
Kenzi mengulurkan tangan kearah David, dia bermaksud untuk menyapa laki laki itu.
Tetapi David hanya sempat melihat kearah tangan Kenzi, kemudian dia langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Kita harus segera melakukan cekIn atau kita tidak akan diperbolehkan masuk jika terlambat!!" David memilih untuk pergi dan mengacuhkan Kenzi yang masih menunggu David membalas uluran tangannya.
"Jangan hiraukan dia Kak. Kakakku memang rada rada aneh!" Iris berusaha untuk menghibur Kenzi, setelah David menolak untuk berjabat tangan dengan laki laki itu.
"Apa dia memiliki masalah denganku sebelumnya??" gumam Kenzi sambil menatap kearah tangannya.
"Ayo Kak" Aileen meraih lengan Kenzi dan menggandengnya, mengajak laki laki itu untuk masuk kearah dalam.
♡♡♡
Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka berempat sampai di Bandar Udara Internasional Incheon.
David berjalan kearah Kenzi.
"Biar aku yang membawakannya!!" David langsung menyambar koper milik Aileen, ketika sebelumnya Kenzi sempat ingin membantu untuk membawakannya.
Aileen terdiam dia melirik kearah David dengan jengkel, kemudian mengalihkan pandangannya kearah Kenzi untuk menenangkan laki laki itu.
Sementara Kenzi menatap aneh kearah David, dia hanya merasa bahwa laki laki itu seakan akan tak menyukai dirinya. Entah apa sebabnya Kenzi tidak tahu akan hal itu.
Iris yang melihatnya hanya diam sambil berjalan menghampiri Kakaknya.
"Dengar ya Ka!!, , aku mengajak Aileen datang kemari untuk berlibur. Bukan untuk melihat kamu dan Kak Kenzi bertengkar!!" bisik Iris dengan jengkel.
David sempat memaku bibirnya, namun dia kemudian berucap.
"Aku akan melakukan apa pun yang aku mau!!"
Iris memaku langkahnya, raut wajahnya terlihat semakin menegang karena marah.
"Serius???, , kamu akan merusak liburanku Kak!!"
David yang sudah berjalan jauh di depannya hanya melambaikan tangan kearah Iris.
"Aku tidak percaya ini!!" gumam Iris.
♡♡♡
Tak membutuhkan waktu lama untuk menuju ke hotel bintang lima.
"Tiga kamar VIP!" ucap David penuh dengan percaya diri.
"Serius kamu mau membayar hotel untuk kami Ka??" Iris berbisik kearah David yang sedang sibuk memesan kamar.
"Sepele!!, , aku akan membayar semua biaya selama kita berada di sini!" David semakin berucap dengan menyombongkan diri. Dia tidak ingin terlihat buruk di depan Kenzi, laki laki saingannya itu.
__ADS_1
Aileen yang mendengarnya hanya menghela nafas panjang. Setelahnya dia kembali berbincang bincang dengan Kenzi.
Setelah mendapatkan kartu akses untuk masuk ke dalam kamar, David mendekati Aileen, berdiri ditengah tengah antara Aileen dan Kenzi, sengaja untuk memberi jarak di antara dua orang itu. David kemudian sedikit membungkuk dan berbisik kepada Aileen.
"Mau sekamar denganku!!"
Pipi Aileen seketika merona karena malu. Dia juga menghadiahi laki laki itu pukulan tepat di dadanya.
Sementara David tersenyum menikmati pukulan itu, kemudian tangannya bergerak meraih kedua tangan Aileen untuk menghentikan perempuan itu memukulinya. Mereka pun saling menatap satu sama lain sesaat.
"Aileen?"
Suara Kenzi seketika membuat Aileen tersadar. Dia langsung melirik kearah tangannya, memaksa David untuk melepaskan kedua tangannya. Dan itu membuat David mendengus kesal.
Mereka berjalan menuju kearah lift. Wajah David seketika mulai menegang saat berdiri di depan lift ketika menunggu pintunya terbuka.
Iris melirik kearah Kakaknya, meraih lengan laki laki itu kemudian.
"Ka??, , kalau kamu tidak yakin kita bisa lewat tangga darurat. Aku akan menemanimu"
David sudah tak merasa ketakutan seperti dulu lagi, tetapi terkadang bayangan buruk masih sering melintas dengan sendirinya ketika dia sedang berada di posisi seperti saat ini.
Aileen yang berdiri di samping David langsung menoleh kearah laki laki yang masih terdiam sambil tertunduk itu. Dia tahu David pasti dilanda rasa ketakutan.
Tanpa diminta dia meraih tangan David dan menggenggamnya dengan erat.
