Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
53 CEO: Love's Romance Psychopath


__ADS_3

Wajah Carol terlihat memerah, dia benar benar sangat malu. Semua orang memandang aneh kearahnya. Terlebih lagi setelah David berucap penuh amarah terhadapnya. Selama dekat dengan David Carol tak pernah di perlakukan buruk oleh laki laki itu.


"Kita pergi dari tempat ini!!" carol berucap dengan nada rendah kepada asistennya.


"Tunggu!!" setelah berucap untuk menghentikan Carol, Iris berjalan mendekati perempuan itu.


Plak!!!


Iris menghadiahi tamparan tepat di pipi Carol, sangat keras hingga terlihat memerah di sana.


"Kamu!!" Carol menggertakkan giginya dengan kuat. Matanya memerah karena menahan amarah. Tak mungkin baginya membalas tamparan itu ke pipi Iris. Dia tahu jika dia lepas kendali dan menamparnya, mungkin itu akan berakibat buruk dengan karirnya. Carol membusungkan dadanya, seolah tamparan itu tak mempengaruhi dirinya. Dia malah sengaja memamerkan senyum manis kearah Iris.


"Kamu masih bisa tersenyum!, , Ya!!, pergilah dari sini. Itu lebih baik. Di sini bukan tempat untuk perempuan jahat sepertimu!!" cibir Iris.


Perempuan itu sempat melirik sengit kearah Iris sebelum pergi meninggalkan tempat itu.


Carol menegakkan tubuhnya, ketika langkah kakinya menginjak halaman luar gedung. Di sana banyak wartawan yang akan mengambil gambar dirinya. Carol berusaha untuk tetap tersenyum manis di dalam sakit hatinya. Dia tak ingin wartawan mendapatkan gambar dirinya yang terlihat menyedihkan ketika melangkah keluar dari gedung itu. Tetapi dia dengan sengaja menitihkan air mata dan memamerkan rona merah yang ada di pipinya.


"Kenapa dia menangis??, , lihatlah air matanya mengalir!" para wartawan berebut untuk mendapatkan gambar Carol dari sudut yang memperlihatkan dengan jelas ketika air matanya mengalir. Bahkan mereka tahu pipi Carol yang terlihat merah itu pasti karena dia mendapat tamparan keras dari seseorang di dalam sana.


"Tamparan ini aku tidak akan melupakannya!!. Dan lagi hanya karena perempuan itu David memperlakukanku dengan kasar??, , siapa dia!! mereka bahkan belum terlalu lama saling mengenal!! kita lihat David siapa yang akan menang!!"


Dengan menahan amarah yang menggebu gebu di dalam dadanya, Carol berdiri di samping mobil. Dia sempat membuang pandangannya kearah pintu gedung itu, menatap kearah sana dengan sengit seolah memendam rasa amarah yang taramat. Kemudian Carol masuk ke dalam mobil. Di dalam sana perempuan itu terlihat tersenyum, seolah dia merasa sudah mendapatkan kemenangannya.


♡♡♡


Aileen semakin memendam wajahnya kearah dada David, laki laki itu sedang berjalan kearah salah satu kamar di dalam gedung itu.


David mendorong pintu dengan pundaknya ketika ingin melangkah masuk ke dalam kamar.


Dia membungkuk meletakkan tubuh Aileen dengan perlahan di bibir ranjang. Kemudian laki laki itu ikut duduk di sana.


David mengamati Aileen yang masih tertunduk menyembunyikan wajahnya. Perempuan terlihat sedang mengusap pipinya yang basah.


David menggerakkan tangannya meraih dagu Aileen, memaksa perempuan itu untuk menghadap kearahnya.


"Jangan!!" suara Aileen terdengar parau dan sedikit serak. Perempuan itu menepis tangannya lalu menghindar ketika David melihat kearahnya. Dia tertunduk lagi.


"Jangan melihat wajahku!! saat ini aku sedang terlihat buruk!" tambahnya.


"Siapa bilang??" David kini meraih rahang Aileen, menahan dengan sebagian kekuatan tangannya yang tak seberapa agar perempuan itu tak bisa menghindar lagi.


Sementara Aileen menutup matanya ketika David mamandangnya dengan lekat. Dia merasa malu karena David akan melihat dirinya yang terlihat berantakan saat itu.


David tersenyum, jarinya bergerak mengusap lembut pipi Aileen yang basah.


"Kenapa kamu menutup matamu??, , aku tidak akan menciummu!"


Aileen membuka matanya dengan cepat setelah mendengar ucapan David.


"Aku tidak berfikir kearah sana!!" pipi Aileen bersemu.

__ADS_1


"Benarkah??, , " David tersenyum ketika Aileen tertunduk lagi karena malu.


"Apa yang kalian bicaran sampai Carol berbuat kasar denganmu?"


"Kenapa kamu tidak menanyakan hal itu kepada kekasihmu!!" raut wajah Aileen kembali berubah, dia bahkan sebenarnya tidak senang ketika menyebut Wanita itu sebagai kekasih David.


"Kekasihku??" David mengulangi ucapan Aileen dengan nada bertanya. Laki laki itu mengerutkan dahi kemudian


"Siapa?, , Carol??" David melihat raut wajah Aileen yang terlihat muram. Dia sepertinya bisa menebak kalau Aileen tak suka ketika membahas nama perempuan itu.


