
Barack yang baru saja mendapatkan perawatan di lengannya, kini dia berjalan kearah ruang inap.
Di sana David masih berbaring karena mendapatkan perawatan dari Dokter.
Barack menatap kearah Luna yang sedang duduk di samping ranjang, perempuan itu terlihat sedang melamun dan terus melihat kearah wajah David.
Laki laki itu mendekat dan duduk di bibir ranjang, dengan kedua tangannya menggenggam erat tangan Luna.
"Maaf, , mungkin aku laki laki yang paling bodoh di hidup kalian. Hingga menyebabkan David harus berakhir disini"
"Kamu sudah melakukan yang seharusnya kamu lakukan!" Hanya itu kata yang keluar dari mulut Luna, dia memang sedikit kecewa dengan Barack. Karena tak menepati janjinya saat itu. Luna memalingkan wajahnya kearah Barack, ujung matanya terlihat melirik lengan laki laki itu yang di tutup perban.
"Ini pasti sakit?" tangannya bergerak perlahan menyentuh luka itu.
Barack menggelengkan kepalanya.
"Tidak!, , tapi ini akan lebih terasa sakit jika melihatmu menangis" Barack mengusap lembut air mata yang membasahi pipi luna.
"Maaf, ,"
"Sssshhhhtt!!" Barack menyuruh Luna untuk berhenti berucap dengan ujung jarinya.
"Tidak perlu minta maaf"
"Aku sempat marah denganmu, aku juga saat ini masih jengkel karena sikapmu!!"
"Tidak usah di bahas lagi, oke??" Barack mendaratkan sebuah kecupan di kening perempuan itu.
Kini Luna kembali fokus dengan keadaan David. Luna berharap tidak akan terjadi hal buruk dengan memory otaknya. Karena di mana kemarin seharusnya menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi David, malah menjadi hari yang paling mengerikan dalam hidupnya.
Karena kemarin adalah hari ulang tahunnya yang ke7.
David terlihat menggerakkan tangannya dan di sambut dengan sangat antusias oles Luna. Dia menggenggam erat tangan David dan mengghujaninya dengan kecupan di punggung tangannya.
"Sayang kamu sudah bangun?" Luna berucap dengan lembut, dia tidak ingin membuat David terkejut.
David telah membuka matanya, ekspresi wajahnya berubah seketika, Anak itu terlihat sangat ketakutan. Dia menangis dan berteriak meminta tolong untuk di lepaskan ikatannya.
Dan ingatan buruk tentang kejadian kemarin kembali menghantuinya. Hingga Dokter harus memberinya penenang agar David tak terus menangis sambil bertingkah seolah dia masih di sekap di ruang sempit dan gelap.
Luna memutuskan untuk meminta dokter melakukan beberapa tes kepada David.
Hati Luna serasa semakin hancur ketika mengetahui keadaan David, dia mengalami trauma atas kejadian itu. David tidak bisa menikmati hari hari seperti biasanya.
Anak kecil itu lebih sering diam dan menyendiri. Namun kedua Orang tuanya tak pernah membiarkan David melakukan hal itu. Mereka selalu menemani kemana pun David pergi.
♡♡♡
Selama satu bulan lebih Luna dan Barack mengajak David untuk berlibur, sesuai anjuran dokter untuk menghilangkan trauma atas ketakutannya terhadap ruang sempit dan gelap. Mereka selalu membuat David tertawa di setiap saat.
Barack dan Luna juga selalu menghindari tempat tempat yang membuat David ketakutan di sekitar mereka.
Hingga akhirnya masuk bulan ketiga, karena besar rasa cinta dan kasih sayang yang Barack berikan kepada David. Anak itu dapat tersenyum lagi, kini dia bisa berinteraksi dengan teman temannya seperti dulu. Walau kadang sesekali dia memang terlihat melamun ketika teringat hal buruk kembali menghantui pikirannya.
"Hari ini kita mau kemana??" Luna berucap dengan penuh kegembiraan.
Dia, david dan Barack sedang berada di dalam kamar. Mereka sedang menghabiskan waktu bersama bergurau, bercanda dan saling menjaili satu sama lain.
Hingga tawa mereka pecah, menggema di setiap sudut kamar.
"Aku ingin pergi ke Pont Des Arts" ucap David seketika, hingga membuat Luna dan Barack saling menatap hingga akhirnya tersenyum malu.
Pasalnya tempat itu adalah tempat dimana Luna Dan Barack bertemu setelah beberapa minggu mereka terlibat dalam konflik.
