Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#45 Memukau


__ADS_3

 


Setelah sampai di backstage luna bertemu dengan klara, mereka pun saling melempar senyum.


 


Kebetulan acaranya sudah di mulai dan yang berjalan di atas panggung dulu adalah gaun pengiring.


"Kamu sudah siap?" tanya klara kepada luna.


"Mm" jawab klara sambil menganggukkan kepalanya.


"Oke, nanti kita berdua keluar pas terakhir ya" kata klra sambil meraih tangan luna.


Luna pun membalasnya dengan senyuman.


"Ya sudah lun aku tinggal dulu ya, aku akan melihat kamu dan duduk di barisan penonton, oke" kata cici sambil berlalu.


"Iya" kata luna.


Terdengar suara gemuruh tepuk tangan dan suara lagu yang mengiringi acara tersebut menambah suasana malam itu membuat tambah ramai dan bersemangat.


"Oke oke mohon perhatiannya dan seperti yang sudah kita ketahui, akhirnya kita sudah sampai di puncak acara malam ini, dan gaun yang kita tunggu tunggu, juga sudah siap untuk memukau mata kalian, oke kita persilahkan owner dan pemenang juara pertama lomba evant perancang gaun malam dari klara collection untuk naik ke atas panggung" terdengah suara host mempersilahkan klara dan luna untuk naik ke panggung.


Klara pun berjalan terlebih dahulu dan di ikuti oleh luna di belakangnya.


Terdengar lagu yang sangat romantis malam itu mengiringi klara dan luna saat berjalan berlenggak lenggok di atas panggung.


Terlihat wajah leo yang duduk di barisan penonton berbinar binar matanya saat melihat klara.


Leo pun selalu melihat ke arah klara yang sedang berjalan berlenggak lenggok saat itu.


Dan saat luna keluar dari backstage dan naik ke atas panggung yang tingginya tidak ada 1 meter itu pun, membuat barack, aryo bahkan leo yang sempat fokus ke klara pun mengalihkan pandangnnya ke arah luna yang tampil begitu menawan malam itu.


Lampu sorot menyinari tubuh luna dan mengiringinya berjalan layaknya seorang peragawati yang sudah profesional dan tidak kalah dengan klara.


"Wwwwaaahhh, , luna kamu keren" kata cici sambil mengacungkan jempolnya dari barisan penonton ke arah luna yang sedang melihatnya.


Luna pun tersenyum ke arah sahabatnya itu.


Dilihatnya leo dan aryo yang duduk di dekat cici saat berjalan maju.


Mereka pun saling melempar pandang.


Dan saat berjalan ke sisi lain, dia melihat barack yang sedari tadi terus menatap ke arahnya.


Terlihat senyum yang sangat tipis di wajah barack saat melihat luna berdiri di depannya, terlihat dengan jelas wajah luna yang begitu menawan dan memikat hatinya malam itu.


Klara yang berdiri di barisan belakang bersama model model yang lain pun menyadari kalau barack terus melihat ke arah luna.


Dan senyum di wajah klara terlihat mulai memudar terlihat sekali dari wajahnya bahwa dia sedang memikirkan sesuatu.


Lalu dia berbisik kepada host untuk melakukan sesuatu.


Dengan segera luna kembali ke barisan model model yang sudah berbaris rapi.


"Untuk klara dan luna di persilahkan maju, kita beri tepuk tangan yang meriah buat mereka" kata host.


Dan terdengar suara gemuruh penonton yang bertepuk tangan dengan senang hati.


"Di persilahkan kepada orang yang paling penting dan berharga di hidup klara untuk segera naik ke atas panggung" kata host lagi.


Dan lampu sorot pun langsung mengarah kepada barack yang sedang duduk.


Dia pun merasa kaget bahwasannya itu tidak ada di dalam randown acara malam itu.


Ternyata saat itu klara berbisik kepada host untuk menyuruh barck agar memberikan bunga kepadanya.

__ADS_1


Di wajah leo hampir tidak terlihat ekspresi apapun, saat melirik ke arah klara yang terlihat sangat bahagia saat menatap ke arah barack. Dan dia pun beranjak dari tempat duduknya lalu meninggalkan acara itu.


Sedangkan barack saat itu terlihat binggung di wajahnya, seorang wanita menghampirinya dan memberikan serangkai bunga kepada barack dan menyuruhnya agar naik ke atas panggung untuk memberikan bunga itu kepada klara.


Dengan perasaan bingung dan campur aduk, serta terlihat kebingungan di wajahnya, barack terpaksa naik ke atas panggung dengan membawa serangkaian bunga sambil berjalan ke arah klara dan luna yang sudah berdiri di depannya.


Langkah barack terlihat tidak pasti, dan dia pun memberikan bunga itu kepada klara seperti arahan host tadi.


Klara meraih bunga itu dengan penuh senyum di wajahnya dan langsung menyambut barack dengan memeluknya.


Barack pun kaget, namun tidak bisa menolak pelukan klara di depan para penonton yang terus menghujani mereka dengan tepukan.


Karena bisa bisa nanti merusak acaranya.


Barack hanya diam dan melihat ke arah luna yang berdiri di sebelah klara saat itu.


Terlihat luna berusaha terus memalingkan wajahnya dari barack.


Acara pun selesai, dan saat di ruang ganti, luna sedang mengganti gaun dengan bajunya dan di bantu oleh cici.


"Kamu baik baik saja kan lun?" kata cici.


