Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
100 CEO: Love's Romance Maaf


__ADS_3

"David?" gumamnya, jantung Aileen berdegub dengan kencang saat melihat David menatapnya dengan tatapan sinis, terlebih setelah melihat dia berdampingan bersama dengan Felix.


"Sedang apa kamu di sini?" David berucap dengan tenang, tetapi tersirat akan sebuah emosi tetahan di dalamnya. David berusaha menahan amarah yang tiba tiba memuncak ketika melihat Aileen berdekatan dengan felix meski pun ada Essie di tengah tengah mereka.


"Aku, , aku datang kemari mene"


"Masuk ke mobil!!" perintahnya dengan tenang. David masih bisa menahan emosinya dengan baik.


Aileen meraih tangannya, mencoba menenangkan laki laki itu.


"David aku"


"Kamu tidak mendengarkan kata kataku!!" David memotong pembicaraan. dia kembali berucap dengan nada sedikit tinggi di selipi geraman dan tatapan yang semakin menajam. Dia melirik Ius kemudian menggerakkan kepalanya, memberi perintah untuk membawa Ailene ke mobil.


Aileen merasa kecewa, wajahnya memerah padam karena David tak mau mendengar penjelasannya terlebih dulu. Perempuan itu berjalan menuju mobil dengan mata berkaca kaca. Rasa kecewa, jengkel dan sedih menjadi satu bergelayut di dalam hatinya.


Terlebih lagi saat mengingat tatapan matanya yang seolah sudah membuat kesimpulan sendiri bahwa Aileen telah melakukan kesalahan besar.


David menghela nafas panjang, sebelum akhirnya mendekati Essie.


"Om David, , jangan marah sama Tante Aileen" Essie berucap sembari meraih tangannya.


Laki laki itu hanya tersenyum kemudian mengusap ujung kepala Essie. Tak lama dia kembali menatap Felix, tersenyum mengejek sambil berucap.


"Senang bertemu denganmu Tuan Felix??" dia mengulurkan tangannya yang kemudian di sambut oleh Felix.


"David" laki laki itu menyebutkan namanya sendiri untuk memperkenalkan diri.


"Sengaja datang kemari untuk bertemu dengan Anda!" dia menarik kembali tangannya, kemudian menyimpannya di dalam saku celana.


♡♡♡


Entah apa yanh sedang mereka bicarakan, Aileen yang berada di dalam mobil mencoba melihat mereka dari arah dalam. Mereka cukup jauh sehingga Aileen tak bisa memastikan dari ekspresi wajah mereka.


Dia hanya sesekali melihat Felix menganggukkan kepalanya.


Namun dia sempat menegang ketika melihat David menoleh menatap dirinya yang berada di balik kaca. Seolah tatapan David bisa menembus kaca yang terlihat gelap dari luar.

__ADS_1


Tak lama David kembali, Ius membantunya membuka pintu mobil.


Dengan raut wajah kesal dan nafas yang terdengar kasar David duduk di kursi belakang dan membanting punggungnya di sandaran kursi.


Suasana terasa sangat hening hanya terdengar suara mesin mobil yang telah di nyalakan oleh Ius. Tak lama mobil pun melaju dengan cepat.


Rasa cemas bergelayut di tubuhnya ketika melirik David dan laki laki itu hanya diam mambisu menatap ke arah depan.


Aileen menggeser tubuhnya perlahan sedikit demi sedikit mendekati David. Dan saat ingin meraih tangan David untuk membujuk agar laki laki itu mau berbicara, David sengaja menggerakkan tangan menjauh dari jangkauan Aileen.


David masih menatap tajam ke depan, tak sekali pun dia menoleh untuk melihat Aileen. Ekspresi wajahnya tak bisa ditebak, mungkin diam tetapi matanya terpancar rasa kekecewaan yang dalam terhadap Aileen.


David tidak ingin berucap karena dia merasa takut jika sedikit saja membuka mulutnya yang ada malah akan menyakiti Aileen dengan ucapannya. Tetapi dadanya terasa sesak dan penuh karena menahan emosi dan kesimpulan tantang Aileen yang belum tentu benar adanya.


Wajahnya terlihat ketakutan, Aileen masih bertahan menatap David yang tak menghiraukannya.


