
Luna membuka pintu masuk apartement barack, perlahan dia mengubah posisi barack yang bersender di tembok menjadi membelakanginya, luna membungkukkan badanya agar tangannya bisa meraih sela sela lengan barack dan kemudian melingkarkan lengannya di dadanya seperti memeluk dari belakang agar dengan mudah bisa menariknya masuk ke dalam apartement dengan perlahan.
Dibiarkan sebagian bawah tubuh barack terus bergesekan dengan lantai saat luna menyeretnya.
Aksinya itu penuh dengan menguras tenaga, luna berusaha keras menarik barak ke arah belakang. untuk masuk ke dalam apartement.
Belum juga ada 2 meter tubuh barack meninggalkan tempat semula, luna merasa seperti kehabisan nafas saat harus mengejan karena berusaha menarik tubuhnya, otot ototnya terasa di tarik dengan paksa, dan lengan luna serasa mau lepas dari tubuhnya.
Dia menarik kembali tangannya yang ada di sela lengan barack. Menaruh tubuh barack di atas lantai dengan pelan apa lagi pas bagian kepalanya luna menaruh dengan penuh hati hati.
Sesekali dia menghelas nafasnya. Untuk sekedar melepas lelahnya karena menarik barack yang berat badannya pastinya lebih dari pada luna.
"Ya ampuuun barack!! kamu berat sekali lenganku rasanya mau patah!". luna terus bebicara sendiri.
Di rasa tenaganya sudah terkumpul kembali luna segera menarik tubuh barack ke arah belakang lagi.
Usahanya untu menarik barack pun terhenti lagi sampai di ruang tv, kembali lagi luna mengatur nafasnya, luna merasa sudah tidak kuat lagi harus menarik barack sampai ke dalam kamarnya.
Makanya dia mencoba membangunkan barack.
Di tepuknya pipi barack dengan pelan.
"Barack, , hei, bangun" bisik luna dengan nada penuh kelembutan ke arah wajah barack.
Namun barack tidak meresponnya.
"Haaduuuuuhh, , ya ampuuunnn, masak iya aku harus bawa kamu sampai ke kamar?" sebenarnya jarak ruang tv sampai ke kamar tidak begitu jauh, namun entah kenapa saat itu jadi terasa sangat jauh sekali.
Mungkin karena luna sebenarnya sudah tidak mampu menyeret tubuh barack.
Namun dia hanya berfikir, masak iya mau membiarkan tubuh barack terkapar di lantai ruang tv.
Mau tidak mau luna mencoba terus menarik barack sampai ke dalam kamar.
Setelah sampai di dalam kamar, luna mencoba membantu barack untuk naik ke atas tempat tidurnya, namun dia tidak sanggub. Karena tingginya tempat tidur milik barack tidak sanggub membuat luna kalau harus mengangkat tubuhnya yang berat itu.
Akhirnya dia menyerah, membiarkan tubuh barack terkapar di samping tempat tidurnya.
Ditariknya badcover warna hitam gelap yang menyelimuti tempat tidur barack oleh luna.
Dia melipatnya menjadi dua agar memberikan kesan lebih empuk dan nyaman saat akan di gunakan untuk alas tidur.
Luna meletakkan badcover itu di samping sebelah tubuh barack, dia mencoba menggeser tubuh barack dengan memutar badannya seperti sedang menggelindingkan sebuah botol agar badan barack bisa tidur di atas badcover, yang tidak senyaman tempat tidurnya namun setidaknya tidak sekeras lantai.
Luna membantu barack untuk mendudukkan badannya yang lemas itu, Ditariknya tangan barack agar badannya terbangun dan memposisikan dirinya sedang duduk.
Namun karena memang kondisinya yang sedang pingsan karena minuman beralkohol membuat barack tifak sanggup menopang tubuhnya sendiri dan dia menjatuhkan badannya ke arah depan, namun dengan sigap luna menangkap tubuh barack dengan pelukannya.
Saat ini secara tidak langsung luna sedang memeluk barack, posisi kepala barack yang terlunglai di bahu luna sesekali terasa ingin jatuh ke lantai namun luna terus menahan agar badan barack tetep bersandar di badannya.
