Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
20 CEO: Love's Romance Malam buruk


__ADS_3

Aileen masih meremas dengan erat kemeja bagian belakang milik David. Dia sudah terbiasa sendiri, namun ketika laki laki itu menakutinya, nyalinya tiba tiba menciut. Bahkan dia tak berani tinggal sendiri.


"Itu, , bisakah kamu pergi setelah aku tertidur?" suara Aileen terdengar lirih, dia merasa canggung ketika meminta David untuk tinggal lebih lama.


Davi yang sedari tadi membelakanginya pun mulai membalikkan tubuhnya.


Laki laki itu menghela nafas panjang, sebelum akhirnya tangannya bergerak meraih dagu Aileen. Mengangkat wajah perempuan yang sedang tertunduk itu.


"Tidurlah, , aku akan berjaga di luar" David mengulas senyum manis di bibirnya.


Perempuan itu mengangguk, setelahnya dia melangkah masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya.


Sementara David bergerak menuju sofa, dia meletakkan kembali jas kemudian merebahkan tubuhnya di sana.


Dia sejenak menutup matanya, senyum manis pun masih mewarnai bibirnya.


♡♡♡


Aileen tak bisa tidur, dia terlihat mengubah arah tidurnya berkali kali. Namun dia tetap tak bisa menutup matanya.


Tak lama dia bangkit dan duduk di bibir ranjang, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk melangkah kearah pintu.


"Apa dia sudah tertidur??"


Tangan Aileen bergerak membuka pintunya perlahan, dia ingin memastikan bahwa David masih terjaga di luar sana.


Aileen membuka pintunya sedikit untuk mempermudah dirinya mengintip kearah luar.


Aileen melihat bahwa David masih terjaga, laki laki itu terlihat sedang memainkan ponselnya.


Tubuh Aileen terhentak ketika David menyadari bahwa dirinya sedang mengawasai dari arah dalam.


Laki laki itu kini tengah memalingkan sedikit wajahnya kearah samping. Sementara Aileen langsung kembali menutup pintunya.


Jantungnya berdetak dengan sangat cepat hingga membuat Aileen menepuk nepuk dada dengan tangannya untuk mentralkan kembali debaran jantungnya.


♡♡♡


David tersenyum ketika menyadari Aileen sedang mengawasinya. Namun dia lebih memilih untk tak menghiraukannya. Kini laki laki itu lebih fokus kepada ponsel yang ada di tangannya.


"Hallo?" ucapnya dengan lirih, ketika mendapat panggilan dari Carol.


"Sayang, , kenapa kemarin tidak menghubungiku??, , katanya mau menemaniku makan malam??" suara Carol terdengar sangat keras dan manja dari ujung ponselnya, hingga membuat David memilih untuk menjauh dari kamar Aileen. Dia melangkah mendekati jendela, tangannya bergerak membuka gorden dan menatap hujan di luar sana.


"Maaf, . Aku sangat sibuk, , masih ada lain waktu kan?"


"Tapiiii, , aku sudah sangat rindu. Kapan kita bisa bertemu?, , sekarang??"


"Aku tidak bisa!!, , hari ini aku juga sibuk"


"Tapi, , "


"Tidurlah!!, , ini sudah malam. Aku akan menutup telponnya" David langsung mematikan ponselnya.


♡♡♡


Hujan semakin lebat namun Aileen masih belum bisa memejamkan matanya.


"Iiihhh, , tinggal tutup mata lalu tidur apa susahnya sih!!, , kenapa mata ini tidak mau diajak kompromi!!" Ailen mengubah posisinya menjadi duduk di atas ranjang. Dia terlihat jengkel ketika tidak bisa tidur malam itu.


Bersamaan dengan petir yang menyambar, lampu saat itu tiba tiba padam.

__ADS_1


"Ya ampuunn!!, , kenapa mati lampu!"


Aileen terkejut tangannya bergerak meraba setiap benda yang ada di sampingnya. Dia perlahan meraih laci nakas dan membukanya.


Tangannya masih berusaha meraba isi laci, dia mencoba mencari lilin dan korek di sana. Setelah mendapatkan keduanya Aileen langsung menyalakan lilin itu dan meletakkannya di lantai.