"David"


Laki laki itu malah memalingkan wajahnya ke arah jendela melihat keluar. Dan membuat kata kata yang hampir keluar dari mulut Aileen tertahan di dalamnya.


Aileen mengangkat kepalanya kembali menatap David.


"Aku hanya menemani Essie menghadiri pamakaman Ayahnya" bibirnya bergetar ketika berucap.


"Kamu memiliki seorang Suami kan!! apa kamu lupa itu!!, ,atau karena kita baru daja menikah dan kamu melupakannya!! kenapa tidak meminta ijin kepadaku terlebih dulu sebelum pergi?" David berucap dengan nada berat tertahan tanpa menoleh ke arah Aileen.


"Bukankah aku sudah menghubungimu tadi?" Aileen mencoba mencari pembelaan. Dia merasa sudah memberi tahu David kalau dia akan pergi dengan Aileen.


David menoleh dengan cepat, matanya menatap tajam.


"Kamu lupa!!, , kamu meminta ijin untuk pergi dengan Essie!! bukan dengan lali laki itu!!"


Tubuh Aileen terhentak kaget saat melihat mata David, seolah api cemburu telah membakar dirinya.


"Bagaimana cara menghadapi laki laki ini jika penjelasan saja tidak cukup untuk membuatnya percaya. Ya, mungkin aku salah, lalu apa yang harus aku lakukan?"


Aileen menggerakkan tangannya meraih wajah David, merangkupnya dengan kedua tangan di sisi kanan dan kiri. Memaksa laki laki itu melihat ke arahnya.

__ADS_1


"David aku minta maaf" suaranya begitu tulus dari dalam hati. Membuat David yang sempat memanas terbakar api cemburu, kemudian luluh.


David menepis perlahan tangan Aileen, mengusap wajah gusarnya dengan kasar.


Dia sempat memejamkan mata dan menggunakan salah satu tangannya sebagai penyangga kepala.


"Maaf Ai" David merangkul dan membawa Istrinya ke dalam dekapan. Dia terlihat menyesal karena sempat marah dan tak menghiraukannya.


David menghujani Aileen dengan kecupan di kening, kedua matanya, kedua pipinya, bibir hingga dagu kemudian kedua punggung tangannya.


Kecupannya kembali bibir, sejenak meyesapnya dengan lembut. Tak lama David melepaskan ciumannya kambali membawa Aileen ke dalam dekapan.


"Maaf Ai, , aku tidak bermaksud untuk marah denganmu. Tapi aku mohon jangan lakukan ini lagi! sekali pun berjauhan, jangan pernah menoleh ke laki laki lain. Sekali lagi kamu melakukannya, kamu bisa membuatku gila karena terus memikirkanmu!".


Suara paraunya memenuhi rongga telinga Aileen hingga memenuhi dadanya yang kemudian menciptakan kelegaan serta kenyamanan karena sesaat sempat di buat khawatir dengan sikap David.


Aileen membalas pelukannya kemudian menghujani dada David yang terbungkus kemeja dengan kecupan brtubi tubi.


"Maaf, aku juga minta maaf. Aku tidak akan melakukannya lagi" Aileen membenamkan wajahnya, menghirup dalam dalam aroma wangi dari tubuh david yang menyerbak ke dalam rongga hidung dan mberinya ketenangan.


Aileen mulai teringat ketika melihat David sempat berbincang dengan Felix saat di pemakaman.


"Lalu, , apa kamu juga tahu kalau Felix adalah"


"Wali sah dari Essie!" David memotong pembicaraan.


"Iya aku tahu, , maka dari itu aku datang ke sana untuk menemuinya"


Aileen menarik tubuhnya melepaskan diri dari pelukan David. Matanya mulai menatap lekat laki laki itu.


"Lalu, , apa yang kalian bicarakan??, , apa ini tentang Essie?" sejenak Aileen berhenti berucap untuk mencerna ekspresi wajah Suaminya.


"Apa Felix mau memberikan hak asuh atas Essie kapada kita??" Aileen semakin tak bisa menahan rasa keingintahuannya yang semakin membesar di dalam dada.


Sementara David masih terdiam menatap Aileen dengan tangan yang mengusap lembut rambutnya.


"Tenanglah, , aku masih berusaha untuk mengupayakan agar dia mau memberikan Essie kepada kita"

__ADS_1


__ADS_2