Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
64 CEO: love's Romance Membenci rindu


__ADS_3

Suasana di halaman depan rumah malam itu terlihat sudah ramai walau pun hanya ada Aileen, Koyoko dan Iris. Dengan adanya mereka berdua membuat hari hari Aileen sudah sangat ramai.


Koyoko sedang sibuk dengan membakar ayam dan daging di sisi lain.


Sementara Aileen sibuk menyiapkan karpet. Mereka sengaja mengadakan pesta kebun kecil kecilan.


Dan Iris sibuk menatap bir yang masih terbungkus rapih di ujung sana. Perempuan itu seolah sudah tak sabar ingin segera mencicipi minuman itu.


"Percuma Juga cuma dilihat!, , buka saja lalu tuang sedikit kemudian cicipi deh!, dengan begitu kamu bisa mengerti seperti apa rasanya air yang ada di dalam botol itu!" Koyoko berucap sambil memperagakan apa yang dia ucapkan, seolah berusaha menjadi mentor terbaik bagi muridnya.


Iris hanya melirik kearah Koyoko dengan malas.


"Sebelum aku dapat ijin dari Kak Ipar, mana berani aku membuka tutup botol ini!"


"Kaka Ipar, kamu dengar sediri kaan?? ayolaah, , kasian anak yang baru gede itu" Koyoko pun tertawa.


Aileen melirik kearah Iris, perempuan itu terlihat seperti robot yang kehabisan daya batrenya, duduk malas sambil menyangga kepalanya.


"Iya iya, , buka saja" ucapnya kemudoan memberi ijin kepada Iris.


Mendengar Aileen mengatakan hal itu, Iris seketika langsung bertenaga kembali. Dengan cepat dia membuka tutup botolnya. Menuangkan sedikit isinya kedalam gelas.


Tak perlu menunggu lama dia langsung menegug bir itu sampai tetes terakhir yang ada di dalam gelas.


"Mmmmmm, , rasannya sedikit aneh!" ucap Iris sambil memamerkan ekspresi wajah aneh ketika bir itu menjelajahi mulutnya.


Aileen dan Koyoko tertawa ketika melihat raut wajah Iris yang terlihat lucu.


"Lagi pula juga tidak pernah minum, pakai minum minuman seperti itu lagi!!, , sok sokan sih!" ucap Koyoko, setelahnya dia kembali memeriksa daging dan ayam yang sudah matang. Untuk kemudian dia letakkan di atas piring.


Aileen sejenak terdiam, dia masih memikirkan David. Laki laki itu bahkan tak mengirim pesan singkat untuk memberinya kabar.


"Mungkinkah dia sangat sibuk sekarang??, , masak iya pulang besok lusa dia tidak memberitahuku?"


Aileen berdecak jengkel dia merasa sedikit cemburu karena David menomor duakan dirinya dari pekerjaan yang sekarang sedang di gelutinya.


"Iyalah pasti aku di nomor duakan, emang siapa kamu! penting juga tidak!!" gumamnya kepada diri sendiri.


"Jangan kebanyakan melamun!, , coba lihat kerutan di keningmu!!, , cepat terlihat tua loh!!" Koyoko meletakkan piring yang sudah penuh dengan ayam dan daging di atas meja.


Mendengar ucapan Koyoko seketika Aileen langsung menyentuh dahinya.


"Benarkah kerutanku sudah terlihat??, , "


Koyoko terkekeh, sepertinya dia berhasil menggoda Aileen.


"Hiiihhh dasar!!" Aileen melempar tisu yang sudah di remas membentuk seperti bola kearah Koyoko, setelah menyadari bahwa sahabatnya itu berusaha menggodanya.

__ADS_1


Tin tin!!


Pandangan mereka bertiga yang sedang sibuk dengan kegiatan masing masing itu teralihkan kearah mobil sport yang baru saja datang.


Abell melangkah turun dari mobil dengan membawa sebuah bingkisan besar di tangannya.


Aileen merasa tak nyaman dengan kebaikan laki laki itu. Terlebih lagi ketika Abell ternyata sengaja membawakan sebuah kue walau pun tak besar tetapi terlihat lumayan sangat mewah malam itu.


Setelah membuka bingkisan itu, Abell menyalakan lilinya, kemudian mengangkat kuenya dan memberikan kepada Aileen.


"Untukmu"


Iris yang melihatnya langsunng berlari mendekat dengan mengarahkan ponselnya kearah mereka berdua. Iris ternyata sedang mengabadikan moment itu.


"Ayo Aileen, , terima kuenya!"


Perempuan itu terpaku, dia tidak berani menerima kue itu dari tangan Abell.


"Hheehh!!, ,terlalu kelamaan berfikir. Sini kemarikan kuenya, aku saja yang akan mewakili menerima kuenya!" Koyoko yang merasa gemas pun mewakili Aileen untuk menerima kue itu dari tangan Abell.


"Sekarang kamu tiup lilinya" Koyoko mengarahkan kue itu kearah Aileen. Meminta perempuan itu untuk meniup lilinya.


Dengan ragu, Aileen meniup lilin itu yang kemudian mendapat tepukan tangan serta sorakan dari sahabatnya.


Raut wajah Aileen diliputi sedikit rasa kekecewaan, dia ingin sebenarnya moment meniup lilin itu dilakukan bersama dengan David.


"Aku ada sesuatu untukmu" Abell terlihat berlari kecil kearah mobil dan membuka bagasinya. Dia mengeluarkan sebuah boneka besar dari dalam sana.


Aileen bukannya senang tetapi dia merasa aneh dengam Abell. Laki laki itu bersikap berlebihan kepada ornag yang baru saja dikenalnya.


