
"Terima kasih karena sudah mampir kemari, ,semoga kalian menyukai soto buatanku" Ibu itu berucap dengan lembut. Merasa sangat berterima kasih sekaligus tidak enak hati karena telah menyusahkan mereka dengan sikap Putrinya.
"Untuk Putriku, aku juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian. Dan meminta maaf karena sikapnya yang buruk"
"Aku seharusnya yang mengucapkan terima kasih Nek, karena Nenek telah menjual soto ini. Aku pasti akan sering datang kemari" Aileen memamerkan senyumnya ke arah Ibu itu.
Ibu paruh baya itu membalas senyumnya, kemudian melepaskan tangan Aileen setelah beberapa saat sempat di genggam.
Aileen berjalan ke arah mobil, di mana David dan Essie telah terlebih dulu menunggu di dalam sana.
"Sudah puas kamu sayang makan sotonya??" ucap David kepada Istrinya.
Perempuan itu mengangguk.
"Bolehkah besok besok kita kembali lagi?"
David tersenyum sembari mengangguk pelan.
"Apa pun yang kamu mau"
"David??, boleh aku pinjam beberapa lembar uangmu?"
Keningnya berkerut ketika mendengar permintaan Aileen.
"Pinjam??, , kenapa harus pinjam?" David mengambil dompetnya, kemudian memberikannya kepada Aileen.
"Ambil berapa pun yang kamu mau"
Aileen mengeluarkan beberapa lembar uang, setelahnya mengembalikan dompet itu kepada David.
"Tunggu!" ucapnya sambari menahan tangan Istrinya, ketika Aileen ingin beranjak keluar lagi dari mobil. David tahu Aileen pasti akan memberikan uang itu kepada Ibu penjual soto.
"Kamu lupa sesuatu" David mendorong tubuhnya maju mendekati Aileen.
"Apa?"
"Cium dulu" ucapnya sembari mengarahkan bibirnya ke Aileen.
"Iya Tante, , Essie sudah tutup mata kok" gadis kecil itu telah menutul matanya dengan kedua tangan.
Mengundang gelak tawa David dan Aileen setelah melihat sikap Essie.
Aileen mencium bibirnya, setelah itu dia keluar dan memberikan uang itu kepada Ibu penjual soto.
__ADS_1
♡♡♡
"Selamat malam sayang, , terima kasih sudah mengantar Tante pergi ke tempat penjual soto" Aileen mengecup keningnya, sebagai pengantar sebelum Essie tertidur.
"Apa pun tante, , asal Tante bahagia Essie akan berusaha keras untuk itu" tangan mungilnya meraih pipi Aileen, kemudian mengusapnya lembut.
Aileen meraih tangan Essie kemudian mengecupnya.
"Selamat malam" Aileen beranjak pergi keluar dari kamar.
♡♡♡
Ailen melangkah masuk ke dalam kamar, ingin menghampiri David yang tengah melihat acara tv sambil duduk di sofa.
Tetapi karen merasa perutnya terlalu penuh, Aileen berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi dalam perutnya. Semua soto yang sempat singgah di dalam perut kembali keluar.
Aileen berusaha menghela nafas untuk melegakan dadanya yang sempat tak bisa bernafas saat harus muntah berulang ulang hingga kembali rasa pahit itu menyerang dalam mulutnya.
David yang terkejut berlari menghampiri Aileen.
"Masih mual mual terus sayang?? bukannya kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan?"
"Sepertinya perutku terlalu penuh" Aileen membersihkan sisa muntahan yang berada sekitar bibirnya dengan air.
"Apa sudah mendingan?? kemarilah" David mengulurkan tangannya.
David duduk menyandarkan punggung membuat dirinya senyaman mungkin di sana. Tangannya menarik Aileen untuk duduk di samping, kemudian menarik perempuan itu dalam dekapan. Tangannya bergerak membelai lembut perut Aileen untuk memberi kenyamanan pada Istrinya.
"Perutmu masih tidak nyaman??
"Sekarang sudah baikkan" Aileen menghirup dalam dalam aroma tubuh Suaminya. Sepertinya hanya itu yang membuat Aileen nyaman dan merasa tenang.
Aileen ingin terus seperti ini, selalu berdekatan dan menghirup aroma wangi yang bercampur keringat yang berasal dari tubuh Suaminya.
David semakin merasa geli saat Aileen semakin aktif.
"Apa yang sedang kamu lakukan Ai?" David menundukkan kepala, melihat Aileen yang tengah sibuk mengecup dadanya.
"Mmm??" gumamnya, Aileen melingkarkan kedua tangannya ke pinggang. Sementara bibirnya masih sibuk menciumi dada Suaminya.
Aileen tak bergeming kecupan itu malah semakin intim membuat David salah tingkah. Jika saja Aileen sedang tidak hamil muda mungkin David sudah melakukannya tanpa jeda.
