Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
48 CEO: Love's Romance Aneh


__ADS_3

Kenzi sengaja membuka gorden agar sinar matahari pagi itu menembus kaca dan menyorot langsung kearah wajah David.


Laki laki yang masih tertidur itu terlihat menggeliat di atas ranjang. Tak lama dia berusaha membuka matanya. Keningnya berkerut ketika kepalanya terasa berat dan pusing karena sisa mabuk semalam.


"Kamu sudah bangaun??" suara berat Kenzi seketika memaksa David membuka matanya lebar, namun keningnya malah semakin berkerut karena heran.


Susah payah David berusaha bangun dan mengubah posisinya duduk di atas ranjang.


David masih tertunduk menikmati rasa sakit yang menghujam kepanya seperti di tusuk tusuk bahkan di hantam palu besar di bagian belakang kepalanya.


"Kenapa kamu ada di sisni!!" David berucap kepada Kenzi yang sedang berdiri sambil bersedekap di samping ranjang.


"Apa maksudmu kenapa aku ada di sini!!, , ini kamarku! semalam kamu mabuk dan menggedor gedor pintu sperti orang gila!!" Kenzi beranjak melangkah menuju pantri. Dia sengaja membuat minuman untuk David sebagai penghilang rasa pusing sisa mabuknya semalam.


David kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang ketika kembali mengingat kejadian semalam.


Dadanya terlihat naik turun laki laki itu sedang berusaha menghela nafas panjang.


David kembali bangun, kini dia beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kearah meja makan sambil memijat pelan bagian belakang kepalanya.


"Kamu pasti ingin menertawakanku!!" ucapnya seketika kepada Kenzi. David berjalan kearah lain kemudian menyalan keran dan mencuci wajahnunya di wastafel.


Kenzi terdiam, tangannya masih bergerak mengaduk ramuan minuman itu.


"Tidak ada yang harus aku tertawakan!" ucapnya sambil meletakkan sendok bekas untuk mengaduk di atas meja.


David menggunakan kedua tangannya yang bertumpu di bibir wastafel untuk menopang tubuhnya. Dia menatap bayangan dirinya di kaca, melihat betapa buruknya penampilan dirinya pagi itu.


Tangannya bergerak meraih handuk yang sengaja di persiapkan oleh Kenzi untuknya. Setelah itu David menggunakan handuk untuk mengeringkan wajahnya yang basah.


Kenzi meletakkan segelas air racikannya di atas meja.


"Minumlah, ini akan meredakan pusing di kepalamu!"


David melirik kearah gelas itu, kemudian berucap.


"Kamu menaruh racun di dalamnya??"


Kenzi terkekeh setelah mendengar pertanyaan David. Dia meraih gelas kemudian menegug sedikit minuman itu. Dan setelahnya dia kembali menaruh gelas di tempat semula.


"Kalau aku menaruh racun di dalamnya, aku akan mati terlebih dulu"


David bergerak melangkah menuju kearah meja, tanpa ragu dia menegug habis minuman yang sengaja depersiapkan untuknya.


Kenzi menggelangkan kepala, seolah dia tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


"Terima kasih untuk minumannya!" David meletakkan gelas itu kembali di atas meja. Dia mengabiskan semua isinya hingga habis tak tersisa.


David sempat memaku langkahnya sebelum mencapai pintu, laki laki itu kemudian memutar tubuhnya kearah Kenzi.


"Lupakan apa yang semalam kita bicarakan!!, , anggab aku tak pernah mengatakan hal itu!! aku tidak ingin merusak hubungan kalian!!" David kembali berbalik, tangannya bergerak meraih handel pintu.


Sementara Kenzi terlihat menghela nafas panjang sambil menundukkan kepala.


♡♡♡


Aileen terlebih dulu keluar dari kamar, arah pandangan matanya langsunh tertuju kepada David yang baru saja keluar dari kamar Kenzi. Laki laki itu terlihat lusuh dan kusut pagi itu.


Aileen terlihat menyelidik kearah David.


"Kenapa David keluar dari kamar Kak Kenzi??, , apa semalam dia tidur di sana?"


Aileen melamglah mendekati David, sementara laki laki itu terlihat memaku tubuhnya ketika melihat Aileen.


David langsung mengalihkan pandangannya kearah lain. Dia sama sekali tak ingin melihat kearah Aileen.


"Dav" Aileen berencana ingin menyapa David, tetapi laki laki itu malah berjalan melewati Aileen begitu saja. Dia bahkan memamerkan ekspresi wajah dinginnya ketika berjalan menuju ke kamar. Aileen mendengus, dia seperti mencium bau alkohol dari tubuh David ketika laki laki itu berjalan melewatinya.

