
Mereka masih saling memandang, David terpaku menikmati perasaan nyeri di dalam hatinya ketika hanya bisa diam melihat tanpa menyentuh perempuan yang selama ini dirindukannya.
Perempuan itu terlihat sangat sempurna, memakai setelan kebaya berwarna nude yang melekat indah, memperlihatkan sebagian lekukan tubuhnya hinhga membuat David terpana.
Koyoko menggenggam tangan Aileen membuat perempuan itu tersadar dari lamunan sesaat.
Aileen sedikit memutar tubuhnya, satu kakinya sudah menginjak satu anak tangga untuk naik lagi ke atas. Bersamaan dengan itu, Barack dan Luna beranjak dari sofa, sementara David bergerak maju satu langkah. Mereka sudah merasa khawatir Aileen akan menolak perjodohan ini.
Tubuh Aileen terpaku sesaat, kemudian dia menoleh kearah kedua Orang tuanya melihat senyum serta rona kebahagiaan di wajah mereka, Aileen tak bisa begitu saja merusaknya.
Perlahan dia memantapkan diri, menata hati, memutar tubuh kembali ke posisi semula.
Aryo beranjak dari sofa untuk menjemput Putrinya. Dia mengulurkan tangan, membuat Aileen yang sejenak terpaku perlahan mengarahkan pandangannya ke tangan Orang tuanya yang sudah berada di depannya.
Laki laki itu tersenyum menunggu Aileen meraih tangannya.
Tubuh Aileen bergetar, tangannya bergerak perlahan meraih tangan Orang tuanya.
Koyoko meremas jari jemari mereka yang saling bertautan sejak tadi, membuat Aileen menoleh kearahnya.
Koyoko menganggukkan sedikit kepala seakan memberi semangat kepada Aileen, meyakinkan bahwa dia bisa melakukannya.
Aryo menuntun Aileen berjalan menuju sofa.
"David?" Luna berucap dengan nada rendah, dia memanggil Putranya untuk bergerak mendekat.
Tak beda jauh dengan kedua Orang tuanya, Iris yang duduk di seberang meja terlihat sangat terkejut saat itu.
David melangkahkan kakinya perlahan menuju ke sofa di mana Aileen berada. Detik di mana David duduk di sebelah Aileen, detik itu juga jantung Aileen semakin berdetak tak beraturan. Posisi mereka yang berdekatan membuat Aileen bisa mencium aroma wangi tubuh David yang menyeruak ke dalam hidung hingga masuk menjalar kesetiap bagian tubuhnya. Membuat darahnya nerdesir memanas, antara rindu dan benci dengan aroma ini Aileen hampir tak bisa membedakannya.
Sementara ekspresi wajah David tak terbaca, laki laki itu hanya diam, masih tak percaya dengan apa yang sedang terjadi di dalam hidupnya saat ini
Dia sempat melihat kearah Koyoko yang sedang menggendong seorang bayi.
"Yang aku lihat waktu itu, , apakah, bayi itu milik Koyoko??"
David mengalihkan pandangannya kearah Aileen, perempuan itu sedikit tertunduk menyembunyikan matanya yang merah dan berkaca kaca.
Barack dan Luna kembali duduk, laki laki itu meraih tangan Istrinya untuk memberi ketenangan, karena sempat mereka berfikir Aileen akan menolak perjodohan ini.
♡♡♡
Tiba di mana saatnya mereka harus saling memakaikan cincin di jari mereka masing masing.
David mengulurkan tangannya, menanti Aileen meraihnya. Perempuan itu melirik kearah tangan David. Tangan yang sudah sangat lama tak disentuhnya.
Keraguan hebat seketika menyerang hati Aileen, dia ingin beranjak kemudian berteriak bahwa dia tak ingin meneruskan perjodohan ini. Tetapi dia tak bisa melakukannya.
Cici beranjak dari sofa, mendekati Putrinya lalu meraih tangan Aileen menuntunnya ke telapak tangan laki laki di depannya.
__ADS_1
Basah karena keringat dingin, hangat dan bergetar. Itulah yang di rasakan David saat pertama kali bersentuhan dengan Aileen, setelah sekilan lama akhirnya bisa menyentuh bagian tubuh dari perempuan yang sampai detik ini masih menduduki tempat tertingi di hatinya.
David menggenggam tangan Aileen dengan erat, sangat erat membuat Perempuan di depannya mengangkat wajah kemudian melihat kearahnya.
"Apa yang sedang kamu lakukan!!, , lepas!, , kamu menggenggamnya terlalu erat!"
"Ya, , sengaja agar kamu tidak pergi dan lari lagi. Cincin ini akan mengantarmu untuk menjadi milikku sepenuhnya"
Mereka saling memandang, berbicara satu sama lain melewati mata mereka.
Tanpa keraguan dan senyum tipis, David memasangkan cincin itu ke jari Aileen. Setelahnya tak melepaskan tangan Aileen begitu saja. David membungkuk kemudian mengecup jari Aileen di mana cincin itu melingkar.
Membuat semua orang yang berada di ruangan itu terkejut senang.
Terlebih lagi Aileen, ketika merasakan nafas David yang terasa hangat saat menyapu punggung tangannya, tubuhnya terperanjat kaget. Dengan cepat dia menarik tangannya kembali.
Sejak melihat kakaknya menginjakkan kakinya di lantai ini, Lena selalu mengawasi ekspresi wajah mereka berdua.