Brruuuuggghhh!!!


Aileen semakin ketakutan ketika mendengar seperti suara benda terjatuh dari arah luar kamarnya.


"Apa itu??, , hantu??" gumamnya. Aileen tak berani keluar untuk memastikannya. Tetapi ketika dia teringat bahwa David takut kegelapan, dia pun langsung mengambil satu lilin lagi untuk menranginya ketika dia keluar dari kamar.


Perlahan Aileen berjalan menuju pintu, setelah berhasil membukanya dia terlihat menyelidik kearah sofa. Namun dia tak menemukan David berada di sana. Ruangan memang sangat gelap, namun sinar yang terpancar dari arah luar lumayan membuat jarak pandang Aileen sedikt jauh, apa lagi ditambah cahaya lilin dari tangannya.


"David??" serunya. Aileen menggunakan lilin untuk menerangi langkahnya ketika hendak mencari keberadaan David.


Tubuhnya terhentak lagi ketika kilat menyambar. Aileen masih terus berusaha mencari David yang tak tahu dimana keberadaannya.


Klotak!!!, ,


Aileen tak sengaja menendang benda yang sudah tergeletak di lantai. Dia mengarahkan lilin itu kearah sana untuk memastikan benda itu yang ternyata itu adalah lampu hias yang berada di ruang Tv.


"David??, , kamu mendengarku??, , " Aileen semakin mengeraskan suaranya.


"Bagai mana ini??, , dia benar benar takut dengan kegelapan. Bersembunyi dimana dia sekarang??"


Jika mengingat kejadian kemarin hingga membuat David terjatuh dari tangga, Aileen merasa semakin khawatir.


Tak lama ujung mata Aileen melihat bayangan yang bergerak dari arah bawah meja makan. Dia langsung mendekati meja itu.


Aileen tak menghiraukan lilin yang mulai mencair hingga melukai tangannya. Dia lebih khawatir dengan keadaan David saat itu.


Aileen Mengarahkan lilin itu kearah bawah meja. Dia sangat terkejut ketika melihat David bersembungi di bawha sana.


Aileen nampak ragu ketika ingin meraih pundak David. Namun ketika melihat betapa hebatnya rasa ketakutan yang menyelingkupi tubuh David, Aileen pun langsung membuang lilin kearah lain.


Kedua tangannya kini telah meraih pundak David.


"Kamu baik baik saja?" ucapnya dengan ragu.


"Keluarkan aku!!, , jangan kurung aku di sini aku mohon!!" gumam David, dia sepertinya tak bisa mengendalikan pikirannya dengan baik. Bayangan ketika dirinya di sekap di ruang gelap dan sempit kini menghampirinya kembali.


Tubuh David semakin terguncang, dia terlihat sangat ketakutan.


"David, , tidak ada yang mengurungmu" Aileen berusaha menengkan laki laki itu.


"David!!, , lihat aku. Ini aku Aileen!"


Laki laki itu perlahan mengangkat kepalanya, bamun dia tak berani untuk membuka kedua matanya.


Aileen terpaku ketika melihat air mata yang mencuat keluar dari ujung mata Laki laki itu.


Dia tak menyangka bahwa pobia akan kegelapan membuat David terlihat sangat tidak berdaya.


"Buka matamu, , aku Aileen, aku tidak akan mengurungmu"


Nafasnya terdengar sangat kasar, David perlahan membuka kedua matanya. Dia menatap dalam dalam mata perempaun di depannya.


Aileen semakin kebingungan ketika melihat tubuh David semakin menggigil. Matanya juga memerah, air terus mengalir dengan sendirinya hingga membasahi pipi.


Tangan Aileen bergerak mengusap lembut wajah David.

__ADS_1


"Kamu aman di sisiku!" ucapnya menenangkan.


David terlihat susah payah ketika mengatur ritme nafasnya, jantungnya berdetak dengan sangat cepat hingga kadang terasa nyeri di sana.


"Jangan tinggalkan aku di tempat gelap sendirian!!" ucapnya kemudian. Kesadaran David belum sepenuhnya kembali.


Dia masih terlihat sangat kebingungan.


"Aku tidak akan meninggalkanmu, , ikutlah denganku. Aku akan membawamu ketampat yang lebih terang" Aileen mengulurkan tangannya, dia berharap David akan menyambut tangannya.