__ADS_1


Dada Aileen berdebar kencang ketika David mencoba menghindarinya. Dia memutuskan untuk mengikuti David namun laki laki itu membanting pintu kamarnya dengan keras sebelum Aileen sempat memanggil namanya.


Blaammm!!!!


Tubuh Aileen tersentak kaget, dia terkejut ketika David bersikap acuh dan dingin kepadanya.


Pandangan mata Aileen terlihat kosong ketika melangkah kembali menuju kamarnya dia sempat ingin turun ke bawah untuk menyusul Iris yang sedang mengurus masalah kecil di sana. Namun Aileen mengurungkan niatnya.


"Ada apa dengannya??, , apa dia salah minum obat?, ,kenapa pagi ini dia terlihat aneh??"


Aileen kembali masuk ke dalam kamarnya.


♡♡♡


Siang itu mereka berempat Cek Out dari hotel. David berjalan melewati Aileen begitu saja ketika melangkah menuju ke mobil yang akan mengantar mereka ke Bandara.


Dia bahkan terlihat tak peduli ketika melihat Aileen kesusahan saat akan mengangkat kopernya ke dalam bagasi. Aileen melirik kearah David berharap laki laki itu akan menolong. Tetapi yang ada setelah meletakkan kopernya sendiri David langsung melangkah masuk dalam mobil.


Iris dan Kenzi yang menyadarinya pun saling melirik satu sama lain. Sebenarnya ada petugas khusus yang akan mbawakan koper Aileen, tetapi dia memilih untuk membawanya sendiri.


Akhirnya Kenzi menolong Aileen untuk mengangkat koper milik Perempuan itu dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil.


Di dalam perjalanan menuju Bandara suasana di dalam mobil terasa sangat hening. David yang biasanya memilih untuk duduk di dekat Aileen, kini dia duduk di samping supir.


Aileen yang duduk di belakang berusaha menatap wajah David dari arah samping, dia sedang berfikir keras apa yang membuat David bersikap dingin kepadanya.


"Apa ini karena malam itu??, , ketika dia mengucapkan sesuatu dan aku tak mendengarnya??, , apa dia marah karena hal itu??"


Aileen berusaha mengingat gerakan mulut David malam itu, dia bahkan menggerakkan bibirnya mengikuti gerakan bibir David yang ada dalam ingatannya.


"A, , au, , ?? amu?? bukan bukan!!" Aileen mendengus kesal. Dia bahkan tak bisa mengingat semua gerakan bibir David.


"Entahlah!!, , pusing aku!" gumamnya.


♡♡♡


Perempuan itu bahkan sudah berjinjit, tetapi tangannya tak mampu menjangkau kabin itu.


Dari arah lain David terlihat hanya diam kemudian duduk di kursinya, dia seolah tak melihat Aileen yang sedang membutuhkan pertolongan.


Karena sebagian kopernya telah masuh ke kabin hanya tinggal mendorong sedikit makan koper sepenuhnya akan tersimpan dengan baik di sana. Tetapi tubuh Aileen yang terlalu pendek itu membuat dirinya tak mampu menjangkaunya.


Aileen merasa pegal di bagian lengannya karena masih bertahan untuk menahan koper itu. Jika dia melepaskannya maka koper itu akan jatu tepat di kepalanya.


Aileen menarik nafas, dia terlihat sangat kesusahan. Hingga akhirnya lengannya kehilangan keseimbangan, koper yang ada di atasnya itu hampir jatuh mengenai kepalanya.


Beruntung David yang duduk tak jauh dari sana seketika dia beranjak menahan koper itu. Aileen sempat ketakutan dia sampai menutup kepala dengan kedua tangannya. Tetapi ketika merasakan seorang bertubuh tegap berdiri di belakangnya sambil membantunya meletakkan koper itu hingga tersimpan rapih, Aileen mengangkat kepala kemudian mendongak memastikan tubuh siapa di belakangnya itu.


Dan ketika mengetahui bahwa bahwa David yang menolongnya, Aileen segera memutar tubuh menghadap kearah Laki laki itu.


"Terima k, , " belum sempat menyelesaikan ucapannya, David memilih untuk kembali duduk di kursinya.


Bahkan laki laki itu hanya memperlihatkan ekspresi wajah datarnya.


Aileen pun mendengus kesal.


"Apa sebenarnya salahku!!, , "


Ingin sekali Aileen melontarkan pertanyaan itu kepadanya. Tetapi melihat David yang selalu menghindar, itu benar benar tidak memberi kesempatan sama sekali kepada Aileen.


Perempuan itu kemudian duduk di kursinya.


♡♡♡


Aileen terlihat menyeret koper, membawanya masuk ke dalam rumah.