Luna mulai membuka jas yang masih menyelimuti tubuh barack. Di lepasnya jas itu mulai dari tangan sebelah kanan dan menarik ke arah belakang tubuh barack kemudian melepas jas yang masih membalut di tangan kirinya.
Selesai melepasnya, luna langsung melempar jas barack ke arah lain.
Mata luna mulai terbelalak saat mendengar barack yang masih di pelukannya itu mengeluarkan suara seperti dahaga, tidak sekali namun hampir 3 kali dan yang terakhir kali di barengi dengan cairan yang terasa panas saat mengenai punggung luna.
Ya, barack muntah dan mengenari baju bagian belakang luna.
"Iiiuuuuuhhhh, , barack jorok ih!" kata luna sambil mendorong tubuh barack, namun saat sebelum kembali menidurkan tubuh barack di lantai, barack sempat memuntahkan lagi isi perutnya hingga mengenai baju dan celana luna bagian depan.
"Iiiiiiihhhhh!!!" dengan cepat luna langsung melepas tubuh barack, dia tidak menghiraukan saat kepala barack membentur ke lantai karena merasa agak risih dan geli saat merasakan pundak dan bagian depannya terkena muntahan barack.
Untungnya juga kepala barack tidak langsung mengenai lantai karena ada badcover yang lumayan empuk menahan kepala barack saat jatuh.
Terlihat wajah barack sangat merasa nyaman setelah berhasil mengeluarkan cairan yang sedari tadi membuat perutnya tidak nyaman itu.
Bergegas luna langsung lari ke arah kamar mandi kemudian melepas semua pakaian yang menempel di tubuhnya.
Dan segera menyalakan keran shower untuk menyalakan air.
__ADS_1
Barack mencoba membuka matanya perlahan walaupun sebenarnya dia masih merasa sangat berat saat akan membukanya
Dia belum sepenuhnya sadar bahkan pandangan matanya belum begitu bisa melihat dengan jelas.
Dia berusaha mengangkat tubuhnya sendiri untuk mencoba meraih bibir ranjang tempat tidurnya, dengan sedikit dorongan kakinya dia berhasil duduk di atas tempat tidur itu.
Matanya belum bisa membuka sepenuhnya sesekali dia mengusap usap kepalanya yang masih sedikit terasa pusing itu.
Di dalam kamar mandi luna sudah selesai membersihkan badannya yang terkena muntahan. Namun dia celingukan karena tidak menemukan handuk di dalam kamar mandi itu.
Tadi dia tidak sempat mengambilnya di laci almari baju karena terlanjur tidak bisa menahan aroma yang membuatnya ingin ikut muntah yang melekat di tubuhnya.
Dia terus berfikir keras bagaimana caranya keluar dari kamar mandi.
Di pikirannya, dia ingin menutup bagian bawahnya menggunakan kemejanya, dengan bagian lengan bajunya akan di ikat di pinggannya, namun melihat bajunya kotor sehingga luna mengurungkan niatnya itu.
Dia tidak berfikir kalau kalau barack bisa saja bangun dari pingsannya, makanya dia langsung keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sebelah tangannya untuk memeluk dadanya sendiri agar menutupi bagian atasnya dan sebelah lagi untuk mencoba menutupi bagian bawah tubuhnya.
Luna segera keluar dari kamar mandi tanpa sadar kalau barack yang masih terduduk di bibir ranjangnya itu.
Dia terus berjalan menuju almari baju barack untuk mencari kaos atau baju atau semacamnya yang bisa di pakainua untuk menutupi tubuhnya sambil terus membelakangi barack.
Barack masih mencoba menyadarkan dirinya. Dia membuang pandanganya ke sekitar.
Matanya masih tetap belum bisa melihat dengan jelas.
Di lihatnya sesosok tubuh yang berambut lumayan panjang menutupi punggungnya itu. Tidak terlalu terlihat jelas namun yang pasti wanita itu membelakanginya dan nampak kalau dia seperti tidak memakai baju karena dari kejauhan hanya terlihat wrna kulitnya yang putih.
Barack terus mengerjap ngerjapkan matanya seolah olah dia berharap kalau matanya bisa melihat dengan normal lagi.
Alhasil usahanya pun berhasil walaupun bisa melihat namun tidak sejelas saat dia sadar, hanya lebih jernih penglihatanya dari sebelumnya.
