
"Maaf Tuan, makan malam untuk Nona cantik sudah siap!" ucap kepala pelayan.
"Letakkan di meja, nanti aku yang akan membawanya ke kamar!" David melirik kearah Iris yang sedang menatapnya dengan tatapan menyelidik.
"Baik Tuan" Kepala pelayan kembali menutup pintunya.
"Aileen ada disini??" Ujung mata Iris mengerucut kearah David.
"Dia terluka, aku membawanya pulang karena tidak ada yang merawatnya. Karena dia bilang temannya sedang pulang kampung"
Iris semakin penasaran hingga kerutan kasar nampak di keningnya.
"Benarkah hanya itu alasannya??"
"Ya, , memang apa lagi?" David menghela nafas panjang untuk menetralkan perasannya, dia berusaha keras untuk bersikap santai di depan Iris.
"Apa kamu menyukai Aileen?, , kenapa kamu mengajaknya kencan??" Iris mulai menghujani David dengan pertanyaan yang selama ini menganggu pikirannya.
"Ini bukan urusanmu!, , sudah sana pulang. Ini sudah malam" David melirik kearah Iris. Perempuan itu terlihat masih belum puas sebelum mendapatkan jawaban yang dia inginkan dari mulut kakaknya.
"Apa kamu sedang mempermainkannya?" ucapnya dengan nada menuduh
David terkekeh setelah mendengar pertanyaan Iris.
"Dia bukan tipeku, , kalau pun aku ingin mempermainkan seorang perempuan, kenapa aku tidak mencari yang sesuai dengan tipeku??"
Pandangan Iris semakin tajam dan menyelidik kearah David, dia merasa ada yang tidak beres dengan kakaknya.
"Lalu kenapa kamu mengajaknya kencan??"
David memaku tangannya yang sedang sibuk menekan tombol keyboard.
"Itu bukan urusanmu!!"
"Aku benar benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu!!, kalau Kakak tidak menyukainya, kenapa Kakak mengajaknya berkencan??, , kalau Kakak bisa mendapatkan perempuan yang lebih dari Aileen, kenapa Kakak memilih Aileen??"
"Tidak ada alasan lain, karena aku hanya ingin berkencan dengannya!!" David melirik kearah Iris dengan tajam.
"Ee oke, , anggap saja kali ini aku percaya dengan ucapanmu Kak!, , aku akan menemui Aileen sebelum aku pergi!" Iris berjalan menuju kearah pintu, tetapi sejenak dia menghentikan langkahnya dan melirih kearah David.
"Hanya dengan bertanya aku tidak bisa mendapatkan jawaban yang jujur dari mulutmu, apa aku perlu bertindak??, , agar kamu mengakui. Bahkan menyadari perasaanmu sendiri??. Aku tidak pernah melihatmu seperti ini sebelumnya Ka!!"
Iris kembali melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan itu.
Setelah Iris keluar, David mengalihkan pandangannya kearah pintu. Dia terdiam, namun raut wajahnya terlihat sangat tidak tenang. Pertanyaan dari Iris masih memenuhi pikirannya.
__ADS_1
♡♡♡
Tok tok tok!!!
Iris membuka pintu kamar Kakaknya. Dia melihat Aileen tengah terduduk di ranjang sambil melamun.
"Aileen?"
Suara Iris langsung menggema di telinga Aileen hingga akhirnya membuat perempuan itu mengalihkan pandangannya kearah Iris.
"Hei, , "
"Kamu baik baik saja?" Iris menyelidik kearah kaki Aileen yang di balut perban di sana.
"Mm, , aku baik baik saja" Aileen mengangguk.
"Apa ini semua karena Kakakku?" Iris mendekati Aileen kemudian duduk di bibir ranjang.
"Bukan!, , aku yang kurang hati hati"
Ujung mata Iris kini teralihkan kearah tanda merah yang ada di leher Aileen. Sejenak dia sempat memaku pandangannya kearah sana.
"Iris??, , " Aileen mencoba memanggil namanya ketika perempuan itu terlihat sedang nelamun.
"Hei!!" dia mencoba menggoyangkan tangannya kearah Iris untuk menyandarkan perempuan itu dari lamunannya
"Apa itu perbuatan kakak??, , apa hubungan mereka sudah sejauh ini??"
Iris berdehem untuk menetralkan perasaannya.
"Mmm, , apa kamu, , dan kak David benar benar sudah berkencan?"
"Apa??" Aileen terkejut ketika mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Iris.
"Hei, , kenapa kamu terkejut seperti itu!, , kamu sendiri yang cerita kalau Kakakku mengajakmu kencan!"
"E, , itu. Sebenarnya aku sendiri tidak tahu sperti apa itu kencan"
"Apa??, , kamu tidak tahu??"
