
Alunan musik mulai terdengar, itulah saatnya untuk semua orang turun ke lantai dansa.
Dari sisi lain Luna dan Barack terlihat sudah terlebih dulu memulainya. Mereka berdua berdansa dengan sangat indah sesuai dengan alunan musiknya.
David yang baru saja selesai menemui rekan kerjanya terlihat berjalan kearah Aileen. Dia mendekat, menatap mata Aileen dengan lekat.
Jantung Aileen sudah berdetak dengan cepat, dia terlihat gugup ketika David akan mengajaknya berdansa.
Laki laki itu kemudian berucap.
"Maukah berdansa denganku??" matanya sesaat memang tertuju kearah Aileen, tetapi tak lama kemudian dia mengulurkan tanganya kearah Carol yang berdiri di samping Aileen.
"Ayo!!"
Carol memperlihatkan senyum kemenanganya, dia merasa menang karena telah membuat David lebih memilihnya ketimbang Aileen. Sebelumnya Carol sudah tahu bahwa David dekat dengan perempuan itu semenjak Aileen menjadi model di proyek iklan baru yang bernaung di bawah D Entertaintment.
Sejak saat itu Carol merasa Aileen telah menjadi saingannya.
Aileen menghela nafas panjang, dia tahu David pasti sengaja melakukan hal itu.
"Kamu tidak apa apa?" Ucap Iris sambil menepuk pundak Aileen.
"Aku baik baik saja, kenapa aku harus tidak baik baik saja!!" Aileen memutar tubuhnya untuk menghindar dari David yang sedang berdansa dengan carol, tetapi tatapan matanya terus tertuju kearahnya.
Tak lama Barack dan Luna selesai berdansa, mereka berjalan kesisi lain untuk menghampiri Iris.
"Ayah, , kemari sebentar!" Iris melambaikan tangannya kearah barack yang berdiri tak jauh dari hadapannya.
Barack kemudian menghampiri Iris, dia terlihat membungkuk ketika Putrinya itu mulai berbisik di telinganya. Laki laki itu terlihat mengangguk seolah menherti dengan apa yang di ucapkan oleh Iris.
Tak lama kemudian Barack mengulurkan tangannya kearah Aileen, bermaksud mengajak perempuan itu untuk berdansa.
"Maaf, , tapi saya, e, ,aku tidak bisa berdansa Om"
"Tidak apa apa, aku bisa mengajarimu pelan pelan, , ayo" Barack mengangkat kedua alisnya kearah Aileen. Dia terlihat sedang menunggu keputusan Aileen.
"E, ,baiklah" Dengan penuh keraguan Aileen meraih tangan Barack.
Laki laki itu memang sudah berumur tetapi masih terlihat gagah dan sangat berkharisma. Sejenak Aileen sempat tenggelam dalam kelihaian laki laki itu ketika sedang berdansa dengannya.
Aileen bahkan lupa kalau dirinya tak bisa berdansa. Tetapi Barack menuntun Aileen dengan lincah hingga perempuan itu bisa mengimbangi gerakan tubuh Barack dengan baik. Tiba saatnya di mana yang turun ke lantai dansa harus bertukar pasangan, maka saat itu juga Barack sengaja mendorong tubih Aileen berbutar hingga jatuh ke pelukan David. Sesuai instruksi yang seberikan oleh Iris sebelumnya.
Aileen dan David saling melempar pandangan, dada mereka berdetak dengan sangat cepat, hingga seharusnya mereka sudah mulai berdansa lagi sesuai irama musiknya, tetapi David dan Aileen masih terdiam terpaku saling menatap.
__ADS_1
Perempuan itu terlihat sangat cantik, bahkan sangat imut menurut David. Dia sebenarnya tak menyukai gaun yang di pakai oleh Aileen. Rasanya saat itu juga dia ingin melepas jas yang dia kenakan untuk menutupi tubuh Aileen, melindungi dari mata laki laki yang terus melihat kearah tubunya.
Aileen berdehem untuk mengembalikan suasana yang sempat terasa canggung di antara mereka. David kemudian menuntun Aileen menggerakkan tubuhnya.
David mendorong pinggang Aileen agar lebih merapat bahkan menempel ke tubuhnya.
Dan itu membuat Aileen mengerutkan keningnya kemudian menatap wajah David dengan penuh tanda tanya.
David mendekatkan wajahanya kearah Aileen.
"Kenapa menatapku seperti itu?" nafas laki laki itu terasa hangat ketika menyapu wajah Aileen.
Seketika Aileen langsung menoleh menghindari tatapan David. Laki laki itu telah berhasil membuatnya malu hingga merona pipinya.
"Kamu sengaja memakai gaun seperti ini untuk menggodaku bukan??" Davit menyipitkan matanya.
Aileen kembali mengalihkan pandangannya kearah David. Matanya tersirat akan sebuah amarah saat itu.
"Bagus, ,teruslah mentapku seperti ini. Jangan menghindar lagi!".
"Kamu sengaja mengucapakan itu untuk menarik perhatianku??"
"Anggap saja seperti itu!" David mengulas senyum di bibirnya. Seolah dia telah berhasil menggoda Aileen.
