
Aileen menarik tubuhnya ke belakang.
"Tapi, , untuk, , yang satu itu seharusnya kamu bisa melakukannya sendiri kan?" dadanya berdebar. Pipinya pun merona.
"Bukannya kamu bilang akan merawatku??, , jadi jangan tanggung tanggung. Harus merawatku dengan baik" David berucap dengan nada menuntut, seolah tidak ingin Aileen membantahnya.
Perempuan itu menelan ludahnya dengan susah payah, dia kembali menyuapi David. Sementara laki laki itu tersenyum menikmati rasa gugub yang menyelingkupi Aileen.
Dreeet dreeett!!!
Aileen mendapat pesan singkat dari perusahaan yang kemarin sempat menghubunginya.
"Ada perubahan rencana, meneger meminta Anda untuk mengirim rancangannya ke email yang tertera di bawah"
"Bukannya kemarin sudah aku berikan semua beserta kertasnya??, , kenapa aku harus mengirimnya lagi?"
"Ada apa?" David menyambar ponsel milik Aileen, kemudian membaca pesan itu.
"Itu dari"
"Kamu melamar keja??" David melirik jengkel.
"Tidak, aku hanya mencoba keberuntungan. Aku mengirim beberapa desainku. Mereka bilang jika besok deal mereka akan memperoduksinya secara besar besaran. Dan untuk waktu lounching mereka akan mengadakan peragaan busana untuk desainku"
David menyelidik kearah layar lagi, dia sedang memastikan siapa pengirim pesan itu.
"Kenapa kamu tidak memberikan desain itu kepada mamah?"
"Malu, ,Tante kan sudah terkenal di kalangan elite. Sementara aku"
"Aku kenapa?" David menarik tubuh Aileen memaksa perempuan itu bersandar di dadanya.
"Jika dengan mereka kamu tidak berhasil, maka bawakah desainmu. Perlihatkan kepada Mamah. Dia pasti akan sangat menyukainya"
"Aku takut Tante menerimanya karena merasa tidak enak denganku, , jika tante menerima desainku aku ingin semua karena memang real dia senang dengan desainnya"
David menuduk mengecup kepala Aileen. Semakin mengeratkan dekapannya untuk memberi kehangatan di tubuh perempuan itu.
"Kamu coba saja dulu kirim desainmu, aku berharap besok sih tidak berhasil" ucapnya dengan nada mengejek.
"David!!, , " Aileen meneghadiahi sebuah pukulan di dadanya.
"Aku bercanda! sayaaang, , " David terkekeh, kemudian mengacak acak rambut Aileen.
"Boleh aku pinjam laptopmu?" Aileen beranjak berdiri dengan membawa nampan.
"Ada di ruang kerja, bawa saja laptopnya kemari ya??, , jangan mengerjakannya di sana!"
Aileen yang mulai berjalan menuju pintu pun menghentikan langkahnya. Dia menoleh kemudian berucap.
"Kenapa?"
"Aku ingin tidur" David menatap nakal kearah Aileen.
"Ya sudah sih, , tidur saja. Apa hubungannya dengan pekerjaanku. Aku rasa tidur tidak mempengaruhi lukamu kan?"
"Setidaknya kamu harus menemaniku sampai terlelap"
Aileen langsung berdehem keras, mencoba untuk pura pura tak mendengar ucapannya.
"Aku akan ke dapur mengembalikan ini dulu"
__ADS_1
Aileen melangkah keluar, setelah selesai mengembalikan nampan ke dapur dia berjalan ke ruang kerja. Mengambil laptop dan membawanya ke kamar.
♡♡♡
Setelah membuka pintu, Aileen melangkah masuk, menyelidik ke setiap sudut kamar. Sejenak terdiam ketika tak menemukan David di sana.
"David??" Aileen sedikit meninggikan suaranya, berharap laki laki itu akan mendengar.
Pandangannya tertuju ke pintu kamar mandi setelah mendengar suara gemericik air dari arah dalam. Aileen meletakkan laptop ke atas ranjang kemudian melangkah menuju kamar mandi.
