Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
10 CEO: Love's Romance Khawatir 2


__ADS_3

Setelah berhasil nemukul laki laki itu, David kembali berjalan menghampiri Aileen. Perempuan itu masih berdiri dan terlihat syok.


Tangan David bergerak meraih lengan Aileen dan menarik perempuan itu untuk masuk kedalam mobil.


"Tunggu!!, , dia bagaimana?" ucap Aileen merujuk pada Laki laki yang tengah tersungkur di trotoar, dengan bibir pecar serta darah yang terus mengalir. Kemungkinan saking kuatnya David memukul laki laki itu hingga beberapa giginya terlepas.


David memaku langkahnya, ujung matanya melirik kearah Aileen dengan tajam.


"Kenapa kamu malah memikirkan laki laki brengsek itu!!, , pikirkan dirimu sendiri!" David mendorong paksa tubuh Aileen agar masuk ke dalam mobil.


Laki laki itu membungkukkan setengah badannya, dan masuk kedalam mobil untuk menahan tubuh Aileen serta membantunya memasang sabuk pengaman.


"Aku bisa melakukannya sendiri!!" ucap Aileen sambil merebut paksa sabuk pengaman yang sempat di pegang oleh David.


Laki laki itu kemudian hanya menghela nafas panjang, pandangan matanya kini bertahan kearah wajah Aileen yang tepat berada di depannya.


Matanya mulai bergerak menyapu wajah Aileen, sementara perempuan itu masih sibuk memasukkan pangait sabuk pengamannya.


Hhuuuuuuuhhhh!!!


David meniup anak rambut yang menutupi wajah perempuan itu. Hingga membuat Aileen langsung mengalihkan pandangannya kearah David.


Mereka saling bertatapan, perempuan itu pun memandang aneh wajah David.


"Kenapa melihatku seperti itu!" ucap Aileen seketika.


Ujung bibir David terangkat, tangannya bergerak mengusap lembut ujung kepala Aileen.


"Kenapa perempuan sepertimu bisa membuatku khawatir!!" David pun menarik tangan dan tubuhnya secara bersamaan keluar dari mobil. Setelahnya dia berjalan mengitari mobil kearah sisi lain.


"Dia bilang apa!!!, , perempuan sepertiku??, , memang dia pikir aku perempuan seperti apa!!" gumamnya dengan nada jengkel.


David menyalakan mesin dan mengendarai mobilnya untuk mengantar Aileen pulang.


♡♡♡


"Stop! stop!, , berhenti di sini!" ucap Aileen, dia menyuruh David mengentikan mobilnya di tepi jalan. Karena dari sana dia hanya perlu menaiki tangga untuk menuju temat tinggalnya.


David membuang pandangannya kearah sekitar, tatapan matanya terlihat menyelidiki tempat itu.


"Kamu tinggal di sini??" wajah David terlihat aneh saat melemparkan pertanyaan itu kepada Aileen.


"Iya!, , kenapa memangnya!!" Aileen berucap dengan jengkel, karena David seolah seperti sedang menatap rendah dirinya karena kondisi tempat yang dia tinggali.

__ADS_1


"Kamu bisa bertahan hidup ditepat kumuh seperti ini!!" ucapan David semakin membuat darah Aileen mendidih.


Perempuan itu menghela nafas panjang, sebelum akhirnya memutuskan untuk melangkah keluar dari mobil.


"Terima kasih karena sudah mengantarku pulang!, , hati hati di jalan Om!!" Aileen berucap dengan keras sambil membanting pintu mobil, dia langsung berlari menaiki tangga menuju loteng.


"Hei!!!, , perempuan ini memang benar benar menjengkelkan!!, ," David menghela nafas dengan kasar.


"Kalau bukan karena taruhan itu, aku tidak mungkin mau mendekatimu!!" tambahnya.


David kembali menyalakan mesin mobil dan ketika ingin melanjutkan perjalanan pulang, tiba tiba sebuah benda terjatuh tepat di atas cap depan mobilnya. Hingga Seketika membuat David langsung menginjak rem.


Matanya mengawasi kearah benda itu, setelahnya dia memutuskan untuk turun dari mobil. Dahinya berkerut ketika melihat benda itu adalah beberapa potong baju dan salah satu sepatu tanpa pasangannya.


Ujung mata David bergerak perlahan naik mengurutkan dari mana asal datangnya benda itu. Laki laki itu memdongak menatap bagian atas bangunan dan ujung matanya terhenti di sana.


Belum sempat berseru kepada pemilik benda itu, Sebuah jaket berwarna pink kini terjatuh lagi dan tepat mendarat di kepalanya.


"Hei!!" David berteriak, dia ingin membuat si pemilik benda itu untuk turun kebawah dan meminta maaf padanya. Namun mulutnya yang masih terbuka itu terpaku hingga tak bisa berucap ketika mendengar suara percakapan beberapa orang dari atas sana dengan keras.


"Keluarkan semua barangmu!!, ,bawa pergi dari sini!!" teriakan suara perempuan paruh baya pemilik rumah itu terdengar sangat kencang.


David merasa ada yang tidak beres, karena suara itu berasal dari atas atap di mana dia tadi sempat melihat Aileen naik kesana.


Matanya tertuju kepada seorang wanita tua yang sedang melempari Aileen dengan barang barangnya ketika langkah kakinya mencapai lantai atap itu.


"Dari tadi aku menyuruh Koyoko untuk membawa semua barang barangnya. Tetapi Dia tak mendengarkanku!!. Dia malah pergi bekerja ketika malam hari seperti ini. Kamu dan dia sama saja!, , wanita ****** yang pergi bekerja malam hari setelahnya pulang di pagi hari" perempuan paruh baya itu masih menyingkirkan barang barang milik Aileen dan Koyoko, sesekali dia juga terlihat menendangnya agar menjauh dati pintu masuk.


