
David menarik Aileen agar lebih mendekat ke tububnya. Tangannya melingkar, memeluk Ailene dari samping.
David menyandarkan kepalanya di pundak, menghirup aroma wangi sisa sabun dari tubuh Aileen. Kecupan pertama di arahkan ke ujung pundak yang kemudian perlahan kecupan itu bergerak ke leher hingga bawah telinga. Membuat Aileen menggerakkan tubuhnya karena merasa geli.
David menempelkan bibirnya ke telinga kemudian berucap.
"Aku akan melakukannya dengan hati hati"
Tangannya bergerak menarik ikatan handuk kimono yang melingkar di pinggang Aileen. Kemudian tangannya menelusup masuk ke dada melewati sela kimono yang di kenakannya.
Tubuhnya terperanjak kaget, dia menoleh ke David yang sedang tersenyum sambil menatap sendu wajahnya.
"Jangan menolak, kamu nikmati saja apa yang aku lakukan dengan tubuhmu" bisiknya dengan lembut nan menggoda.
Dada Aileen bergerak naik tutun dengan cepat ketika nafasnya memburu, tetapi dia berusaha keras mencoba mengendalikannya.
David sempat menyentuh bahkan meremas lembut di bagian sana sebelum akhirnya kini dia menarik kembali tangannya dan merangkup pipi Aileen. David mencium bibirnya, menyesapnya, meluma**nya dengan lembut. Menggerakkan kepalanya saat meminta Aileen membuka mulutnya.
Indra perasanya kini telah menari nari di dalam mulutnya hingga saling beradu saling bergantian menyesap.
Dalam keadaan bibir mereka yang masih bertautan, kedua tangannya menelusup ke samping dada Aileen, mengangkat perempuan itu agar posisinya terasa lebih nyamanketika bercumbu.
David mendorong tubuh Aileen berbaring di atas ranjang dengan ciumannya. Sementara tangannya bergerak membuka kimono perlahan hingga membuat bagian atasnya terekpos. Bersaman dengan itu Aileen menyilangkan tangannya untuk menutupi bagain itu.
David melepaskan pagutan bibir nereka, kini kedua tangannya telah berada di sisi kanan dan sisi kiri tubuh Aileen untuk mengunci perempuan itu. Kedua matanya teralihkan kearah tangan Aileen yang menutupi dadanya.
David sengaja membungkuk memberi jarak di antara tubuhnya dengan tubuh Aileen untuk mempermudahkan dirinya melihat bagian sana.
"Biarkan aku melihatnya!" pintanya dengan lembut, tatapannya pun terlihat sangat sensual.
Aileen masih belum membukanya, dadanya tak pernah sedikit pun berdetak dengan normal. Yang ada setiap detik malah semakin cepat dan semakin memanas di bagian sana.
Karena Aileen masih menutupinya, david kemudian berucap.
"Kamu lupa, , bahwa itu sudah menjadi milikku?"
Tubuh Aileen bergetar gugub, pipinya sangat merona hingga terasa memanas. Apa yang di katakan David memang benar, bahwa tubuh Aileen saat ini telah menjadi miliknya.
Perlahan dengan nafas yang masih terus memburu Aileen menarik tangannya ke samping hingga memperlihatkan bagian yang beberapa saat ladi sengaja di sembunyikan dari David.
Wajahnya merah, Aileen merasa sangat malu hingga memejamkan matanya karena tak berani melihat David.
"Buka matamu Ai" pintanya dengan lembut.
Perempuan itu menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak mau"
David menggerakkan kepalanya mendekat ke tengah tengah dadanya, kemudian mencium hingga meninggalkan jejak basah. Membuat tebuh Aileen terperanjak.
__ADS_1
"Wajahmu dan juga ekspresimu ketika menikmatinya itu juga milikki Ai. Kamu tidak bisa menyembunyikannya dariku" perintahnya dengan lembut, yang kemudian mendapat respon positif dari Aileen.
Perempuan itu membuka tangannya, matanya menatap wajah David yang berada tepat di atasnya.
David menggerakkan kepalanya mendekat, mengecup kening, kemudian turun ke hidung, bibi dan menjalar ke pipi turun ke rahang dan naik lagi ke telinga David sempat memainkan indra perasanya di sana.
