Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
94 CEO: Love's Romance Memiliki seutuhnya


__ADS_3

Aileen membantu untuk menghias setiap meja meja yang sudah tertata rapih di halaman rumah. Pipinya merona saat serorang laki laki dewasa berdiri si tengah pintu dan sengaja melihat kearahnya.


David bersedekap, senyum manis menghiasi bibirnya ketika kedua matanya terus memandangi wajaha seorang psrempuan yang teramat dicintai.


Aileen menggerakkan kepalanga seolah sedang bertanya, 'kenapa menatapku seperti itu?'


Laki laki itu hanya menggelengkan kepala perlahan, tak lupa melempar senyum termanisnya kepada Aileen.


Perempuan itu membalas senyumnya, senyum yang tak kalah manis tentunya. Pandangannya teralihkan kearah mobil hitam yang baru saja tiba


"Mamah??" Wajahnya semakin berseri seri ketika menyambut kedatangan kedua Orang tuanya beserta sang adik tersayang. Aileen berlari kecil menuju mobil memeluk Orang tuanya secara bergantian, setelahnya mencubit kedua pipi Lena sebelum memeluk untuk menyambutnya.


"Bagaimana perasaanmu kak?, , sudah benar benar siap mau menikah?" bisik Lena, mereka berjalan beriringan menuju pintu. Melangkah masuk kemudian duduk di sofa ruang tamu.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku loh!!" Lena mengingatkan Aileen yang sempat terdiam soal pertanyaan yang belum sempat dijawab olehnya.


Aileen menoleh, dengan senyum malu malunya kemudian dia berucap.


"Apa perlu Kakak harus menjawabnya" Aileen lalu membantu pelayan yang baru datang dengan membawa nampan dan beberapa gelas minuman di sana.


Dia meletakkan setiap cangkir gelas besiri teh hangat itu di depan orang orang terkasihnya.


Ketika kedua Orang tuanya sibuk berbincang bincang dengan keluarga bersar dari calon mempelai pria Aileen mulai terdiam, menarik tubuhnya kebelakang untuk bersandar di sofa.


Lena menggeser tubuhnya mendekati Aileen. Matanya menyelidik kearah perempuan yang kini tertunduk memainkan jari jemarinya


"Kamu tidak gugub Kak?"


Aileen menoleh, menatap Lena dengan diiringi senyum tipis.


"Apa pertanyaanmu membutuhkan jawaban?"


Lena membalas senyumnya, kemudian menggunakan siku, dia menyyenggol lengan Kakaknya.


"Bawa aku ke kamarmu Kak, aku ingin melihat kebaya untuk akad nikahmu"


♡♡♡


Matanya berbinar binar, kedua tangannya mengepal di samping pipi kiri dan pipi kanan saat melihat kebaya putih bersih itu terpasang di patung.


Luna sengaja memanggil penjahit profesional untuk bisa menyelesaikan rancangannya dalam waktu 48 jam. Kebaya itu sengaja di buat oleh Luna untuk calon menantunya.


Beberapa orang terlihat sedang sibuk memasang kristal Swarovski dengan keahlian tangan mereka yang sangat terampil. Mereka harus menjahit dengan tangan untuk membuat Swatovski itu melekat dengan indah m.


Matanya kemudian memerah, perempuan yang biasanya ceria dan ramai itu kini terlihat menitihkan air mata. Menyandarkan keningnya di pundak sang Kakak tercinta.


"Aku akan benar benar kehilanganmu" Lena menghela nafas melegakan dadanya yang terasa sangat sesak.


"Bodoh!, ,kenapa kamu berucap seperti itu" Aileen mengusap pipi Lena, menggerakkan tubuhnya, memaksa Lena untuk mengangkat kepalanya. Mereka kini saling menatap.


"Aku akan tetap menjadi seorang Kakak yang siap di bully kapan pun!!, , jadi jangan pernah merasa kehilangan Kakakmu ini"


"Aku tidak berfikir kearah situ!" suaranya terdengar sengau karena sempat menangis sesaat.


"Aku hanya merasa akan kehilangan Kakakku yang sering memberiku uang lebih untukku" Lena berucap dengan manja, yang kemudian mendapat cubitan di pipinya.


Mereka berdua tertawa kecil, kemudian Lena memeluk Aileen dari samping.


♡♡♡


Aileen duduk sambil berkaca menatap bayangan dirinya di cermin meja hias. Pandangan matanya teralihkan ke bayangan David yang sedang berdiri sambil bersandar di pintu.


"Kamu belum tidur Ai?" suara berat itu menggema di telinga Aileen.


Dia yang sedang duduk di bangku kemudian memutar tubuhnya, melihat David yang sedang berjalan mendekat.


"Belum"

__ADS_1


Laki laki itu kembali memutar tubuh Aileen menghadap kaca. Membungkuk dengan kedua tangannya memeluk Aileen dari belakang, sambil menatap bayangan perempuan di cermin, David melayangkan sebuah kecupan di ujung kepala.


"Aku tidak sabar menunggu besok" Ucapnya kemudian dengan nada rendah.


