Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
19 S3: Love's Romance Kekhawatiran


__ADS_3

"Ya!, aku hanya ingin kamu menemaniku minum! tanpa banyak bertanya!" Davien memesan segelas lagi minuman yang sama dengan sebelumnya.


"Davien apa yang terjadi?, , kenapa tadi sore kamu memintaku mengirim foto Bunga?" James meraih gelas yang sudah di genggam oleh Davien ketika laki laki itu ingin menegugnya lagi.


"Aku menyukainya James!" ucapnya merujuk kepada Bunga. Davien memijat kecil keningnya mencoba menghilangkan rasa nyeri yang hinggap di kepala.


"Bunga??, , kamu sedang membicarakan perempuan itu?" ucapnya memastikan.


"Apa aku perlu menjelaskan hal itu lagi?"


James tak terlalu terkejut dengan Davien yang menaruh hati kepada Bunga, hanya saja dia tak habis pikir kenapa Davien bisa menjatuhkan hatinya kepada perempuan yang derajatnya jauh di bawahnya. Biasanya orang kaya akan lebih memilih untuk menyukai yang sederajat dengan mereka.


Tetapi kali ini Davien malah kebalikannya.


Mereka terdiam, terlebih lagi James. Tak mampu berkomentar sedikit pun perihal yang sedang di hadapi oleh atasannya. Sebagai bawahan yang baik dia mencoba menjadi teman yang bisa menampung segala keluhannya.


"Aku menyuruhmu datang kemari untuk menemaniku minum!, bukan untuk melarangku!"


James tersenyum tipis, kemudian mengembalikan gelas milik Davien.


"Kalau begitu aku akan menemanimu" James mengangkat tangannya untuk memesan segelas minuman kepada bartender.


Sembari menikmati minuman, mereka tak lama kemudian mendengar slentingan pembicaraan beberapa orang lelaki yang duduk tak jauh dari mereka.


James melirik ke meja di mana mereka sedang berbincang ketika menyebut nama Roland di tengah perbincangan mereka.


"Aku dengar Roland memang sedang mendekati salah satu pegawai yang bekerja sebagai OG di sana"


James seketika mengalihkan pandangannya ke Davien. Laki laki itu terdiam, dia tahu bahwa Davien saat ini juga sedang mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh segerombolan orang yang tak jauh dari mereka.


"Aku juga tahu, gila saja dia. Biasanya dia memilih milih untuk mendapatkan seorang perempuan yang akan di tidurinya! tapi entah kenapa sekarang standartnya menurun hingga jatuh ke seorang pegawai OG di perusahaannya!"


"Iya juga, aku dengar dia seorang OG di D Entertantment" semuanya pun tertawa. Perempuan yang sedang dibicarakan oleh mereka adalah Bunga.


Di sisi lain Davien masih terdiam, tetapi dia seolah sedang merencanaka sesuatu untuk membungkam mulut para lelaki yang membicarakan Bunga.


"Davien?" James mencoba menenangkan laki laki itu dengan meraih pundaknya.

__ADS_1


"Jangan menghalangiku untuk mengahabisi mereka, jika nanti mereka membicarakan hal yang lebih buruk lagi tentang Bunga!!" saat ini pun, bahkan Davien sebenarnya sudah berusaha dengan kuat untuk bisa mengendalikan diri dengan baik untuk tak menghajar mereka.


Davien masih bertahan untuk menunggu para lelaki itu kembali berucap.


Dan benar saja apa yang mereka bicarakan membuat Davien semakin terbakar hatinya.


"Roland bilang hari ini dia akan mendapatkan perempuan itu dan membawanya ke atas ranjang!"


"Perempuan mana yang akan menolak laki laki seperti dia? jabatan sebagai CEO saja sudah membuat para wanita jatuh ketangannya dengan mudah, hanya sedikit memberi bumbu rayuan maka perempuan itu akan menyerahkan diri mereka"


Kerutan kasar semakin terlihat di sekitar area matanya, James seketika dapat merasakan aura gelap menyelingkupi tubuh Davien.


"Kamu yakin kalau Roland akan mendapatkannya malam ini juga?"


"Dia mengatakannya kepadaku. Bahwa malam ini dia akan membawa perempuan itu ke atas ranjang!"


"Hahahaha" tawa mereka pun seketika pecah, seakan itu seperti sebuah kelucon bagi mereka.


