
David terlihat melangkah keluar dari mobil. Dia berjalan masuk kedalam rumah Orang tuanya sambil membenarkan kancing jas.
Kemudian dia melangkah masuk mendekat kearah meja makan.
"Pagi sayang" ucap Luna ketika menyambut Putranya yang baru saja datang, perempuan itu saat ini sedang membantu Barack membenarkan dasinya.
Yang kemudian di hadiahi sebuah kecupan lembut di bibir oleh Suaminya itu.
David tersenyum, dia mendekati Iris lalu mengecup ujung rambut Adiknya.
"Pagi Kak?" ucap Iris. Tangannya sedang sibuk mengetik pesan di layar ponsel, tetapi ujung matanya melirik kearah wajah David yang terlihat suram.
"Kamu kenapa Kak?" ucapnya kemudian. Iris meletakkan ponselnya di atas meja, tangannya bergerak meraih susu dan meneguhnya perlahan.
"Lapar!" jawab laki laki itu dengan ketus.
"Yailaahh, , biasanya lapar juga tidak semuram itu wajahnya!" Iris mencoba menggoda Kakanya.
"Bagaimana liburannya kemarin??" Luna berucap sambil menggerakkan kepalanya kearah David.
"Buruk!!" David terlihat jengkel ketika Luna menanyakan hal itu.
Iris dan Luna hanya saling melempar pandang satu sama lain.
Iris berdehem mencoba mencairkan suasana.
"Tidak juga mah, aku sangat senang kok!" Iris terkekeh sambil melirik kearah David. Laki laki itu masih tertunduk diam sambil melamun.
Iris kembali menatap layar ponsel, dia terlihat terus tersenyum bahkan tertawa kecil ketika membalas pesan singkat.
David yang mulai terganggu akhirnya melirik kearah Iris dengan sengit.
"Habiskan makananmu!!" David berucap dengan nada rendah.
"Sebentar Kak, , nanggung!" Iris bahkan tak mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.
Karena jengkel David menyambar ponsel dari tangan Iris.
"Aku bilang habiskan makananmu!!" David berucap dengan lambat agar Iris bisa mendengarnya dengan jelas.
"Sebelum habis aku tidak akan mengembalikan ponselmu!"
"Ini orang kenapa sih!!, , sepertinya semenjak pulang dari Korea kemarin sifatnya jadi sering marah marah!" gumam Iris. Dia memilih untuk menghabiskan sarapannya dari pada berdebat dengan David.
"Aku masih bisa mendengar suaramu!!" David berucap sembari melihat ponsel milik Iris. Dia menyelidiki ponsel itu, mencari tahu apa yang membuat Adiknya terus tertawa.
Kaningnya berkerut ketika melihat nama Kenzi di deretan paling atas pesan singkat.
Iris menyadarinya, dia langsung merebut ponsel itu kembali.
"Kakak tidak sopan!, , tanpa ijin langsung membaca isi pesanku!!"
"Kamu berhubungan dengan laki laki itu??" matanya mengerucut kearah Iris yang berusaha menghindari tatapan matanya
"Kenapa memangnya??, , dia laki laki yang baik!, , apa salahnya aku dekat dengan Kak Kenzi??"
David menghela nafas panjang, kemudian dia berucap lagi.
__ADS_1
"Jauhi dia!!"
Secepat kilat mata Iris langsung mengarah ke wajah David.
"Kenapa??, , kenapa aku harus menjauhi Kak Kenzi??"
"Aku tidak ingin kamu sakit hati karena laki laki itu!!" David mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Kak Kenzi terlalu baik, dia tidak mungkin menyakiti perasaan seorang perempuan. Memangnya kamu Kak!"
David langsung menatap tajam kearah Iris hingga membuat perempuan itu meringis, mencoba menutupi ketakutannya.
"Dia berhubungan dengan Aileen!!, , kamu harus tahu hal ini dari awal. Sebelum terlalu berharap kapada laki laki itu!!"
"Siapa bilang Kak Kenzi memiliki hubungan dengan Aileen, , mereka" ucapan Iris terhenti seketika. Dia baru tersadar bahwa sepertinya hal itulah yang membuat David selalu terlihat murung semenjak pulang dari Korea.
"Tunggu!!, , jangan jangan karena Kakak berfikir bahwa bahwa Aileen dan Kak Kenzi berhubungan, makanya Kak David jadi terlihat murung seperti ini??, , benarkah karena hal itu Kak??" Iris membulatkan kedua matanya.
David berdehem mencoba menutupi kebenarannya, laki laki itu mencoba mengalihkan pembicaraan dengan berucap kepada seorang pelayan.
"Bi, , tolong buatkan kopi!"
Iris terlihat menyipitkan matanya kearah David. Dia masih berusaha membuat laki laki itu berpaling kearahnya.
David berdecak jengkel.
"Kenapa melihatku seperti itu??"
"Kakak cemburu kaaaan, , dengan kedekatan mereka!, , akui saja Kak!"
David seolah tak mendengar ucapan Iris, dia kini sibuk meraih roti dan mengolesinya dengan selai kacang di sana.
