Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#58 Aku menyukaimu


__ADS_3

Terlihat mobil barack sudah sampai di halaman parkir rumah luna.


Orang orang sudah mulai berlalu lalang dengan kesibukan masing masing untuk menghias setiap sisi halaman itu.


Terlihat nuansa putih menyelimuti setiap sudut halaman rumahnya.


Meja meja mulai memenuhi halaman rumah luna.


Barack turun dari mobil dan segera menggandeng tangan luna yang sudah turun dari mobil terlebih dahulu.


Mereka berjalan menuju ke arah pintu masuk yang sudah dihiasi bunga bunga berwarna putih.


Bukannya senang namun luna merasa bingung, dengan segera mereka berjalan ke arah dalam untuk menemui mamahnya.


Barack tidak mengikuti luna yang masuk untuk menemui mamahnya karena harus mengangkat telepon dari rekan kerjanya itu.


Dilihatnya mbak ratmi di ruang dapur sedang sibuk menyiapkan camilan.


" Mbak?, , mamah di mana?" tanya luna kepada asisten rumah tangganya itu.


"Loh, mbak luna sudah pulang?, , itu mereka berkumpul di halaman belakang mbak" kata mbak ratmi.


"Oh ya mbak, nanti buatkan susu putih buat aku sekalaian ya" kata luna.


Dia pun berjalan menuju ke arah halaman belakang.


Luna melihat ke dua orang tua barack juga sudah ada di situ.


"Mah, , pah" luna mencoba menyapa mereka.


"Sudah pulang kamu?, , barack di mana?" tanya mamahnya.


"Sedang ada telepon tadi" kata luna.


Mbak ratmi pun datang sambil membawa camilan dan teh panas untuk menemani perbincangan dua keluarga besar siang itu.


Luna pun maraih se gelas susu yang di berikan oleh mbak ratmi padanya.


"Terimakasih mbak" kata luna kepada mbak ratmi.


"Sama sama mbak" jawab mbak ratmi.


"Ooh iya mah, , katanya acara pertunangannya di taman kota, kenapa tiba tiba malah rumah yang di hiasi?" tanya luna kebingungan.


"Papahmu sama papahnya barack tidak setuju, mereka ingin di adakan di rumah saja, katanya terlalu bising kendaraan nanti kalau di taman tengah kota.


"Oooh" luna pun duduk di bangku panjang yang ada di taman belakangnya.


"Barack tidak ikut pulang lun?" tanya bu bowo.


"Ikut mah, tadi sedang ada telepon, makanya dia sedang mengangkat teleponnya di depan" kata luna sambil sesekali menyeruput susunya yang masih terasa panas itu.


"Ya sudah, masuk kedalam yuk makan siang bersama" kata bu bowo.


"Iya mah duluan saja" kata luna sambil menaruh gelas susunya tadi di atas meja.


Bu bowo, dan bu cokro pun berjalan ke arah ruang makan karena makan siang sudah siap dan tersaji di meja makan.


Selesai menerima telepon barack pergi ke arah dalam rumah luna dan bertemu mamahnya di meja makan.


"Barack ayo makan ajak luna sekalian tu" kata mamahnya.

__ADS_1


"Iya mah" barack pun berjalan ke arah halaman belakang rumah luna.


Dia melihat luna tengah asyik menikmati sinar matahari di bawah pohon sambil duduk di sebuah bangku.


Dia berjalan menghampiri luna, dan merebahkan tubuhnya di atas kursi panjang itu sambil meletakkan kepalanya di pangkuan luna.


"Barack??? malu, di lihatin mamah" kata luna.


"Mana?, , mamah sedang makan kok, lagi pula kalau mereka lihat kenapa? kenapa harus malu" tanya barack.


"Kamu tuh ya, , terserah kamu deh" luna tidak bisa melarang keinginan barack untuk tidur di pangkuannya.


Barack terus melihat ke arah luna yang mencoba mengalihkan pandangnnya ke arah lain.


"Hei" kata barack mencoba mengambil perhatian luna.


"Apa?" jawab luna, namun pandangan matanya tertuju ke arah lain.


"Lihat ke sisni dong" nada bicara barack mulai merendah.


"Tidak mau" wajah luna terlihat malu saat itu.


"Ya sudah" barack langsung mengalihkan pandangnnya ke arah perut luna dan menggigit kecil perut luna yang berada tepat di hadapannya.


"Aduh" spontan luna langsung memegangi perutnya dan menekuk tubuhnya ke arah depan, dilihatnya wajah barack tepat berada di depannya.


Luna bermaksut mengangkat kembali kepalanya namun barack terlebih dulu menahan lehernya.


Dengan cepat barack langsung mengecup bibir luna.


cup, ,


Luna mencoba menarik kepalanya kembali ke arah belakang.


