Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
14 CEO: Love's Romance Milikku


__ADS_3

"Apa yang sedang kamu lakukan!!" Aileen menarik kembali tangannya.


"Hmm??, , " David mendongakkan kepala, melihat wajah perempuan itu dengan tatapan lembut.


"Aku sedang berusaha menghilangkan amarahmu" Laki laki itu tersenyum kemudian.


Mereka sempat terdiam dan saling menatap satu sama lain. Ujung mata David tertuju kearah bibir Aileen yang mungil itu.


Bukan termasuk kriteria bibir seorang wanita yang diidam idamkannya. Namun entah kenapa bibir Aileen sangat menggoda baginya.


Akhirnya David memutuskan untuk bangkit dan langsung mencuri ciuman dari bibir Aileen tanpa meminta persetujuan perempuan itu.


Aileen yang terkejut pun langsung mendorong dada David dengan kuat.


"Kenapa kamu selalu melakukan hal aneh kepadaku tanpa meminta izin dahulu!" dia berucap sembari mengusap bibirnya yang basah. Mencoba menghapus jejeak ciuman laki laki iti.


David terkekeh kemudian.


"Hal apa yang aneh??, , .Ini hanya ciuman, , " Ucapnya dengan sepele.


"Hanya??, , ini ciuman pertamaku dengan seorang laki laki. Ah tidak ini yang kedua, setelah kem" ucapan Aileen terhenti. Ketika dia tersadar bahwa baru saja menceritakan hal yang sangat memalukan kepada laki laki itu.


Seketika pandangan mata David langsung melekat kearah Aileen.


"Apa??, , aku, , laki laki yang pertama mencium bibirmu?" David menyelidik kearah bibir Aileen.


Perempuan itu nampak memerah pipinya karena menahan rasa malu.


Aileen tertunduk menyembunyikan wajahnya dari David.


Laki laki itu terlihat memamerkan senyumanya, tidak tahu kenapa tapi dia merasa bangga ketika mengetahui bahwa dirinya adalah laki laki pertama yang mencium bibir Aileen.


David sudah sering melakukannya dengan wanita lain, tapi kali ini perasaan senang itu muncul dengan sendirinya di dalam hati David.


Laki laki itu membungkuk, sementara kedua tangannya bergerak meraih rahang Aileen dengan lembut, mengangkat wajah perempuan itu agar menghadap kearahnya.


"Jika aku yang pertama kali menciumnya, , lalu bagaimana caranya dia mendapat kartu itu??, , apa benar dia tidak menjual diri untuk mendapatkannya. Jika aku kembali menanyakan hal itu dia pasti akan marah lagi"


David menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya.


"Kenapa kamu menghindari tatapan mataku!" David merasa tidak senang ketika Aileen tak membalas tatapan matanya.


"Aku ngantuk!, , mau pulang!" ucap Aileen dengan kesal, dia seharian hanya tidur saat di kantot David.


"Aku akan mengantarmu pulang" David mengecup kening Aileen dengan sendirinya, setelah sadar dengan apa yang baru saja dia lakukan kepada perempuan itu David sempat memaku tubuhnya seolah dia merasakan ada sesuatu yang menggerakkan dirinya untuk mengecup kening Aileen.


♡♡♡


Matahari terlihat sudah mulai mengintip, walau pun belum sepenuhnya memperlihatkan sinar terangnya.


David menghentikan laju kendaraannya di depan tempat tinggal Aileen.

__ADS_1


Laki laki itu telah mematikan mesin mobilnya, kini dia memalingkan pandangan matanya kearah Perempuan yang sedang tertidur di kursi sebelahnya.


David sengaja tidak membangunkan Aileen, dia malah meraih ponsel dan mengambil gambar perempuan itu. Baginya ekspresi wajah Aileen terlihat sangat imut ketika sedang tertidur.


David pun mengulas senyum ketika mengawasi gambar hasil jepretannya.


Seketika ujung matanya teralihkan kepada Mannequin yang terpasang menggantung di tas Aileen.


David tersenyum sinis kemudian.


"Childish"


"Mmmh" tubuh Aileen bergerak merenggangkan otot ototnya yang terasa pegal dan kakj. Matanya mengawasi wajah David dengan lekat.


"Kenapa tidak membangunkanku?"


"Kamu terlihat sangat kelelahan!, , naiklah dan bersiap siap. Aku akan mengantarmu ke kampus" David berucap dengan lembut.


"Iihh, , tidak perlu. Aku bisa berangkat sendiri" Aileen merasa tidak nyaman dengan perlakuan David. Karena baginya belum ada kejelasan tentang hubungan mereka. Ya ini pertama kali bagi Aileen memiliki hubungan dekat dengan seorang laki laki. Maka dia pasti akan lebih memilih untuk kejelasan hubungannya.


"Kamu sudah menjadi milikku. Jika ada aku di sampingmu. Untuk apa kamu melakukan semuanya sendiri?" tatapan mata David terlihat sangat mendalam saat menatap kedua mata Aileen. Hingga mampu membuat perempuan itu terhanyut.


"Milikmu?" Aileen mengulangi kata itu dengan tatapan kosong. Setelahnya dia langsung bergidik untuk menyadarkan dirinya.


"Sejak kapan aku pernah bilang kalau aku setuju menjadi milikmu!!"