"Aku berjanji akan memberimu kenikmatan" bisiknya, kecupan itu masih berlanjut menuruni bagian leher di sana David meninggalkan jejak ciumannya, setelahnya bergerak lagi hingga ke pundak. Di bagian sana dia juga melakukan hal yang sama. David meninggalkan banyak jejak merah di sekitar leher dan pundakanya.
Ciuman itu semakin bergerak menurun, David tak hanya mengecupnya, tetapi dia juka kadang meluma**nya tak jarang dia menyesapnya kuat untuk membuat tanda merah di setiap kulit yang sudah di lewatinya. Kini bibirnya melewati belahan dada. Berlanjut kesamping tepat di tengah tengah. David sengaja hanya meniupnya, namun tubuh Aileen sudah bereaksi hebat.
Dia menangkupkan kedua bibirnya dalam dalam ketika tubuhnya serasa dialiri arus liatrik hingga rasa hangat menjalar keseluruh tubuhnya.
David tersenyum melihat ekspresi Aileen yang menggemaskan. Dia kini memainkan lidahnya mengecup dan menyesap ujungnya dengan sangat lembut.
Aileen semakin menggila, tubuhnya menggeliat hebat, tangannya meremas sprei dengan kuat. Ketika David semakin gemas hingga sengaja melumatnya habis habisan Aileen membungkam bibirnya, takut suara yang tersekat di tenggorokannya akan lolos begitu saja.
David menarik tangan Aileen sengaja agar perempuan itu mengeluarkan suaranya. Aileen tak bisa menahannya lagi, dia mendorong kepala David agar menjauh dari dadanya.
"Kenapa?" David terkejut, menatap Aileen dengan penuh tanda tanya.
"Geli" suara Aileen tersekat lagi, oleh nafasnya yang memburu.
David menyeringai.
"Geli atau nikmat?" dia menggodanya.
"Geli David, aku tidak sanggub nemahannya" Aileen semakin merona.
Kini tangannya bergerak perlahan membuka sisa kimono yang masih menutup bagian bawah. David melepaskan bibirnya dari bagian atas. Kini pandangannya telah tertuju kepada sela sela kaki Aileen.
David menghela nafas panjang. Tubuhnya semakin memanas, hasratnya semakin bergejolak hebat. Tetapi David ingin melakukannya dengan sangat hati hati. Dia ingin menikmati tubuh Aileen di setiap jengkal nya tanpa terlewati.
David bergerak kembali mengecup dadanya, perlahan menurun dan semakin menurun memainkan bibir dan indra perasanya hingga setiap mengecup David meninggalkan jejak basah di sana.
David telah berada jauh di sana, bibirnya masih sibuk mengecup kaki Aileen.
Karena malu, tangan Aileen bertahan menutupi bagian sana.
Dan ketika David melihatnya, dia segera menepis perlahan tangan Aileen agar menyingkir dari sela sela kakinya.
Aileen menunduk menatap kebawah. Dadanya semakin tak karuan ketika melihat tubuhnya sudah tak tertutup sehelai benang pun. Perempuan itu hampir terbangun dari ranjang ketika melihat Wajah David tepat berada di depan bawah sana.
"David!"
David melepas kaosnya hingga memperlihatkan tubuh kekar serta absnya yang terbentuk dengan indah. Laki laki itu sudah merasakan suhu tubuhnya sedikit meninggi.
David kemudia menuntun Aileen untuk kembali berbaring.
"Tenanglah, , serahkan semuanya kepadaku. Kamu hanya perlu diam dan menikmati apa yang aku lakukan dengan tubuhmu. Oke" David memastikan bahwa perempuan itu tak akan terkejut atau merasa khawatir lagi.
__ADS_1
Aileen mengangguk perlahan. Dia mencoba tenang dan menyerahkan semuanya kepada David.
Laki laki itu bergerak lagi ke bawah, tanpa aba aba dia menggerakkan indra perasannya ke bagian sana, membuat Aileen mengejang hebat hingga bagian dadanya terangkat keatas.
