Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#74 Semangat baru


__ADS_3

Dia membuka tasnya dan mendapati lembaran lembaran kertas yang tertata rapi masih utuh di dalam tas itu.


Luna merasa bersyukur karena semuanya masih komplit.


"Tidak, , hanya saja aku mencari ini" kata luna sambil menyodorkan semua rancangan gaunnya ke pada aryo.


Aryo melihat satu persatu rancangan milik luna itu, di baliknya lebaran kertas yang sudah di penuhi dengan warna warna yang sangat menarik perhatiannya.


"Wooooowww, , kamu memang benar benar berbakat, , , kenapa kamu tidak membuat dan menjualnya, kamu bisa bekerja sama dengan klara, kamu punya bakat, dan klara punya nama di paris, , pasti nanti keren hasilnya" kata aryo mencoba meyakinkan luna.


Sejenak luna memaku bibirnya mendengar perkataan dari aryo.


"Apa sekarang ada pesawat menuju ke paris?".


Aryo merasa kaget karena sepertinya dia memberikan ide di saat yang tidak tepat.


"Mm, kamu tidak bermaksut pergi sekarang kan?" tanya aryo memastikan.


"Sekarang" kata luna dengan nada pasti kepada aryo.


Wajah aryo terlihat sangat lesu, pasalnya dia belum membawa luna untuk mengelilingi tokyo.


"Tenang saja masih ada kesempatan lagi kan" luna berucap seperti mengetahui isi pikiran aryo.


Aryo pun menghela nafasnya dengan pelan.


Namun baginya saat ini kegembiraan luna lebih penting di banding yang lainnya.


"Aku akan mengantarmu ke bandara" kata aryo sambil membuang senyum ke arah luna.


Saat itu juga luna bergegas pergi naik pesawat meninggalkan aryo yang terus berdiri sambil melihat ke arahnya.


"Kamu harus bahagia luna, , aku akan pastikan itu" gumam aryo.


Triiiinnggg, , aryo mendapat email dari ponselnya.


Dia pun membuka dan membaca isi email itu.


Nampak terlihat senyum misterius melekat di wajahnya ketika tahu email itu dari sekretaris papahnya.


 


Barack dan satya telah bersiap siap menjamu investor yang dengan sengaja ingin menanamkan modalnya ke perusahaan mereka.


 


Namun mereka sudah di buat menunggu lama di restoran itu.


"Seharusnya mereka sudah sampai, ini sudah telat lebih dari 30 menit, jangan jangan mereka sedang membohongi kita" kata satya.


Wajahnya kini mulai nampak tegang.


Namun barack masih terlihat sangat santai, atau mungkin dia juga merasa sedikit emosi tapi mencoba menutupinya agar tidak membuat satya lebih panik lagi.


"Mereka pasti datang, kamu sabar saja" leo menenangkan satya yang dari tadi bangun duduk bangun duduk terus menerus untuk mengatasi rasa paniknya itu.

__ADS_1


Dan kini hampir, lebih dari satu jam mereka pun belum tiba.


Nampak wajah barak seperti sedikit menahan emosinya, namun dia masih bisa menahan semuanya.


Berbeda dengan satya dari tadi tingkah lakunya seperti anak kecil yang sedang menunggu penjual balon yang tak kunjun datang.


"Aku yakin kali ini mereka pasti sedang membodohi kita!!" kata satya.


"Maaf tapi kami tidak ada maksut untuk membodohi kalian, , hanya saja tadi perjalanan menuju ke restoran ini sangat padat" barack mendengar suara dari arah belakangnya.


Dirasanya suara itu terdengar sangat tidak asing di telinga barack.


Dengan cepat barack langsung memalingkan wajahnya kepada laki laki yang sudah berdiri tepat di depannya.


Wajahnya memaku ketika melihat laki laki itu adalah leo.


Terlihat leo memakai setelan jas berukuran pas dan terlihat slim yang sangat melekat dengan indah di tubuhnya.


"Kamu???, , , investor dari ausi itu?" barack mencoba meyakinkan dirinya sendiri.


"Leo" leo mengulurkan tangannya ke arah barack.


Dia memperkenalkan diri sekali lagi sebagai investor yang akan menanamkan modalnya ke perusahaan barack, bukan sebagai leo yang selama ini dia tahu.


Dengan berat hati barack mengulurkan tangannya menyambut tangan leo.


Wajah barack nampak kecewa kenapa harus dia, kenapa bukan orang lain.


"Bagaimana?, bisa kita mulai meeting nya?" kata leo mencoba membuyarkan lamunan barack.


Barack mengangguk dengan pelan.


