Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
107. Side Story 7 Juliet Mulai Tumbuh Remaja


__ADS_3

Tidak ada satu pun di antara mereka berdua yang menunda untuk memiliki momongan. Namun sampai Juliet masuk sekolah tingkat dasar Bunga dan Davien belum dikaruniai anak kedua setelah pernikahan mereka.


Setelah beberapa tahun kemudian saat Juliet menginjak umur 14 tahun, akhirnya Bunga pun hamil. Kebahagiaan untuk keluarga besar mendengar kehamilan Bunga, tapi tidak bagi Juliet. Bertambahnya usia tumbuh menjadi gadis yang semakin di gandrungi baik lelaki maupun perempuan dari berbagai kalangan mulai dari kelas bawah, menengah dan atas.


Kariernya cemerlang semakin naik, menjadi artis yang menduduki peringkat pertama dalam kategori artis remaja. Tak mudah bagi Juliet mencapai posisi itu meski berada dalam agensi milik ayahnya sendiri, Juliet tepat berusaha menggunakan kemampuannya untuk menjadi artis papan atas ketika dewasa nanti.


Tak sedikit yang cemburu pada kesuksesan Juliet, banyak yang menuduh kalau kesuksesannya di dunia Entertainment karena adanya peran Davien yang ikut campur tangan.


Juliet tumbuh menjadi perempuan yang sangat cantik, berambut coklat dengan mata keemasan seperti ibunya. Tak hanya itu Juliet juga mewarisi sifat sederhana dari ibunya. Sopan, ramah, rendah hati dan selalu memperlakukan para penggemarnya dengan sama tanpa membedakan dari penampilan mereka.


Sebagai orang tua, Bunga dan Davien pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya, terutama Juliet. Dia mendapat pendidikan yang layak dan juga perlakuan baik serta kasih sayang dari keluarga dan orang di sekitar termasuk teman sekolah dan juga teman di kalangan artis.


Memasuki tahun ajaran baru di sekolah menengah pertama Juliet mendapat peringkat pertama di kelasnya 1ere cycle 3 eme. Kelas untuk Juliet yang sudah menginjak umur 14 tahun di Perancis.


Tentu saja dia harus bersaing dengan teman sekelas yang terbilang cukup sulit untuk dikalahkan. Terutama murid perempuan yang bernama Rachel. Ya, dia adalah gadis kecil yang dulu sempat di marahi orang ibunya di dalam toilet saat mengikuti casting iklan bersama Juliet.


Juliet tidak menyangka kalau mereka akan berada dalam satu kelas, satu agensi di bawah naungan Rebecca yang mengundurkan diri menjadi artis senior lalu oleh Davien diangkat menjadi manajer artis. Tapi tetap saja tingkah perilaku dan sikap Rachel tidak berubah, sejak kecil dia sudah memperlihatkan sikap dingin dan angkuh kepada Juliet apa lagi kini ketika namanya mulai melambung dan membintangi banyak iklan serta film remaja, sikapnya semakin sombong dan tetap tidak bisa ramah dengan orang di sekitarnya.


Berbeda dengan Juliet yang humble mudah berteman sehingga tak sedetik pun waktu dia lewatkan tanpa bercanda gurau dengan teman-teman sekolah karena memang hanya kesempatan itu yang dia miliki untuk bersama temannya, selebihnya waktunya habis untuk shooting dan membintangi acara tv.

__ADS_1


“Cieeee... sebentar lagi yang punya teman baru, hahaha... apa kau sudah siap mendapat adik baru Jul?” Nola dan teman-teman sekolahnya selalu menggoda Juliet karena memang dia tipe anak yang tidak mudah marah ataupun tersinggung.


“Tunggu! Kenapa harus Jul, sih?? Panggil aku Juliet!! Nama bagus-bagus kenapa jadi Jul? Tidak ada singkatan lain apa?” setelah kabar tentang kehamilan ibunya menyebar, Juliet selalu dibuat bahan candaan oleh teman-temannya. Walaupun setiap hari menjadi bahan candaan murid satu kelas Juliet tak pernah marah sekalipun malah terkadang dia ikut tertawa ketika temannya menyinggung calon adik yang masih di dalam kandungan ibunya.


“Karena aku sudah terlalu nyaman memanggilmu Jul! Lagi pula nama Juliet terlalu bagus untukmu?” hahaha.... mereka tertawa menikmati jam istirahat yang sebentar lagi habis.


Hampir setiap hari selalu ada saja yang menyatakan perasaannya kepada Juliet, tapi dia tak terlalu ambil pusing dengan mereka. Pada dasarnya Juliet masih belum tertarik menjalin hubungan dengan lawan jenis, bukan hanya karena umurnya yang masih muda tapi memang Juliet tak mau ambil pusing soal masalah percintaan.


