
*Maaf semuanya bukan maksud author gak mau up, udah di up kok dari kemarin tanggal 31 maret jam 7 malam lewat. Cuma memang lolosnya lama maaf๐๐๐
Lanjut ke cerita ya๐๐๐
โกโกโก*
"Kamu sudah bangun?" Aileen masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi sarapan dan segelas susu hangat untuk Suaminya.
Laki laki yang masih telanjang dada dengan sebagian tubuh tertutup selimut pun terbangun dan duduk di atas ranjang. Dia menundukkan kepala, masih menikmati sisa sisa lelah setelah semalam bergadang menjamah tubuh Aileen.
Melihat David yang seolah seperti kelelahan, Aileen pun mendekatinya.
"David??, , " Aileen membungkuk mendekatkan wajahnya ke wajah David. Tangannya bergerak meraih pipi dan meminta laki laki itu untuk mengangkat wajahnya.
Dengan cepat David yang menyeringai lebar langsung merangkup tubuh Aileen dalam dekapan, membawanya jatuh di atas ranjang bersamaan dengan tubuhnya.
Aileen berulah untuk beranjak bangun, tetapi David terlanjur mengeratkan pelukannya.
"Lagi ya, , " ucap David, meminta Aileen untuk melayaninya sekali lagi.
Pipinya merona, tangannya menepuk dada Suaminya berkali kali agar mau melepaskan dirinya.
"David!! ini sudah siank, , kamu akan terlambat"
David menggerakkan kepalnya mengecup bibir Aileen.
"Sekali pun terlambat atau tidak berangkat, tidak akan ada yang berani memarahiku!" ucapnya dengan nada menyombong.
"Terserah, , yang terpenting sekarang kamu mandi, dan habiskan sarapanmu!" Aileen menggunakan kedua telapak tangannya untuk mendorong tubuh David tetapi laki laki itu terlalu kuat, hingga yang ada malah mengundang gelak tawa mereka berdua.
"Ayolah sayaaang, ,sekali lagi" David berucap dengan nada menja yang sengaja dibuat mendayu dayu.
"Bukankah semalam kamu sudah mendapatkan lebih?"
"Jadi kamu mau perhitungan nih??" David mulai memamerkan wajah musamnya kemudian melepaskan Aileen dari dekapan.
"Marah nii??" Aileen menggoda David, namun laki laki itu malah besikap acuh.
"Ya sudah sana keluar aku mau mandi!!" ucapnya dengan jengkel, David kemudian beranjak berdiri dari ranjang.
"Yasudah aku keluar" Aileen merucap dengan malas.
David terpaku berharap Aileen akan merasa tidak enak hati dan kemudian mengejarnya, tetapi yang ada Aileen malah beranjak pergi.
"Serius mau keluar!" David meraih tangannya, menahan Aileen untuk tidak keluar.
"Bukannya kamu yang menyuruhku keluar??" Aileen berucap dengan lembut, tatapan matanya terlihat sendu, membuat David yang sempat jengkel karena Aiilen tak mau memenuhi keinginannya pun menjadi gemas.
David sempat memeluk tubuh Aileen, bibirnya pun sudah menyentuh bibir perempuan itu, tetapi perhatiannya seketika tertuju kepada ponsel miliknya yang ada di atas nakaa. David melepaskan Aileen, dia bergerak mendekati nakas kemudian meraih ponselnya.
David sempat menyelidik ke arah layar lalu mengalihkan pandangannya ke Aileen, membuat perempuan itu penasaran siapa yang sedang menghubunginya.
__ADS_1
"Siapa?" Aileen menatap dengan penuh tanda tanya, dia merasa sangat penasaran dengan orang yang mengubungi David.
David tak menjawab dia hanya menggunakan jarinya yang di tempelkan ke bibir Aileen untuk meiminta perempuan itu diam.
"Sssssstt" David sedikit menjauhi Aileen, membuat perempuan itu semakin penasaran. Aileen pun mengikuti langkahnya dari arah belakang.
"Halo Tuan Felix?"
Aileen memaku tubuhnya seketika saat mendengar David menyebut nama laki laki itu, dia menduga pasti itu berhubungan dengan Essie.
Dengan sangat tidak sabar dan wajah berbinar binar Aileen semakin mendekati David.
Laki laki itu malah menarik pinggangnya menempelkan tubuh Aileen ketubuhnya hingga saling melekat. Sementara Aileen meletakkan kedua tangannya di dada David untuk memberi jarak di anyara mereka.
"Maaf apa kamu memiliki waktu hari ini??, ,aku hanya ingin membahas masalah Essie. Bisakah kita bertemu?" suara Felix terdengar berat dari seberang sana.
David tersenyum, dia menyempatkan mengecup bibir Aileen sebelum menjawab pertanyaan Felix.
"Kapan pun kamu mau, aku akan meluangkan waktuku" Setelah menjawab pertanyaan Felix, David yang tak sabar ingin segera menghabiskan waktu berdua dengan Aileen pun mulai mencium bibirnya, perlahan dengan lembut, membuka mlulutnya sengaja ahat membuat Aileen dengan mudah memainkan lidahnya.
Aileen sudah terbuai dengan perlakuan David hingga lupa bahwa dia sebenarnya mendekati Suaminya untuk mendengar apa yang sedang laki laki itu bicarakan dengan Felix.
Aileen yang sangat aktif membuat David semakin memanas, dia mendorong tengkuk Aileen memperdalam ciuman hingga nafas mereka beradu dan menimbulkan bunyi khas ketika sedang berciuman.
"Tuan David!" suara Felix seketika memenuhi rongga telinga David.