"Apakah sebelumnya kalian sudah saling mengenal kak?, , kenapa aku merasa chemistry di antara kalian sangat kuat?" ucapan yang keluar dari mulut Lena, membuat kedua Orang tuanya menganggukkan kepala.
Tetapi bagi sebagian orang yang sebelumnya sudah mengetahui hubungan di antara Aileen dan David hanya terdiam tak bisa berucap.
"Bagus dong sayaang, itu akan membuat mereka mudah untuk saling mengenal satu sama lain" Cici berucap kepada Lena, dengan penuh rona kebahagiaan di wajahnya.
Kini saatnya Aileen bergantian memasangkan cincin ke jari laki laki yang duduk di sebelahnya.
Sementara David sudah dengan senang hati mempersiapkan jari manisnya kearah Aileen.
"Apa lagi yang kamu tunggu?" gumamnya, dan hanya Aileen yang bisa mendengar.
Perempuan itu mengangkat wajahnya kearah David. Dia melihat senyum tipis menghiasi bibir laki laki itu.
"Apa itu!! apa dia sedang tersenyum?? aku benci senyuman itu!!"
Aileen menunduk kemudian memasangkan cincin ke jari David dengan sedikit dorongan yang kuat, sengaja membuat laki laki itu tahu bahwa Aileen terpaksa melakukan ini.
Tentu saja David tak menghiraukan hal itu. Baginya Aileen setuju atau tidak, ini adalah langkah awal untuk memilikinya kembali.
♡♡♡
Selesai sesi tukar cincin, kini saatnya mereka mengabadikan moment itu. Setelah pemotretan dengan keluarga mereka masing masing, tiba waktunya bagi David dan Aileen untuk mengabadikan moment mereka.
Di sebuah ruangan hanya tinggal David, Aileen, Fotografer dan beberapa kru lainnya.
"Bisakah agak berdekatan lagi?" seorang penata gaya itu berucap untuk membuat Aileen dan David saling berdekatan. Karena jarak di antara mereka terlalu sangat jauh.
Aileen masih diam di tempat, sementara David sudah sedikit menggeser tubuhnya.
"Nona Aileen, bisakah kamu bergerser sedikit lagi?"
__ADS_1
Karena Aileen terlihat ragu, David menggerakkan tangannya menelusup ke pinggang Aileen. Menarik tubuh perempuan itu agar semkain mendekat hingga kini tak ada jarak sedikit pun di antara mereka.
Seketika Aileen menoleh cepat kearah David dan kesempatan itu di pergunakan dengan baik oleh fotografer unuk mengabadikan moment mereka.
"Bisakah sekarang kamu menggandeng tangannya" ucap penata gaya kepada David , memintanya untuk menggandeng tangan Aileen di mana cincin itu berada.
Melihat dari raut wajah Aileen, David tahu perempuan itu ingin segera menyudahi sesi pemotran.
"Jika kamu ingin ini segera selesai, bekerja samalah dengan baik" David berucap dengan lembut di telinga Aileen, membuat perempuan itu menarik kepalanya menjauh.
Entah kerja sama seperti apa yang akan di lakukan oleh David, tetapi seketika dadanya berdebar dengan sangat kencang.
David menarik tubuh Aileen, memposisikan perempuan itu berada di depan, sementara David berada di belakang.
Aileen sempat menolak, tetapi David semakin mengencangkan tangannya.
David mendekatkan bibirnya di telinga Aileen kemudian berbisik.
"Jika kamu terus berulah, ini tidak akan selesai selesai sayang"
Aileen menolah cepat kearah samping.
"Berhenti memangilku dengan kata itu!!" geramnya.
Tentu saja itu tak membuat David takut, dia malah tersenyum karena berhasil menggoda Aileen. Dia juga merasa senang akhirnya bisa mendengar suara Aileen lagi dengan jelas. Salah satu tangannya kini melingkar di pinggang Aileen dan bertahan di perutnya.
"Kamu bisa meletakkan tanganmu di atas tanganku, jika kamu mau" perintah David.
Ketika mereka sedang sibuk berdiskusi untuk menentukan gaya, saat itu Fotrografer malah asik mengabadikan setiap gerakan yang mereka lakukan.
"Sempurna" gumam Fotografer itu.
"Oke selesai" suara penata gaya tak di dengar oleh mereka berdua.
David dan Aileen masih tetap berada di posisi. Menikmati setiap detik kedetatan mereka.
Aileen seakan terhipnotis dengan aroma wangi yang sejak dari tadi meracau pikirannya.
David tersenyum ketika menyadari Aileen terdiam menikmati pelukan tubuhnya dari arah belakang. Dia sedikit membungkuk untuk memudahkan dirinya berbisik di telinga Aileen.
"Kamu melakukannya dengan baik" ucapanya merujuk kepada sesi pemotretan yang berjalan dengan lancar.
Mendengar suara David yang memenuhi rongga telinganya membuat Aileen tersadar dari lamunan sesaat.
Aileen menepis tangan David, kemudian bergerak menjauh. Aileen menatap sengit kearah David, dia merasa laki laki itu telah memanfaatkan kesempatan ini untuk berdekatan dengan dirinya.
"Menjauh dariku!!" geram Aileen.
"Apa kamu bilang?" David mengerutkan dahinya. Dia melangkah menuju pintu untuk mengerjar Aileen yang sudah terlebih dulu keluar meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1