"Kak Kenzi tidak memiliki hubungan spesial dengan Aileen kalau Kaka ingin tahu itu!" ucapnya kemudian. Hingga membuat David memaku tangannya yang sedang sibuk mengolesi roti dengan selai kesukaannya.
"Mereka hanya berteman!, , Kak Kenzi bilang dia memang menyukai Aileen. Tetapi semenjak dulu hingga sekarang Aileen hanya menganggapnya sebagai seorang Kakak!" Iris menyelidik kearah david.
Setelah mendengar ucapan Iris raut wajah David berubah sedikit cerah. Bahkan senyum tipis pun terlihat menghiasi bibirnya.
Iris berdehem mencoba menarik perhatian David yang sedang melamun.
"Sepertinya ada yang sedang berbunga bunga nih!"
Seketika senyum tipis di bibir David langsung menghilang.
Iris pun terkekeh melihat sikap David yang dirasanya sangat lucu.
♡♡♡
Aileen baru saja keluar dari kelasnya, dia sempat terdiam ketika melihat Iris berdiri seperti sedang kebingungan di depan kelasnya.
Dia berjalan mendekati Iris.
"Kenapa kamu??" ucapnya kemudian.
"Bisa bantu aku??" Iris berucap dengan nada memohon.
"Kenapa?" Aileen melirik kaerah benda yang sedang di pegang oleh Iris.
__ADS_1
"Ini termos kecil, dalamnya ada ramuan rempah rempah yang di buat oleh Mamah untuk Kak David. Tadi pagi dia sempat mengeluh sakit perut, mungkin juga karena kemarin kebanyakan minum alkohol. Jadi, , bisakah kamu menolongku??" Iris mengangkat kedua alisnya.
"Kamu memintaku untuk mengantar minuman ini ke tempat Kakakmu??" Aileen mencoba menebak pikiran Iris.
Iris tersenyum, seolah Aileen bisa memebaknya dengan tepat.
"Kenapa bukan kamu saja yang mengantarnya??" Aileen terlihat malas dia seolah tidak ingin bertemu dengan David saat itu.
"Ayolah Aileen, , aku masih ada jam kelas niihh" Iris menangkupkan kedua tangannya di depan Aileen.
"Ya, ya, ya!!!, , aku akan mengantarnya!!" Aileen menyambar botol termos itu dari tangan Iris.
"Antar ke kantornya ya, , Kakakku hari ini tidak ada jadwal keluar kantor. Dia pasti akan di dalam ruang kerjanya seharian!" seru Iris ketika sabatnya itu mulai menjauh.
"Berisik!!" gumam Aileen.
♡♡♡
David terlihat sedang sibuk menandatangani berkas berkas yang menumpuk di atas mejanya, berkas itu saharusnya sudah selesai dari beberapa hari yang lalu, tetapi karena saat itu dia pergi ke Korea membuat David harus segera menyelesaikannya sekarang juga.
Tok tok tok!!!
Ujung matanya melirik kearah pintu. David sengaja menutup tembok kaca yang mengelilingi ruang kerjanya hingga tak terlihat dari arah luar. Di sana dia melihat Carol sedang berjalan mendekat kearahnya.
David sudah terlihat malas sebelum perempuan itu semakin mendekatinya.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini??" ucapnya dengan ketus.
"Sayang kenapa nada bicaramu dingin sekali??, , aku dengar kemarin kamu pergi ke Korea??, , kenapa kamu tidak mengangkat panggilan dariku??" Carol berdiri sambil menyandarkan pinggulnya di meja. Kemudian menatap nakal dan mencoba untuk menggoda David.
David tak bergeming, dia mengabaikan pertanyaan dari perempuan itu. Matanya melirik kearah tubuh Carol dengan malas.
"Kamu tidak lihat aku sedang sibuk??, , pergilah!, , moodku sedang tidak baik"
"Bagus dong!, ," Carol semakin berani, dia kini melangkah kearah belakang dan memeluk David yang sedang menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
Perempuan itu melingkarkan kedua tangannya, kemudian meraba bagian dada David dengan telapak tangannya.
"Aku akan mengembalikan moodmu dengan cepat!"
David mendengus kesal lalu menepis tangan Carol dengan kasar.
Tetapi karena sifat Carol yang keras kepala, perempuan itu kembali memeluk David dari arah belakang.
"Aku bilang pergi dari sini!!" geramnya seketika. Membuat Carol sempat bergidik ketakutan. Dia tak pernah melihat David yang mengerikan seperti ini sebelumnya.
"Baiklah!!, , aku akan pergi!" Carol berucap dengan manja, namun sebelum menarik tangannya kembali, dia menyempatkan untuk mengecup pipi David.
Bersamaan dengan itu pula pintu ruang kerjanya terbuka, seperti ada seseorang yang sengaja mendorongnya dari arah luar.
David yang sedang berusaha menghindar ketika Carol ingin memciumnya, langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu.
♡♡♡
Jika ada yang sebel kenapa mereka belum jadian, , tunggu nanti malam yaa😘😘😘 eh kalau nggak besok pagi.
Aaahh jadi bocor kaan..😂
__ADS_1
Nggak seru 😘😘
😂😂😂