"Iya, tenang saja, barack sudah memberi lampu kuning padaku, jadi hanya tinggal menunggu saja, karena semuanya butuh proses, tidak mungkin begitu saja dia meninggalkan klara bukan? jadi aku akan memberi dia sedikit waktu" kata luna.


"Hm?? sampai kapan?" tanya cici sambil mengernyutkan dahinya.


"Sampai, dia mengatakan sendiri, kalau dia menyukaiku" kata luna.


"Bagaimana kalau itu membutuhlan waktu yang tidak singkat?" tanya cici lagi.


"Maka aku akan menunggunya sampai, aku merasa bosan" kata luna sambil melepas gaunnya.


"Hallaaaahh, , sok puitis kamu" kata cici.


"Ha, ha, ha, " luna malah tertawa.


Diapun melihat klara berjalan dari arah pintu dan menuju ke arahnya.


"Iya sama sama" jawab luna sambil melepas sepatunya.


"Kalau begitu, jangan pulang dulu ya, aku sudah menyiapkan makan malam untuk kamu, , kamu bisa mengajak temanmu dan kekasihmu, aku akan menunggu kalain di meja makan. Oke" kata klara kepada luna.


"Mm, , iya, kita akan segera kesana" jawab luna.


Klarapun pergi meninggalkan luna dan cici di ruangan itu.


Sedangkan luna dan cici hanya saling lempar pandang saat itu.


Beberapa saat kemudian klara dan barack sudah menunggu kedatangan luna.


Tidak lama setelahnya luna, cici dan aryo pun datang.


Barack melihat ke arah kedatangan luna hingga saat aryo mempersilahkan luna duduk di kursi yang sudah di siapkannya.


Klara mencoba melihat ke arah pintu, karena tidak melihat leo datang bersama mereka.


Namun saat luna melihat ke arahnya, klara mencoba membuang pandangannya ke arah lain.


"Mm, , leo tadi menelponku karena ada urusan mendadak jadi dia harus pergi terlebih dulu" kata luna.


"Yasudah tidak perlu menunggu lama, kita langsung makan saja" klata klara.


Suasana di meja itu terasa dingin, dan membosankan, bagi luna saat ini dia hanya ingin segera pergi dari tempat itu.


"Kamu mau makan apa? tanya aryo kepada luna yang duduk di sebelahnya.


"E, mmmm" luna tidak menjawab pertanyaan aryo dia malah membuang pandangannya ke arah barack yang duduk di seberang meja depannya.

__ADS_1


Dilihatnya barack memandanginya tanpa ekspresi di wajahnya.


"Lun?" kata aryo sambil meraih pundak luna.


Luna pun sedikit terkejut saat itu.


"E, , apa saja" kata luna sambil mengalihkan pandangannya ke arah aryo.


Sedangkan cici merasa bodoh dengan suasana yang ada di meja itu, yang terpenting baginya adalah perutnya merasa kenyang.


Barack terus melihat ke arah aryo yang sedang mengambilkan berbagai jenis makanan untuk luna.


Klara menyadari hal itu, kemudian dia mengingat kejadian tadi.


flash back on, ,


Saat klara akan menemui luna di ruang ganti untuk memastikan apakah dia sudah siap atau belum, dia melihat barack keluar dari ruangan itu sambil memegangi bibirnya.


Diapun mencoba bersembunyi di balik tembok saat barack berjalan ke arahnya untuk kembali ke ruang gedung utama.


Klara tahu kalau luna masih ada di dalam ruangan itu.


Raut wajah klara terlihat seperti penuh kecurigaan saat itu


flash back off, ,


Dengan sengaja klara menyenggol gelas berisi air putih yang ada di sebelah tangannya sehingga air itu mengalir membasahi rok klara, dia mencoba mengambil perhatian barack yang terus melihat ke arah luna.


prank!!!


"aduh" kata klara sambil mengibas kibaskan air yang menempel di roknya.


Barack pun mengalihkan pandangannya ke rok klara.


Dia meraih tisu dan langsung membersihkan rok klara.


"Kenapa bisa begini?" tanya barack pelan.


"Maaf, , aku tadi kurang hati hati" kata klara sambil memegang tangan barack.


"Tidak perlu minta maaf, kedepannya hati hati" kata barack kapada klara.


Klara pun membuang senyum ke arah barack.


Aryo melihat ke arah barack yang tengah sibuk mencoba mengerinhkan rok klara dengan tisa dan kemudian membuang pandangannya ke arah luna yang terus melihat ke arah barack.


Aryo mencoba meraih pundak luna.


"Ayo makan nanti ke buru dingin loh" kata aryo kepada luna.


Sekitar setengah jam kemudian, suasana tempat itu sudah mulai sepi oleh pengunjung.


Mereka berlima berjalan menuju pintu luar dan berjalan ke arah mobil mereka masing masing.


Luna, dan cici menuju mobil aryo.


Sedangkan klara berjalan mengikuti barack menuju mobilnya.


Klara terlebih dulu naik ke dalam mobil sedangkan barack masih memandang ke arah luna.


Saat luna akan masuk ke dalam mobil aryo dia pun berhenti, dan meoncoba memalingkan wajahnya ke arah barack.


Mereka hanya saling bertatap mata dari ke jauhan.


Dan luna pun melirik ke arah klara yang sudah lebih dulu masuk dan duduk di mobil barack.


Dengan segera dia masuk ke dalam mobil aryo.

__ADS_1


Namun barack masih terus melihat ke arah luna.


***


__ADS_2