Aileen mendongakkan kepala lalu tersenyum, yang kemudian mendapatkan kecupan lagi di keningnya. Perempuan itu masih bertahan tak langsung mengembalikan posisi kepala seperti semula.


David terdiam sempat memainkan hidungnya dengan hidung Aileen yang kemudian menggerakkan kepalanya maju untuk mencium bibir Aileen. David menyesapnya dengan lembut, berciuman dengan posisi terbalik seperti ini belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Aileen menggerakkan tangannya agar melingkar di leher David, menarik laki laki itu kemudian semakin memperdalam ciumannya.


Aileen memutar tubuhnya dengan bibir mereka yang masih bertautan.


David tersenyum, melepaskan ciumannya lalu menggantinya dengan kecupan panas, hingga menimbulkan bunyi suara yang khas berkali kali.


Dan ketika suara kecupan itu menghilang bibir mereka kembali saling bertautan, kini hanya dengusan nafas mereka yang terdengat malam itu.


Tok tok tok!!!


Aileen memelpaskan ciumannya ,menarik tangannya yang melingkar di leher, kemudian menoleh ke pintu.


"Maaf mengganggu waktu kalian" dengan santai Lena berjalan masuk menuju ranjang.


"Malam sebelum Kakakku tidur dengan Suaminya. Aku ingin tidur bersamanya" ucap Lena seolah dia ingin segera David keluar dari kamar. Lena membuang punggungnya ke ranjang sambil menutupi wajahnya dengan bantal. Dia sangat sangat malu sebenarnya karena tak sengaja melihat adegan ciuman itu.


David terkekeh geli, dia berusaha memenuhi keinginan Lena. Sebelum keluar dari kamar David mengecup punggung tangannya kemudian kecupan itu berpindah ke kening.


"Tidurlah Ai, , aku berharap kita bertemu di mimpi" godanya.


Aileen tersenyum, pandangan matanya mengiringi langkah David yang semakin menjauh darinya.


♡♡♡


Cuaca pagi itu sangat cerah, sinar matahari yang mencuat masuk ke dalam kamar melewati kaca jendela yang kemudian memantul ketubuh Aileen membuat kristal Swarovski di kebaya yang membalut tubuhnya bersinar. Kilaunya seindah senyuman yang melekat di bibir Aileen.


Perempuan itu terlihat sangat cantik, ditambah kebaya putih bertabur Swarovski membuat Aileen semakin bersinar. Tak bisa dibayangkan bagaimana raut wajah David ketika melihat Aileen nantinya.


Pandangan matanya kini tertuju pada kedua orang tuanya yang sedang berjalan dari arah pintu.


Sebagai orang tua, Cici merasa sangat bahagia saat menyaksikan Putrinya yang tumbuh dewasa kini akan melangkah menuju ke pelaminan.


Tak di pungkiri rona kesedihan sempat melekat di wajahnya, ketika mengingat dia harus melepaskan Aileen. Bukan melepaskan dalam arti yang sesungguhnya tetapi dengan memberikan Aileen kepada David, berharap Putrinya akan hidup jauh lebih bahagia.


Cici memeluk putrinya dengan erat, membuat air yang sempat bertahan di matanya jatuh mengalir melewati pipi.


"Jangan menangis Mah, aku tidak akan pergi jauh. Aku akan sering memberimu kabar. Jika David memiliki waktu luang aku akan sering sering datang mengunjungimu" Aileen berucap untuk menenangkannya, dia pun mendapat sebuah kecupan di tangannya.


Cici kemudian duduk di bibir ranjang, mencoba menenangkan diri sesaat sembari menunggu Aryo untuk bergantian memeluk Putrinya.


"Pengantin kecil Papah yang sangat cantik, kamu akan selalu menjadi putri kecil di hati Papah nak" Aryo melepas pelukannya, menghadiahi sebuah kecupan lembut di kening Aileen.


Mereka tersenyum, kemudian Aileen kembali memeluk Papahnya.


♡♡♡


Abell dan Jacq yang baru saja datang segera pergi menemui David di kamarnya.


"Jadi ini pengantin laki lakinya?" Abell berucap setelah berhasil melangkah masuk ke dalam kamar.


David yang sedang berdiri di samping jendela, di kagetkan oleh suara berat yang tak asing di telinganya.


David tersenyum lebar, dengan gayanya yang seperti biasa penuh dengan wibawa dan merendahkan sahabatnya David berucap.


"Sedang apa kalian di sini!"


"Sialan!!, ," Abell mengumpat lirih.


"Kita jauh jauh datang kemari hanya untuk menyaksikan pernikahan si playboy yang sudah insyaf" sejenak Abell berhenti berucap, matanya menyelidik ke raut wajah David yang terlihat nampak tenang.

__ADS_1


"Dari mana kamu mendapatkan ketenangan ini?, , aku tidak yakin kamu bisa melewati rasa gugubmu dengan baik!"


Jika melihat kebelakang sekali lagi, David yang sebelumnya tak pernah mau hidup berkomitmen kini terlihat sangat tenang ketika beberapa menit lagi akan mengucapakan kalimat sakral yang akan membawanya menuju ke kehidupan yang sesungguhnya.


