
Iris tampak mempercepat langkahnya, dia berlari kecil melewati setiap koridor untuk menemui Aileen.
Tak lama kemudian dia menghentikan langkahnya di depan perpustakaan. Pandangan matanya tertuju kepada seorang perempuan yang sedang duduk membelakanginya.
Sambil menghela nafas untuk mengatur ritme detak jantungnya agar kembali normal, Iris melangkah masuk kearah dalam.
Tangannya bergerak menarik kursi yang tertatah rapih di samping Aileen kemudian perempuan itu duduk di sana.
Aileen memalingkan wajahnya kearah Iris yang masih berusaha mengatur nafasnya.
Dia mengangkat kedua alisnya kemudian.
"Kenapa kamu?" Aileen brucap dengan lirih, dia merasa penasaran kenapa Iris terlihat sangat kelelahan seperti habis berlari jauh.
"Apa, , kamu baik baik saja?" Iris terlihat sangat khawatir dengan keadaan Aileen. Dia hanya merasa takut kalau Kakaknya telah berbuat yang senonoh kepada sahabatnya itu
"Ya, , aku baik baik saja. Kenapa kamu tiba tiba menanyakan hal itu?" Ailen mengerutkan dahinya.
"Aku dengar semalam kakakku membawmau pulang kerumahnya!, , syukurlah kalau kamu baik baik saja. Apa dia memperlakukanmu dengan buruk?" Iris masih menatap Aileen dengan lekat, dia berharap Aileen tidak mendapatkan perlakuan buruk.
Aileen menggelengkan kepalanya perlahan.
"Tidak" Aileen meraih kedua tangan Iris dan menggenggamnya.
"Kakakkmu memperlakukanku dengan sangat baik, , jadi tidak perlu khawatir" ucapnya dengan lembut untuk menenangkan Iris.
"Jauhi kakakku, dia playboy kelas kakap!!, , jika dia mendekatimu jangan hiraukan" Iris berucap dengan nada malas, dia menyangga kepalanya dengan tangan yang bertumpu di atas meja.
"Benarkah??, , tetapi dia mengajakku kencan!" ucap Aileen seketika.
"Haaaa!!!" karena saking terkejutnya, Iris reflek berteriak hingga seluruh penghuni perpustakaan memalingkan pandangannya kearah Iris dengan sengit. Karena mereka merasa perempuan itu telah mengganggu jam baca mereka.
Dengan cepat Aileen membungkam mulut Iris dengan tangannya. Dan menundukkan kepala kearah orang orang yang melihatnya, sebagai ungkapan rasa maaf untuk menggantikan permintaan maaf sahabatnya itu.
"Ayo kita keluar dari sini!" bisik Aileen, sambil menarik tangan Iris, dan membawa perempuan itu keluar dari perpustakaan.
♡♡♡
"Aku tidak mengira kalau kakakku akan pindah haluan" tatapan mata Iris terlihat kosong. Sementara tangannya mengaduk aduk coffemix yang ada di atas meja.
"Pindah haluan?" Aileen mengulangi ucapan Iris dengan nada bertanya.
"Ya, ," pandangan mata Iris kini beralih kearah wajah Aileen.
"Kakakku biasanya berkencan dengan wanita wanita sexi" mata Iris mulai menyelidiki tubuh Aileen dari ujung kaki hingga ujung rambut.
__ADS_1
"Dadamu berisi, pantatmu juga berisi. Tapi tidak sememnonjol wanita wanita yang selalu berada di samping kakakku. Jadi apa dong yang membuat kakakku tertatik dengan dirimu"
Aileen terkekeh jengkel.
"Secara tidak langsung kamu mengatakan kalau tidak ada yang menarik dari diriku begitu??" Aileen memperlihatkan wajahnya yang garang.
"E, , bu bukan begitu. Tetapi, , aduuh bagaimana caraku memberi tahumu. Kamu jangan marah ya" raut wajah Iris terlihat sangat menyesali ucapannya.
Sementara Aileen mulai memamerkan senyum manisnya.
"Aku bercanda, aku tidak mungkin marah denganmu" Tangan Aileen bergerak mencubit kedua pipi Iris yang terlihat sangat menggemaskan. Hingga tanpa sengaja menyenggol tumpukan buku miliknya sendiri.
Bruuughh!!!
"Waduh!!" Iris beranjak dari kursi dan membantu Aileen mengemasi bukunya. Ujung matanya melirik kearah majalah milik Aileen. Di mana cover majalah itu ada gambar Luna, Mamahnya.
Tangan Iris bergerak meraih majalah itu. Sementara satu tangannya lagi meletakkan kembali buku milik Aileen ke atas meja.
"Terima kasih" ucap Aileen, dia melihat kearah Iris yang sedang menatap serius majalah miliknya.
"Kamu menyimpan majalah ini untuk referensi?" Iris mengarahkan cover majalah itu kearah Aileen.