♡♡♡
Malamnya mereka berdua memenuhi keinginan David, menghabiskan waktu bersama di jembatan Pont Des Arts. Tak lupa, Luna selalu mengajak Lilis kemana pun dia pergi.
Dan kebetulan malam itu ada acara di sana.
Sehingga mereka bisa menikmati kembang api.
Barack sangat bahagia ketika melihat senyum dan tawa di wajah orang orang yang dia sayangi.
"Sayang Ayah pinjam Mamah sebentar, boleh?" Barack berucap kepada David. Laki laki itu menarik tangan Luna agar mendekat kapadanya.
Sementara David sedang berbisik bisik kepada Lilis yang ada di sampingnya.
"Ada apa??" luna terlihat sangat penasaran saat itu.
"Bukalah, , " Barack megulurkan tangannya dengan sebuah kotak di sana.
Luna menyelidik ke arah kotak itu. Tangannya bergerak perlahan meraih kotak dan membukanya.
__ADS_1
Matanya berbinar binar ketika melihat cincin ada di dalamnya.
"Ini?"
Barack mengambil cincin itu dan memasangkannya di jari manis Luna.
Kini matanya menatap lekat ke arah perempuan di depannya.
"Menikahlah denganku" ucapnya kemudian
Pipi Luna bersemu, dia tertunduk tersipu malu.
Kemudian menganggukkan kepala sebagai tanda bahwa dia setuju menikah dengan Barack untuk yang kedua kalinya.
Barack terlalu senang, dia melingkarkan lengannya di kaki Luna dan mengangkat tubuh perempuan itu.
Luna menuduk menyandarkan keningnya dikening Barack hingga semakin lama wajah mereka saling berdekatan. Luna merangkup pipi Barack dan mencium bibir laki laki itu.
Sementara di sisi lain, Lilis tengah berusaha menutup mata Favid yang sedang melihat kearah kedua orang tuanya.
"Anak kecil di larang nelihat!" ucap Lilis.
"Apaan sih Mbak!, ," David menepis tangan Lilis yang berusaha menutupi mmatanya.
"Kamu juga tuh kelamaan jomblo dilarang lihat yang begituan. Ntar baper sendiri lagi!" David pun tertawa seolah dia merasa menang telah membuli Lilis.
"Mas David jahat bangat iih!!"
♡♡♡
Selang beberapa minggu Barack dan Luna menggelar pernikahan mereka, namun tak semeriah dulu. Mereka hanya mengundang keluarga dan teman dekatnya saja.
"Aku berbahagia untuk kalian" Cici sengaja datang ke paris hanya untuk memenuhi undangan Luna.
"Aku juga berbahagia untumu sayang, berapa usia kandunganmu?" Luna berucap dengan mengusap lembut perut Cici.
"Baru jalan 2bulan, aku akan menginjak kakimu agar kehamilanku cepat menular lagi padamu" Cici terkekeh, setelah saat pulang dari Paris beberapa bulan yang lalu akhirnya dia hamil.
Luna memeluk Sahabatnya, dia sangat senang mendengar bahwa Cici kini sedang mengandung setelah bertahun tahun dia sangat mendambakannya.
"Kalau dia perempuan aku akan menjadikannya calon Istri untuk David"
Seketika mereka berdua pun tertawa.
"Aku setuju denganmu!" Cici pun mencium pipi sahabatnya.
♡♡♡
Selama mengikuti sidang dengan baik dan berdasarkan beberapa pertimbangan akhirnya Pengadilan memutuskan untuk membebaskan Helena. Setelah kejadian itu Barack sengaja menyuruh pengacaranya untuk bergabung dengan tim pengacara Helena.
Sementara Ernest, dia menjalani hidupnya dengan lebih baik. Barack sengaja mengangkatnya menjadi karyawan di perusahaan Dirga. Hingga akhirnya dia saat ini telah menemukan kembali keluarganya yang sempat menghilang karena takut dengan ancaman Adrian waktu itu.
♡♡♡
Barack memberikan semua sahamnya di Grub Dirga kepada Luna. Perempuan itu kini menjadi Direktur utama sekaligus Designer ternama di Paris.
Beberapa bulan terkhir setelah pernikahannya dengan Barack dia telah mengadakan Fashion Show beberapa kali dan semuanya berjalan dengan sangat sukses.
Kebahagiaan keluarga mereka seperti tak pernah ada habisnya setelah melewati banyak rintangan dan kini dipersatukan kembali, Luna semakin bahagia karena melihat David tumbuh dengan sangat baik. Anak itu bisa melewati masa kelamnya.