Dia terus berusaha meyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya itu nyata, walaupun keadaan badannya masih tersisa sedikit efek dari minuman tadi.
Di dalam alamari baju barack, luna hanya menemukan kaos barack berwarna putih dengan ukuran yang sangat besar baginya.
Dan sisanya adalah kemeja kerjanya.
Dia segera membalikkan badannya dan mendapati barack telah duduk di atas ranjang dengan terus menatapa ke arahnya.
"Aaaaaaaaaaaaaa!!!!" luna berteriak sekencang kencangnya, dengan segera dia langsung memakai kaos barack yang kebesaran itu.
Mendengar jeritan luna, membuat barack harus mencoba menyadarkan dirinya.
Terlihat kerutan di keningnya sambil di barengi dengan matanya yang mulai terlihat sipit.
Dengan setengah sadar dia mengetahi kalau tubuh yang tadi di lihatnya itu adalah tubuh luna.
Perasaan malu mulai menyelimuti hati barack, makanya dia pura pura untuk kembali pingsan lagi, dan mambanting tubuhnya sendiri ke atas tempat tidur.
Dengan ragu luna yang sudah berhasil memakai kaos untuk menutupi tubuhnya itu pun berjalan pelan pelan, mendekati tubuh barack.
Nafasnya masih terdengar kasar karena rasa kagetnya tadi membuat detak jantungnya harus bekerja dua kali lipat, bahkan bisa jadi 10 kali lipat dari biasanya.
Dia terus memastikan kalau barack sudah terlelap lagi.
Dia mencoba mendekati wajah barack yang pura pura menutup matanya itu.
Tercium aroma khas wangi yang berasal dari tubuh luna oleh barack, dan itu tidak terasa asing di hidungnya, aroma sabun bercampur dengan minyak wangi luna yang menempel di badannya dan kemudian menyatu dengan uap yang keluar dari pori pori tubuhnya setelah selesai mandi.
"Hei, , barack" luna mencoba memastikan barack kalau dia masih belum sepenuhnya sadar, itu harapannya.
"Dia kan sedang mabuk, semoga saja tadi tidak melihatku dengan jelas, berharap juga besok dia tidak mengingat kejadian tadi, hhiiihhhh, ,memalukan!" kata luna kepada dirinya sendiri yang kemudian wajahnya terlihat memerah.
Dilihatnya kaki barack yang masih menempel di lantai. Dengan segera dia meraih ke dua kaki barack dan mengangkatnya ke atas tempat tidur untuk kemudian disejajarkan dengan tubuhnya.
Diambilnya selimut yang masih tertata dengan rapi di sebelah bantal yang di pakai barack untuk menyelimuti sebagian tubuh barack.
Luna pun duduk di tepian tempat tidur barack, sambil terus melihat ke arah wajah barack.
Tidak bisa di pungkiri kalau kata kata cici tadi masih dan terus terngiang ngiang di benak luna.
Dan setiap mengingatnya luna selalu menahan senyumnya di barengi dengan suara tawa geli.
__ADS_1
Karena jam sudah menunjukkan pukul setengah 1 pagi, luna sudah tidak bisa menahan rasa kantuknya.
Dengan segera dia meraih badcover yang masih terheletak di lantai kamar, untungnya badcover itu tidak terkena muntahan.
Luna berjalan menuju ke arah sofa yang ada di kamar barack.
Dia merebahkan tubuhnya mencoba mencari posisi yang paling nyaman agar bisa tidur dengan nyenyak.
Ya tidak bisa di pungkiri kalau kasurlah satu satunya tempat yang paling nyaman untuk tidur.
Barack mencoba membuka matanya sedikit demi sedikit. Perlahan dia melihat ke arah luna yang tertidur di atas sofa.
Sebelum bangkit dari tidurnya barack memastikan kalau luna memang sudah benar benar benar terlelap.
Caranya dia mencoba berulah di tempat tidur seperti menggerak gerakkan kakinya sehingga mengeluarkan bunyi dari atas tempat tidurnya.
Namun luna tidak bergeming, dan itu menandakan kalau luna sudah terlelap, mungkin juga dia memang benar sudah tidak bisa menahan kantuknya.
