
Waktu menunjukkan tengah malam. Saat itu Jacq menjamu tamunya dari luar negeri ke tempat karaoke. Dia sudah mempersiapkan beberapa wanita untuk menemani mereka minum.
Hingga di pertengahan acara salah satu dari mereka memintah Jacq untuk memesan wine lagi.
Ujung matanya tertuju pada pintu yang di buka dari arah luar. Pandangan matanya nampak menyelidik kearah perempuan yang baru saja masuk.
Dalam sinar lampu yang sangat minim tentu saja dia tak bisa langsung memastikan wajah perempuan yang sedang membawa wine pesanannya.
Setelah perempuan itu bergerak melangkah mendekat kearah meja dan meletakkan wine itu, ekspresi wajah Jacq langsung berubah. Bibirnya mengulas senyum tipis di sana. Ketika tahu perempuan itu adalah perempuan yang ditemuinya di mini market kemarin.
Koyoko melirik kearah Jacq ketika dia menyadari laki laki itu terus melihat kearahnya.
Dia menundukkan kepala memberi hormat kepada Jacq. Setelahnya dia kembali keluar dari ruangan itu.
"Tunggu!!" seru Jacq yang telah berhasil keluar dari ruang VVIP untuk mengejar Koyoko.
Seketika perempuan itu menghentikan langkahnya dan memutar tubuh kerah belakang.
Koyoko tersenyum setelah melihat bahwa Jacqlah yang telah memanggilnya.
"Selesai kerja jam berapa?" ucap Jacq sambil melangkah mendekati Koyoko.
Dia menunjukkan ketertarikannya pada perempuan itu. Dengan tatapan matanya yang sangat dalam.
"Mm, , aku?., , jam 3" raut wajah Koyoko terlihat sangat gembira. Dia benar benar merasa senang ketika laki laki itu mengajaknya berbicara.
"Aku akan menunggumu!, , "
"He??" Koyoko sangat terkejut. Dia tidak percaya dengan apa yang sedang didengarnya barusan.
"Aku akan mengantarmu pulang!" bisiknya dengan lembut di telinga Koyoko.
Dengan tersipu malu, perempuan itu menganggukkan kepalanya.
♡♡♡
"Kalian tahu, Tuan David membawa pulang seorang perempuan!" ucap Kepala pelayan, hingga membuat suasana dapur menjadi ramai. Tak hanya pelayan perempuan lainnya, namun tukang kebun, bahkan supir yang selalu standbay di rumah itu terlihat menghampiri kepala pelayan itu. Dan mereka berkumpul di sana.
Wajah mereka terlihat sangat terkejut dan antusias dengan sikap Tuannya yang tak seperti biasanya. David memang tidak pernah membawa pulang seorang perempuan. Di luar sana dia memang di cap seorang playboy. Namun sampai saat ini baru Aileen, perempuan yang dibawa pulang kerumahnya.
"Kamu yakin?," ucap seorang supir.
"Aku tadi yang membukakan pintu untu Tuan, dan kalian tahu?, , dia menggendong perempuan itu seperti ini" ucapnya sambil mempraktikkan bagaimana saat David menggendong Aileen.
"Uuuuuhhhh, , senangnya!, , aku juga mau di gendong sama Tuan David" ucap pelayan lain.
"Kalian sedang membicarakanku!!" ucap David yang baru saja datang dari arah lain. Ekaprasi wajahnya juga terlihat sangat dingin.
Seketika membuat ruangan itu menjadi hening. Semua pegawai nampak berlarian kembali ke tempat mereka masing masing.
"Ee, ,mmm Tuan kenapa datang kemari??, , saya bisa mengambilkan barang yang Tuan David perlukan" Ucap kepala pelayan dengan menahan rasa takutnya.
"Tidak apa apa!, , suruh orang carikan baju ganti untuk perempuan yang ada di kamarku. Dan antarkan kesana jika kamu sudah mendapatkannya!" perintahnya dengan nada tegas tak terbantahkan.
"E, , i, iya Tuan. Apa masih ada hal yang lain lagi?"
"Siapkan makan malam!!" David berucap sambil melangkah pergi meninggalkan dapur.
"Iya Tuan, segera saya persiapkan" Kepala pelayan itu langsung bergerak cepat memberi instruksi kepada anak buahnya.
♡♡♡
"Hallo mah?" Aileen menjawab panggilan dari Orang tuanya.
__ADS_1
"Apa kamu baik baik saja sayang?, , Mamah merasa tidak enak hati ketika sedang memikirkanmu hari ini??" suara perempuan itu terdengar sangat lembut dari seberang sana.
