biasa, tapi gimana doonk, aku tidak bisa mengenyampingkan perasaanku nih, , huufft pokoknya harus bisa" kata luna dalam hati.


Luna pun melihat ke arah barack yang sedang menikmati buburnya, sambil tersenyum senyum sendiri.


Lalu barack melihat ke arah luna yang sedang menatapnya itu.


"kenapa senyum senyum?" tanya barack.


"bentar aku ada sesuatu buat kamu" kata luna mengambil foto yang ada di dalam tas luna.


Luna langsung menyodorkan foto barack waktu kecil saat memakai baju cewek.


Mata barack terbelalak dan mencoba merebut foto itu dari tangan luna tapi luna keburu menyimpannya kembali.


"kamu dapet dari mana?" kata barack.


"dapet dari mamah" kata luna smabil terus menahan senyumnya.

__ADS_1


"balikin" kata barack sambil menyodorkan tangannya bermaksut untuk meminta foto itu.


"tidak! enak saja orang aku yang minta sama mamah" kata luna menyembunyikan foto itu di belakang badannya.


"balikin" kata barack terus mencoba.


"ternyata kamu terlihat cantik ya kalau pake baju cewek, hahaha" luna terus menggoda barack.


Barack hanya diam dan terus memandang ke arah luna yang masih terus tertawa.


Barack beranjak dari duduknya dan langsung menarik pinggang luna dan mendekap tubuh luna di pelukannya, wajah mereka pun saling bartatapan.


Sekilas tawa luna menghilang dalam sekejap dadanya berdebar debar.


Perlahan barack menurunkan tangannya menuju ke tangan luna yang membawa fotonya.


Luna tidak menyadari akan hal itu, pikirannya fokus ke wajah barack yang begitu dekat dengannya.


Barack kemudian mengambil foto yang di pegang luna yang dia sembunyikan di belakang tububnya dengan mudah.


Barack melepas luna dari pelukannya. Luna pun tersadar dan dia mendapati tangannya sudah tidak membawa foto barack lagi, karena foto itu sudah berganti tangan.


"curang! balikin!!!? itu foto aku dapet dari mamah lo, balikin" kata luna sambil berusaha meraih foto itu.


Tapi barack mengangkatnya tinggi tinggi sehingga luna tidak bisa meraih foto itu.


Luna pun terdiam, dia menyipitkan kedua matanya dan dengan segera menginjak kaki barack dengan kencang.


"aduh!" barack memegangi kakinya, luna langsung mengambil foto itu balik dari tangan barack.


Luna berlari ke arah ruang tv, lalu diikuti barack dari arah belakang.


"balikin lun, aku ganti sama foto fotoku yang keren, aku kasih banyak deh, ayo cepet" kata barack, sesekali dia mengernyutkan dahinya menahan kepalanya yang sedikit pusing.


"iiihhh narsis banget kamu, tidak mau" kata luna sambil berdiri di dekat sofa menjauhi barack.


Barack langsung menarik tangan luna dan segera merebut foto itu, namun kaki luna tersandung karpet dari arah belakang saat berjalan mundur dan luna pun terjatuh ke belakang, sebelum sempat jatuh luna menarik kaos barack dan barack pun ikut terjatuh di atas tubuh luna. untung jatuhnya ke sofa kalau ke lantai tubuh luna remuk pastinya.


Luna mencoba menelan ludah, dia merasakan nafas barack begitu dekat dengannya, saat itu nafas barack terasa panas sekali, suhu badan barack benar benar tinggi.


luna menyentuh leher dan kening barack secara bergantian.


"badan kamu panas banget, minum obat ya , aku ambilin dulu" luna bermaksut bangun dan menyuruh barack menyingkir tapi tubuh barack lemas tak bardaya yang kemudian jatuh di atas tubuh luna sebelum sempat dia bangun.


"ya ammpuuunnn, barack, barack, kamu pingsan?? aaahhh kenapa tidak cari tempat lain sih, badan kamu berat bangeeeet iniiiii" luna merasa engap, dia merasa kesusahan mendorong tubuh barack.


"barack bangun iihh, " luna mencoba mendorong tubuh barack agar menyingkir dari atas tubuhnya.


Dengan susah payah luna menggeser tubuh barack, dia membiarkan tubuh barack tetap di atas sofa, akhirnya luna bisa bernafas dengan lega. Dia terduduk di lantai sambil mengatur nafasnya sebentar.


kemudian luna pergi ke dapur mengambil air untuk mengompres kepala barack, setelah selesai mengompres dia pergi ke kamar mengambil selimut dan menyelimuti tubuh barack


"barack, bangun dulu, minum obatnya" kata luna menyentuh pipi barack.


Barack hanya membuka matanya sedikit setelah itu terpejam lagi.


"gimana ini, barack ayo bangun, , hei" luna menggoyang goyangkan pipi barack. Tapi barack tak merespon. Suhu badannya sangat tinggi.


Luna tidak kehabisan akal, dia pun memasukkan obatnya ke dalam mulut barack dan dia meminum air putih lalu menahan di dalam mulutnya untuk kemudian dia berikan ke mulut barack perlahan, luna mengulanginya sekali lagi agar obat benar benar masuk ke dalam perut barack


glek glek, , Terdengar suara dari leher barack kalau dia sudah meneguk air putih itu dan pastinya obatnya juga sudah masuk.


Luna menghela nafas, pipinya memerah karena secara tidak langung dia menyentuh bibir barack dengan bibirnya barusan.


luna pun memegangi bibirnya itu. Di pikirannya hanya ada kata 'bibirnya lembut banget'.


"hadduuuh,. mikir apaan lagi sih" luna mencoba menyadarkan dirinya sendiri.


Kemudian dia membereskan ruang tv yang berantakan itu, juga dengan dapur, tidak lupa kamar barack pun dia bersihkan.


"tumben apartemennya berantakan sekali, lagi kumat kali ya dia" kata luna sambil terus membersihkan tempat itu.


Setelah selesai membereskan ruangan itu terlihat setiap ruangan rapih kembali , luna pun melempar tubuhnya ke atas sofa di sebelah sofa dimana barack tengah tertidur.


Karena saking capeknya luna pun tertidur di sofa itu.


***

__ADS_1


__ADS_2