Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#32 KECEWA


__ADS_3

 


Dengan mata yang masih terasa berat, luna segera mengangkat telepon dari barack.


 


"hallo?" luna.


", , , " tak terdengar sautan dari ujung telepon luna.


"hallo, , barack???"luna.


Terdengar suara lirih sekali seperti sedang berbicara dengan seseorang dan berada jauh dari ponselnya.


"siapa yang menelponmu?" terdengar suara perempuan lirih sekali dari ujung ponsel luna.


"Seperti yang pernah denger suara perempuan ini?" batin luna dia tetap terus mendengarkan suara yang keluar dari ponselnya.


Kemudian terdengar suara barack sedang berbicara dengan perempuan itu


"mamah ku" kata barack menjawab pertanyaan.


"barack???, lalu suara perempuan itu?, , klara???, jadi mereka sedang bersama?" kata luna dalam hati.


"ya ampuuun,. hhuuufft, betapa bodohnya aku menunggu orang yang sedang bersenang senang" kata luna sambil menghela nafas.


Kemudian dia beranjak dari sofa dan saat akan pergi keluar dari apartemen dia melirik ke arah kue yang dia taruh di atas meja makan.


Tidak lama setelah itu dia pergi meninggalkan apartemen barack.


Dengan langkah berat dan pandangan yang kosong dia berjalan menuju lift.


 


Saat itu di restoran dimana luna dan klara berada.


 


"kamu nggak pake jamnya?" tanya klara kepada barack.


"nanti saja, mmm, , soal pameran gaun malam mu, nanti tanggal berapa?" tanya barack.


"pas natal, owh ya, kamu tahu siapa yang memenangkan event perancang gaun malam?" kata klara


"m" barack menggeleng dengan tidak pasti.


"sepupumu,! ssst tapi kamu diam ya, jangan bilang sama dia dulu, biar jadi surprise" kata klara dengan penuh senyum di wajahnya.


Lalu barack teringat luna, dia mengambil ponselnya dan melihat ke arah layarnya, dia berharap mendapat ucapan ulang taun dari luna.


Dia mencoba membuka ponselnya dan melihat ke riwayat panggilan keluar.


Dia melihat riwayat panggilan terakhir, dan terlihat dia melakukan panggilan keluar ke nomor luna.


"aku menelponnya??" katanya lirih, Lalu barack melihat ke arah durasi panggilannya.


Dan tertulis 2.50 artinya dia telah melakukan panggilan keluar ke nomor luna selama dua menit lima puluh detik.


Tapi dia merasa tidak menelpon ke nomor luna.


Dengan segera dia kembali menelepon ke nomor luna lagi.


tut tut tut tut, , ? luna tidak mengangkat telponnya.


Wajah barack terlihat kebingungan.


"kamu kenapa?, , lagi nelpon siapa?" tanya klara penasaran karena dia melihat wajah barack begitu bingung setelah melihat ke arah ponselnya.


"maaf klara, tapi aku harus segera pergi" kata barack beranjak dari kursi dan meninggalkan klara.


"barack tunggu" kata klara menahan tangan barack.


Barack pun menghentikan langkahnya.


"kamu lupa hadiah mu" kata klara sambil memberikan kotak berisi jam itu kepada barack.

__ADS_1


Barack hanya diam sambil menatap ke mata klara didepannya.


"m" barack mengangguk pelan dan pergi meninggalkan klara.


Dengan segara barack pergi ke parkiran mengambil mobilnya dan meninggalkan restoran itu.


Di dalam mobil barack menelpon mamah luna untuk memastikan keberadaan luna.


"halo tante, maaf luna ada di rumah?" tanya barack.


"loh, mamah kamu tadi menelpon luna katanya nyuruh luna dateng ke rumah kamu, dia belum pulang sampai sekarang" terdengar suara mamah luna dari hp barack.


"ya sudah tante aku coba telepon mamahku dulu" barack mematikan teleponnya dan segera menelpon mamahnya.


"hallo mah, luna masih di situ?" tanya barack.


"tadi dia pergi ke apartemenmu dari jam lima lewat, looooo, , memangnya kamu nggak di apartemen, kamu dimana?" kata mamah barack.


Barack tak menjawab pertanyaan mamahnya dia malah langsung mematikan hpnya dan segera melajukan mobilnya dengan kencang menuju apartemen.


 


Di sisi lain luna masuk ke dalam mobil dan mencoba menyalakan mobilnya.


 


Tapi nasib sial tidak mau meninggalkan luna malam itu.


Mobil mamahnya itu tidak mau menyala.


"ya ampuuuunn, , ngapain juga tadi pake mobilnya mamah, kalau bakal kaya gini juga mending pake mobil sendiri tadi, , hiiiiiiih sial banget hari ini, udah tangan sakit kena oven, ditinggal barack kencan sama mantannya, sekarang mobilnya mogok lagi, lengkap sudah" kata luna sambil mengacak acak rambutnya sendiri.


Lali dia menlepon aryo,untuk minta tolong menjemputnya.


"halo" kata luna dengan nada lemas


"ya lun, kenapa?" terdengar suara aryo dari hp luna.


"bisa tolong jemput aku" kata luna.


"jemput aku di apartemnt barack, aku tunggu di taman depan apartemen" kata luna.