"Aku baik Mah, , Mamah tenang saja"
"Apa kamu makan dengan baik?, , Papah sudah mengecek laporan dari keuangan kartu kreditmu. Dan Papah bilang tidak ada pengeluaran sepeser pun dari kartumu selama kamu tinggl di sana. Apa kamu tidak menggunakannya? kenapa kamu berbohong kepada Mamah?" perempuan itu seperti sedang mengusap air matanya di seberang sana.
"Jangan menangis Mah, , "
"Makanya kamu jangan membuat Mamah khawatir!!"
"Maaf, , Aileen masih punya sedikit tabungan, jadi Aileen sengaja tidak memakai kartu itu. Mamah jangan sedih lagi ya, , Aileen tidak bisa merasa tenang kalau seperti ini"
"Iya, tapi Aileen harus berjanji, jangan menyusahkan diri sendiri. Atau kalau perlu Mamah hubungi teman Mamah yang ada di paris? siapa tahu dia bisa menjagamu dengan baik"
"Maaaahh, , "Aileen berucap dengan nada memohon.
"Baiklah, , mamah tidak akan menghubunginya. Tetapi kamu harus berjanji untuk hidup dengan baik ya sayang"
"Iya, , " Aileen memalingkan wajahnya kearah pintu ketika mendengar suara ketukan.
"Mah aku masih ada urusan, , nanti aku hubungi lagi ya. Daahhh mmmuuuhh, salam buat Papah" Aileen pun menutup panggilannya.
Kini ujung matanya melirik kearah pelayan yang sedang berjalan masuk dengan sebuah paperbag di tangannya.
"Maaf Nona, , Tuan memintaku untuk mengantarkan ini kapada Nona" ucap kepala pelayan itu.
"Ya, , tolong letakkan saja di sana" Aileen berucap dengan sangat sopan, hingga membuat kepala pelayan itu merasa senang.
"Baiklah, , apa Nona membutuhkan bantuan untuk membersihkan diri?" kepala pelayan itu menawarkan bantuan untuk membantu Aileen mandi.
"Ha???, , tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri"
"Apa apan ini!!, , masak iya dia mau membantuku mandi??"
Pandangan mata Aileen beralih kearah atas nakas, di mana alat itu ada di sana.
"Baiklah, kamu tidak perlu mengkhawatirkanku, , ini sudah larut malam seharusnya kamu juga sudah beristirahat"
Senyum pelayan itu terlihat sangat lebar, hingga memenuhi wajahnya.
"Baiklah Nona saya permisi dulu"
Setelah pelayan itu meninggalkan ruangan, pandangan mata Aileen terlihat menyapu setiap sudut ruangan kamar itu, Dia baru tersadar bahwa di atas ranjang ada sebuah foto David yang berukuran sangat besar dan ukurannya hampir sama dengan lebar ranjang.
Aileen nampak tersenyum sinis sambil memandangi foto itu.
"Laki laki ini benar benar sangat narsis!!"
Setelahnya tangan Aileen bergerak meraih paperbag yang ada di atas ranjang dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.
Dia memutar dua keran sekaligus, keran air dingin dan air panas. Sembari menunggu bathupnya penuh dengan air, Aileen membuka kancing baju dan melepaskan satu persatu kain yang menempel di tubuhnya.
Setelah bathup terisi penuh, Aileen membuat busa dengan sabun yang sudah tersedia di sana. Senyum manis nampak mewarnai bibirnya ketika dia teringat bahwa hampir setiap hari Mamahnya selalu melakukan hal yang sama ketika dirinya akan mandi.
Setelah dirasanya sudah cukup, Aileen mematikan kedua kerannya. Dia segera masuk dan membenamkan tubuhnya ke dalam bathup itu. Matanya nampak memejam ketika menikmati air hangat yang seolah memaksa membuka pori pori kulitnya dengan lembut hingga kehangatannya menyerbar masuk ke dalam seluruh tubuh.
"Aku pasti sudah gila!!, , apa coba yang sedang aku lakukan di kamar mandi ini??, , kamar mandi milik laki laki yang belum aku ketahui namanya!!, , bahkan baru beberapa kali bertemu dia sudah mengajakku berkencan!, , aku seperti sedang bermimpi!, , "
Namun seketika matanya membuka lebar saat dia teringat David sempat mencium bibirnya tadi.
Dengan gerakan tangan yang cepat Aileen menyirami bahkan menggosok bibirnya sendiri.
"Ciuman pertamaku!!, , ah ya ampuuunn!!, , kenapa dia merenggutnya tanpa dosa!, , bahkan dia tidak meminta maaf padaku!!"
__ADS_1
Karena jengkel, Aileen memukul air hingga busa yang ada di bagian atasnya berterbangan.
Setelah selesai membersihkan diri dan memakai baju yang sudah di persiapkan oleh David, Aileen berjalan keluar dari kamar mandi.
"Astaga!!!, , " teriaknya, karena kaget melihat Laki laki itu tengah terduduk di sofa depan TV.
