
Setelah akad nikah selesai di gelar, siangnya hingga menjelang sore hari resepsi pernikahan di gelar secara mewah di gedung, ribuan para tamu undangan dari saudara hingga rekan bisnis memenuhi ruangan.
Selama beberapa jam Aileen dan David harus berdiri untuk menyalami tamu yang sengaja datang ke pesta.
Rona bahagia sangat terlihat di wajah mereka.
"Sayaaanng, , akhirnya" Koyoko ikut bahagia atas sahabatanya. Dia menggendong Keiko yang kemudian anak kecil itu menggerakkan tangan dan kakinya seolah meminta di gendong oleh Aileen.
"Cantik mau ikut tante??" godanya kepada Keiko, dengan mengulurkan tangan yang kemudian di sambut dengan tawa renyah Keiko. Hingga membuat orang di sekitarnya tertawa karena gemas dengan anak kecil itu.
Aileen pun menggendongnya, dia meminta fotografer untuk mengambil foto mereka dengan menaruh Keiko di tengah.
Hingga sampai di penghujung acara, Aileen terlihat sangat lesu. Dia kelelahan hingga membanting tubuhnya ke sofa yang ada di belakangnya.
David menoleh menatap Ailean dengan lembut, tangannya menyingkirkan anak rambut kebelakang telinga.
"Lelah??" ucapnya kemudian.
"Mm, , " Aileen hanya mengangguk.
"Sebentar lagi kita akan pulang, aku masih menunggu rekanku yang belum datang. Kasihan dia datang jauh jauh kalau sampai di sini kita sudah tidak ada"
"Bagaimana kalau kamu menemuinya sendiri, , kakiku sangat pegal!, , aku ingin rebahan David"
David merasa tidak tega melihat Aileen yang duduk lesu di sofa, akhirnya dia menyuruh supir yang menjemput rekan kerjanya di Bandara untuk membawa tamunya nanti ke kediaman rumah Bu Cokro. David berencana akan menemui mereka di sana.
"Baiklah kita pulang"
♡♡♡
Sepanjang perjalanan menuju rumah, Aileen tertidur di mobil.
David meraih kepala Aileen, membawa perempuan itu untuk tidur di pangkuannya. Senyumnya terlihat manis ketika menatap perempuan yang kini sudah sah menjadi miliknya.
Sesanpainya di rumah, David menggendong Aileen masuk ke dalam kamar, perempuan itu terlihat sangat kelelahan. Hingga tak sanggub untuk membuka kedua matanya.
Tok tok tok!!!
Lena mengetuk pintu kamar pengantin.
"Maaf Kak, supir yang membawa tamu dari Bandara sudah sampai"
David duduk di bibir ranjang setelah meletakkan Aileen di sana, setelahnya mengangguk kearah Lena.
"Aku akan segera keluar menemui mereka" David mengecup kepala Aileen sebelum keluar untuk menemui tamunya.
Katika waktu menunjukkan pukul 11 malam, David menyuruh supir untuk mengantar mereka ke hotel. Setelahanya dia melangkah masuk ke dalam rumah setelah mengantar kepergian rekan kerjanya.
Luna menoleh ke David yang baru saja masuk dari arah luar.
"David, di mana Aileen? semenjak pulang dari gedung Mamah belum melihatnya?"
__ADS_1
David menghentikan langkahnya.
"Dia ada di kamar, sepertinya sangat kelelahan. Aku tidak tega untuk membangunkannya"
"Ya sudah, kamu juga masuk kamar. istirahat ya. Besok masih ada acara kumpul kumpul keluarga besar" Luna mengingatkan agar David tak lupa dan benar benar segera masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
David hanya menganggukkan kepalanya dia melangkah lagi masuk ke dalam kamar.