Tetapi Davien yang mendengar dadanya seakan di tusuk tusuk dengan ujung tombak panas berulang kali hingga tak terbayangkan lagi rasa sakitnya sampai seperti apa yang sedang dia rasakan.


Davien beranjak berdiri. James tak berani mencegahnya karena sebelumnya Davien telah memberinya perintah untuk tak melarangnya. Segerombolan lelaki itu memang sudah sepantasnya mendapatkan pelajaran.


"Lalu kemana saat ini Roland membawa perempuan itu pergi!!" ucapnya seketika dengan nada berat. Membuat tawa mereka langsung menghilang setelah melihat Davien.


Mereka tahu bahwa laki laki yang berdiri di depan mereka saat ini adalah pemilik D Entartaintmen.


"Kenapa Kalian diam!!!!, , katakan padaku kemana Roland membawa perempuan yang bekerja sebagai OG itu pergi!!" Davien tetap berucap dengan tenang, namun tetapi tersirat sebuah amarah bercampur dendam membara kepada mereka. 3 orang lelaki yang sempat membicarakan Bunga dengan dengan seenaknya.


"Davien, , kita hanya membicarakan perempuan itu. Kamu seharusnya tak perlu sampai seperti ini!" ucap salah seorang laki laki. Kebetulan baru beberapa hari kemarin dia menandatangani kontrak dengan D Entertainment.


"Hanya perempuan itu??, , yang kamu sebut hanya!, , ,itu adalah orang yang sangat berarti untukku!" Davien menatap tajam ke arahnya.


"James!!" dia menolehkan sedikit kepalanya kesamping, untuk mempermudahkan dirinya saat sedang berbicara dengan laki laki itu.


"Batalkan semua kontrak yang berhubungan dengan laki laki ini!!" setelah ujung matanya melihat bahwa James menundukkan kepalanya, Davien kembali mengalihkan pandangannya ke 3 orang laki laki yang saat itu raut wajahnya nampak menegang.


"Davien, kamu seharusnya tidak melakukan ini, kita bisa membicarakannya dengan baik baik!"

__ADS_1


"Aku tidak memerlukan penjilat sepertimu!, , katakan sekarang di mana Laki laki brengsek itu membawa Bunga pergi!!" geramnya.


laki laki itu terkekeh.


"Apa ini??, , apa rumor yang beredar bahwa Pres Dir dari perusahaan D Enterteintmen telah berhasil di rayu oleh seorang OG itu adalah benar kenyataannya??"


Rumor itu ternyata telah beredar sampai keperusahaan lain.


Tanpa basi basi Davien melayangkan sebuah pukulan keras di pipinya hingga membuat pembuluh darahnya pecah dan seketika darah segar mencuat keluar dari dalam mulut laki laki itu.


Dia roboh hingga tersungkur ke lantai.


"Davien, apa apan ini??, , tenangkan dirimu!!" ucap salah satu temannya.


James yang melihatnya hanya diam dan tersenyum, seolah apa yang di lakukan oleh Davien itu pantas untuk mereka dapatkan.


"Kalian yang sudah membuatku kehabisan kesabaran!!, , katakan di mana Roland mambawanya!!" ucapnya dengan nada mengancam.


Davien sudah tersulut emosi semenjak melihat Bunga perhi denga Roland. Apa lagi saat ini, dia sudah tidak bisa menahannya lagi ketika mendengar bahwa ternyata Roland hanya mempermainkan Bunga.


"Dia membawa perempuan itu pergi ke hotel X!".


Setelah mendengar ucapan laki laki itu, Davien segera bergegas melangkah keluar dari club menuju ke mobilnya. Dan diikuti oleh James dari arah belakang.


"Davien aku bisa mengatarmu" James mencoba menghentikan Davien yang ingin pergi menyetir sendiri.


"Aku bisa melakukannya sendir!" Davien membuka pintu mobil dan segera masuk ke dalam.


James membungkuk ketika Davien menurunkan kaca jendelanya.


"Kamu yakin??, , kamu sedang mabuk! Davien!, , "


"Jika aku mabuk, mungkin aku tidak akan memukul sasaranku tepat di wajahnya tadi!!, , bukankah kamu juga melihatnya!" Davien melirik ke arahnya.


"Sekarang kembalilah ke dalam dan bereskan kekacauan di sana" perintanya tak terbantahkan.


"Baik!" ucap James dengan patuh.

__ADS_1


Davien menyalakan mesin mobil kemudian melajukannya dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2