"Kalau begitu maafkan kekasihku yang sudah berbuat kasar denganmu" David sengaja berucap seperti itu untuk melihat reaksi Aileen. Sesuai dugaannya perempuan itu langsung mengangkat kepalanya, dengan cepat dia menatap mata David.


"Jadi benar, , perempuan itu kekasihmu??"


Aileen terkejut ketika David mengakui Carol sebagai kekasihnya.


Melihat wajah Aileen yang terkejut itu, seketika David tertawa hingga tubuhnya terdorong kearah belakang. Laki laki itu terbahak bahak kemudian.


"Kenapa kamu tertawa??" Aileen terlihat jengkel saat itu.


"Kamu percaya dengan apa yang aku ucapkan??"


Aileen mengerutkan dahi, sepertinya dia sadar kalau David sedang mempermainkan perasaannya.


"Kamu membohongiku??"


"Siapa suruh kamu terlihat begitu polos, hingga aku tidak bisa tidak membodohimu!" mereka terdiam sejenak, saling memandang dan menatap dengan lekat.


"Kakimu sakit?" ucapnya kemudian.


"Sedikit"


"Aku akan melihatnya" David beranjak dari bibir ranjang, kemudian menekuk lututnya tunduk di depan Aileen. Tangannya bergerak meraih kaki Aileen, perlahan melepas sepatu yang masih membungkus kaki Ailen dengan rapih.


"Pelan pelan!" Aileen sedikit menarik kakinya ketika David tak sengaja menyentuh di bagian yang sakit.


Laki laki itu terpaku ketika melihat pergelangan kaki Aileen memerah dan sedikit terlihat membengkak. Jika di biarkan mungkin beberapa jam lagi akan terjadi pembengkakkan yang lebih besar.


"Bodoh!!, , kenpa tidak mengatakannya kepadaku dari tadi kalau kakimu terkilir??" David mendongak melihat kearah Aileen.


Perempuan itu hanya diam, sementara kedua tangannya dari tadi tak pernah lepas menyilang di dadanya. Aileen sedang menahan gaun itu agar tak lepas dari sana. Beruntung David meminjami jasnya hingga menutup penuh di bagian tubuh belakangnya.


David beranjak berdiri kemudian meraih jas yang masih di kenakan oleh Aileen.


"Kamu mau apa?" perempuan itu terkejut ketika David melepas jas dari tubuh Aileen.


"Mengambil ponselku!" David mengarahkan ponselnya kearah wajah Aileen.


"Ohh, , "


"Aku akan menghubungi seseorang untuk membawakan pereda nyeri!"

__ADS_1


Ketika David menjauh kearah belakang, Aileen terlihat menggeser tubuhnya perlahan, agar punggungnya yang terbuka itu tak terlihat oleh David.


Tetapi laki laki yang sedang sibuk menghubungi seseorang itu menoleh, dia tak sengaja melihat bagian punggung Aileen yang terbuka.


"Iya!!, , cepat bawa kemari. Aku ada di dalam salah satu kamar gedung itu!" David kemudian memutus panggilannya. Dia berjalan mendekati Aileen.


David menghela nafas panjang lalu kembali duduk di bibir ranjang.


"Sebentar lagi aku akan mengobati lukamu, , sekarang biarkan aku membantumu untuk, , " David terdiam sejenak, dia terlihat ragu ketika ingin menawarkan bantuannya untuk membenarkan gaun Aileen.


David berdehem, dia berusaha keras memantapkan diri sebelum melanjutkan ucapannya.


"Aku akan membantumu membenarkan itu, , gaunmu!, , putar tubuhmu!" David berucap dengan terbata. Dia selalu memandang kearah lain saat berucap kepada Aileen.


Aileen tak menolaknya, dia memuatar tubuhnya perlahan memunggungi David.


Deg!!!!


Jantung David berdetak dengan sangat cepat seperti bom waktu yang siap meledak. David terlihat menelan ludahnya dengan susah payah ketika melihat punggung Aileen yang putih bersih itu terpampang di depan matanya.


Dari leher hingga kebagian pinggang perempuan itu terekspose di depan matanya.


Darahnya langsung berdesir kembali, David merasa seperti seorang penjahat kelamin, yang selalu memiliki rasa ingin mencicipi tubuh Aileen ketika melihat sedikit saja bagian tubuh yang membuatnya tergila gila. Jangankan punggung, melihat bibir Aileen saja tubuh David sudah menegang.


"Astaga apa aku seorang psychopath!! kenapa aku selalu menginginkan tubuh perempuan ini??"


David mengusap wajahnya gusar. Dia terlihat bersusah payah untuk mengendalikan perasaannya saat itu.


Aileen terlihat kebingungan saat David hanya terdiam.


"David??" Aileen berucap, memastikan laki laki itu masih berada di sana.


"Iya!!" David terkejut ketika Aileen menyebut namanya.


Tangannya bergerak perlahan meraih tali di sana. David merasa tangannya tak bisa bergerak, sangat berat hingga sepertinya dia ingin punggung Aileen tetap terbuka seperti itu. Sehingga David bisa menikmatinya walau pun hanya dengan mamandangnya saja.


♡♡♡


Maaf bukannya author tidak menepati janji. Tetapi ada belum setuju jika Aileen dan david bersatu.


Maka author akan voting untuk itu.


Nanti suara akan di tutup sampai episode selanjutnya di up. Jadi suara terbanyak akan langsung terpenuhi di episode selanjutnya. Pilih saja nomornya.



Jadian.


Tunda.


__ADS_1


__ADS_2