"Tidak, , aku sengaja membelinya. Perempaun itu salah satu idolaku" Aileen menyeruput jus mangga miliknya dengan cepat hingga habis tak tersisa.
Iris membuka mulutnya karena merasa terkejut ketika mendengar ucapan Aileen.
Ujung mata Aileen langsung mengerucut kearah Iris.
"Apa??, , dia Mamahmu?" Aileen merasa tidak percaya.
Dia kembali melempar pertanyaan kepada Iris.
"Perempuan yang ada di majalah itu adalah Mamahmu??"
Iris menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Iya!!, , dia mamahku" Iris berucap untuk meyakinkan Aileen.
"Aaah!!, , ya ampuuunn!!, , hidupku benar benar sangat indah. Bolehkan aku bertemu dengan Mamahmu. Aku ingin sekali berfoto dengannya" Aileen menangkupkan kedua tangannya kearah wajah Iris. Dia memohon kepada perempuan itu untuk membawanya menemui Luna.
"Sepele, , tapi"
"Apa? apa?, , belum belum kamu sudah meminta syarat dariku. Iihh, , sahabat macam apa kamu!" Aileen menekuk wajahnya dalam dalam. Dia kecewa sebelum mendengar persyaratan dari Iris.
"Heeii, , aku hanya mengajukan persyaratan yang akan membuatmu senang. Tenang saja aku tidak akan merugikanmu"
__ADS_1
"Apa itu?, , cepat katakan!" Aileen mulai tidak sabar, dia ingin segera mendengar pesyaratan dari mulut Iris.
"Liburan pertengahan semester kamu harus menemaniku ke korea"
"Apa???, , mau apa kamu kesana. Sekarang lagi musim virus corona. Kamu tidak takut?" Aileen berusaha menolak ajakan Iris dengan halus tanpa harus menyakiti perasaannya.
"Aileen!!, , ini novel kali!!, , jangan bawa bawa corona. Kan jadi parno sendiri"
"Iya juga sih. Oke demi bertemu dengan idolaku. Aku akan menemanimu kemana pun kamu pergi"
"Janji kelingking" ucap Aileen dan Iris secara bersamaan. Mereka pun tertawa sambil menautkan kelingking mereka di sana.
♡♡♡
David terlihat sedang duduk di ruang rapat sambil memperhatikan stafnya yang sedang mempresentasikan hasil keputusan akhir dari materi yang akan digunakan untuk membuat iklan perusahaan BS milik Ayahnya.
Tangannya bergerak meraih map yang ada di atas meja dan membukanya selembar demi selembar berkas itu.
"Jadi untuk iklan ini kita membutuhkan wajah baru, jangan memakai model yang sudah memiliki nama!" ucap staf itu.
"Kenapa harus sperti itu??" david melempar pertanyaan yang mengganggu pikirannya.
"Dengan mencari model baru apa itu juga tidak membuang buang waktu?"
"Kita sudah meperhitungkan semuanya PresDir. Jadi kita akan langsung mendatangi setiap kampus untuk mencari modelnya. Sehingga kita bisa menghemat waktu"
"Omong kosong!!, , pakai model ternama saja. Bukannya itu juga poin plus untuk pemasarannya nanti?"
"Maaf PresDir tetapi semua itu keinginan dari pihak BS. Kita di sini hanya menyiapkan materi dan menjalankan semua sesuai isi kontrak. Tidak mungkin kita menyalahi prosedur yang sudah di tanda tangani sebelumnya"
David menghela nafas panjang, dia membenamkan tubuhnya ke sandaran kursi.
"Lalu di mana shootingnya?" laki laki itu memijat kecil keningnya.
"Pegunungan, kita akan ambil gambar di air terjun"
"Baiklah aku serahkan semuanya kepada kalian, , aku menyetujui proyek ini" David tidak ingin ambil pusing dengan proyek Ayahnya, Sepenuhnya dia menyerahkan proyek itu kepada stafnya. Tangan David bergerak meraih pena yang ada di saku jas. Setelahnya dia menandatangani berkas di yang ada di depannya.
♡♡♡
Aileen terlihat sangat antusias ketika sampai di lobi perusahaan milik Luna. Dia keluar dari mobil dan membuang pandangannya kearah sekitar.
"Ayo" Iris menarik tangan Aileen dan menggandeng perempuan itu masuk ke dalam.
"Aku benar benar sangat gugub, , aku tidak membayangkan akan semudah ini sebelumnya. Iris??" Aileen mengalihkan pandangannya kearah perempuan yang ada di sampingnya.
__ADS_1
"Ya?"
"Terima kasih, , aku merasa sangat beruntung bertemu denganmu" Aileen tak henti hentinya tersenyum, dia sangat merasa senang hingga salah tingkah. Dadanya juga terus berdebar dengan sangat kencang Seolah seperti ingin bertemu dengan kekasihnya.