Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
103 CEO: Love's Romance Kejutan


__ADS_3

Iris menghabiskan jam istirahatnya untuk membaca buku di bawah pohon, duduk di atas rumput sambil menikmati angin yang menerpa tubuhnya.


Dret dreet!!


Pandangannya teralihkan ke ponsel yang bergetar di dalam tas. Raut wajahnya terlihat bergembira saat mendapat panggilan dari Kenzi.


"Halo kak?" sahutnya setelah menerima panggilan.


"Iris??, , apa yang sedang kamu lakukan di bawah pohon?".


Mendengar pertanyaan Kenzi, Iris langsung beranjak berdiri. Pandangannya menyelidik ke sekitar untuk mencari keberadaan laki laki itu


"Apa kak Kenzi melihatku, , bagaimana dia bisa tahu aku duduk di bawah pohon??"


Iris mulai melangkahkan kakinya, matanya terus mengawasi setiap orang yang ada di sekitar.


"Ka??, ,dari mana kamu tahu aku ada di bawah pohon? aku pikir kamu berada di Tokyo?"


"Iya, aku memang ada di Tokyo. Aku hanya mencoba menebak. Apa kamu memang sedang duduk di sana?"


Mendengar jawaban Kenzi, Iris terlihat murung dan tak bersemangat lagi, dia pikir bahwa Kenzi akan ada di kampus untuk mengejutkan dengan ketadangannya.


"Oh, , iya, tadinya memang aku semoat duduk di sana" Iris semakin murung dan kembali berjalan memuju pohon tempat semula dimana dia duduk.


"Kenapa wajahmu musam??" pertanyaan Kenzi semakin membuat Iris kebingungan. Jika memang benar laki laki itu tidak ada di sana bagaimana mungkin dia tahu apa yang sedang di lakukan oleh Iris.


"Tidak!, ,siapa bilang" Iris terlihat sanhat kecewa karena sebelumnya telah berharap lebih.


"Bohong!, , lalu kenapa kamu menyentuh telingamu?, , jika memang kamu tidak sedang berbohong?" mereka jarang bertemu tetapi Kenzi tahu kalau saat sedang berbohong Iris pasti akan melakukan kebiasaannya.


Iris semakin gencar mencari keberadan Kenzi di halaman kampus.


"Kak di mana kamu!!, , jangan mempermainkanku seperti ini"


"Siapa yang mempermainkanmu?" suara berat itu tiba tiba muncul dari arah belakang Iris, membuat perempuan itu memutar tubuhnya dengan cepat, dan seketika dia memeluk tubuh Kenzi.


Dengan nada manja setengah jengkel Iris kemudian berucap.


"Kamu sengaja melakukannya kan!!"


Kenzi terkekeh sembari membalas pelukan Iris, dia semakin mengeratkan pelukannya agar perempuan itu tak lepas dari dekapan.


"Kamu sudah makan?" ucapnya setelah mengecup ujung kepala Iris.


Iris menarik tubuhnya menjauh dari Kenzi.


"Belum" dia menggelengkan kepala.


"Ikut denganku" Kenzi menggandeng tangannya, menuntun Iris melangkah keluar dari kampus.


♡♡♡


Tok tok tok!!!


Dari arah dalam David bisa melihat Ius tengah berdiri di balik pintu kaca. Dia kemudian menundukkan kepala memberin izin kepada sekrestarianya untuk masuk.


Setelah membuka pintu Ius berjakan mendekat dengan membawa map berwarna hitam di tangannya.


"PresDir, ini beberapa contoh gaun yang akan digunakan untuk shooting iklan selanjutnya" Ius kemudian meletakkan map itu di atas meja.


David mengela nafas panjang sebelum membuka mapnya.


"Kamu juga bisa memelihnya kan??, , " David memberikan kewenangan penuh kepada Ius untuk memilih gaun yang akan di kenakan oleh beberapa modelnya nanti.


Ius menunduk menghindari tatapan matanya.


"Maaf, tetapi bukankah dulu saya pernah melalukannya, namun PresDir menolak semua yang saya usulkan. Jadi saat ini akan lebih baik jika PresDir yang memutuskan sendiri" Ius menelan ludahnya dengan susah payah ketika David terus menatapnya.