Dia sebenarnya sudah menahan diri sejak tadi untuk tidak menyentuh Aileen karena takut akan menyakiti calon bayi mereka. Tetapi kenapa malah Aileen membuatnya semakin tergoda. Perempuan itu tak seperti biasanya, yang lebih pasif dan banyak diam.
__ADS_1
Kini dia terlihat agresif hingga membuat David yang berusaha keras menahanya terlihat semakin kelimpungan saat menghadapi Aileen
"Ai, ," David mencoba mendorong Aileen menjauh, tetapi perempuan itu malah menatalnya dengan sendu, meminta David untuk mengijinkannya terus mengecupi tubuhnya.
"Tidak boleh ya??, , aku merasa perutku lebih nyaman ketika mencium aroma wangi tubuhmu" Aileen berucap dengan manja membuat David semakin gemas. Tetapi dia masih tetap menahan diri untuk tidak menyentuh Aileen.
David menghela nafas panjang saat Aileen tak hanya mengecupnya, perempuan itu kadang menggigit kecil hingga meninggalkan jejak basah di kemejanya.
"Ai, " David menarik nafas dalam dalam, kemudian membuangnya dengan kasar.
"Lebih baik kamu istirahat ya, , aku akan menyelesaikan kerjaanku di ruang kerja" David berusaha meminta Aileen untuk menjauh dengan caranya yang lembut, agar peremluan itu tidak merasa sakit hati.
Gejolak rasa untuk melakukan hubungan itu semakin kuat, tetapi David harus bisa menahan diri karena calon bayi mereka. Dia belum berani melakukannya jika belum mendapat ijin dari Dokter. Mereka besok baru akan menemuinya untuk konsultasi lebih lanjut.
"Ini sudah malam, , kenapa pergi ke ruang kerja?" Aileen mengangkat wajahnya menatap kedua mata Suaminya dengan lekat.
"Sehari ini kan aku tidak berangkat ke kantor, aku harus memeriksa beberapa laporan yang dikirim Ius, , kamu tidur dulu ya?" David menunduk terdiam melihat wajah Aileen, perempuan itu masih terus menatapnya. Membuat David harus menelan ludahnya dengan susah layah.
"Aku tidak mau kamu pergi ke ruang kerja" Aileen mengangkat kedua tangannya, merangkup pipi David di sisi kanan dan sisi kiri.
Dia kemudian mencium bibirnya, melumatnya dengan lembut. Sengaja membuat David lupa dengan apa yang akan dia lakukan.
David dikejutkan dengan sikap Istrinya, matanya sedikit membulat. Masih mencoba mencerna sikap Aileen yang berubah. Kedua tanganya meraih pundak Aileen, mencoba untuk mendorong perempuan itu menjauh.
Entah kekuatan David yang tiba tiba melemah karena ciuman itu, atau memang Aileen yang terlalu kuat, tangannya tak mempu mendorong Aileen agar menjauh.
Kedua tangan Aileen telah melingkar di leher David mendorong kepala Suaminya untuk membuat wajah mereka semakin dekat dan merapat.
David sudah tidak bisa menahannya, tangan yang semula ingin mendorong Istrinya, kini berubah bergerak menurun memeluk pinggang. David memposisikan kedua kakinya naik di atas sofa sementara tangannya mengangkat tubuh Aileen untuk duduk di pangkuan.
Aileen masih terlihat menikmati ciumannya, dia bahkan tak memberi jeda kepada David untuk mengambil nafas. Ciumannya semakin panas hingga hasrat yang sempat tertahan kembali mencuat ke permukaan hingga tak bisa ditahan.
Aileen menggerakkan tubuhnya di atas pangkuan Suaminya, sengaja memancing David yang masih terlihat pasif.
Sebenarnya tanpa memancing laki laki itu David selalu memiliki hasrat ketika hanya melihat mata Aileen, terlebih lagi bibirnya yang mungil. Jika ada kesempatan dia pasti akan melumatnya habis habisan setiap hari.
Usaha Aileen tak sia sia, David mulai terbakar tubuhnya memanas seketika. Darahnya berdesir beriringan dengan detak jantungnya yang mulai tidak beraturan.
Bibir mereka masih saling berpagutan, Aileen telah berhasil membuka semua kancing . David pun mendorong tubuhnya maju ketika ingin melepaskan kemeja.
Tangannya menyusuri setiap jengkal tubuh Istrinya, mengingat Aileen tengah hamil David berusaha melakukannya dengan sangat lembut dan hati hati. Berusaha keras agar tidak menyakiti Aileen atau pun calon bayi mereka.
David berupaya keras memenuhi keinginan Istrinya, dengan lembut dan penuh kasih sayang dia memebenamkan dirinya ke tubuh Aileen.
__ADS_1
♡♡♡
Ya**ng belum kasih bintang 5, jangan lupa ya😘😘**