Barack beranjak dari atas tempat tidur dengan perlahan, sengaja dia melangkahkan kakinya seperti mengendap endap agar tidak menimbulkan suara yang bisa menggnggu tidurnya luna.
Dia berjalan menuju ke arah kamar mandi, untuk membersihkan dirinya yang masih tercium bau alkohol, walaupaun bukan kadar tinggi namun semenjak dia koma karena alkohol waktu itu dia sama sekali tidak pernah menyentuhnya, jadi walaupun sedikit yang dia munim tetap saja tubuhnya tidak bisa merespon dengan baik alhasil pasti langsung mabuk.
Barack menyalakan keran wastafel, kemudian menyiramkan air ke arah wajahnya sesekali nampak barack mengernyutkan keningnya saat menahan rasa pusing yang masih tinggal di kepalanya.
Sesekali dia melihat ke arah cermin untuk melihat bayangan dirinya di sana.
Sambil terus mencoba membuat dirinya kembali sadar sepenuhnya.
Barack mencoba menghela nafas dengan pelan.
Karena merasa sudah tidak nyaman dengan tubuhnya yang terasa lengket itu, barack langsung melepas bajunya dan segera membersihkan badanya.
Selesai mandi barack memakai kembali celana panjangnya karena dia tahu tidak ada handuk di dalam kamar mandinya.
Dia keluar dan berjalan ke arah laci almarinya mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya dan sisa sisa air yang masih menempel di tubuhnya.
Sambil mengalungkan handuk itu di lehernya, barack berjalan mendekati luna yang tengah tertidur dengan badcover yang menyelimuti tubuhnya.
Barack mengangkat kepala luna dan meletakkan di salah satu lengannya dengan satu lengannya lagi masuk ke dalam badcover mencoba menelusup ke bawah kaki luna.
Dengan segera barack lansung menggendong luna dan membawanya ke atas tempat tidur miliknya.
Barack meletakkan tubuh luna yang melemas karena otot ototnya sedang beristirahat itu dengan pelan.
Apalagi saat meletakkan kepala luna di atas bantal, dia melakukannya dengan sangat hati hati.
Barack tidak perlu menyelimuti tubuh luna karena badcover tadi masih terus menempel di tubuh luna.
Kemudian barack menekuk ke dua lututnya ke lantai di samping tempat tidur itu, sehingga sekarang wajahnya sejajar dengan wajah luna yang ada di depannya.
Ditatapnya wajah luna dengan tatapan yanga sangat lembut, pasalnya barack belum pernah memandang luna dengan tatapan seperti itu.
Dipandangnya wajah luna dengan sangat lama dan mendetail.
Mulai dari kening, kemudian turun ke mata, kemudian turun lagi ke hidung dan turun lagi ke mulut mungil luna yang ditatapnya paling lama dari yang lain.
Jantung barack tiba tiba berdegub dengan kencang, entah mengapa bisa seperti itu hanya karena menatap bibir luna.
Perlahan dia mendekatkan wajahnya ke arah wajah luna hingga semakin lama semakin dekat kini hidung barack pun sudah menyentuh hidung luna yang mungil itu, dan jarak mulutnya ke mulut luna tidak ada satu centimeter.
Dia menghentikan aksinya itu sambil terus memandang mata luna yang tertutup dari arah yang sangat dekat.
Terlihat senyum barack yang begitu tipis menghiasi wajahnya, dengan segera dia mencium bibir luna, namun belum sempat menciumnya luna mencoba mereganggkan ototnya sambil merentangakn ke dua tangannya sehingga tanpa sengaja mendorong tubuh barack dengan cepat menjauh dari sampinya, karena barack tidak menduganya sehingga dia tidak sempat mengambil ancang ancang, kemudian badannya terdorong dan jatuh ke lantai.
Terlihat luna setelah meregangkan ototnya dia kembali tidur dengan mengubah posisinya menjadi membelakangi barack yang masih terduduk di atas lantai.
Saat itu tidak terlihat amarah di wajah barack, malah sebaliknya yang ada dia tersenyum geli sambil melihat ke arah punggung luna..
***
Jangan lupa rating bintang 5 nya ya,.
kiss kiss jauh dari author 😘😘😘
__ADS_1