Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
1 CEO: Love's Romance Keberuntungan


__ADS_3

Malam itu di sebuah tempat karaoke terbesar di kota Paris. Tempat yang begitu ramai dengan lampu berkelap kelip di setiap sudut ruang membuat suasana semakin menambah semangat.


Di sebuah ruangan VVIP yang terlihat gelap, dan hanya diterangi dengan beberapa lampu disana, terlihat dua orang laki laki dan beberapa wanita sedang berjoged sambil bernyanyi menghabiskan waktu bersama.


"Lanjutkan sampai pagi!, , kalian harus terus bernyanyi. Minum dan makanlah sepuas kalian karena David yang akan membayar semuanya!, , hahahah" seorang teman david yang bernama Jacq bersuara dengan lantang, karena suara musik di dalam sana terdengar sangat keras.


"Lalu di mana dia, aku belum melihatnya?" ucap salah satu teman David lainnya yang bernama Abell. Mereka berdua asli berasal dari Paris.


"Masih di jalan dia" sahut Jacq.


Sembari menunggu kedatangan David yang masih dalam perjalanan, Abell dan Jacq memilih untuk duduk sambil menikmati hiburan yang diberikan dari pihak tempat karaoke kepada para penghuni kelas VVIP.


Beberapa orang wanita dengan mengenakan gaun seksinya terlihat sedang bernyanyi sambil menari di depan mereka berdua.


Salah seorang wanita kini sedang menuangkan minuman di gelas Abell dan jacq.


Jacq dan Abell menikmati wine berharga fantastis itu dalam sekali tegug.


"Dia kalah taruhan lagi denganmu?, ," Ucap Jacq merujuk kepada David. David dan Abell memang sering bertaruh untuk hal hal sepele, namun hadiah yang mereka pertaruhkan sungguh menggiurkan.


"Permainan apa yang kalian mainkan?" tambahnya.


"Tidak ada, hanya kali ini aku meminta dia membawa seorang wanita untukku!!" Abell terkekeh.


"Jika aku tertarik dengan wanita yang dia bawa, maka dia akan mendapatkan apa pun yang dia inginkan"


"Jika kamu kalah?, , " Jacq memotong pembicaraan.


"Aku akan memberikan 5% sahamku kepadanya!!" ujung bibir Abell terangkat, dia yakin bahwa David tak akan mampu membawa seseorang yang bisa menarik perhatiannya.


"Kamu lupa, David memiliki kriteria yang sangat tinggi untuk seorang wanita. Dia pasti dengan sangat mudah kalau hanya untuk membawa seorang wanita untukmu!" Jacq membantu Abell menuangkan minuman kegelasnya.


Abell terlihat mengerutkan dahinya. Dia seolah lupa dengan kemampuan David yang satu itu. David memang sangat sempurna bahkan di mata para lelaki. David mewarisi kharisma yang nelekat di tubuhnya dari Barack, Ayahnya. Tidak hanya tampan, namun juga cedas, berbadan kekar semua yang diinginkan seorang wanita berada pada laki laki itu. Hingga membuat semua lelaki di sekitarnya iri dengan apa yang dimilik David.


"Kita lihat saja nanti!" Abell pun terbahak bahak, seolah dia yakin akan menang dari David.


Dreett!! dreeett!!


Abell meraih ponsel yang ada di dalam saku jasnya.


Dia mematikan musik dengan remot hingga seketika membuat ruangan itu hening.


Semua wanita yang sedang berjoged menatap ke arah Abell.


"Diamlah sebentar, David sedang menelponku!" Abell berucap, seolah dia tahu bahwa David akan marah besar jika dia mendengar suara bising ketika sedang menelpon seseorang.


"Aku ada di depan!!" suara David terdengar sangat nyaring dari ujung ponsel.


Laki laki itu langsung mematikan ponselnya.


"Nyalakan semua lampunya, jangan biarkan ruangan ini gelap!!" Perintah Abell tak terbantahkan.


Mereka bertiga berteman semenjak duduk di bangku sekolah dasar, jadi keburukan, kebaikan, bahkan hal yang pernah menimpa diri mereka masing masing pun semuanya tahu.


Termasuk Abell yang tiba tiba menuyuruh untuk menyalakan lampu hingga ruang karaoke itu terlihat terang adalah karena dia tahu David tak bisa bertahan di ruangan gelap.


Beberapa saat setelah seorang wanita menyalakan lampu David pun datang dengan merangkul seorang wanita.


Laki laki yang masih berdiri di tengah pintu itu terlihat menyeringai ke arah Abell. Seolah dia sedang menyambut kemenangan atas taruhannya saat itu.