"David??, , " Aileen menyelidik kearah dalam karena pintunya sengaja tidak di tutup.
"Aaaaaaa" Aileen terkejut ketika melihat David sedang buang air kecil di dalam. Seketika dia menutup mata dengan kedua tangan.
"Kenapa tidak di tutup pintunya!!" Aileen menjauh dari pintu, kemudian duduk di bibir ranjang.
"Sengaja, biar nanti kalu ada apa apa denganku kamu bisa masuk!" David berjalan keluar dari kamar mandi.
"Modus!!, , memang apa yang akan terjadi denganmu!" Aileen membuka matanya, dia mulai sibuk mengirim email kepada Lena untuk mengirim semua desain yang dia simpan di laptopnya.
David terkekeh sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Dia menghela nafas panjang, menatap langit langit lalu berucap
"Ai??"
"Hmm??" Aileen bergumam.
David menoleh, menatap Aileen yang sedang duduk di ujung ranjang.
"Bagaimana kalau kita menikah besok?" David seolah sudah tidak sabar ingin segera memiliki Aileen aeutuhnya.
Dengan raut wajah aneh, Aileen melirik David yang sedang berbaring.
David beranjak kemudian duduk.
"Kenapa kamu malah membicarakan obat??, , apa hubungannya dengan menikah,??"
"Tidak ada ya??? oohh aku pikir kamu sudah kehabisan obat" Aileen terkekeh, membuat David yang merasa gemas kemudian merangkup tubuh Aileen, membawanya ke dalam dekapan. Memaksa perempuan itu berbaring di ranjang dan menindihnya.
"David, lukamu?" Aileen merasa khawatir ketika David menekuk sikunya saat berada di atas tubuh Aileen.
"Sekali ini, , biarkan tambah parah. Yang terpenting aku bisa memuaskan diriku!" David berucap dengan nada berat.
Aileen mengerutkan keningnya.
"Memuaskan??" dia mengulangi ucapan David dengan raut wajah kebingungan.
Tanpa menghiraukan Aileen yang tidak mengerti dengan maksud ucapnnya, David menghujani wajah Aileen dengan kecupan di setiap inci tanpa ada yang terlewat.
Mulai dari kening, kecupan itu bergerak menurun ke pipi kanan, pipi kiri, ujung hidung kemudian bibir.
David sempat berhenti menatap Aileen dengan tatapan melembut, perempuan itu hanya diam menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh bibir David.
Seperti belum puas, David mengecup dagunya, tanpa melepas dia menggeser bibirnya ke rahang kemudian bergerak ketelinga dan menggigit kecil di sana.
"David!!, , sakit" Aileen mendorong, menahan tubuh laki laki itu agar sedikit menjauh dengan tangannya.
"Sakit atau geli?" David sengaja berucap dengan lembut di selipi sedikit desahan untuk menggoda Aileen. Dia telah berhasil membuat pipi Aileen merona. Tentu saja Aileen tidak secara gamblang mengatakan apa yang dia rasakan saat Davit menggigit di bagian telinganya.
"Kamu istirahatlah, aku harus menyelesaikan pekerjaanku!" Aileen terus berusaha mendorong tubuh David agar menyingkir.
__ADS_1
"Aku tidak mau, , aku masih ingin seperti ini!" suaranya terdengar sangat berat, David membenamkan wajahnya di perpotongan antara pundak dan leher Aileen. Mencoba mencari ketenangan di sana.
"David bangunlah, , ih!, , tubuhmu berat sekakali!" Aileen menghela nafas panjang, berusaha mengumpulkan seluruh tenaga untuk mendorong David, karena saat ini laki laki itu sepenuhnya membebankan berat tubuhnya di atas tubuh Aileen.