Tetapi setiap kali salah satu dari mereka mendekati Juliet lalu menyatakan perasaannya, membuat Rachel cemburu. Bukan karena siapa dan sekaya apa murid lelaku itu melainkan cemburu karena Juliet lebih terkenal di kalangan murid lelaki ketimbang dirinya.


“Apa ini, Kak?” ucap Juliet terkejut mendapat hadiah dari kakak kelas yang memberinya sebuah mobil mewah. Jelas, sekolah di mana Juliet berada hanya dihuni oleh murid keturunan dari golongan kelas atas. Banyak di isi artis tapi tetap saja mereka harus cerdas dalam segala mata pelajaran.


“Oh, my!!!” sahut sahabatnya, Nola. Dia pun terkejut melihat kakak kelas itu memberikan kunci mobil kepada Juliet. “Jul! Dia memberimu hadiah mobil xx limitided edition!” bisiknya kepada Juliet. Tapi sepertinya gadis itu tidak peduli dengan hadiahnya.


Haaaa?? Nola terkejut melihat sahabatnya menolak hadiah mewah itu, tapi itu bukan kali pertama Juliet menolak hadiah dari murid lelaki di sekolahnya. Hampir setiap hari di lokernya penuh dengan coklat dari para penggemar. Keuntungan bagi Nola berteman dengan Juliet karena bisa makan coklat setiap hari dengan gratis.


“Ternyata rumor itu benar!” sahut murid lelaki yang bernama, Serxas Wesly. Putra dari pemilik perusahaan yang bergerak di bidang otomotif terbesar di dunia, memproduksi berbagai kendaraan yang selalu laku keras di pasaran. Terutama mobil limited edition yang tawarkan kepada Juliet dan hanya diproduksi beberapa item saja di dunia. Tentu saja bagi Serxas memberikan satu mobil kepada Juliet tidak akan mempengaruhi keuangan perusahaan milik ayahnya.


“Rumor?” keningnya berkerut halus.

__ADS_1


“Ya, semua murid membicarakan tentang dirimu. Mereka mengatakan bahwa tak mudah mendekati junior di kelas A yang bernama Juliet! Aku sempat tidak percaya sebelum kini aku menyaksikannya sendiri! Tapi... aku sama sekali tidak tertarik untuk berteman denganmu Juliet!” jelasnya.


Juliet tersenyum menanggapi ucapan Serxas. “Lalu... lakukan apa pun yang ingin kau lakukan, Kak!”


“Tentu saja! Aku akan melakukan apa pun yang kumau, aku akan menunggumu sampai suatu saat nanti... kau mau berkencan denganku!”


“Baiklah... sampai jumpa nanti ketika saatnya tiba! Maaf aku harus kembali ke kelas.” Juliet melempar senyum sebelum melangkah pergi dan diikuti oleh Nola yang selalu mengekor ke mana pun Juliet pergi.


“Hei, Jul? Kau serius menolak kakak kelas? Dia terkenal di kalangan murid perempuan. Beruntung sekali dia menyukaimu tapi kenapa kau menolak? Namanya Serxas kalau tidak salah?” Nola sangat antusias mengetahui murid itu menyukai Juliet.


“Merepotkan!” sahutnya.


“He? What the meaning of merepotkan, Jul? Dia kaya raya, tampan, Jenius lagi apa yang kurang dari seorang ahli waris perusahaan otomotif seperti dia?”


“Berhubungan dengan lawan jenis lalu berkencan, mengatur jadwal untuk bertemu, makan bersama... itu sangat merepotkan, Nola! Sementara aku tidak ada waktu untuk memikirkan hal seperti itu!”


“Ooh! Benar juga! Tenang... sahabatmu ini akan menjadi pengatur jadwal yang handal. Setelah kita selesai sekolah! Aku siap menjadi asistenmu nanti ketika kita sudah lulus, bagaimana?”


Juliet menoleh kearah sahabatnya yang tengah tersenyum lebar. Sempat terlupakan bahwa Nola adalah satu-satunya murid dari kelas bawah yang bisa sekolah di tempat itu karena bantuan Davien. Mengetahui kalau Nola sangat cerdas meskipun kalah dari Juliet, Davien tak keberatan mendanai Nola agar bisa sekolah di tempat yang sama dengan putrinya.

__ADS_1


“Kau sudah janji pada ayahku untuk melanjutkan sekolah di luar negeri! Tapi sekarang kau berubah pikiran dan sekarang melamar menjadi asistenku??”


“Jadi ini gadis yang merasa paling cantik di sekolah?” sahut seorang murid dari arah lain.


__ADS_2