"Mulai dari semalam, dan seterusnya kamu akan menjadi teman kencanku" tangan David bergerak meraih pipi Aileen, ibu jarinya mengusap dengan lembut di sana.


Sementara David hanya memaku bibirnya karena tak bisa menjawab pertanyaan Aileen.


"Apa kamu mencintaiku??" Aileen kembali melontarkan pertanyaannya kepada David.


David tak bergeming, dia hanya diam dan mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Apa dua hal itu sangat penting bagimu!"


"Ya!!, , sangat penting" sahut Aileen dengan cepat.


"Lalu bagaimana denganmu?, , apa kamu menyukaiku?, , mencintaiku?" David malah mengembalikan pertanyaan itu kepada Aileen.


"Tidak!!" jawabnya tanpa keraguan sedikit pun.


"Serius??, , lalu kenapa kamu tidak pernah menolak ketika aku menciummu?" David seolah sedang membalikkan keadaan. Dia tidak ingin menjawab pertanyaan dari Aileen. Maka dari itu dia berkelit untuk menghindari pertanyaan itu.


"Kamu yang memaksa untuk menciumku!!" Ailen berucap dengan kesal.


"Aku bisa gila menghadapi perempuan ini. Bagaimana bisa ada seorang perempuan seperti dia di dunia ini!! sepertinya aku telah Salah memilih dia untuk jadi bahan taruhan!. Kenapa aku tidak


dipertemukan dengan perempuan yang mudah untuk di dapatkan! belum sehari penuh aku dengannya. Tetapi dia sudah membuatku gila!"


David menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaan sekaligus pikirannya. Dia memilih mengunci pintu mobil secara otomatis hingga membuat Aileen tak bisa keluar dari mobilnya.

__ADS_1


Aileen yang mendengar suara pintu yang seperti terkunci secara otomatis itu pun terkejut. Dia langsung memalingkan wajahnya kearah pintu. Matanya nampak menyelidik kearah sana.


"Kenapa kamu menguncinya!!" Aileen sudah merasa ketakutan kalau David akan berbuat macam macam terhadapnya.


"Katakan kalau kamu mau berkencan denganku. Setelah itu aku akan melepaskanmu!" laki laki itu menaikkan salah datu alisnya dengan cepat.


"Sepertinya otakmu sudah tidak waras!" nafas Aileen memburu karena berusaha keras menahan diri.


"Katakan apa yang ingin aku dengar, atau aku akan terus mengurungmu disini!" David masih terus berusaha nemaksa perempuan itu.


"Ya ampuunn!!, , Ada apa dengan laki laki in1i!"


"Aku bertanya kepadamu, apakah kamu menyukaiku?, , kamu tidak menjawab. Tapi kamu memaksa terus untuk mengajakku kencan. Apa otakmu sehat?"


"Kamu mau menjadi teman kencanku atau tidak!!" ucapan yang keluar dari mulut David masih tetap sama.


Aileen merasa sepertinya percuma saja berbicara dengan laki laki itu. Karena merasa sudah kehabisan akal dia akhirnya menyetujui permintaan David.


"Terserah apa maumu, berdebat seperti ini juga tidak akan mempengaruhimu !!, , " Aileen juga terlihat sudah tak ingin beradu argumen dengan David.


Laki laki itu tersenyum dengan sangat lebar. Di menggerakkan tubuhnya mendekati Aileen. Tangannya bergerak meraba bagian paha perempuan itu dengan lembut.


"Apa yang sedang kamu lakukan!!" Ailen terlihat sangat ketakukan saat itu. Ketika merasakan tangan David bergerak dari arah lutut menuju bagian atas pahanya, dan itu membuat Aileen semakin membulatkan penuh matanya.


David seolah sengaja melakukan hal itu untuk menggoda Aileen.


"Aku hanya ingin mengambil ini" David menenteng ponsel milik Aileen setelah berhasil mengambilnya dari saku celana perempuan itu.


David menyimpan nomor dirinya di ponsel Aileen dan menghubungi nomornya sendiri dengn ponsel itu.


"Aku sudah menyimpan nomorku di sini, hubungi aku jika kamu membutuhkan sesuatu"


Ailen menyelidik kearah layar ponselnya, dia melihat laki laki itu telah menyimpan nonornya sendiri dengan nama 'Sayangku'. Dan itu membuat Aileen terkekeh geli.


"Apaan coba?, , sayangku??!"


Aileen menaikkan kedua alisnya karena terheran heran.


"Berani mengganti namaku, aku akan menghukummu!" ucap David dengan nada mengancam. Hingga membuat Aileen mengurungkan niatnya. Laki laki itu sepertinya tahu bahawa Aileen akan mengganti namanya di kontak itu.


David tersenyum manis ketika melihat tingkah lucu Aileen. Perempuan itu terlihat sangat jengkel karena sikap David yang selalu seenaknya.


"Naiklah aku tidak akan mengantarmu ke kampus, aku juga terburu buru"


♡♡♡


Aileen menyelidik kearah halaman depan tempat tinggalnya. Barang barang miliknya dan milik Koyoko yang semalam masih berserakan di sana.


"Apa Koyoko tidak pulang?" Aileen menghela nafas, setelahnya dia membereskan semua barang barangnya menjadi satu.


Karena dia berencana untuk pindah, maka Aileen membiarkan barang barangnya tetap berada di luar.

__ADS_1


__ADS_2