"Maaf, , tapi aku. Ini terlalu berlebihan!" Aileen semakin ragu ketika ingin menerima bonekanya.


"Anggap saja penebusan rasa bersalahku karena sudah membuat kakimu terluka" Abel mengangkat kedua alisnya keara Aileen, memastikan perempuan itu mau menerima hadiah darinya.


"Tapi tadi kamu sudah membayar semua tagihan belanja kami, dan itu sudah cukup!"


"Iya cukup bagimu, tapi belum cukup bagiku!"


Koyoko mulai mencium bau bau aroma cinta dari laki laki itu, tetapi dia berusaha bersikap tenang karena tidak ingin merusak kebahagiaan Aileen.


"Ayo Aileen, ,terima saja. Aku jadi penasaran hadiah apa yang akan Kak David berikan kepadamu" Iris telah berhenti mengambil gambar Aileen saat itu, dia beranjak duduk dan sibuk mengirim video itu untuk Kakaknya.


"David??" Abell mengerutkan dahinya.


"Iya, , Kak David tidak bilang ya. Kalau dia dan Aileen sepasang kekasih??" Iris menjawab pertanyaan dari Abell sambil sibuk mengetik pesan singkat untuk Kakaknya.


"Aku sudah melakukan tugasku, Aileen terlihat sangat senang bukan??, , kamu yakin Kak, tidak akan datang dan mengucapkan sepatah kata pun kepada Aileen??"

__ADS_1


Iris mengirim pesan singkat itu beserta videonya kepada David.


Sementara Abell terlihat sedang terdiam, melamun.


"Aileen dan David??"


Laki laki itu terlihat menyipitkan matanya seolah dia sedang mengingat sesuatu.


"Tunggu!!, ,apakah kamu perempuan yang waktu itu melukai kepada David??" ucapnya kepada Aileen. Tetapi perempuan itu terlihat kebingungan.


"Maksudku, di tempat karaoke, kamu membenturkan kepalamu ke kepala David!" dia sedang berusaha mengingatkan Aileen dengan kejadian malam itu.


"Ee, , i,iya itu aku!" Aileen tersenyum getir.


Abell menganga, dia terkejut ketika mengetahui kebenarannya bahwa Aileen itu adalah perempuan yang mereka pertaruhkan.


"Jadi kamu dan David sudah jalan bersama??" dia bertanya untuk memastikan kekalahan dirinya dari David.


"Mmm, iya" Aileen tersipu malu.


"Yaaahh, , kalah lagi kan!!, bodo ah. yang terpenting biasanya David sebentar lagi pasti mengakhiri hubungannya. Saat itu aku bisa mendapatkan Aileen"


Abell tertawa lirih di dalam hatinya.


♡♡♡


Akhirnya pun tiba dimana saatnya mereka menikmati hidangan malam itu. Koyoko saat itu hanya mengawasi wajah Abell yang selalu melihat kearah Aileen dengan tatapan aneh, dugaannya bahwa laki laki itu menyukai Aileen sepertinya benar.


Tak mau pusing Koyoko akhirnya lebih memilih untuk menikmati makan malamnya.


♡♡♡


Ketika malam sudah semakin larut, Iris dan Koyoko terlihat tertidur di halaman beralaskan karpet bulu tebal. Mereka bertiga dengan Abell menghabiskan minuman berbotol botol. Ketika bir yang di beli oleh Iris habis, Abell sengaja pergi untuk membelinya dan di saat itu mereka menghabiskannya bertiga.


Sementara Ailen yang masih terjaga terlihat keluar dari pintu, dia membawa beberapa selimut untuk menyelimuti mereka bertiga. Aileen tak bisa tidur sebelum mendapat kabar dari David. Dia terlihat murung sepanjang hari, ingin rasanya mengirin pesan untuk menanyakan kabar laki laki itu, tetapi dia merasa takut kalau hal itu akan mengganggu kerjanya.


Aileen duduk di atas karpet, menekuk kedua kakinya kemudian memendam wajah di sela sela lututnya. Sesekali dia melirik kearah ponsel untuk memastikan apakah David mengirim pesan kepadanya. Perempuan itu semakin terlihat murung dia membenci perasaan yang sedang dia rasakan saat ini. Kini dia lebih memilih untuk kembali tertunduk lagi.


Sesaat dia terlelap, tapi ketika mendengar suara bising di sekitarnya, Aileen terbangun. Dia mengangakat kepalanya sembari berusaha membuka matanya yang masih terasa berat, Aileen sesekali mengerjapkan matanya untuk memastikan laki laki yang tengah berdiri di depannya.


Laki laki bertubuh tinggi mangenakan setelan jas hitam yang tersorot lampu mobil dari arah belakang itu membuat mata Aileen silau dan tak bisa memastikan siapa laki laki itu.


Tetapi ketika mencium aroma wangi yang terbawa angin memcuat dari tubuh seseorang yang berdiri dihadapannya itu, Aileen langsung tahu bahwa itu adalah David.


Dalam setengah sadar karena masih merasa mengantuk, Aileen beranjak berdiri kemudian berlari kearah laki laki itu. Aileen seketika langsung memeluknya. Dia yakin bahwa orang itu adalah David dengan hanya memcium aroma wangi dari tubuh laki laki itu yang semakin menyeruak ke dalam hidungnya.


David tersenyum, tangannya bergerak membalas pelukan Aileen. Ketika laki laki itu mendorong tubuh Aileen untuk melepaskan pelukannya Aileen malah semakin mengencangkan tangannya yang melingkar di leher David. Dia menggelengkan kepalanya seolah menolak untuk melepaskan pelukan itu.

__ADS_1


Aileen merasa lega, dia bisa melihat laki laki itu lagi.


"Ai?" Bisik David dengan lembut di telinga Aileen.


__ADS_2