"Iya, , aku sama sekali tidak pernah berkencan dengan seorang laki laki sebelumnya" Aileen terlihat sangat malu ketika harus menceritakan hal itu kepada Iris.
"Hah!, , ya ampuunn!! aku tidak percaya ini. Apa sebelumnya tidak ada seorang laki laki yang tertarik denganmu?"
"Mmm, , bukannya aku sombong, , dulu waktu masih duduk di bangku SMA memang banyak yang mendekatiku dan mangajakku kencan. Tapi dulu aku sama sekali tidak tertarik dengan hal itu"
__ADS_1
"Tunggu! kamu bilang waktu SMA banyak yang mendekatimu, apa sampai sekarang masih ada yang berusaha terus mengejarmu? sampai saat ini?" ujung mata Iris terlihat mengerucut kearah Aileen. Dia sangat penasaran dengan jawaban yang akan keluar dari mulut perempuan itu.
"Aku tidak tahu kalau masalah itu, tapi"
"Tapi apa??" Iris memotong pembicaraan, dia sangat antusias mendengar cerita Aileen.
"Ada seorang laki laki, kami berteman sejak duduk di bangku SMP, sampai saat ini pun dia masih selalu menghubungiku. Menanyakan kabarku, keadaanku. Tapi dia tidak pernah mengajakku kencan, di banding laki laki lain yang pernah mengungkapkan perasaannya kepadaku, hanya dia yang bersikap baik sampai saat ini. Meskipun dia tidak pernah bilang kalau dia menyukaiku"
"Apa kamu berfikir kalau laki laki itu memiliki oerasaan terhadapmu??"
"Bukan, bukan begitu. Aku juga lebih suka sperti ini dengannya. Hubungan pertemanan bagiku itu lebih membutaku nyaman"
"Tapi apa kamu merasa sedih karena sampai sekarang dia tidak mengajakmu kencan??"
"Tidak!, , aku tidak pernah berfikir sampai kearah sana!"
"Benarkah??, , tapi selertinya kamu menyukainya" Iris terus mencoba menggoda Aileen.
"Jangan suka ngawur!!"
"Katakan padaku, siapa nama laki laki itu?" Iris semakin penasaran dengan cerita Ailean. Dia terus menghujani perempuan itu dengan pertanyaan yang ada di otaknya.
"Kak Kenzi, Dia tinggal Tokyo meneruskan bisnis Ayahnya"
"Begitukah??, , kenapa kamu senyum senyum ketika menceritakan laki laki yang bernama Kenzi iti??" ujung mata Iris mengerucut kearah Aileen.
"Hah!!, , siapa bilang!!" Aileen meraih bantal dan menutupi wajahnya yang terlihat malu.
Pandangan Iris teralihkan kearah pintu yang sengaja dibuka dari arah luar, dia melihat David berjalan masuk dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk Aileen.
"Ciee cieee yang lagi seneng setelah membahas Kak Kenzii, ," Iris melirik kearah David yang sedang meletakkan nampan di atas nakas.
"Aku jadi penasaran seganteng apa ya wajah kak Kenzi itu! hingga membuat pipimu memerah setelah membicarakannya" Iris sengaja berucap dengan nada tinggi agar David mendengarnya dengan jelas.
Sangat jelas David bisa mendengarnya dengan sangat baik. Laki laki itu kini terlihat berdiri sambil menatap tajam kearah Iris.
"Ini sudah malam!!, , kenapa kamu tidak membiarkan Aileen untuk istirahat!!, , pulanglah besok Kakak akan menemui Mamah" David bersedekap, dia benar benar tidak suka mendengar pembicaraan dua perempuan di depannya itu, terlebih lagi ketika mereka menyebut nama laki laki lain di kamarnya.
"Iya kakakku sayang" Iris beranjak dari ranjang, lalu dia mendekati David. Perempuan itu mengecup pipi kakaknya dan bergantian mengecup pipi Aileen sebelum keluar dari ruangan itu.
"Aku pergi dulu, , dadaaaahhh" Iris terlihat sanagt bahagia, entah apa yang sedang dia rencanakan. Iris seolah mendapatkan semangatnya kembali setelah mendengar cerita dari Aileen.
"Sebelum tidur kirim salam untuk Kak Kenzi dariku ya" teriaknya kearah Aileen.
Sementara Aileen terlihat tidak enak hati kepada David yang kini wajahnya mulai terlihat muram.
__ADS_1
Setelah Iris menutup kembali pintunya, David langsung mengalihkan pandangan matanya kearah Aileen. Perempuan itu terlihat tak nyaman dengan tatapan mata David yang sedikit terlihat tajam. Bahkan raut wajahnya tak terlihat seramah seperti biasanya.