David menggerakkan bola matanya untuk mengawasi wajah Aileen, laki laki itu belum merasa puas ketika belum bisa mendengar suara Aileen keluar dari mulutnya.
Dia kemudian semakin menjadi, menggerakkan, memainkan, indra perasa hingga sesekali kadang masuk ke dalam sana. Tak jarang David kadang menyesapnya membuat Aileen menggeliat lagi.
"Dav" lenguhnya.
Suara Aileen masih tersekat, ternyata dia masih sangat malu dan ragu untuk mendes** di depan David.
David semakin tidak karuan, dia mendorong tubuhnya kembali mendekati wajah Aileen.
Nafasnya memburu sangat terasa ketika menyapu dada Aileen.
Pandangan matanya menyapu wajah Aileen yang sudah terlihat tak karuan, perempuan itu seakan sudah tak berdaya dengan perlakuan David terhadap tubuhnya.
Aileen menggerakkan tangannya menyentuh dada David kemudian mengusap lembut di sana.
"Aku akan melakukannya dengan perlahan" ucap David dengan lembut, yang kemudian mendapatkan anggukan kepala dari Aileen.
David masih merasa ragu, dia takut ketika melakukannya malah nanti akan melukai Aileen. Dia menghela nafas panjang ketika gejolaknya sudah tak terbendung lagi, David akhirnya perlahan mendorong tubuhnya kearah Aileen.
Melihat Aileen menggerakkan tubuhnya bersamaan dengan keningnya yang berkerut, ketika bagian dari David mulai sedikit menyentuh bagian tubuh Aileen, Laki laki itu semakin terlihat ragu, hingga sedikit menjauhkan tubuhnya.
David memendam wajahnya di perpotongan leher Aileen, sementara dadanya masih tertahan di atas sengaja memberi jarak dengan tubuh Aileen agar tak menindihnya.
"Apa aku melukaimu?" bisiknya. kemudian mendapat gelengan kepala dari Aileen.
"Tidak" Aileen mencoba untuk membuang rasa takutnya, selama ini David telah menahan semua hasratnya, dan ketika waktunya tiba dia malah tak berani melakukannya karena takut akan menyakiti Aileen.
Aileen meraih pipi David, membelainya dengan lembut. Dia kemudian memberanikan diri berucap dengan nada pasti.
"Aku akan baik baik saja, , kamu bisa melakukannya" Matanya terlihat sangat sendu. Membuat David yang sempat terpuruk karena ketakutannya, kini hasrat itu kembali lagi dan semakin menguat.
Perlahan sedikit demi sedikit David melakukannya dengan sangat baik, hingga setelah beberapa saat akhirnya dia bisa menyatukan tubuhnya dengan tubuh Aileen. Mereka saling menempel tanpa penyekat sedikit pun.
Nafas mereka saling beradu, perlahan David melakukannya, sesekali dia membenamkan wajahnya di leher Aileen ketika tubuhnya bergerak beraturan.
Sementara Aileen mencengkeram lengan David dengan kuat hingga kukunya meninggalkan bekas di sana saat menahan rasa nikmat, seperti tubuhnya dialiri sengatan listrik hingga membuatnya mengejang hebat. Aileen sampai mengangkat tubuhnya memeluk David yang ada di atasnya.
Perempuan itu sempat mendesa* hebat, dan ketika David mendengarnya laki laki itu semakin tak terkendali, dia berusaha menahan diri untuk tak membuat Aileen tersakiti, tetapi tubuhnya yang sudah menyatu dengan Aileen tak bisa di kendalikan dengan baik. Saat sampai di puncaknya, David mengejang hingga sempat menggigit pundak Aileen dengan kuat.
Aileen meringis kesakitan tetapi dia tak menghiraukan pundaknya yang terluka, baginya David bisa melampiaskan hasratnya itu sudah membuatnya lega dan bahagia.
David menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Aileen, tubuh mereka yang lembab karena keringat saling menempel dengan lekat.
David dan Aileen menghela nafas panjang, laki laki itu menarik kepalanya menjauh kemudian berucap.
__ADS_1
"Terima kasih" David kemudian mengecup kening dan bibir Aileen secara bergantian.