Hingga di tahun berikutanya, pernikahan Luna dan Barack di karuniai calon bayi.
Perempuan itu sedang mengandung, umurn kandungannya masih terbilang sangat muda. Baru masuk satu setengah bulan Namun Barack sangat antusias menyambut calon bayi mereka.
Barack bertingkah tak seperti biasanya, dia sering menghabiskan waktu berlama lama hanya untuk berbelanja di toko perlengkapan bayi. Dia dan David selalu berebut untuk memilih apa pun yang di butuhkan untuk calon bayi yang bahkan belum diketahui jenis kelaminnya, namun mereka berdua seolah menginginkan bayinya adalah perempuan. Maklumlah ini memang Anak kedua bagi Barack, tetapi ini pertama kali baginya menyambut kedatangan seorang bayi di hidupnya.
"Ayah ingin sepatu ini untuk calon adikmu nanti" Barack berucap sambil menenteng sepatu berwarna pink kearah wajah David.
"Ayah norak, yang ini saja. Itu terlalu blink blink Yah!" David memilih sepatu lain untuk calon adiknya.
"Dia kan masih kecil, jadi tidak tahu apa itu blink blink. Yang terpenting terlihat lucu dan menarik pasti dia akan sangat menyukainya" Barack mengambil lagi sepatu yang sebelumnya sempat di buang oleh David.
"Ya udah si, , kita beli dua duanya" Luna berucap dengan nada jengkel karena sedari tadi mereka berdua selalu beradu mulut hanya untuk menentukan perlengkapan mana yang akan mereka beli. Luna akhirnya membungkus kedua sepatu yang telah di pilih oleh Barack Dan David.
Sementara kedua laki laki tersebut terlihat tersenyum kearah Luna. Tetapi ketika mata Barack dan mata David bertemu lagi, senyum mereka langsung menghilang.
Mereka seperti musuh, selalu mempermasalahkan hal kecil.
Dan itu terjadi setelah Luna mengandung anak keduanya.
Di saat sesi pemotretan keluarga pun, Barack dan David terlihat saling melirik dan memamerkan tatapan sengit merkeka. Bahkan saat akan dimulai, mereka terlihat selalu berebut posisi di samping Luna.
Barack terlihat seperti anak kecil, namun hal itu selalu membuat Luna tertawa lepas.
__ADS_1
Tingkah laku Barack yang tak mau kalah dari Putranya itu bukan karena dia membenci David, namun entah kenapa dia sangat suka sekali menggodanya.
Barack selalu murung ketika Luna lebih memilih untuk berpihak kepada David. Sementara Anak kecil itu tersenyum dengan lebar ketika berhasil membuat Ayahnya bersedih.
Luna merasa sangat senang, keluarga kecilnya kembali utuh. Apa lagi setelah kehamilan keduanya, dia merasa hidupnya sangat semourna karena ditemani laki laki yang sangat dicintainya. Dan seorang Putra yang selalu membantunya untuk melakukan hal hal kecil yang biasa dia lakukan sendiri.
Hingga perut Luna semakin membesar, David dan Barack masih selalu berebut untuk menjadi yang pertama di samping Luna. Mereka berudua laki laki yang siap siaga.
Ketika di malam hari Luna selalu ingin merasa pergi ke kamar mandi pun Barack dan David selalu bangun dan menemani Luna.
Hingga saat menyiapkan sarapan, Kedua laki laki itu nampak bersaing untuk membuatkan hidangan untuk Luna.
Luna terlihat tersenyum lebar ketika Barack membuatkan sarapan sehat untuk perempuan itu.
Sementara David, dia mengambil hidangan yang di buat oleh Barack dan menggantinya dengan susu yang sudah dipersiapkannya untuk Luna.
Melihat tingkah David Barack hanya terdiam melongo, terlebih lagi ketika Putranya itu menghabiskan sarapan yang dia buat khususu untuk Luna.
"Aku akan membantu Mamah menghabiskan ini, sementara sekarang Mamah habiskan saja dulu susunya" David berucap dengan santai namun terdengar sangat menjengkelkan di telinga Barack.
Barack menghela nafas panjang, dan akhirnya melirik ke arah Luna yang sedang mengangkat alis dan kedua pundaknya secara bersamaan.
♡♡♡
Masuk bulan yang di nanti nanti, Luna tengah menata dirinya untuk bersiap melahirkan anak kedua.
Di luar ruangan David yang di temani Lilis terlihat sangat panik. Dia berjalan mondar mandir layaknya seorang dewasa yang tengah mendapatkan banyak masalah di hidupnya.