__ADS_1


David menghela nafas kasar, dia akhirnya membuka map dan melihat beberapa rancangan gaun yang ada di dalamnya.


Tak ada satu pun yang tidak menarik prhatiannya, semua gaun itu di desain dengan sangat indah.


David mengerutkan dahinya ketika melihat beberapa contoh desain di sana.


Dia merasa bahwa desain yang ada di delan matanya nampak tak asing. Tetapi dia benar benar lupa di mana dia pernah melihatnya.


"Aku menyukai semuanya, Kapan kita bisa menemui mereka?"


"Segera PresDir, akan saya atur jadwalnya untuk Anda hari ini".


♡♡♡


Aileen masih terbaring di ranjang, rasa malas dan ingin tidur seharian membuat semua jadwalnya hari ini berantakan.


Perempuan itu bangun lalu duduk di bibir ranjang. Seketika dia memku tubuhnya saat mengingat bahwa pagi ini dia tak menyiapkan pakaian serta sarapan unduk David dan Essie.


"Kenapa hari ini aku malas sekali?? rasanya ingin tidur terus" gumamnya, kemudian beranjak berdiri lalu berjalan menuju pintu untuk serelahnya pergi ke ruang dapur.


"Apa Nyonya baik baik saja? sepertinya Anda sangat kelelahan??" Kepala pelayan itu merona ketika menatap wajah majikannya yang terlihat sangat kelelahan.


Aileen telah mengeluarkan sebotol air mineral dari dalam kulkas yang kemudian menegugnya dengan perlahan. Setelahnya dia menoleh kearah Kepala pelayan.


"Iya Bi, aku baik baik saja. Kenapa Bibik melihatku seperti itu?"


"E, , tidak apa apa Nyonya" Kepala pelayan kembali menyiapkan sarapan untuknya.


"Nyonya pasti kelelahan" ucapnya mencoba menebak, menyimpulkan sendiri dengan apa yang dilihatnya saat sempat melmnatao raut wajah Aileen yang lesu.


"Mungkin!, mungkin benar aku memang kelelahan karena David hampir tak memberiku waktu tidur yang cukup!!"


Aileen menghela nafas panjang, setelahnya dia menarik kursi dan duduk di sana.


"Bi??, , tadi pagi"


"Terima kasih Bi"


" Iya Nyonya, itu sudah tanggung jawab saya"


Aileen mulai melirik makanan yang ada di atas meja. Keningnya berkerut saat hanya menatapnya. Tak lama dia menyuruh pelayan untuk menyingkirkannya.


"Bi bisa minta tolong" Aileen sedikit mendorong makanan itu menjauh darinya.


"Iya Nyonya?" pelayan mendekatinya.


"Mmm, , tolong bawa ini, aku sedang tidak suka melihatnya" Aileen kemudian beranjak berdiri dan melangkah menuju pintu yang menghubungkan langsung ke arah ruang tamu setelah mendengar mobil yang menjemput Essie berhenti di depan rumah.


Sementara Kepala pelayan nampak mengerutkan dahi saat mencoba memenuhi keinginan majikannya.


"Tidak biasanya Nyonya menyuruhku menyingkirkan makanan??, , " pelayan sempat terdiam, berfikir sejenak tentang keanehan yang terjadi dengan Aileen. Mulutnya menganga seketika seolah dia tahu apa yang sedang terjadi dengan Aileen.


♡♡♡


"Tante!" Anak kecil itu berlari kearah Aileen setelah turun dari mobil.


Aileen merangkup tubuh kecilnya kedalam dekapan.


"Maaf sayang, Tante tadi pagi tidak sempat mengurusmu"


"Tidak apa apa tante, aku sudah terbiasa mengurus diriku sendiri semenjak Mamah sakit"


Mendengar jawaban dari mulut Essie Aileen merasa bersalah terhadap anak kecil itu. Dalam keadaan seperti apa pun seharusnya dia bisa merawatnya dengan baik.


"Tante sepertinya tidak enak badan ya?, , ayo ikut denganku" Essie menuntun perempuan itu masuk ke dalam rumah, sengaja membawanya kembali ke dalam kamar.


