Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#79 Sah!!!


__ADS_3

 


Brack dan luna sudah tiba di bandara untuk menunggu kedatangan orang tuanya ke paris.


 


Mereka berdua berencana untuk menikah di pantai belakang rumah barack.


Hubungan barack dan ayahnya pun kini semakin membaik pasca kejadian waktu itu.


Orang tua luna terlihat sangat bahagia namun terselip rasa kesedihan di wajah mamahnya, karena setelah menikah nanti, mereka harus berpisah dari luna.


Bu cokro berusaha menyembunyikan kesedihannya itu dari luna, karena tidak ingin membuatnya merasa khawatir.


"Mamah baik baik saja kan" luna mengusap pundak mamahnya yang sedang duduk di kursi dan menghadap ke arah pantai.


"Mm, , mamah baik baik saja" mamahnya terus memandangi luna dengan penuh rasa ketakutan akan kehilangan seorang anak perempuan semata wayangnya.


Luna pun memeluk mamahnya, mungkin ini yang bisa di lakukan luna untuk menenangkan perasaan orang tuanya.


"Cieeeee yang besok mau menikah, , udah mandi kembang tujuh rupa belom lun" suara sahabatnya itu terdengar sangat nyaring dari arah pantai.


Luna mengalihkan pandangannya dan menyipitkan ke dua matanya untuk memastikan keberadan cici.


Dia melihat sahabatnya itu sedang melambai lambaikan tangannya dari arah ke jauhan.


"Aaaaaaaaaaaaaa" luna berteriak sambil berlari ke arah pantai dimana cici sedang menunggunya.


Mereka berdua pun berpelukan karena merasa sangat gembira karena hampir 1 bulan mereka tidak bertatap muka.


Wajah luna terlihat sangat gembira setelah melihat cici ada di depan matanya.


"Serius?? sudah siap nikah kamu?" cici terus menggodanya.


"Sebentar lagi kamu juga akan menyusul ya kan?" luna berucap seperti tahu akan hubungannya dengan seseorang.


"He??, , apaan, , aku mah masih lama kali, kamu kan tahu, aku masih ingin meneruskan sekolahku" cici mencoba mengelak.


"Kamu datang dengan siapa?".


"Tuh, , di belakangmu" cici mengarahkan pandangannya ke arah belakang luna.


Luna membalikkan badannya, dilihatnya aryo tengah berdiri di depan matanya.


Tatapan mata luna seperti sedang membaca gerak gerik sahabatnya itu.


"Gm gm, , kamu balik ke indonesia dulu cuma untuk jemput cici?" nada bicara luna seperti sedang mencurigai sesuatu.


"Apaan, , dia yang memaksaku buat menjemputnya, alasannya takut naik pesawat sendirian, padahal mah aku di suruh bayarin tiket pesawatnya tuh" aryo mencoba mencari pembelaan.

__ADS_1


Cici malah tertawa dengan puas waktu itu.


"Tapi gimana yaa, , aku tidak yakin dengan itu" luna mencoba menggali kebenaran dari mereka berdua.


"Jangan mikir yang aneh aneh, cintaku cuma buat kamu" kata aryo sambil mengusap rambut luna.


"Awasss, , ati ati entar mau nikah malah CLBK loh" sahut cici.


"Mulut kamu tuh ya ciiii, emang minta di gilas kali ini" luna pun berlari mengejar cici yang sudah berlari terlebih dulu karena tahu luna pasti akan mengejarnya.


Melihat ke dua wanita di depannya sangat bahagia membuat hati aryo merasa tenang.


Namun kali ini entah mengapa dia selalu fokus dengan senyum cici yang menghiasai wajahnya.


Aryo pun bergidik mencoba menyadarkan dirinya sendiri.


 


Tiba waktu yang di tunggu tunggu, malam itu teelihat bintang menghiari langit yang sudah terlihat gelap, seperti sedang mengiringi acara pernikahan luna dan barack.


 


Di atas pasir putih sengaja di hiasi dengan bunga bunga bernuansa warna putih seperti warna kesukaan luna.


Terlihat barack duduk di atas pelaminan, di kelilingi oleh keluarga dan temannya.


Sah ! ! !


Kata itu keluar dari mulut leo dan aryo secara bersamaan.


Malam itu barack telah syah menjadi suami luna.


Rona bahagia menghiasai para tamu yang datang ke acara pernikahan mereka.


Barack sudah merasa lega, pasalnya hampir seharian wajahnya diliputi rasa oleh rasa ketegangan yang mendalam.


Karena takut salah saat mengucapkan akadnya nanti.


Namun kini dadanya terasa plong ketika semuanya berjakan sesuai dengan keinginannya.


Bu cokro dan bu bowo menitihkan air mata kebahagiaan mereka.


 


Dari kejauhan cici sedang membantu luna berjalan menuju kearah barack yang sedari tadi tengah tidak sabar menunggunya.


 


Luna benar benar cantik memakai gaun putih yang dengan pas melekat di tubuhnya.

__ADS_1


Kerlap kerlip batu swaroski menyempurnakan penampilan luna malam itu, pastinya gaun itu telah di persiapkan oleh klara sebagai hadiah pernikahan buat luna.


Pandangan mata barack tidak pernah berubah, selalu tertuju ke arah luna semenjak dia keluar dari rumahnya.


Dia begitu takjub melihat kecantikan wanita yang kini telah menyandang nama barack di belakang namanya.


"Kamu, , canti sekali malam ini" bisik barack.


Luna hanya membalasnya dengan senyuman.


"Cium" cici berteriak ke arah barack dan luna, dia berusaha memprovokasi para tamu undangan untuk meneriakki kata itu kepada luna dan barack.


"Cium cium cium cium cium, , "


Luna tersipu malu, namu tidak dengan barack.


Dengan rasa percaya dirinya yang tinggi dia mencium luna di depan para tamu undangan.


"Aaaaaaaaaa" cici pun histeris melihatnya.


Dari sekian tamu undangan dialah yang paling terlihat sangat semangat malam ini.


Dan inilah saatnya luna membuang bouqet bunganya ke arah para tamu wanita yang sudah dengan sengaja menunggu luna untuk melempar bunga itu ke arah mereka.


Nampak semua wanita merasa histeris termasuk cici dia tidak mau kalah untuk berebutan bunga itu dari mereka.


Ketika luna melempar bouqet itu, harap harap cemas siapa yang akan mendapatkannya.


Mereka saling berebutan dan saling dorong dorong untuk mendapatkannya.


Cici berusaha merebut bunga itu, namun dia malah dengan kencang terdorong wanita lain sehingga hampir jatuhdi depan altar pernikahan luna.


Kebetulan keberadaan aryo yang masih berdiri di altar itu dekat dengan cici, dia pun menolongnya sebelum sempat terjatuh.


Cici merasa malu saat itu.


"Apa pegang pegang, ,cari kempatan ya!" cici berusaha melepaskan tangan aryo yang masih memegangi lengannya.


"Seet daah, , bukannya berterima kasih! dasar" aryo menggerutu.


Luna dan barack yang melihat mereka pun terkekeh kekeh.


Akhirnya, klara yang mendapatkan bunya itu dari luna.


Wajahnya sangat senang mendapat bouqet itu, berharap setelah ini dia akan menikah dengan leo.


Nampak klara membuang senyum ke arah leo yang masih bediri di belakang barack.


*****

__ADS_1


__ADS_2