Membuat laki laki itu membuka matanya hingga membelalak lebar saat tersadar bahwa dia sempat terhanyut dalam ciuman mesra bersama dengan Aileen dan melupakan Felix yang sedang bercakap dengannya.
David menyeringai tipis ketika melihat rona kekecewaan di wajah Aileen, dengan senang dia pun mengembalikan fokusnya kepada ponsel yang masih menempel di telinga.
"Iya, ,maaf, ada gangguan sedikit" David mengerjapkan satu matanya ke Aileen yang tersipu malu.
"Baiklah aku akan mengirimkan lokasinya!" ucap Felix sebelum mengakhiri panggilan.
David melempar poselnya ke sofa, tetapi tangannya tak melepaskan Aileen yang sedari tadi masih dalam dekapan.
"Kita lanjutkan??" ucapnya dengan nada menggoda yang sengaja di buat untuk menarik perhatian Aileen.
David sedikit menekuk lututnya untuk melingkarkan tanganya di paha Aileen. Membuat posisi perempuan itu lebih tinggi darinya, sehingga David harus mendongak ketika menatap wajah Aialeen.
Aileen meletakkan tangannya di pundak kiri dan pundak kanan David, untuk menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak jatuh saat berada digendongan.
Aileen menyandarkan kepalanya di kening Aileem kemudian menghujani David dengan kecupan.
Senyum lebar menghiasi bibirnya ketika Aileen masih terua mengecupnya tanpa henti.
Dengan bibir mereka yang masih saling berpagutan, David akhirnya memilih untuk melangkah membawa Aileen menuju ke kekamar mandi, kakinya kemudian menendang pintu agar tertutup setelah berhasil masuk ke dalam.
โกโกโก
David menggandeng Aileen saat pergi menemui Felix di sebuah restoran.
__ADS_1
"Maaf membuatmu menunggu lama" David sengaja menarik kursi, kemudian mempersilahkan Istrinya untuk duduk di sana.
"Terima kasih" ucap Aileen kepada Suaminya setelah duduk di kursi.
"Tidak apa apa, aku juga baru saja sampai" Felix mengalihkan pandangannya ke Aileen, perempuan itu terlihat seperti sedang mencari seseorang.
"Essie sedang pergi ke toilet bersama pengasuhnya" ucapnya seolah tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Aileen.
"Pengasuh??, ,kamu memberikan Essie kepada pengasuh??" raut wajahnya sedikit terlihat kecewa, saat mendengar Felix berucap bahwa dia membiarkan orang lain mengasuh Essie.
"Ini hanya sementara, aku juga sudah mempertimbngakan hal itu sebelum memberi tanggung jawab Essie kepada pengasuh"
David berdehem sengaja untuk menarik perhatian Felix yang sedari tadi terus berucap sambil melihat ke arah Istrinya, seolah menganggab bahwa hanya ada mereka berdua di sana.
Laki laki itu tersenyun, kemudian tak lama menyerahkan map persetujuan untuk penyerahan hak asuh anak kepada David.
"Setelah aku pertimbangkan semalaman, sepertinya Essie memang nyaman dan banyak tersenyum ketika saat berada di sisi Istrimu. Aku melihat itu di mata Essie"
"Lalu, , apa keputusanmu!" David mendesak Felix untuk segera mengatakan keputusannya, karena dia sudah tidak ingin berlama lama berada di sana.
"Tante Aileen?" suara Essie yang riang itu terdengar dari arah belakang, membuat Aileen langsung beranjak berdiri dan menyambut Essie yang sedang beralari ke arahnya.
Felix tersenyum ketika melihat rona kebahagiaan di wajah Essie ketika bisa bertemu lagi dengan perempuan yang membuatnya senang.
Arah pandangan matanya seketika tertuju kepada David yang sedang menatapnya dengan lekat.
Felix semakin melebarkan senyumnya, seakan tahu apa yang sedang di pikirkan oleh David.
"Aku hanya melihat senyum Essie"
"Benarkah??" David sempat menatap sinis kemudian menoleh ke arah Aileen yang sedang bercanda dengan gadis kecil itu.
"Sayang kembalilah ke mobil terlebih dulu, , ajak Essie bersamamu" perintah david dengan nada lembut, setelahnya dia menatap laki laki berambut coklat itu dengan tatapan tajam.
"Baiklah" Aileen kemudian berucap dengan lembut kepada Essie.
"Sayang ayok kita menunggu Om David di mobil. Biarkan dua orang dewasa ini menyelesaikan uruaan mereka" Aileen menggandeng tangannya dan menuntun Essie melangkah menuju mobil.
Sementara Felix terkekeh melihat sikap David.
"Tuan David, kamu salah sangka. Aku sama sekali tidak tertarik dengan Istrimu" Felix berucap dengan nada berat, tangannya bergerak meraih secangkir kopi kemduian mencercapnya perlahan.
"Benarkah?" Davi pun sama, dia meraih kopinya. Menyesapnya hingga habis tak tersisa. Sementara ujung matanya tak pernah lepas ketika mengawasi wajah felix.
"Aku dulu juga begitu, sama sepertimu! tak tertarik dengan Istriku. Jadi aku akan memegang ucapanmu!" David mengambil mapnya, kemudian beranjak berdiri.
"Maaf aku sudah tidak punya banyak waktu menemanimu. Kamu bisa kan makan siang sendiri" David melangkah pergi meninggalkan Felix sendirian.
Felix tertawa kecil, menertawakan diri sendiri yang sempat mendapat perlakuan tak mengenakkan dari David.
"Aku tidak percaya ini!!, , dia bahkan tak mengucapkan terima kasih untuk hal baik yang sudah aku lakukan kepadanya!!" Felix tersenyum sinis menikmati rasa jengkel di dalam hatinya sembari menggelengkan kepala.
__ADS_1