"Jaga ucapanmu Bu!!, Koyoko bukan perempuan seperti itu. Dan lagi pula kenapa kamu mengusir kami??, , apa dia melakukan kesalahan!" Aileen berucap sembari memebreskan barangnya satu persatu.


"Kamu orang baru, makanya tidak tahu kalau Koyoko belum membayar uang sewanya. Dia sdah menunggak 4 bulan! dia bekerja dari pagi sampai malam, lalu dari malam sampai pagi lagi tapi tidak bisa membayar uang sewa yang tidak seberapa! kalau kalian menjual diri, Seharusnya kalian mendapatkan uang banyak untuk semalaman"


"Kita bisa bicarakan semua ini dengan baik!!, , tidak perlu sampai mengusir kami. Dan jangan berucap buruk lagi tentang Koyoko!, dia tidak seperti yang kamu pikirkan!!, , " Aileen mulai berucap dengan nada tinggi karena dia merasa jengkel dengan tata bahasa yang digunakan Ibu pemilik rumah itu benar benar sangat kasar, hingga membuat Ibu itu mulai geram dan melempar tas ransel kearah kepala Aileen.


Aileen tak bisa menahan tas ransel miliknya yang berat karena di dalamnya penuh dengan pakaian. Tubuh mungilnya terhuyung hingga terjatuh ke lantai.


"Aduh!!, , " Aileen melirik kearah siku dan telapak tangannya yang terluka.


David yang nampak berdiri di sisi lain mulai melangkah mendekat kearah Aileen. Dia sempat khawatir ketika Aileen beradu mulut dengan Ibu tua itu. Terlebih lagi ketika melihat Aileen terjatuh dia langsung melangkah cepat kearah perempuan itu.


"Berapa total semuanya??" David berucap dengan nada berat, ujung matanya melihat kearah Aileen dengan tatapan lembut. Setelahnya dia mengalihkan pandangan kearah Ibu itu.


"Siapa kamu??" ucap Ibu itu kepada David.

__ADS_1


David tak bergeming, dia melangkah mendekati Ibu pemilik rumah. Kemudian menggerakkan tangannya meraih dompat dari dalam saku jas dan mengeluarkan beberapa lembar uang.


"Apa ini cukup??" ucapnya sambil mengulurkan tangan dan beberapa lembar uang di sana.


"Waaah, , tidak hanya tampan tapi kamu juga banyak uang ya. Seharusnya seperti ini dari kemarin kemarin jadi aku yak perlu mengusirnya!, ," Ibu itu berucap sembari menghitung uang di tangannya.


"Bereskan semua barang barangmu dan bawa masuk kembali ke dalam!!" tambahnya.


"Tidak perlu!!, , lagi pula beberapa hari yang lalu aku dan Koyoko juga bermaksud untuk pindah!!" Aileen berucap dengan jengkel.


"Terserah kamu saja!!, yang terpenting aku sudah mendapatkan uang tunggakannya selama 4 bulan. Bahkan lebih sepertinya" Ibu tua itu lantas pergi dari tempat itu.


Aileen terlihat memaku tubuhnya, pikirannya dipenuhi dengan beberapa pertanyaan.


"Kenapa Koyok tidak memberitahuku??, , kalau aku tahu, aku bisa membayarnya dengan uang pemberian Mamah!!"


Aileen menundukkan kepala, sementara tangannya meremas rambutnya dengan kuat seolah dia jengkel dengan dirinya sendiri yang kurang peka dengan keadaan Koyoko.


David melangkah mendekat kearah Aileen, dia menekuk lututnya menyaman dirinya sejajar dengan perempuan itu.


"Bangunlah" perintahnya dengan nada rendah.


"Pergilah dari sini, kamu terlalu ikut campur!!" Aileen mengangkat kepalanya, dia meraih tas dan mengambil sebuah kartu dari dalam dompetnya.


"Pakailah untuk berbelanja sesuai dengan nominal yang kamu berikan kepada Ibu itu. Aku tidak ingin berhutang darimu!" ucapnya sambil menyodorkan kartu itu kearah David.


Laki laki itu hanya diam, matanya menyelidik kearah kartu yang ada di tangan Aileen. Itu adalah kartu kredit tanpa batas. Dan hanya orang orang tertentu yang bisa memilikinya.


David terkekeh, dia hanya berfikir bahwa Aileen pasti mendapatkannya dari seseorang yang sangat kaya, karena malam itu dia melihat Aileen di tempat karaoke dan pasti perempuan itu mendapatkannya dari seseorang ketika sedang bekerja.


David merasa jengkel ketika mengetahui hal itu, kenapa Ailen mau menerima kartu itu dari orang lain. Namun tidak mau menerima tawaran yang dia berikan.


"Apa kamu sedang menghinaku!!, , " ucapnya seketika.


"Ambillah dan cepat pergi dari sini!!" Aileen berucap dengan menaikkan nada bicaranya.


SementaraDavid menghela nafas panjang untuk mentralkan perasaannya.


"Ikutlah denganku!!" David menarik tangan Aileen dengan paksa. Dia menyeret perempuan itu menuruni anak tangga.


"Lepas!!, , kamu mau membawaku kemana?" Ailen mencoba meronta, dia terus barusaha agar David mau melepaskan tangannya.


Namun laki laki itu tak bergeming hingga membuat Aileen akhirnya menggunakan tangannya yang satu lagi untuk mencengkeram erat teralis besi yang ada di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2