Essie menyisapkan bantal untuk Ailene, yang kemudian akan digunakan sebagai sandaran ketika perempaun itu duduk di ranjang.

__ADS_1


"Essie"


"Tante tenang saja, sekarang Tante duduk ya" pintanya kepada Aileen untuk duduk di atas ranjang kemudian bersandar.


Tak lama setelah meletakakn tas punggung ke lantai, Essie naik ke atas ranjang kemudian memijat kaki Aileen. Mencoba memberikan pijatan terbaik sesuai kemampuannya.


Aileen tertegun dengan sikap Essie, selama dia tinggal bersama dengannya, anak kecil itu tak pernah sesikit pun menyusahkan Aileen atau pun orang lain. Yang ada setiap hari dia selalu melakukan tugasnya dengan baik, tak hayal dia kadang juga membantu pelayan di dapur untuk sekedar membrsihkan tempat yang kotor. Walau pun semua pelayan sudah melarangnya tetapi bagi Essie itu sudah menjadi kebiasaannya.


"Sayang, siapa yang mengajarimu memijat seperti ini?" Aileen tersenyum sembari memandangi wajah anak kecil itu.


"Tidak ada Tante, aku hanya meniru di Tv??, , setelah ini aku suapi Tante ya?" Essie menoleh, memamerkan senyum termanisnya ke arah Aileen.


Aileen terkekeh mendangar jawaban polos dari Essie


"Tidak perlu sayang, kamu pasti lelah. Istirahatlah di dalam kamar. Lagi pula Tante juga belum lapar"


"Tante yakin??"


Aileen hanya mengangguk ketika menjawab pertanyana Essie. Dia mengulurkan tangan meminta Essie untuk meraihnya.


"Kemari sayang"


Gadis kecil itu mendekat, mengikuti arahan Aileen.


Aileen membawa Essie ke dalam dekapannya. Kemudian dengan lembut dia berucap.


"Terima kasih sayang"


Essie mengangguk sembari menggerakkan tangannya membalas pelukan Aileen.


Dreet dreeet!!


Aileen menoleh meraih ponselnya yang ada di atas nakas.


"Halo?"


"Maaf hari ini manager dan CEO perusahana kami ingin bertemu dengan Anda untuk membahas kontrak kerja yang sebelumnya telah dibicarakan"


"Oh, , baiklah, aku akan segera datang ke sana" Aileen terlihat tak bersemangat, dia sebenarnya masih ingin bermalas malasan di kamar bersama dengan Essie. Namun panggilan itu tak bisa diabaikan.


"Tante mau pergi?" anak kecil itu mengkhawatirkan keadaan Aileen. Karena dia terlihat sedikit pucat, mungkin juga karena dari tadi pagi Aileen belum mengisi perutnya.


"Kamu tidak apa apa kan di rumah sendiri?" Aileen mengusap kepalanya dengan lembut.


"Sendiri??, , apa Tante sedang bercanda?? di sini sangat ramai, ada banyak pelayan yang sedia menemaniku" Essie memasang wajah gembira ketika Aileen harus pergi. Sengaja membuat Aileen tenang ketika akan pergi meninggalkannya.


♡♡♡


Aileen bergegas masuk ke dalam sebuah restoran dengan membawa map di tangannya. Perempuan itu mengenakan kemeja dan rok berwarna baby pink.


Dia menyelidik ke arah sekitar untuk mencari keberadaan manager yang sebelumnya mereka sempat bertemu.


Aileen mendekati meja ketika melihat perempuan itu.


"Maaf membuat anda menunggu lama"


"Tidak apa apa, , kami juga baru saja datang" ucap manager itu.


"Kami???" Aileen sepertinya lupa bahwa manager itu akan datang dengan CEO perusahaannya.


"Iya" manager menoleh ke arah lain ketika CEO itu baru saja datang.


Aileen mengalihkan pandangannya ke arah di mana manager itu melihat. Dia terkejut ketika melihat Felix berjalan menuju ke arahnya.


♡♡♡


Maaf author sementara lockdown dulu ya adegan mesumnya😂😂😂

__ADS_1


Nanti babnya di cekal lagi sama pihak MT😘


__ADS_2