Raut wajah David yang sempat menegang langsung berubah tenang.
Pintu lift terbuka, Kenzi dan Iris masuk terlebih dulu kemudian diikuti oleh Aileen dan David.
Bersamaan dengan pintu yang tertutup kembali, arah pandangan mata Kenzi tertuju kepada tangan Aileen yang sedang menggandeng tangan David. Dia hanya berfikir ada hubungan spesial di antara kedua orang di depannya itu. Tetapi Kenzi tidak yakin sebelum mendengarnya dari mulut Aileen.
Saat itu juga Iris melirik Kenzi yang sedang melamun sambil menatap tangan Aileen.
"Ka??" Iris mencoba untuk memecah lamunan Kenzi.
Kanzi sekektika mengalihkan pandangannya kearah Iris, kemudian laki laki itu tersenyum. Dia berusaha untuk mentralkan perasaannya yang sempat sedikit terasa nyeri di bagian dada.
♡♡♡
Aileen masih menggandeng tangan David, sementara matanya masih terus menatap kearah wajah laki laki itu, dia tak sadar bahwa David sengaja membawanya masuk ke dalam kamar.
Di sisi lain Kenzi memaku langkahnya di depan pintu, matanya tertuju kearah Aileen yang ikut masuk ke dalam kamar bersama David. Laki alki itu sempat tertunduk lama di delan pintu. Sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam kamar.
Sementara Iris menatap Kenzi yang kini sudah melangkah masuk ke dalam kamar.
Perempuan itu menghela nafas panjang, mencoba untuk menenangkan diri. Setelahnya dia juga masuk ke dalam kamar.
♡♡♡
__ADS_1
David menuntun Aileen untuk duduk di sofa, perempuan itu sepertinya belum sadar bahwa dia berada di dalam kamar bersama dengan David.
Laki laki itu membungkuk menggunakan kedua tangannya sebagai penyangga tubuh yang berada di samping kanan dan kiri tubuh Ailee.
Mendekatkan wajahnya ke wajah perempuan yang masih melamun itu.
"Sudah siap berbagi kamar denganku??" ucap David setelahnya dia mengecup bibir Aileen. Membuat perampuan itu seketika tersadar dari lamunannya.
Aileen mendorong tubuh David dan beranjak dari sofa.
"Sejak kapan aku masuk kedalam kamar ini??, , , Aileen bodoh bodoh!!!"
Dengan pipi yang bersemu perempuan itu mempercepat langkahnya menuju pintu. Dia kemudian berlari menuju kamar setelah berhasil membuka pintunya.
♡♡♡
Brugghh!!!
Aileen membanting tubuhnya di atas ranjang. Dia menghela nafas dengan kasar. sambil merangkup pipinya sendiri.
"Bagaimana bisa kamu masuk kedalam kamar bersamanya??" Aileen mengubah posisinya menjadi duduk di atas ranjang.
"Kapan aku masuk ke dalam kamarnya??" Keningnya berkerut karena berfikir keras mengingat kejadian itu.
"Tadi setelah keluar dari lift, kamu langsung mengikuti Kakakku masuk ke dalam kamarnya. Aku juga sempat terkejut!, aku pikir kamu memang mau sekamar dengan Kakakku" goda Iris kepada Aileen, yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kamu pikir aku sudah gila apa!!"
Iris mendekati Aileen, menyipitkan matanya dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah perempuan itu, hingga memaksa Aileen menarik punggungnya kearah belakang.
"Lalu kenapa tadi kamu bisa mengikuti Kakakku masuk ke dalam kamar bersamanya" Iris tersenyum lebar untuk menggoda Aileen.
Aileen menggunakan ujung jari untuk mendorong kepala Iris agar menjauh darinya.
"Aku juga tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi bodoh!!"
"Kamu pasti sudah mulai kesengsem dengan Kakakku yaaaa" senyum Iris semakin melebar hingga memenuhi wajahnya.
Aileen menggeleng tak percaya.
"Minggir aku mau mandi!!" perempuan itu beranjak dari ranjang kemudian menyelidik tempat itu untuk mencari kopernya.
"Dimana koperku??" gumamnya.
"Bukannya Kak David tadi yang membantumu membawakan kopermu?" Iris mencoba mengingatkan perempuan itu.
"Pasti pelayan membawanya kekamar Kak David, soalnya dia ke sini tadi hanya untuk mengantar koperku" ucapnya merujuk kepada pelayan hotel.
Aileen terpaku, dia sudah terlihat tegang ketika membayangkan harus masuk kembali ke dalam kamar David.
__ADS_1