
Carol mengajak David sampai ke dalam stand bhoot. Di sana dia sudah menyiapkan beberapa makanan untuk David.
"Apa yang sedang kamu lakukan dengan membawa banyak makannan seperti ini?" David terlihat tidak menyukai perlakuan Carol, baginya ini terlalu berlebihan.
"Aku menyiapkan semua ini untukmu, susah susah payah aku membawanya kemari. Apa kamu tidak mau memakannya? temani aku makan ya, , sebentar lagi aku juga akan pulang. Karena nanti malam aku ada acara. Plisss" Carol menangkupkan kedua tangannya kearah David.
David menghela nafas panjang, dia sebenarnya ingin menolak ajakan Carol untuk makan bersama. Namun sifatnya yang tak bisa melihat seorang perempuan sedih pun membuatnya tak berdaya.
Setelah sedikit mencicipi makanan yang di persiapkan oleh Carol. David pun keluar dari stand bhoot dan pergi untuk menemui Aileen.
Di sana David melihat perempuan itu sedang duduk bercakap dengan pimpinan staf. Dia pun memutuskan untuk mendekati mereka.
"PresDir??" ucap pimpinan itu ketika melihat David.
Pandangan David hanya tertuju ke pada Aileen yang sedang mencoba menghindari tatapan matanya.
Karena hawa di antara David dan Aileen mulai membuat pimpinan itu merasa tidak nyaman, akhirnya dia pun memutuskan untuk pergi.
"Ee, , maaf. Aileen aku masih harus menyiapkan tenda untuk nanti malam. Jika ada yang perlu ditanyakan nanti bisa menemuiku" laki laki itu beranjak dari kursi, kemudian dia membungkuk kearah David sebelum pergi meninggalkan Aileen.
"Permisi PresDir"
Sementara David hanya melirik kearah pimpinan ketika orang itu mulai pergi dan memunggunginya.
♡♡♡
"Apa yang kalian bicarakan??" David menarik kursi agar bisa duduk lebih dekat dengan Aileen.
Raut wajah Aileen terlihat datar, dia tertunduk menghindari tatapan David.
"Aku sedang berbicara denganmu, apa kamu tidak mendengarku?" Suaranya terdengar sangat rendah, sementara tangannya bergerak mengusap lembut kepala Aileen.
Aileen menghela nafas panjang, kemudian dia memalingkan wajahnya kearah David.
"Kenapa dia bersikap biasa saja??, , seolah tak melakukan kesalahan!!, , tunggu tunggu! dengan siapa dia berhubungan juga bukan urusanku!!"
David terlihat menyelidik kearah wajah Aileen yang masih terus diam. Kemudian mengangkat kedua alisnya kearah perempuan itu untuk memastikan keadaan.
"Kenapa melihatku seperti itu?"
"Singkirkan tanganmu!!, , " Aileen mencoba menepis tangan David yang masih mengusap kepalanya dengan lembut.
David hanya tersenyum, dia tahu alasannya kenapa sikap Aileen berubah saat itu.
"Apa ini karena perempuan itu?" ucap David kemudian.
"Siapa pun perempuan itu, tidak ada hubungannya denganku!" Aileen mengalihkan pandangannya kearah lain, ada guratan kesedihan di wajahnya ketika David terus memandangi perempuan itu.
__ADS_1
"Dengarkan aku" David meraih tangan Aileen dan menggenggamnya.
"Dia modelku, , namanya Carol. Aku sudah berteman dengannya semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar" David meraih dagu Aileen, memaksa perempun itu untuk melihat kearahnya.
"Jadi kalau aku berhubungan baik dengannya, bukahkan itu wajar?"
"Terserah, , itu bukan urusanku!!"
"Benarkah?, , lalu kenapa kamu marah?" David mengulas senyum manis di bibirnya.
"Karena, , ee, , karena aku lelah. Aku mau istirahat!" Aileen menarik kedua tangannya dan beranjak dari kursi meninggalkan David, dia berjalan menuju ke tenda yang sudah di persiapkan oleh staf untuknya.
Sementara David hanya tersenyum, ketika melihat sikap Aileen yang terlihat sangat mengemaskan baginya.
"Sepertinya dia sudah mulai cemburu??"
♡♡♡
Paginya mereka kembali melanjutkan shooting, dengan tempat yang sama namun konsep dan kostum yang berbeda.
David selalu mengawasi gerakan tubuh Aileen, dia tersenyum manis ketika melihat wajah Aileen yang sengaja di close up di layar monitor. Pandangan matanya tak pernah berubah kearah lain selain kearah wajah Aileen.