David tampak ragu, namun tangannya perlahan bergerak meraih tangan Aileen dan menggenggamnya dengan erat.


Aileen menarik tnagan David, perlahan dia menuntun laki laki itu masuk ke dalam kamarnya.


David tak pernah mengalihkan pandangannya dari mata Aileen. Mereka berdua saling menatap sampai akhirnya mereka berada di dalam kamar.


Aileen sebelumnya tak pernah melihat David yang seperti itu, saat ini laki laki itu terlihat sangat menyedihkan di matanya. Dia terlihat seperti anak kecil yang habis di rampas kebahagiannya. Rambut acak acakkan, matanya memerah, wajahnya terlihat sangat berantakan.


Setelah sampai di kamar, Aileen meminta David untuk duduk di bibir ranjang. setelahnya dia membuka laci dan mengeluarkan semua lilin yang dia punya.


Aileen menyalakan semua lilin dan meletakkan lilin itu di setiap sudut mengitari ranjang. Hingga akhirnya ruang itu terlihat sangat terang.


Aileen bergerak mendekati David, Dia juga duduk di bibir ranjang di sebelah laki laki itu.


David masih terlihat syok, tubuhnya juga masih sedikit bergetar.


"Apa kamu kedinginan?" ucap Aillen sembari meraih tangan David. Aileen sangat heran David terlihat seperti anak kucing yang baru saja dia pungut dari got.


Mata David masih meneteskan air mata, dia sendiri tak bisa membendungnya. Wajahnya juga masih terlihat dangat pucat.


"Apa biasanya kamu mengkonsumsi obat?" Aileen terus berusaha mengajak David untuk berkomunikasi. Karena laki laki itu sempat terlihat melamun.


"Obat itu, , " David seakan sedang mengingat kebiasaannya ketika trauma itu sedang melanda dirinya. Dia pasti akan selalu mengkonsumsi obat penenangnya.


"Di mana obat itu??, , apa kamu membawanya?, , aku akan meangambilnya di mobil"


David menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak!!, , aku tidak pernah mambawanya" sejenak David menghentikan ucapannya, seolah dia sedang berfikir dimana dia menyimpan obat itu.


"Aku meny, , menyimpannya di rumah!" David tertunduk, ,dia merasa sangat buruk saat itu.


Tubuhnya semakin bergetar dengan kuat, ketika dia merasa tak bisa mengkonsumsi obat penenangnya. karena baginya hanya obat itu yang bisa membuatnya tenang.


Laki laki itu membungkuk, tangannya bergerak meremas rambutnya, seolah dia sedang mengontrol emosi di dalam jiwanya yang membelunggu dengan sangat kuat.


Aileen beranjak dari ranjang. Dia berdiri di depan David untuk menenangkan laki laki itu.


"David??, , tenangkan dirimu, , tempat ini sudah tidak gelap lagi. Aku janji tidak akan meninggalaknmu!!"


Mendengar ucapan Aileen David kembali mengangkat kepalanya, laki laki itu langsung melingkarkan kedua lengannya di pinggang Aileen dengan kuat. Dan menarik tubuh perempuan itu ke dalam dekapannya.


Aileen menghela nafas penuh kelegaan, sebelumnya dia tak pernah membayangkan hal ini akan terjadi. Aileen menunduk mengawasi David yang sedang terdiam. Tangannya bergerak perlahan mengusap kepala David. Dia mencoba memberi ketenangan pada laki laki itu.


♡♡♡


Ketika pagi datang, sinar matahari seolah menghempaskan awan hitam sisa semalam.


David yang masih tertidur kini mulai membuka matanya perlahan, ujung matanya langsung tertuju kearah wajah Aileen yang tepat berada di depannya. Laki laki itu mengulas senyum ketika menyadari tangannya sedang menggenggam erat tangan Aileen.


Mereka tidur saling berhadapan, karena perempuan itulah, David bisa melewati malam yang buruk.

__ADS_1


Kini David bergerak mengecup kening Aileen, menghadiahi perempuan itu kecupan lembut sebagai ucapan rasa terima kasih karena telah menjaganya semalaman.


__ADS_2