Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
15 CEO: Love's Romance Perasaan Aneh


__ADS_3

Sebelum berangkat ke kampus, Aileen memutuskan untuk menemui Koyoko di mini market.


Tetapi dia tidak menemukannya di sana.


"Koyoko tidak masuk??" ucap Aileen kepada panjaga kasir.


"Tidak. Tadi dia menghubunginku, katanya akan masuk siang"


Aileen berdecak, setelahnya dia menghela nafas.


"Kemana dia" Aileen mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.


"Dia juga tidak menghubungiku semalam" Aileen berucap sembari berjalan keluar. Dan ketika ingin menghubungi Koyoko, arah pandangan mata Aileen teralihkan kepada sebuah mobil silver yang berhenti tak jauh darinya.


Aileen menyelidik kearah mobil itu, dia melihat Koyoko keluar dari sana.


"Koyoko??" gumamnya. Aileen tak sempat memastikan siapa laki laki yang mengantarnya pulang.


Setelah mobil itu bergerak pergi, Aileen melangkah mendekati perempuan itu.


"Siapa dia??" ucapnya kemudian.


"Teman" sahut Koyoko, senyum di bibirnya tak pernah hilang dari wajah perempuan itu semenjak turun dari mobil.


"Kamu semalam bersamanya?, , " Aileen terlihat khawatir dengan keadaan Koyoko. Namun dia tidak ingin terlalu ikut campur dalam kehidupan pribadinya.


"Ya" wanita itu hanya tersenyum kearah Aileen.


"Tunggu tunggu!" mata Aileen menyelidik kearah leher sahabatnya itu.


"Kamu di gigit serangga?, , ada banyak sekali bekas gigitannya di sini. Coba lihat" Aileen menarik kerah kemeja Koyoko, untuk memastikan bekas merah yang ada di sana.


"Apaan sih" pipi Koyoko bersemu karena dia merasa malu ketika Aileen memaksa untuk melihat bekas di lehernya.


"Iya iya, , aku digigit serangga!, , serangganya besar sekali" perempuan itu tertawa geli kemudian.


Sementara Aileen memperlihatkan wajah seriusnya.


"Apanya yang lucu!!, , bagaimana kalau serangga itu beracun"


"Haadduuhh ya ampuuunnn!!!, , kenapa kamu jadi perempuan polos sekali. Ini namanya kiss mark sayang" ucap Koyoko sambil merangkul pundak sahabatnya.


"Jadi bentuknya seperti ini ya" Aileen terlihat berbinar binar saat melihat tanda itu. Dia sama sekali belum pernah melihatnya selama ini.


"Berapa umurmu sebenarnya, apa kamu tinggal di pedalaman?? kamu tidak pernah nonton film sebelumnya?" Koyoko menghujani Aileen dengan pertanyaannya sambil menggelengkan kepala, dia tak percaya bahwa sahabatnya itu benar benar sangat awam.


"Aku tidak punya waktu untuk menonton film itu"


Koyoko terlihat menyeringai ketika menyadari bahwa Aileen masih sangat polos.


"Jadi belum pernah ada yang membuat tanda di lehermu?"


Dengan polosnya Aileen mengangguk kearah Koyoko.


"Haaah!!, , aku tidak percaya ini. Kamu harus banyak belajar dariku. Atau sekarang" Koyoko msemakin mengeratkan rangkulannya. Menarik tubuh Aileen agar semakin menempel di tubuhnya.


"Aku yang akan menjadi orang pertama menikmati lehermu?" Koyoko mengangkat kedua alisnya secara bersaman dan berulang. Dia sengaja menggoda perempuan itu.


"Iihh apan sih, lepas!" Aileen mencoba melepaskan diri Koyoko, ketika perempuan itu berusaha mencium lehernya.


"Ayolah sayangku, biarkan aku menikmati sedikit kulitmu yang masih bersih dan putih itu" Koyoko berlari mengejar Aileen ketika perempuan itu berhasil kabur darinya. Hingga tawa mereka pecah saat berlarian dan saling mengejar.

__ADS_1


♡♡♡


David terlihat sedang sibuk dengan beberapa file dan latop yang ada di meja kerjanya. Laki laki itu terlihat sangat berkharisma ketika sedang serius dengan pekerjaannya. Bahkan setiap apa pun yang dia lakukan akan selalu menarik perhatian orang lain.


Arah pandangan matanya teralihkan kearah ponsel yang ada di samping laptop ketika layarnya menyala.


Tangannya bergerak meraih ponsel itu dan memastikan siapa yang sedang menghubunginya.