Pandangan mata Abell menyelidik kearah David dan wanita yang ada di sampingnya, bola matanya bergerak mengikuti gerakan tubuh laki laki dan wanita yang sedang berjalan menuju ke sofa.

__ADS_1


David nampak sedang berbisik kepada wanita itu, dia menyuruhnya untuk mendekati Abell.


Dan sesuai dengan perintahnya. Wanita itu langsung mendekati Abell. Melihat gerakan wanita disampingnya yang sangat agresif membuat Abell terlihat sangat frustasi. Dia mengusap wajah gusarnya.


"Kali ini kamu menang David!!, , kamu mendapatkan apa yang sudah aku janjikan!!" Abell terlihat nampak sedang menikmati gerakan tangan wanita di sampingnya yang sedang meraba di bagian dadanya.


Ujung bibir David terangkat, laki laki berkharisma itu terlihat menyombongkan diri dengan tatapan mengejeknya ke arah Abell.


"Aku tidak membutuhkan sahammu!!, ," Ucapnya dengan nada menjengkelkan.


"Aku hanya ingin memperlihatkan betapa hebatnya aku! dan kamu harus mengakuinya" Kembali David memamerkan senyumnya ke arah Abell.


"Mulai sekarang jangan pernah mengajakku taruhan lagi, karena itu hanya membuang waktuku"


"Aku sudah menduganya hal ini pasti akan terjadi!" Jacq menuangkan wine ke gelas, dan memberikanya kepada David.


"Minumlah, sebagai kemenanganmu untuk yang kesekian kalinya!" Jacq dan David pun tertawa menikmati sebuah kemenangan.


Sementara Abell hanya memperlihatkan senyum kecutnya.


"Aku tidak bisa berlama lama!, , maaf aku harus pergi. Dan ini" David mengeluarkan sebuah kartu miliknya dari dompet. Melemparnya ke atas meja.


"Itu kartu founder hotel bintang 7 milikku. Aku memberikan bonus untuk kalian bermalam di sana. Oke!, , Kurang baik apa aku coab sama kamu Abell" benar benar David malam itu sangat bangga bisa membuat salah satu temannya terlihat malu.


"Sialan!!, , " Abell berseru. Tangannya bergerak meraih kartu milik David yang ada di atas meja.


"Oke aku pergi dulu!, , semua ini masukkan kedalam tagihanku. Maaf aku tidak bisa menemani kalian sampai pagi" David berucap sambil menegug habis sisa minuman di gelasnya. Setelahnya dia pergi keluar dari ruangan itu.


♡♡♡


"Apa Kakak malam ini juga tidak pulang?? " Iris berucap dengan nada malas. David memang jarang pulang karena dia tinggal di rumahnya sendiri. Tetapi hari itu adalah ulang tahun Iris. Dia ingin Kakaknya pulang dan ikut merayakan pesta ulang tahunnya.


"Sayang" Luna mengecup ujung kepala Putrinya.


"Kakakmu tidak pernah bisa melihat kue ualng tahun dengan lilin yang menyala di atasnya, karena, , kamu sudah tahu kan apa penyebabnya" Luna berucap dengan lembut, dia berusaha membuat putrinya mengetri keadaan David Kakaknya.


Perempuan itu tertunduk, dia sebelumnya telah mengetahui cerita masa kelam Kakaknya dari dari kedua orang tuanya.


Dan Iris pun mencoba untuk mengerti perasaan David.


"Baiklah, , kita rayakan berempat juga tidak apa apa!" Iris menangkupkan kedua tangan, dan menutup rapat matanya.


"Aku berharap di hari ulang tahunku yang 19 ini, aku meminta semoga ada seorang perempuan yang bisa mengubah kepribadian kakakku!" ucapan yang keluar dari mulut Iris, seketika membuat hati Luna dan Barack bergetar. Mereka berdua pun saling melempar pandang sebelum akhirnya tersenyum satu sama lain.


"Amiiinnn" ucap semua orang yang berada di ruang itu.


Memang di setiap hari ulang tahun Iris, David memilih untuk tak menemuinya. Namun dia akan menemui Adiknya dan selalu membawa sebuah kotak berisi hadiah kepada Iris di hari berikutnya


♡♡♡


Malam itu seorang perempuan terlihat menggendong sebuah tas ransel dengan satu tanganya menarik koper dan satunya lagi memegang selembar map, dia nampak sedang berjalan dengan wajah lesu, seakan benar benar sangat kelelahan.


Kini perempuan itu duduk di kursi depan sebuah minimarket. Salah satu tangannya menyeka keringat yang mengalir dari dahinya. Dan tangan satunya lagi mengipaskan map ke arah wajahnya.