Dengan cepat Aileen menarik tubuhnya menjauh dari David. Dia berjalan kembali ketempat semula, tetapi di sana dia tak menemukan Iris.
Aileen terlihat kebingungan, pandangannyamenyapu setiap sudut ruangan itu. Tetapi tetap saja dia tak menemukan keberadaan sahabatanya itu.
"Kamu sedang mencari siapa??" suara perempuan yang tak asing itu tiba tiba muncul dari arah belakang. Membuat Aileen yang semula tenang kini terlihat gelisah. Dia merasa tak nyaman ketika ada Carol di sekitarnya.
"Bukan urusanmu!!" Ucap Aileen, matanya terlihat menatap Carol dengan tatapan malas.
"Kurang ajar!!, ,tidak punya sopan santun!!" Carol menarik lengan Aileen dengan kasar, tangannya meraih dagu Aileen dengan jari yang menekan kuat di bagian pipinya.
"Lepas!!" Aileen menepis tangan Carol dengan kasar.
"Kenapa kamu senang sekali menggangguku!!"
"Karena aku tidak menyukaimu!!, ,jauhi David. Dia milikku!!" Carol menggeram, dia seolah sedang mengancam Aileen.
"Oh ya??, , kita lihat siapa yang akan dia pilih. Aku atau kamu!!" Aileen sebenarnya tak ingin lagi berhubungan dengan dua orang itu. Tetapi melihat sikap Carol membuat Aileen tak rela melepaskan David begitu saja. Baginya sudah cukup menahan perasaannya kali ini.
Aileen memutar tubuhnya, dia mencoba untuk menjauh dari Carol. Namun naasnya apa yang diucapkan Aileen telah membuat perempun itu terbakar api cemburu.
__ADS_1
Carol sengaja menjegal kaki Aileen, sementara tangannya bergerak meraih tali yang ada di belakang punggung Aileen. Dan ketika perempuan itu terjatuh Carol dengan leluasa bisa menarik tali itu hingga terlepas dari gaun Aileen. Membuat gaun bagian belakangnya membuka hingga sampai kebagian pinggang.
"Aaauuu!!"
"Brugh!!!"
Suara teriakan Aileen ketika terjatuh seketika menarik perhatian semua orang.
Aileen sudah jatuh tersungkur di lantai. Perempuan itu menyilangkan tangannya untuk menahan gaun yang masih menempel dan menutupi bagian dadanya.
Aileen merasakan bahwa gaun bagian belakanya terbuka hingga memperlihatkan bagian punggungnya.
Aileen sempat tertunduk menyembunyikan wajahnya yang malu. Sempat terbesit nama David di otaknya berharap laki laki itu akan menolongnya. Tetapi mengingat akhir akhir ini David selalu menghindarinya, Aileen tak berharap laki laki itu datang menolongnya.
"Kak Kenzi??, , "
Jika laki laki itu ada di sini, maka Kenzi pasti sudah akan berlari kearahnya.
Carol tersenyum menikmati pemandangan di depan matanya. Dia seolah tak merasa berdosa telah mempermalukan Aileen di pesta itu.
Di sisi lain, David terlihat sedanh berjalan kearah Aileen sambil membuka kancing jasnya. Setelah itu melepas jas yang melekat di tubuhnya. Laki laki itu menekuk salah satu lutunya untuk memepermudah dirinya saat akan membantu menutupi punggung Aileen dengan jas miliknya.
"David??"
Aileen mengangkat wajahnya menhadap kearah David. Dia merasa bersyukur laki laki itu masih perduli dengannya.
David meraih kaki Aileen, kemudian mengangkat tubuhnya, mengeratkan tubuh perempuan itu kedalam dekapannya.
Saat itu Iris dan Luna baru saja datang, mereka langsung menghampiri Aileen yang sudah berada di gendongan David.
"Aileen sayang, kamu baik baik saja??" Luna mengusap lembut kepala Aileen, mencoba memberi ketenangan di hati perempuan itu.
Smemtara Iris terlihat sangat khawatir ketika Aileen menyembunyikan wajahnya di dada David. Perempuan itu sedang menangis karena tak dapat menahan rasa malu.
"Bawa dia ke kamar David, ada kamar di gedung ini. Ajak dia untuk istirahat di sana." Luna berucap dengan lembut dan penuh perhatian.
Sejenak David memaku tubuhnya di depan Carol.
"Kalau saja kamu bukan model yang bernaung di bawah perusahaanku!, , aku pastikan saat ini juga akan menampar wajahmu dengan sangat keras!! tidak perduli kamu seorang perempuan!" David berhenti berucap untuk menikmati ekspresi ketakutan di wajah Carol.
"Sekali lagi kamu berani menyentuhnya. Aku tidak akan segan segan membuangmu ke jalanan!!" tatapannya semakin menajam. Kemudian David melangkah menjauh dari perempuan itu.
Beruntung Dari awal Barack sudah melarang wartawan untuk masuk ke dalam. Sehingga kejadian buruk itu luput dari jepretan kamera mereka.
__ADS_1