"Halo sayaaaang kenapa?" ucapnya dengan sangat lembut. Dia selalu senang menggoda setiap perempuan tatkala itu juga adalah adiknya sendiri.


"Aku dengar dari kepala pelayan, Kakak sema membawa seorang wanita cantik pulang kerumah. Apa itu Aileen!!" Iris berucap dengan sangat keras, hingga suaranya sampai melengking di rongga telinga dan memaksa David untuk menjauhkan ponsel itu dari telinganya.


"Kecilkan sedikit volume suaramu. Iya semalam aku membawanya pulang kerumah!" ucap David dengan nada santai.


Dan saat itu juga ujung matanya tertuju kearah pintu yang terbuka. Dia melihat kearah seorang wanita yang sedang berjalan mendekat kearahnya. Wanita itu mengenakan pakaian sexi dan menggoda.


Ketika wanita itu akan berucap David telah terlebih dulu menyuruhnya untuk diam dengan jarinya.


"Apa kakak sudah gila. Kakak bisa membawa semua wanita yang kamu inginkan. Tapi jangan Aileen!!, , aku tidak akan tinggal diam kalau kakak berani menyentuhnya" Iris langsung mematikan ponselnya.


"Ada apa dengannya!" David meletakkan kembali ponselnya di atas meja.


Raut wajahnya terlihat sangat jengkel. Bagaimana bisa Iris lebih memilih Aileen ketimbang kakanya sendiri.


"Sayaaang, , kenapa wajahmu di tekuk seperti itu?" wanita yang sedari tadi berdiri di samping David, kini mulai bergerak duduk di pangkuan laki laki itu.


"Kamu tidak ada pemotretan?" ucap David sembari melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu. Dia mendongak untuk melihat wajah wanita yang jauh lebih tinggi darinya


Dia adalah Carol. Model ternama yang sampai saat ini selalu menjaga Elektabilitasnya. Dia salah satu model yang bernaung di bawah D Entertainment.


"Aku baru saja kembali dari Singapore untuk menyelesaikan shooting iklan. Dan setelah aku pulang kamu malah lebih memilih untuk menanyakan pekerjaanku lagi?, , apa kamu tidak kangen denganku!"


perempuan itu berucap dengan nakal, dia senang sekali jika berhasil menggoda David.


"Hai Carol" sapa Abell yang melihat keberadaan wanita itu di pangkuan David.


Sementara carol menggerakkan telapak tanganya kearah kamera untuk menyapa Abell.


"Di mana kamu?" ucap David kemudian.


"Aku sedang di london"


"Mengurus proyek baru?" David berucap sambil menggerakkan tangannya, untuk meminta tolong kepada Carol mengambilkan secangkir kopi miliknya yang ada di atas meja.


"Tidak!, , proyekku ada yang bermasalah di sini, dan kemungkinan aku akan sangat lama berada di london" Abeel terlihat mengusap wajahnya gusar. Dia sangat frustasi dengan keadana yang menimpa dirinya.


Sementara saat itu Carol dengan senang hati melayani David. Tangannya meraih secangkir kopi namun tak langsung memberikannya kepada laki laki itu. Dia memilih untuk langsung mengarahkan cangkir itu ke bibir David.


Abell yang melihatnya pun terkekeh geli.


"Sialan!!, , aku menghubungimu tidak untuk melihat kemesraan kalian. Kalain membuatku sangat iri, Daviiiiid!! ya Ampuuun di sini sangat dingin. Aku membutuhkan kehangatan seorang wanita saat ini" Abell bertingkah seperti orang gila yang sedang memeluk gulingnya.


Sementara David dan Carol tertawa melihat tingkah Abell yang berguling guling di atas ranjang seperti anak kecil. Setelahnya dia kembali menghadap kamera lagi.


"David, , jangan lupa taruhan kita. Jika aku bangkrut maka aku masih bisa hidup dengan saham darimu"


"Jangan terlalu percaya diri!, , kamu pikir kamu sudah menang?"


"Ayolah aku yakin kamu tidak bisa mendapatkannya. Dan ingat aku akan kembali dua bulan lagi. Setelah aku kembali dari london perlihatkan kepadaku kalau kamu bisa mendapatkannya"


"Tidak perlu menunggu dua bulan. Aku akan segera mengirim videoku saat sedang bersamanya!"

__ADS_1


"Siapa perempuan yang di maksud Abell" Carol menyela pembicaraan, dia sangat penasaran dengan perempuan yang sedang di bicarakan oleh dua orang laki laki itu.


"Ssshhh, , jangan ikut campur" David berucap dengan nada rendah kearah Carol.