Sementara barack, dia terlihat begitu tegang, keringat dingin terlihat membasahi keningnya. Dia selalu menggenggam tangan Luna dengan erat.
Ini pertama kali baginya menemani seorang perempuan melahirkan.
Laki laki itu merasa sangat senang namun, dia terlihat gelisah.
Luna mengalihkan pandanganya ke arah Barack, dia mencoba tersenyum untuk memberi ketengangan pada laki laki itu.
Perasaan Barack bercampur aduk dia merasa tidak tenang, dadanya terus berdebar dan semakin kencang.
Terlebih lagi ketika Luna mulai mengejan, mata Barack mulai memerah, dia seolah tak sanggub melihat perempuan itu tersakiti.
"Berapa lama lagi aku harus melihat dia kesakitan seperti ini!"
Barack menengadahkan kepalanya, agar air matanya tak menetes dan mengenai wajah Luna ketika perempuan itu tengah berusaha melawan maut.
Setelah mendengar suara tangisan bayi, seketika dada Barack terasa sangat lega Dia merangkup tubuh Luna, memeluknya dan menghujani Istrinya dengan kecupan bertubi tubi.
Mereka saling menatap dengan lekat, sebelum akhirnya Barack mengecup kening perempuan itu dan berbisik di sana.
"Terima kasih sayang"
Di sisi lain David yang mendengar tangisan adiknya, melompat penuh kegembiraan. Dia meraih tangan Lilis dan mengajak perempuaan itu melompat lompat bersama dengannya.
"Adikku sudah lahir Mbaaakkk!!, ," teriaknya.
"Akhirnya aku punya mainan baru!"
Seketika Lilis berhenti melompat dan memaku tubuhnya.
"He??? mainan??" Kedua alis Lilis menyatu karena kebingungan dengan ucapan David.
😘😘
SEASION PERTAMA SUDAH SELESAI.
AUTHOR BERENCANA MELANJUTKAN DI SEASION KEDUA.
BERJUDUL
Ceo: Love's romance
AKAN LANGSUNG DI LANJUT DI BAB BERIKUTNYA JADI KALIAN TIDAK PERLU KESUSAHAN MENCARI NOVELNYA LAGI.
DI SANA AKAN BERCERITA TENTANG KEHIDUPAN DAVID YANG TUMBUH MENJADI SEORANG PLAYBOY, ENTAH KARENA DIA HIDUP DENGAN BERGELIMANGAN HARTA SERTA BANYAK KASIH SAYANG YANG DIA DAPATKAN DARI KELUARGA MAUPUN ORANG ORANG DI SEKITARNYA SEHINGGA DIA MEMBAGIKAN KASIH SAYANGNYA KEPADA SETIAP WANITA YANG DIA TEMUI ATAU KARENA ADA HAL LAIN.
TETAPI DI SISI LAIN MASA KELAMNYA JUGA KADANG KAMBALI MUNCUL MENGHANTUI HIDUPNYA.
HINGGA AKHIRNYA DIA DI PERTEMUKAN DENGAN SEORANG PEREMPUAN PENDATANG DARI NEGARA LAIN. DIA BERNAMA AILEEN, DIA BARU SAJA LULUS SMA DAN MELANJUTKAN KULIAHN DI PARIS. DIA SENGAJA KULIAH DI SANA KARENA SALAH SATI IDOLANYA MENITI KARIR DI KOTA ITU DAN TELAH BERHASIL MENJADI DESIGNER TERNAMA, YAITU 'LUNA' DIA SANGAT MENGIDOLAKAN PEREMPUAN ITU.
DIA TERLAHIR DARI KELUARGA YANG MAMPU, BAHKAN SANGAT KAYA. TATAPI DIA MEMILIH UNTUK MENGHIDUP DIRINYA DENGAN BEKERJA.
SIFATNYA KEKANAK KANAKKAN NAMUN CARA BERFIKIRNYA SUNGGAH SANGAT DEWASA.
BAGAIMANA JIKA DIA BERTEMU DENGAN SEORANG PLAYBOY. SEMNTARA SI PLEYBOY ITU TAK PERNAH SERIUS DENGAN PEREMPUAN MANA PUN. TERMASUK AILEEN.
__ADS_1
AILEEN, , SEPERTI ARTI NAMANYA, CAHAYA. DIAKAH YANG AKAN MENERANGI HIDUP DAVID KETIKA MASA KELAM LAKI LAKI ITU KEMBALI MENGHANTUI HIDUPNYA?.
😘😘😘