"Ini ciuman keberapa coba?, , kenapa kamu masih terlihat malu malu seperti itu?" kata barack sambil memprlihatkan senyum menggodanya.


"Aki tidak terbiasa barack, , aku sudah bilang kan sama kamu, ini adalah yang pertama bagiku" kata luna.


"Pertama pacaran?" tanya barack penasaran.


"Bukanya kamu sudah tahu?, , kenapa masih tanya lagi?" kata luna.


"Berarti, semuanya nanti aku dong yang pertama melakukannnya?" tanya barack sambil merubah posisi tidurnya menjadi duduk di kursi sambil menghadap ke arah luna.


"Melakukan apa?" kata luna mulai sewot.


"Mmmm, , masak iya aku bilang disini, , tidak enak nanti kalau ada yang mendengar" barack terus meggoda luna.


"Barack apaan sih, , " kata luna sambil memalingkan wajahnya.


"Kenapa malu malu begitu?" kata barack sambil meraih wajah luna.


"Ya, tidak perlu kan, di bahas disini?" kata luna dia terus berusaha menahan rasa malunya.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita ke kamar? untuk membahasnya" tanya barack.


"Iiiihhhh, , kamu mesum terus pikirannya sih" kata luna sambil memukul ke arah dada barack.


"Kenapa??, , ooh iya aku lupa, kamu kan sukanya aku yang galak ya, , tapi, bukannya dulu kamu yang pertama menyatakan cintamu padaku?, , kenapa sekarang malah sok jual mahal begitu?" kata barack.


"Siapa yang jual mahal? kamu juga begitu, dulu kalau bicara sedikit sedikit hanya seperlunya saja, terus kenapa sekarang malah banyakkan kamu yang bicara di banding aku?" kata luna mencoba menepis perkataan barack.

__ADS_1


"Masak?, , kenapa aku tidak ingat ya?" kata barack sambil melirik ke arah luna.


"Dasar!!!, , tapi aku juga belum pernah mendengarmu mengatakan itu" kata luna.


"Mengatakan apa?" tanya barack dengan penuh penasaran di wajahnya.


"Mengatakan kalau kamu, , menyukaiku" kata luna.


"Apa perlakuanku terhadapmu ini kurang, , kurang meyakinkan, sampai aku harus mengatakan itu?" kata barack.


"Harus dong, , karena aku ingin mendengarnya sendiri dari mulutmu" kata luna sambil menahan senyumnya.


Terlihat wajah barack sedikit memerah.


Sebenarnya dia merasa malu harus mengatakan itu, karena bagi dirinya sikapnya kepada luna sudah mewakili semua perasaannya.


"Kalau tidak mau mengatakannya ya sudah, , tidak usah di paksa,, dari pada tidak ikhlas, nanti jatuhnya malah pemaksaan" kata luna dengan nada jutek.


"Aku menyukaimu" kata barack dengan intonasi yang cepat.


"Aku tidak bisa mendengarmu dengan jelas, pelan pelan sedikit dong" kata luna.


Barack menghadapkan wajahnya ke arah luna.


Terlihat kalau wajahnya kini mulai serius.


"Aku, , menyukaimu" kata barack dengan nada lembut.


Luna pun tersenyum dan meraih wajah barack dengan ke dua tangannya, kemudian melayangkan ciumannya ke bibir barack.


Barack merasa kaget saat luna menciumnya tanpa harus diminta.


Biasanya kalau bukan barack yang berinisiatif menciumnya terlebuh dulu, maka dia yang akan menyuruh luna menciumnya.


Senyum di wajah barack terlihat sangat manis semanis ciuman luna barusan.


Mereka berdua pun saling melempar pandang dengan penuh senyum ke bahagiaan di wajah mereka.


"Lun" terdengar suara mamahnya memanggil dari arah dalam.


"Iya mah" luna pun mengarahkan pandangannya ke arah pintu yang menghubungkannya ke ruang dapur itu.


Terlihat mamahnya sudah berdiri di pintu.


"Bajumu sudah datang itu, cepat kamu coba dulu ya, nanti kalau ada kekurangan biar bisa langsung di benarkan" kata mamahnya.


"Iya mah sebentar" kata luna.


Diapun beranjak dari kursi dan bermaksut meninggalkan barack namun barack malah menahan tangan luna.


Luna pun menoleh ke arah barack dengan kebingungan.


Barack hanya diam sambil memeperlihatkan senyumannya yang manis itu ke arah luna.


Barack tidak berkata apapun namun luna mengerti maksut barack saat itu.


Luna pun langsung melayangkan ciumannya ke kening barack dan segera meninggalkan barack duduk sendiri di bangku itu.


Sambil membuang senyum ke arah barack yang terlihat sedikit kecewa.


Barack tahu kalau luna sengaja melakukan itu.

__ADS_1


Makanya dia terus melihat ke arah luna sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


***


__ADS_2