"Uuuuhhhh, ya ampuunn!!, , kenapa panas sekali malam ini!" gumamnya. Dia masih terus mengipasi wajahnya dan melonggarkan kaos di bagian dadanya untuk memberi ruang agar udara dapat masuk, sehingga tubuhnya terasa sedikit lebih segar.


"Masak iya aku harus tidur di jalanan malan ini!!" Perempuan itu masih terus bergumam.


"Dari siang sampai malam aku terus berkeliling mencari tempat tinggal, kenapa tidak ada sedikit pun yang cocok dengan harganya. Semuanya memasang harga tinggi!!, , mana tabunganku cuma sedikit"


"Minumlah!!" suara seseorang dari arah belakang telah berhasil mengejutkan Perempuan yang sedang duduk itu hingga terloncat kaget. Sementara tangannya menaruh sebotol air di atas meja.

__ADS_1


"Ya Ampun!!, ," perempuan yang terkejut itu memalingkan wajahnya kearah belakang.


"Kamu membuatku kaget!!, , dari mana kamu berasal??, , tiba tiba sudah ada di belakangku!" perempuan itu kembali duduk sambil menetralkan perasannya.


Seorang perempuan lain yang ada di belakangnya kini tengah duduk dan menyodorkan kembali sebotol menuman kearahnya.


"Koyoko" perempuan itu mengulurkan tangannya.


Perempuan itu tak terlihat seperti berasal dari Jepang jika dilihat dari wajahnya. Tapi nama Koyoko seakan membuat orang yakin bahwa dia memang asli dari Negara itu.


"Aileen!" dia nampak waspada kepada orang asing yang berbuat baik padanya. Pasalnya ini hari pertama dia berada di Paris.


"Tenang aku bukan orang jahat" ucap Koyoko, seolah dia tahu isi pikiran Aileen hanya dengan melihat tatapan matanya.


Aileen memalingkan wajahnya.


"Bukan aku yang mengatakannya loh!" gumamnya.


"Aku masih bisa mendengarmu. Minumlah!!" Perempuan itu kembali menyuruh Aileen untuk meminum air yang sudah dia berikan kepadanya.


Dengan sedikit ragu, Aileen meraih botol minuman itu dan membuka tutupnya, menegug perlahan hingga tersisa setengah isinya.


"Maaf Aku haus!" Ailen tersipu malu.


"Habiskan saja, aku bisa membelikan lagi untukmu!"


"Ee, , tidak perlu!, , ini juga aku akan membayarnya. Berapa harga sebotol minuman ini?" ucap Aileen, dia tidak terbiasa menyusahkan orang lain.


Koyoko menatap sinis kearah Aileen, pandangan matanya membuat perempuan itu menciutkan nyalinya.


"Kenapa?, , kamu menatapku seperti itu?" Aileen merasa tidak nyaman dengan tatapan mata Koyoko.


"Aku tidak membutuhkan uangmu" kini pandangan Koyoko mulai menyelidik kearah barang bawaan Perempuan di depannya.


"Kamu sedang mencari tempat tinggal?" tebaknya dengan sangat benar.


"He??, , dari mana kamu tahu itu?"


"Aku bisa menebak hanya dengan sekali melihat barang bawaanmu itu" Koyoko menunjuk ke arah koper milik Aileen.


"Owh benar juga" Aileen terlihat menyelidik ke arah koper yang ada di sebelahnya.


Koyoko menghela nafas panjang sebelum akhirnya menarik koper milik Aileen.


"Ayo ikut denganku!!"


Seketika eksprasi wajah Aileen berubah drastis. Dia berlari mengejar perempuan yang telah membawa pergi kopernya.


"lepaskan!, , itu koperku. Mau kamu bawa kemana barang barangku?" Aileen berusaha keras menarik kopernya kembali.


Koyoko pun menghentikan langkahnya.


"Kamu butuh tempat untuk tidur malam ini kan?, , ikutlah denganku. Aku punya tempat untuk kamu beristirahat!. Jangan berfikir yang aneh aneh. Aku tidak akan mencuri kopermu!!" Ucap Koyoko sembari melanjutkan langkah kakinya.


"Bagaimana aku tidak berfikir demikian, kamu kan orang asing bagiku!!" Aileen kembali bergumam.


"Aku masih bisa mendengarmu Aileen!" ucap Koyoko yang sudah berjalan terlebih dulu di depan.


Aileen hanya mengangkat kedua pundaknya seolah dia terkejut dengan kemampuan Koyoko yang bisa mendengar suara lirihnya.


Dia pun menyerah, dia menyingkirkan egonya untuk menolak bantuan Koyoko. Malam ini dia memang membutuhkan tempat untuk tinggal. Dan besok ketika matahari kembali terlihat dia bisa mencari tempat lain.

__ADS_1


__ADS_2