♡♡♡
Setelah menyelesaikan shootingnya, semua staf kembali melakukan perjalanan untuk menuruni bukit.
"Jalanannya cukup terjal, , genggam tanganku biar tidak jatuh" David berucap dengan nada lembut, dia berusaha membuat hati Aileen kembali luluh.
"Aku bisa jalan sendiri, tidak perlu bantuanmu!" Aileen pun melanjutkan perjalanan mendahului David.
"Apa dia masih marah karena masalah kemarin??" gumamnya.
David menggelangkan kepalanya sembari melanjutkan perjalanan. Dia melangkah menuruni bukit yang lumayan terjal dan banyak akar akar tajam yang menyembul ke luar dari dalam tanah.
"Hati hati Ai!!, , banyak akar tajam di sekitarmu!" teriaknya.
"Aaahhhhh!!!!" baru saja David selesai berucap, Aileen pun tersandung hingga jatuh. Lututnya berdarah karena terkena akar pohon yang tajam.
"Addduuuuhhh!!" rintihnya.
David merasa jantungan, dia langsung berlari menghampiri Aileen yang sudah tersungkur jatuh ke tanah. Kini perempaun itu sedang meringis sambil memegangi kakinya.
"Aileen kamu tidak apa apa?"ucap seorang staf yang berusaha menolongnya.
"Biar aku yang menolongnya, kamu lanjutkan perjalanan" ucap David, dia menekuk kedua lututnya lalu membantu Aileen untuk mengubah posisinya menjadi duduk di sana.
"Aduh!!" Aileen menggertakkan giginya untuk menahan rasa sakit yang teramat. Dia melihat luka di kakinya itu sedikit membuka karena tergores akar kayu itu.
__ADS_1
"E, ,bagaimana ini?, , aku tidak bisa jalan" Aileen merintih, ujung matanya berair karena menahan rasa perih.
"Jangan menangis, ada aku di sini" David mengusap air mata Aileen dengan tangannya.
"PresDir, , langit sudah mulai gelap, sebentar lagi hujan akan turun. Kita harus membawa Aileen perdi dari sini" ucap pimpinan itu
"Kalian semua turunlah dulu, akau akan mengurus Aileen"
"Tapi PresDir?" Pimpinan itu terlihat sangat khawatir.
"Kalian duluan, jika hujan turun dan aku belum muncul. Kirim petugas untuk mencariku!, , dan ini" David menyerahkan tas punggung milik Aileen kepada pimpinan.
"Tolong bawakan tasnya. Akuakan menggendong Aileen"
"Baik PresDir" pimpinan dan yang lainnya pun akhirnya meneruskan perjalanan. Mereka berjalan dengan cepat untuk mengejar waktu.
David berjongkok kemudian dia menuruh Aileen untuk naik keatas punggungnya.
"Naiklah, pegangan yang kuat" ucap David.
Mereka tertinggal jauh di belakang karena pastinya David akan sedikit lambat ketika harus menggendong Aileen.
Tak lama, mereka pun sudah terpisah dengan orang di depnnya.
Namun David masih ingat jalan menuju pulang.
"Kalau kamu lelah, kita bisa istirahat sebentar?" Aileen merasa tidak enak hati ketika melihat David sedikit kelelahan saat menggendong dirinya.
"Jangan hiraukan aku, yang terpenting laukamu harus cepat di bersihkan. Kita harus cepat cepat sampai ke bawah sebelum hujan"
Aileen mengawasi wajah David yang terlihat sangat kelelahan, dia membantu laki laki itu mengusap keringat yang membasahi pelipisnya dengan kaos yang menutup lengannya.
David menengok kesamping untuk melihat keadaan Aileen.
"Terima kasih" David pun tersenyum.
"Aku seharusnya yang mengucapkan terima kasih, maaf sudah merepotkanmu" Aileen semakin mempererat lengannya yang melingkar di leher David
"Semua ini tidak gratis, , kamu harus membayarnya" ucap David kemudian, laki laki itu terlihat memamerkan senyum nakalnya.
"Aku sudah menduganya, pasti semua ini tidak gratis!!, , "
Perjalanan masih jauh, langit semakin gelap hingga akhirnya hujan pun turun dan mengguyur tubuh mereka.
David mempercepat langkahnya, namun dia berusaha untuk berhati hati karena jalan setapak itu pasti akan sangat licin ketika terkena air hujan.
Hujan semakin deras hingga membuat jarak pandang semakin terbatas. Ujung mata David melihat beberapa rumah. Dia pun memutuskan untuk beristirahat di sana sambil menunggu hujan reda.
__ADS_1