Laki laki itu terlihat sedang duduk dengan santai dia menyilangkan kedua kakinya. Sementara salah satu tangannya menyangga dagu dengan siku yang bertumpu di sandaran samping sofa. Satu tangannya lagi sedang memainkan sebuah benda kecil yang ternyata itu adalah obat oles untuk luka.
"Kenapa kamu ada di sini!!" ucapnya dengan gerakkan tubuh waspada terhadap David.
"Ini kamarku, , apa aku harus menjawab pertanyaanmu?" ucapnya dengan santai, namun sangat menjengkelkan bagi Aileen.
Laki laki itu beranjak dari sofa dan berjalan mendekati Aileen hingga membuat tubuh perempuan itu terkesiap dan melangkah mundur.
"E, , berhenti!!, , kita bisa bicara dari jarak segini kan?" Aileen mencoba membuat jarak diantara dirinya dan David.
"Tidak bisa!, , aku harus berada dekat denganmu!" David berucap sambil terus mendekat kearah Aileen.
Hingga tubuh perempuan itu akhirnya terpentok meja di belakangnya.
"Berhenti!, , " Aileen semakin kebingungan ketika David mendekat hingga tak memberi jarak di antara tubuh mereka.
Aileen menarik punggungnya kerah belakang untuk menjauhi David.
Namun laki laki itu malah meraih pinggang Aileen dengan kedua tangannya, mengangkat setengah tubuh perempuan itu ke atas meja yang ada di belakang Aileen.
"Eh!!! tunggu!!" Aileen sudah ketakutan ketika dia berfikir David akan semakin melakukan hal aneh terhadapnya.
"Ssshhhhhhh" David menggunakan jarinya untuk menghentikan ucapan perempuan itu.
Dia menyentuh bibir Aileen dengan perlahan. Sementara tatapan matanya yang melembut seakan menghipnotis Aileen, hingga perempuan itu diam dan memaku tatapan matanya kearah David.
Dia baru sadar bahwa laki laki itu telah berganti baju dengan mengenakan kaos putih tipis, tidak ketat dan juga tidak kedodoran yang membalut tubuh kekar David dengan sangat indah . Sementara rambutnya yang basah dan acak acakan hingga ada beberapa sebagian yang menutupi matanya seolah sengaja tak disisir itu semakin memperlihatkan betapa seksinya laki laki itu.
Nafas Aileen terasa berat seketika, di dadanya terasa seperti ada cairan hangat yang tiba tiba menyeruak keseluruh tubuhnya. Hingga menjalar sampai kearah pipi hingga memerah di sana
Aileen pun seakan terhipnotis dengan ketampanan laki laki itu.
Dia menyukai David yang sedang mengenakan pakaian cesualnya. Karena laki laki itu terlihat sangat manis dan imut. Ketimbang saat memakai jasnya dengan mata yang jelalatan kemana mana.
Sementara Aileen tengah sibuk menikmati wajah David, laki laki itu mulai meraih lengan Aileen.
Dia memutar penutup salep, mengeluarkan sedikit isinya ke ujung jari telunjuk dan mengoleskannya di bagian lengan dan telapak tangan Ailen yang terluka saat tadi terjatuh.
"Ini sedikit perih. Tapi kamu pasti bisa menahannya" David berucap sambil membungkuk, untuk mempermudah dirinya meniup luka Aileen, dia membantu mengilangkan sedikit rasa perih di lengannya.
Dia merasa sedikit aneh ketika Aileen tak mengeluh sedikit pun, David akhinya mengangkat kepalanya dan melihat perempuan itu sedang terdiam sambil terus memandang kearahnya.
Senyum manis mewarnai bibir David ketika dia mengetahui sepertinya Aileen mulai sedikit berpaling kearahnya.
"Ai??" David menyentuh hidung Aileen dengan ujung jari telunjuknya. Hingga kesaran perempuan itu kembali.
Senyum tipis yang sedari tadi menghiasai wajah Ailen langsung hilang ketika sadar bahwa dirinya dari tadi terus memandangi wajah David.
Aileen langsung loncat turun dari meja.
"Hati hati!!" David yang terkejut pun langsung menangkap tubuh Aileen.
kedua tangannya tengah melingkar di pinggang Aileen dengan sangat erat. Karena dia sempat takut Aileen akan terjatuh, dan itu membuat tubuh mereka tak memiliki jarak sama sekali. Karena kini mereka saling menempel satu sama lain.
David dan Aileen saling memandang, dengan sangat perlahan David menurunkan tubuh Aileen hingga akhinya ujung jari kaki perempuan itu menyentuh karpet bulu.
Mata David bergerak menyapu wajah perempuan itu dan akhirnya memaku kedua matanya tepat di bibir Aileen yang terlihat mungil serta berwarna merah muda itu.
__ADS_1