Ingin rasanya dia menolak uang dari leo, namun dia lebih memikirkan para pegawainya.


Makanya dia berusaha untuk mengenyampingkan perasaannya.


Satya pun terlihat sangat gembira melihat orang yang di tunggu tunggu akhirnya datang.


 ♡♡♡


Sampainya di bandara, luna langsung di sambut oleh klara.


 


Sebelumnya dia telah meminta kepada aryo untuk menghubungi klara terlebih dulu sebelum dia naik ke dalam pesawat.


Karena luna sengaja tidak membawa ponsel, baginya percuma untuk membawanya karena barack juga tidak bisa di hubungi olehnya.


"Akhirnya, , kamu sampai disini juga?" kata klara sambil nemeluk tubuh luna.


"Mm" luna hanya mengangguk pelan.


"Kenapa masih galau begitu?, , tenang saja barack sudah aman pokoknya" klara berucap seperti sedang menenangkan luna.


Terlihat wajah luna malah kebingungan mendengar kata kata dari mulut klara.

__ADS_1


"Makasutmu?".


"Nanti kamu juga akan tahu" kata klara sambil menggandeng tangan luna dan membawanya berjalan menuju ke mobil.


Di dalam mobil menuju ke rumah klara, luna selalu melihat ke arah wajah klara yang terlihat begitu bahagia.


Dia juga melihat cincin melingkar di jari manis klara ketika dia sedang memegang stir mobilnya.


"Kamu terlihat bahagia sekali?" kata luna.


"Mm, , semalam leo melamarku. Nih" kata klara sambil memamerkan cincin di jari manianya itu.


"Iya, aku bisa melihatnya ko" kata luna sambil mengalihkan pandangannya ke arah depan.


"Uuuuhhh, , kenapa kamu jadi murung begitu? kamu baik baik saja kan dengan barack?" tanya klara.


"Semenjak bertemu denganmu di kantor waktu itu, sampai sat ini aku belum mendapat kabar darinya" wajahnya nampak kembali terlihat lebih murung.


Klara melongo di buatnya, dia tidak percaya dengan yang baru saja di ucapkan oleh luna.


"Kamu serius?" tanya klara.


"Mm, , aku serius" jawab luna.


"Makanya kamu kamu pergi dengan aryo?, , karena ingin balas dendam sama barack?" kata klara mencoba menebak pikiran luna.


"Bukan lah, , aku pergi dengan aryo karena, sebenarnya aku merasa suntuk, sepertinya kalau aku selalu di dekatnya hanya akan membuatnya dalam masalah terus menerus" kata luna.


"Bodoh kenapa bisa kamu berbicara seperti itu, , oh iya aryo bilang kamu ingin memperlihatkan rancangan gaun mu kepadaku?". kata klara sambil menepikan mobilnya.


"Iya" luna mengambil gambar rancangan miliknya dari dalam tasnya.


"Kamu bisa menolongku dengan ini?" kata luna penuh harap kepada klara.


"Menolongmu?" klara mengatakannya kembali dengan nada bertanya kepada luna.


"Mm, aku akan menggambar lebih banyak lagi semua rancangan gaunnya, kita jual pakai namamu, , dan uangnya kita bagi dua" kata luna penuh harap kepada klara.


"Dan???, , uangnya mau kamu pakai buat apa?" klara bertanya lagi karena dia merasa aneh, karena luna menjual rancangannya hanya untuk mendapatkan uang yang tidak seberapa.


"Aku pakai untuk menolong barack" dengan polosnya dia memberi tahu maksut hatinya itu.


klara pun tertawa terbahak bahak.


"Maaf bukannya aku menertawaimu, tapi uang yang di butuhkan barack itu tidak sedikit lun" kata klara.


"Maka aku bisa menggambarnya lebih banyak lagi sampai semua uangnya terkumpul sesuai dengan nominal yang di perlukan oleh barack, , tapi, tunggu tunggu.


Dari mana kamu tahu kalau dana yang di butuhkan barack sangat besar?" luna merasa keheranan karena klara tahu tentang jumlah uang yang di perlukan oleh barack.


"Yaaaa, , sekarang kamu pikir saja, perusahaan barack itu bukan perusahaan kecil, besar luna, besar banget, , tapi bagaimana pun juga, aku akan membantumu, jadi gimana, kamu serius mau jual gaun gaun rancanganmu" klara berusaha meyakinkan luna lagi.


"Iya, aku pasti bisa" kata luna.


"Kita mulai hari ini juga ya. Oke!" klara berucap seperti sedang membakar semangat di dalam diri luna.

__ADS_1


Terlihat luna sedikit memamerkan senyum tipis di wajahnya itu.


***


__ADS_2