Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
106 CEO: Love's Romance Soto pedas


__ADS_3

Menjelang pagi Aileen yang masih tengah tertidur pulas terlihat mengerutkan dahinya. Perutnya bergejolak rasa tak nyaman yang kemudian ingin meminta untuk segera di tumpahkan semua, seluruh isi di dalamnya.


Aileen semakin merasa tidak nyaman dia bangun beranjak dari ranjang berlari ke arah kamar mandi dengan cepat membungkuk di wastafel.


Aileen mencoba memuntahkan isi yang ada di dalam perutnya, tetapi hanya angin dan cairan putih bening yang keluar dari dalam perutnya. Seolah masih belum puas, perutnya terus berusaha mendorong ke atas berusaha melewati tenggorokan dan isinya kembali keluar berulang kali, hampir kehabisan nafasnya dan kini yang keluar cairannya sedikit berwarna kuning hingga terasa pahit di sekitar mulutnya.


Setelah sedikit merasa lega, Aileen menghela nafas panjang, membuka keran dan berkumur kemudian membasuh wajahnya dengan air.


Aileen mencoba membuat tubuhnya untuk tetap tenang dan tegak berdiri karena setelah beberapa saat dengan kejadian itu tubuhnya bergetar lemas dan hampir jatuh. Perut yang sebelumnya telah kosong kini telah tekuras habis sampai ke dalam dalamnya. Dia menyalakan keran kemudian berkumur untuk membersihkan sisa rasa pahit di mulutnya.


Setelahnya Aileen menggunakan kedua tangan untuk menyangga tubuh ketika bersandar di wastafel. Perlahan mengarahkan pandangannya ke cermin, menatap bayangan diri yang terlihat pucat.


Wajahnya kembali terlihat menahan rasa mual yang semakin menguat hingga kepalanya terasa berat. Dia membungkuk lagi, cairan kuning dan sedikit mengental itu keluar dari dalam perutnya., seolah sudah tak ada yang bisa di keluarkan lagi dari dalam sana.


Suara ketika Aileen muntah semakin terdengar jelas di telinga David. Membuat laki laki itu terbangun dari tidurnya.


David menyadari bahwa Aileen sudah tak berada di dalam dekapan. Dia menyelidik ke pintu kamar mandi yang terbuka. Setelah mendengar suara Aileen yang sedang kesakitan di dalam sana, David seketika melompat dari ranjang dan berlari ke arah dalam kamar mandi.


"Sayang???" nafasnya terengah engah setelah berlari, dalam keadaan yang masih terkejut David menatap Aileen dengan penuh kehawatiran.


"Ai??" David melangkah semakin mendekat meraih pundak Istrinya, mengusapnya perlahan untuk memberi kenyamanan pada perempuan itu.


"Kamu baik baik saja?"


Aileen meringis merasakan perih di dalam perut serta pahit yang memenuhi setiap sisi mulutnya.


"Perutku tidak nyaman, dari kemarin aku tidak nafsu makan"


"Dari kemarin kamu tidak makan??" Keningnya berkerut kasar hingga terlihat dalam di sekitar matanya. David terlihat sangat khawatir dengan keadaan Istrinya. Tangannya membersihkan sisa sisa air yang berada di sekitar bibir Aileen


"Mm" Aileen mengangguk membenerkan ucapannya.


"Ai, , kenapa kamu tidak menjaga tubuhmu sendiri dengan baik??, , aku tidak bisa setiap saat berada di sampingmu. Jika aku pergi ke bekerja atau keluar kota, aku tidak akan bisa tenang meninggalkanmu jika hal ini terulang lagi" ucapnya dengan lembut dan penuh perhatian.


"Maaf" Aileen memeluk Suaminya, menyandarkan kepala ke dadanya kemudian.


"Aku hanya sedang tidak bernafsu makan" Aileen mendongak menatap mata Suaminya dengan lembut.


"Bisakah hari ini kamu tidak usah berangkat kerja?"


"Iya, asal kamu mau makan" David membelai lembut rambutnya yang menjuntai ke bawah hingga menutupi punggungnya.


♡♡♡

__ADS_1


Kepala pelayan menyajikan hidangan untuk sarapan Aileen dan Suaminya, sementara Essie tengah sibuk menghabiskan sarapannya sebelum berangkat sekolah.


"Apa tidak sebaiknya Nyonya periksa ke Dokter kandungan saja?"


Sepasang Suami Istri itu langsung saling menatap satu sama lain dengan lekat. Terlebih lagi David pandangannya nampak menyelidik ke tubuh Aileen dengan lekat di bagian perutnya.


"Apa mungkin kamu hamil sayang?" wajahnya merona setelah mengambil kesimpulan sendiri dengan apa yang telah di ucapkan oleh Kepala pelayan. Terlabih lagi katika menginhat bahwa Aileen sempat muntah saat bangun tidur.


"Ee, ,tapi aku tidak tahu" Aileen tidak yakin bahwa dirinya tengah hamil. Karena memang dia tidak berfikir ke arah sana sebelumnya.


Seketika saat itu juga wajah David kembali terlihat masam.