"Bagaimama Korea?? atau Oppa Oppa ganteng di sana?"

__ADS_1


"Buruk!!" Aileen membuang tubuhnya di atas sofa.


"Maksudmu?? apanya yang buruk?" Koyoko berlari kecil dari dapur, dia sudah tidak sabar ingin mendengar cerita dari sahabatnya.


"Liburannya!" Aileen menoleh kearah Koyoko yang sudah duduk di sampingnya.


"Pulang liburan bukannya happy nih anak kenapa malah cemberut!!" Koyoko yang duduk di samping Aileen pun ikut menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


"Kalau tidak ingin cerita juga tidak apa apa" tambahnya, kemudian memeluk tubuh Aileen dari arah samping.


Aileen mendengus kearah Tubub Koyoko.


"Apa yang sedang kamu lakukan??" ucap Koyoko setelah melihat tingkah sahabatnya itu.


"Kamu pakai parfum Cowok??" Aileen mendengus lagi.


"Aku mencium aroma laki laki di tubuhmu!!"


Koyoko tak menghiraukan ucapan Aileen, dia masih tetap memeluk perempuan itu bahkan tangannya semakin erat melingkar di pinggang Aileen.


♡♡♡


Keesokan harinya Koyoko sudah bersiap siap untuk berangkat kerja, sementara Aileen masih bermalas malasan di atas ranjang.


"Kamu belum mau bangun? ini sudah siang loh!" koyoko sedang merapihkan kemejanya sambil berkaca.


Aileen berguling di atas ranjang sembari membungkus tubuhnya dengan selimut.


"Aku malas mau mandi!!, , gara gara laki laki bodoh itu aku jadi tidak bersemangat!!" suara Aileen tertelan selimut, tetapi koyoko masih bisa mendengarnya walau pun samar samar.


"Laki laki mana??, , kamu belum pernah mengenalkannya kepadaku lo" Koyoko memutar setengah tubuhnya kearah Aileen.


Dengan cepat Aileen membuka selimut yang menutupi bagian wajahnya.


"Bukannya aku pernah bilang kepadamu kalau dia sering datang ke tempat karaoke di mana kamu bekerja!"


Koyoko mengerutkan dahinya, dia seperti sedang mencerna ucapan Aileen.


"Apa dia pamilik ruang VVIP??"


"Aku rasa si begitu!" jawab Aileen dengan malas.


"Aaaaahhhh!!" Koyoko berteriak histeris sambil berlari kearah Aileen dan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.


"Apaan sih kamu!!" Aileen mencoba mendorong tubuh Koyoko yang menindihnya.


"Yang mana??, , Abell??" ucapnya memastikan siapa laki laki yang sedang mendekati Aileen.


"Abell???, , siapa itu Abel??" mata Aileen mengerucut kearah Koyoko.


"Berarti kalau bukan Abell, , David??" ucapnya dengan penuh kepastian. Soalnya Kalau Jacq itu pasti tidak mungkin. Karena orang yang sering memakai kelas VVIP hanya mereka bertiga. Mau tak mau Koyoko berfikir kepada dua orang laki laki itu.


"Hmmm!" gumam Aileen.


"Senangnya menjadi dirimu. David laki laki sempurna yang diidam idamkan setiap wanita. Tapi dia memiliki kriteria tinggi untuk seorang wanita yang bisa berdiri di sampingnya. Dan beritu itu sudah menyebar luas di tempat kerjaku" seketika kening Koyoko berkerut. Dia langsung mengubah posisinya menjadi duduk di atas ranjang.


"Lalu kenapa dia bisa tertarik denganmu??" pandangan Koyoko mulai menyelidik kearah dada Aileen.


"Memang apa yang salah denganku??" Aileen ikut mengubah posisisnya. Kini dia duduk di atas ranjang dan saling berhadapan dengen Koyoko.


"Tunggu sebentar" tanpa rasa bersalah Koyoko menggunakan sepuluh jarinya untuk mengukur seberapa besar dada Aileen.


"Aaaaaaa!!!" seketika Aileen menjerit karena kelakuan sahabatnya itu. Dia menepis tangan Koyoko yang sempat memegang bahkan meremas dadanya, Aileen mengambil bantal untuk kemudian dia lempar kearah wajah Koyoko.


tubuh Koyoko terjatuh di atas ranjang, sementara wajahnya masih tertutup bantal.


"Sebenarnya dadamu tidak terlalu besar. Lalu kenapa David bisa tertarik denganmu??" ucap Koyoko dari balik bantal yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


"Menyingkir dari atas ranjangku!!" teriak Aileen dengan menahan rasa jengkel. Sementara kedua tangannya menyilang untuk menutupi bagian dadanya.


__ADS_2