Luna segera keluar dari mobil dan berjalan keluar dari bestmen menuju taman.


Saat luna berjalan keluar, mobil barack baru saja masuk ke bestmen, dia memarkirkan mobilnya dan segera berlari ke arah lift.


Sesampainya di apartemen barack mencari luna di ruang tv, tapi dia tidak menemukan luna.


Dia berlari ke dapur dia juga tidak menemukan luna, lalu dia membuang pandangnnya ke arah kotak yang ada di atas meja.


Dia berjalan mendekati kotak itu, dan membukanya perlahan.


Dia melihat kue kesukannya ada di depan matanya.


Dengan segera dia berlari keluar dari apartemen dan pergi menuju ke bastmen, sesampainya di sana di berusaha mencari luna siapa tau dia masih berada di sana.


Tapi dia tidak menemukan luna. Dia mengarahkan pandangannya ke arah sekitar tapi yang dia dapati malah mobil mamahnya luna.


Dengan segera dia menghampiri mobil mamahnya luna dan dia melihat ke arah dalam mobil itu untuk untuk memastikan keberadaan luna.


Tapi dia tidak melihat luna ada di dalam mobil.


Barack pun berlari keluar dari besment dan mencari luna di sekitar apartemen.


Di sisi lain luna tengah duduk di kursi ditaman depan apartemen barack yang menghadap ke arah jalan.


Sambil melihat mobil berlalu lalang, luna duduk sambil menunggu aryo menjemputnya.


Tidak lama setelah itu mobil aryo berhenti di depan luna. Aryo segera keluar dari mobil dan menghampiri luna.


"kamu ngapain disini sendirian?" tanya aryo sambil duduk di sebelah luna.


"hm, nggak ngapa ngapain cuma pengen duduk aja disini" kata luna.


"kalau cuma pengen duduk sendiri, ngapain jauh jauh sampai ke apartemen barack?" tanya aryo.

__ADS_1


"barack ulang tahun, makanya aku kemari membawakan kue buat dia, tapi, , , " luna terdiam.


"tapi kenapa lun?" tanya aryo memastikan.


"dia sedang pergi dengan klara" kata luna dengan nada malas.


"gadis yang waktu itu ketemu di galeri bukan?" tanya aryo.


"m" luna menganggukan kepalanya.


"jadi kamu nungguin dia kaya orang begok gini?" kata barack menggoda luna.


"hhiiihh" kata luna dengan nada sebel.


Aryopun melepas jaketnya dan memakaikannya ke pundak luna.


Luna mengarahkan pandangnnya ke arah aryo di depannya.


"anginnya mulai dingin disini, kamu mau pulang sekarang atau nanti?" tanya aryo.


"m, sekarang yuk" jawab luna.


Mereka berdua beranjak dari kursi dan berjalan menuju mobil aryo.


Aryo membukakan pintu mobil luna.


Tapi saat luna akan masuk ke mobil aryo, barack tiba tiba menarik tangan luna dari arah belakang.


"luna tunggu!" kata barack sambil memegang tangan luna.


Luna menghentikan kangkah dan membalikkan badannya.


Dia melihat ke arah barack yang berdiri tepat di depannya.


"lepas" kata luna kepada barack.


"nggak" jawab barack pendek dan semakin menguatkan gennggaman tangnnya.


"lepaskan tanganya" kata aryo sambil meraih tangan luna yang satunya lagi.


"kamu yang lepaskan tangannya" kata barack sambil melirik ke arah tangan aryo yang memegang tangan luna.


Luna hanya diam dan sesekali mengela nafasnya.


"kenapa aku harus melepasnya?"tanya aryo kepada barack dengan nada melawan.


", , , karena aku calon suaminya!" kata barack sambil menatap ke arah mata luna, terlihat mata barack yang mulai memerah.


"aku nggak mau! aku nggak bakal lepas tangan luna, , karena aku mencintainya" kata aryo sambil melihat ke arah luna.


Barack mengarahkan pandangannya kepada aryo dengan tajam.


"untuk apa kamu mempertahankan orang yang kamu sendiri tidak yakin bisa mempertahankannya atau tidak? kecuali kalau, kamu juga menyukainya" kata aryo kepada barack.


Pandangan barack kembali ke arah luna.


dia melihat mata luna yang mulai berkaca.


Begitu juga dengan mata barack, mata yang tadinya memerah kini terlihat berkaca kaca.


Luna menggelengkan kepala dengan pelan ke pada barack seakan akan mengisyaratkan 'jangan lepaskan tanganku'.


Perlahan barack mulai melemahkan genggaman tangannya ke luna.


Barack bingung dengan perasaanya sendiri, perasaannya berkecamuk saat itu.


Lalu barack melepaskan tangan luna, di barengi dengan tetesan air mata luna yang keluar dari matanya.


Aryo pun menarik tangan luna dan menyuruh luna segera masuk ke dalam mobilnya, aryo menyalakan mesin mobil dan segera bergegas pergi meninggalkan barack.


Barack hanya diam seperti burung yang kehilangan sayapnya sehingga dia kehilangan kesempatannya untuk terbang lagi.


Barack mencoba mengusap air matanya yang dengan lancang menetes melewati pipinya.


Sembari menatap ke arah mobil aryo yang semakin lama semakin menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


***


__ADS_2