"Aku benar benar gugub, tetapi aku bisa melewatinya dengan baik karena keyakinanku untuk memiliki Aileen sangatlah kuat. Dia yang membuatku yakin bahwa aku bisa melakukannya dengan baik"


Jacq tersenyum senang, melihat perubahan yang sangat besar terhadap David.


"Aku tidak percaya perempuan itu bisa mengubah dirimu sampai seperti ini, tapi aku sebagai sahabatmu sangat bangga melihat perubahan dirimu menjadi lebih baik" Jacq kemudian memeluk David, tak lama bergantian dengan Abell.


"Terima kasih, kalian meluangkan waktu untuk datang kemari"


" Apa ini!!, , kenapa kamu jadi melow David??" ucap Jacq, mencoba menggoda David.


"Sial!!" David meninju lengan sahabatnya, tawa mereka pun pecah memenuhi setiap sudut ruangan.


♡♡♡


Suasana hening seketika, semua mata semua telinga tertuju kepada David yang tengah duduk sambil menjabat tangan penghulu di depan sana. Bahkan angin pun ikut terdiam sesaat untuk memberi kesempatan kepada David mengucapkan kalimat sakral yang akan memberinya ijin untuk memiliki Aileen sepenuhnya.


Dan ketika bibirnya berhenti berucap, para saksi berucap.


"Sah!!"


Membuat seluruh tamu undangan yang hadir bertepuk tangan serta bersorak senang.


Luna menyandarkan kepalanya di bahu Barack, dia merasa sangat bahagia, Baginya baru kemarin sore dia melahirkan David, dan kini dia menyaksikan Putranya tubuh semakin dewasa dan telah menjadi seorang Suami. Barack membantu Luna menyeka Air matanya ketika melihat Istrinya menangis.


Aryo berjalan perlahan, mengantar Aileen menuju ke pelamainan untuk kemudian di berikan sepenuhnya kepada David.


Laki laki gagah, maco dan tampan itu mengenakan setelan jas putih bersih senada dengan kebaya yang di kenakan Aileen. Rambutnya yang sebagian di sisir rapih kebelakang dan sebagian lagi di biarkan menutupi keningnya seolah menambah daya tarik tersendiri bagi laki laki itu.


David berdiri menyambut Aileen, sesaat dia terpaku dengan kecantikannya. Setiap hari dia melihat bahwa perempuan itu selalu terlihat cantik, tapi hari ini auranya sangat berbeda. Kecantikannya benar benar terpancar dari dalam.


Perempuan itu telah berhasil membuat David tak bisa memalingkan wajahnya kearah lain, semenjak Aileen melangkah menuju pelaminan. David tak bisa mengalihkan pandangannya dari permpuan itu.


Aileen menyambut david yang terlebih dulu telah mengulurkan tangannya. Dia tersenyum kemudian membuang pandangannya ke tamu undangan. Aileen beberapa kali terlihat menganggukkan kepala seolah mengucapkan rasa terima kasih yang sedalam dalamnya kepada mereka


Tetapi David masih diam tertegun sambil menatap Aileen.


Membuat semua tamu undangan berbisik bisk senang.


"Waah mempelai laki lakinya sampai tidak bisa berkedip ketika melihat Istrinnya"


"Benar, mereka pasangan yang serasi"


"Cium!" Teriakan seorang tamu undangan menuai kericuhan yang menbuat Aileen malu kemudian menoleh kearah David.


Segelintir orang mulai meneriakkan kata itu, hingga akhirnya kini semua yang berada di tempat itu meriakkan kata itu kepada sepasang Suami Istri yang berdiri di altar.


Aileen menyenggol lengan David untuk menyadarkan lali laki itu dari lamunanya.


Dan ketika David tersadar, dia mengalihkan pandangannya ke depan. Dia tersenyum dan dengan senang hati melakukan apa yang diinginkan oleh mereka.


Davi sedikit membungkuk satu tangannya merarih tengkuk Aileen memaksa perempuan itu mengangkat wajah kearahnya, satu tangannya lagi melingkar di pinggang perempuan itu menahan tubuh Aileen ketika menciumnya.


"Aku sudah tidak memerlukan ijin darimu ketika ingin menciummu kan?" bisik David.


Aileen pun membalas.


"Bukankah kamu tidak pernah memint" Aileen tak bisa meneruskan ucapannya, David telah menyambar bibir Aileen. Tak segan segan dia melum** habis habisan bibirnya. Membuat para tamu undangan terdiam sesaat ketika melihat David yang seolah tak ingin menyudahi ciuman itu.


"Lanjutkan nanti malam David!!" Teriakan Abell seketika membuat suasana kembali riuh. Semua orang bersorak gembira.


David melepaskan ciumannya, laki laki itu tersenyum saat melihat bibir Aileen semakin memerah dan sedikit membesar akibat perbuatanya. Jarinya bergerak mengusap jejak basah yang masih tertinggal di bibir Aileen.


Laki laki itu tertawa kecil kemudian menyandarkan kepalanya di kening Aileen.

__ADS_1


__ADS_2