Aileen tertawa lirih ketika David memainkan bibir di lehernya. Kemudian menghirup dalam dalam aroma wangi dari tubuh Aileen. Perempuan itu sangat sangat wangi, sedikit ada rasa manis dari tubuh Aileen yang menyeruak kedalam hidungnya. Sehingga David mabuk kepayang dibuatnya, refleks dia menjulurkan lidah, mencicipi kulitnya. Tak lama dia membuka mulutnya menikmati, menyesap kuat menggigit kecil kulit lehernya. Dia bahkan sengaja menghembuskan nafas hangat untuk membuat Aileen menggila.
Tetapi perempuan itu bisa mengendalikan diri dengan baik.
"David apa yang sedang kamu lakukan??, , besok aku harus bertemu dengan meneger majalah X" percuma Aileen berucap, David tak bergeming. Laki laki itu malah semakin menikmatinya.
"David hentikan!" Aileen menggunakan tangannya untuk mendorong dadanya.
"Mmmm, , mmmm" David bergumam sambil menggelangkan kepalanya, dia masih menyesap kuat leher Aileen.
Geraka kepalanya membuat Aileen menggeliat karena merasakan geli yang teramat.
"David geli iiiihh!!" Aileen memukul pundaknya untuk menghentikan laki laki itu.
"Apa??"David melepaskan ciumannya, kemudian mengangkat kepala untuk melihat eksprasi wajah Aileen. David ingin sekali lagi mendengar kata itu dari mulutnya.
"Kamu bilang apa barusan?"
"Lupakan, , aku tidak mengatakan apa pun" Aileen merona, dia menoleh ke samping menghindari tatapan David yang mulai terlihat sendu.
Bukan maksud hati untuk menggoda laki laki itu, Aileen malah tanpa sengaja memamerkan bagian lehernya.
David menelan ludahnya susah payah. Menyandarkan keningnya di pipi Aileen, menahan hasrat yang sudah sangat lama terpendam.
"Ai??" bisiknya dengan nada rendah.
"Hmm??"
"Bolehkah aku melakukannya??"
Aileen tahu kemana Arah pembicaraannya, karena tanpa sengaja dia merasakan ada sesuatu di sana yang terus bergerak, memaksa ingin segera keluar dari sarangnya.
"Jangan!, , " Aileen menolak dengan nada lembut.
"Kenapa?" David mendesah, sempat menekan tubuh Aileen di titik tertentu. sengaja membuat perempuan itu mengerti bagaimana dia sungguh sangat menderita dengan terus menahan hasratnya.
"Bertahanlah sebentar lagi!" Aileen menatap lembut kearah wajah David yang ada di atasnya.
"Aku tidak yakin aku bisa!"
"Apa karena aku?, , jadi bagaimana kalau untuk sementara waktu sebelum kita menikah, , aku menjauh darimu??"
David mengerutkan dahinya.
"Kamu ingin membunuhku secara perlahan?"
"Bukan seperti itu, , Aku, , aku tidak ingin membuatmu tersiksa seperti ini" Aileen menggerakkan tangannya meraih rambut David yang menjuntai ke bawah. Menariknya ke atas untuk membuatnya rapih
David memendam wajahnya di pertengahan dada Aileen.
"Tidak masalah, Aku menyukai siksaan ini, walau pun harus menahannya. Aku akan beeusaha keraa untuk tidak memaksamu. Aku berjanji, tidak akan membahas ini ketika sedang bersamamu. Tapi jangan pernah berfikir lagi untuk menjauh dariku!" terakhir David menggigit kecil dadanya yang terbungkus rapih hingga terlihat basah dibagian sana. Kemudian dia bangkit sambil menarik tangan Aileen, membantu perempuan itu bangun. David sebenarnya tidak ingin mengakhiri ini begitu saja. Dia masih sangat ingin mencumbu Aileen. Tetapi dia takut akan kehilangan kendali jika tetap memaksa untuk melakukannya.
David mengusap lembut pipinya, lalu mengecup keningnya.
"Selesaikan pekerjaanmu, aku akan keluar sebentar mencari udara sejuk!"
♡♡♡
__ADS_1
Apakah kalian bosan?? maafkan Author 😘😘😘
jangan lupa likenya.😍