"Sayang?, , kenapa" Aileen melihat perubahan ekspresi wajah pada Suaminya yang langsung berubah drastis. Dia menggenggam erat tangannya. Mengangkat kedua alisnya ke arah David


"E, , maaf kalo saya lancang. Tetapi semenjak kemarin Nyonya tidak memiliki nafsu makan. Terlebih lagi tadi pagi Tuan mengatakan kalau Anda muntah muntah. Saya hanya berfikir kemungkinan besar kalau Nyonya sedang hamil?"


♡♡♡


Aileen menahan tubuh David dengan tangannya, ketika laki laki itu ingin masuk ke dalam kamar mandi mengikuti Istrinya.


"Biarkan aku ikut ke dalam untuk melihatnya" David tetap berusaha menerobos masuk, namun Aileen menahannya agat dia tetap menunghu di luar katika Aileen melakukan tes urin.


"Jangan, , biarkan aku melakukannya sendiri" Aileen merona, kembali mendorong tubuh David dengan kuat untuk tidak ikut masuk, pasti Aileen akan merasa malu jika melakukannya di depan David. Sendiri mungkin lebih membuatnya nyaman.


Terlalu lama Aileen tak kunjung keluar membuat David memutuskan untuk mengetuk pintu dengan tidak sabar.


Tok tok tok tok tok!!


"Iya sayang sebentar, , sabar" Aileen berseru dari arah dalam, sementaran David terlihat semakin tak karuan.


Laki laki itu ingin mencoba membuka pintu untuk segera masuk ke dalam, tetapi dia mengurungkan niatnya, takut jika Aileen akan marah karena perempuan itu telah memintanya untuk tetap berada di luar dan menunggu.


Tak lama kemudian Aileen keluar dengan memawa tiga buah tespack sekaligus di tangannya. Dia tidak akan merasa puas jika hanya sekali melakukan tes urin.


David terpaku di tempat ketika melihat wajah Aileen yang hanya diam di tempat tanpa ekspresi.


"Ai??" dadanya berdebar bahkan sebelum Aileen berucap sepatah kata pun.


"Mmm, , apa kamu sudah siap menjadi seorang Ayah?" tanyanya sembari meraih tubuh David dan memeluknya. Aileen yang bersandar di dadanya pun sampai bisa mendengar detak jantungnya yang keras.


David masih belum bisa mencerna dengan baik ucapan Aileen. Dia mendorong tubuhnya kemudian menatap lekat kedua mata Istrinya.


"Kamu bisa mengulangi pertanyaanmu??"

__ADS_1


Aileen menganggukkan kepala. Senyum yang menghiasi bibirnya pun semakin terlihat lebar.


"Kamu akan menjadi seorang Ayah" ucapnya untuk memperjelas agar David mengerti


"Benarkah??" David marungkup kedua pipinya, membungkuk mendekatkan wajahnya ke wajah Aileen. Kemudian menghujaninya dengan kecupan hangat bertubi tubi. Setelahnya memeluk Aileen dengan erat lalu berbisik.


"Terima kasih Ai, , aku janji aku akan menjaga kalian dengan baik"


Aileen menganggukkan kepalanya.


"Aku juga akan menjaganya"


David melepaskan pelukannya, mencium bibir Istrinya dengan lembut penuh dengan perasaan. Tak seperti ciuman yang biasanya penuh dengan hasrat. David harus belajar untuk bisa mengendalikan diri dengan baik terlebih lagi ketika mengetahui Aileen tengah hamil muda.


David melepaskan ciumannya, dan mengakhiri dengan sebuah kecupan.


"Karena sejak kemarin kamu belum makan, , hari ini aku akan menyuapimu"


"Aku tidak mau" Aileen semakin mengeratkan pelukannya, mendekap tubuhnya dengan erat, karena baginya hanya laki laki itu dan aroma yang melekat di tubuhnya yang bisa memberi kenyamanan.


"Aku ingin makan yang lain"


David menarik punggungnya kebelakang, menunduk untuk mempermudahkan dirinya melihat wajah Aileen.


"Apa??, , kamu ingin sesuatu?" David mengangakat tubuhnya,menahan perempuan itu dengan kedua tangannya yang melingkar di paha Aileen, membuatnya jauh lebih tinggi dari dirinya.


"Katakan, kamu ingin makan apa??"


"Soto!"


"Ha??" David menurunkan tubuhnya perlahan.


"Kalau begitu akau akan mennyuruh Bibik"


"Jangan!, , aku tidak mau kalau Bibik yang memasaknya. Aku ingin kita beli di luar" Aileen berucap dengan manja. Sementara David hanya terdiam mendengar permintaan Istrinya.


"Seumur hidup aku tinggal di Paris, aku belum pernah melihat toko di sekitar yang menjual soto Ai, , dimana kita mau mencarinya?"


"Mana aku tahu, , kamu bisa meminta orang untuk mencarinya, , oh tidak!!, , aku ingin kita pergi sendiri" Aileen berjalan keluar dari kamar mandi.


"Kamu tidak ingin makan yang lain??, , kita ke restoran saja ya. Di sana juga banyak maknan yang enak. Siapa tahu kamu tertarik dengan salah satu menu di sana" David melangkah mengikuti Aileen dari arah belakang.


"Aku maunya soto, kenapa malah di suruh makan di restoran!!, , aku maunya soto yang panas terus banyak sambelnya!!"

__ADS_1


David memaku tubuhnya, memikirkan keinginan Aileen yang menurutnya sangat sulit untuk di dapatkan.


__ADS_2