"Aku tidak percaya jika hanya melihat videonya saja. Kamu bahkan punya tim Editor yang terbaik tahun ini. Jadi aku tidak percaya jika tidak melihatnya sendiri" Abell sangat yakin bahwa kali ini dialah yang akan menang.


David terkekah setelah mendengar ucapan Abell.


"Aku tidak akan membuang buang waktu para pekerjaku hanya untuk mengedit video tidak penting. Terserah apa maumu, aku akan ikuti" David menarik tubuhnya kearah belakang, membenamkan punggungnya di sandaran kursi.


"Baiklah, , 2% sebentar lagi aku akan menjemputmu. Tunggu kedatanganku dua bulan lagiiiiiii" Abel berucap dengan sangat semangat.


"Kamu mencoba untuk mencari wanita lain lagi?, , apa aku dan yang lainnya masih kurang" Carol berucap dengan manja sambil memainkan dasi yang manggantung leher David.


"Jangan ikut campur masalah ini, pergilah. Aku masih banyak pekerjaan" David berucap dengan lembut, kadang dia memang terlihat dingin. Tetapi dia selalu berucap dengan lembut kepada setiap wanita di sampingnya.


"Baiklah nanti malam temani aku makan ya?" Carol memainkan jari jarinya menuruni dada David. Dan menghentikan gerakan jarinya ketika telah berhasil menyentuh ikat pinggan yang melingkar di tubuh laki laki itu.


Seketika David langsung menepis tangan Carol.


"Aku akan menghubungimu nanti, pergilah" perintah david.


Carol pun beranjak dari pangkuan David dengan menekuk wajahnya. Tetapi sebelum meninggalkan laki laki itu, Carol menyempatkan untuk mencium bibir David.


Tetapi laki laki itu terlebih dulu menghindar dan membuat Carol kecewa karena hanya bisa mencium pipi David.


Abell yang melihatnya pun terkekeh kemudian.


"Baiklah aku akan pergi. Jangan lupa untuk menghubungiku!" ucap Carol sambil melangkah keluar dari ruangan itu.


Setelahnya David dan Abell melanjutkan percakapan mereka.


"Kenapa kalian tidak menikah saja?, , kalian berdua sangat terlihat serasi" ucap Abell.


David sempat terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari Abell.


"Aku menyukai kebebasan. Dan aku tidak bisa hidup dalam sebuah ikatan" David kembali menyeruput kopinya.


"Kamu memang playboy sejati. Oh ya, , soal perempuan itu. Jika taruhan kita selesai bolehkah aku memilikinya" Abell berucap merujuk kepada Aileen. Abell tahu kalau David tak pernah menyentuh semua wanita yang pernah dikencaninya. Tetepi dari semua wanita yang pernah berkencan dengan David, Abell sangat tertatik degan yang satu itu.


"Apa maksudmu!!" Davi mulai memperlihatkan wajah seriusnya. Dia terlihat tidak suka ketika mendengar ucapan Abell.


"Hei, , jangan marah seperti itu"


"Aku tidak marah!!, , hanya bingung dengan pertanyaanmu" David membuang pandangan matanya kearah file. Dia berbincang dengan Abell sembari menandatangani file file itu.


"Yaa aku tahu dia bukan tipemu. Tapi kelihatannya nih, kalau dilihat dari postur tubuhnya, , dia sepertinya masih sangat polos"


David yang sedang sibuk menandatangani file itu kini seketika memaku tangannya. Dia merasa sedikit tidak suka ketika mendengar Abell membahas masalah itu.


"Masih banyak wanita sexi di luar sana. Kenapa kamu memilih wanita bekas dariku?? Kamu bisa mencari wanita lain, , kenapa harus dia?, , tak ada yang menarik dari tubuhnya" mata David masih terlihat fokus dengan lembaran kertas di depannya. Namun pikiran dan pendengarannya tertuju pada Abell.


"Seperti yang kamu bilang, tak ada yang menarik dari tubuhnya. Tapi entah kenapa aku tertarik dengan gadis itu. Aku memang melihatnya sekilas, tetapi keberaniannya saat melawanmu malam itu, membuat aku mulai tertarik dengannya. Aku yakin kamu tidak akan menyentuh gadis itu. Berikan dia padaku jika kamu sudah bosan"


David menghela nafas panjang setelah mendengar ucapan sahabatnya itu.


"Aku masih banyak pekerjaan. Aku akan matikan panggilannya!"


"Tunggu!"


David langsung menekan salah satu tombol untuk memutuskan panggilan dari Abell. Kini dia terdiam memikirkan ucapan laki laki itu.

__ADS_1


David merasa bingung, kenapa perasaannya sedikit jengkel saat mendengar Abell membicarakan tentang Aileen.


__ADS_2