♡♡♡
David melepas kancing kemejanya satu persatu, perlahan melangkah mendekati ranjang. Duduk di sana dengan satu kaki bersilah di atas, satunya lagi masih menapak di lantai. Matanya memandang wajah Aileen yang terlihat begitu sangat polos.
Senyumnya tak pernah pudar, selalu senantiasa menghiasi bibirnya. Setelah melepas semua kancing David melepaskan kemejanya, melempar sembarangan ke kursi.
Tubuhnya membungkuk mendekati Aileen lalu berbisik.
"Ai, kamu tidak ingin bangun?, , mandilah setelah itu tidur lagi"
Aileen hanya menggeliat, menggerakkan tubuhnya memunggungi David.
David pun tak memaksa, dia membiarkan Aileen tetap tidur sementara dirinya beranjak berdiri melangkah menuju kamar mandi.
David menyalakan dua keran, setengah panas dan setengah dingin. David meletakkan satu tangannya ke tembok untuk menahan tubuhnya ketika membiarkan air yang keluar dari shower menghujam tubuhnya, menikmati setiap tetesan demi tetesan.
Setelah selesai membersihkan diri David menggunakan handuk untuk menutupi bagian pinggangnya. Melangkah keluar sembari mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
Matanya sempat melirik kearah Aileen yang masih tetap berada di posisi tidurnya, langkah kakinya terhenti di depan almari. David meraih sebuah kaos berwarna abu abu kemudian memakainya.
David sangat ingin melakukannya, tetapi melihat kondisi Aileen yang sepertinya memang sangat kelelahan, David tak sanggup jiak harus memaksanya. Dia kini mencoba menenangkan diri dengan memeluk Aileen, memejamkan mata ikut tidur bersama perempuan itu.
♡♡♡
Aileen membuka matanya perlahan, melirik kearah jam di atas nakas untuk memastikan berapa lama dia tertidur.
"Jam 2 ??"
Aileen sempat ingin beranjak tetapi ketika merasa ada sebuah lengan yang dengan kokoh memeluk tubuhnya dari arah belakang, dia pun perlahan menggeser lengan itu. Bergerak perlahan agar tak menimbulkan gerakan di ranjang sehingga bisa mengganggu David yang tengah tertidur pulas.
Aileen sejenak duduk di bibir ranjang, mencoba mengembalikan kesadaran yang belum sepenuhnya kembali.
Dia menggerakkan kepala, sengaja merenggangkan otot leher yang terasa sedikit kaku.
Karena merasa kulit tubuhnya lengket Ailene pun beranjak berdiri kemudian berjalan menuju kamar mandi.
David menggerakkan tubuhnya, membuka mata perlahan ketika merasakan Aileen tak berada di sisinya.
Laki laki itu duduk, matanya mengawasi pintu kamar mandi ketika mendengar gemericik air dari arah dalam sana.
Tak lama David terpaku saat kedua matanya melihat Aileen keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk kimono. Rambutnya yang basah membuat perempuan itu semekin terlihat sexi walau pun tubuhnya masih tertutup rapih oleh handuk, tetapi mampu membangun gairah di dalam tubuh David yang terpendam sejak lama.
Aileen terkejut dia tak menyadari bahwa David tengah memperhatikannya.
__ADS_1
"Apa aku mengganggu tidurmu?, , maaf" Aileen masih sibuk mengeringkan rambut dengan handuknya.
"Tidak, , " David menjawab dengan pendek. Matanya masih melekat bahkan kini semakin intim memandang setiap jengkal tubuh Aileen.
Perempuan itu menyadari bahwa David terus memandang kearahnya. Aileen terlihat sangat gugub hingga salah tingkah ketika ingin melangkah menuju almari untuk mengambil pakaian.
David mengawasi gerakan Aileen yang semakin mendekati almari. Belum dempat tangannya membuka almari itu David tiba tiba berucap.
"Begitu saja! tidak perlu memakai baju"
Jantung Aileen nyaris meledak, dadanya berdesir ketika David melarangnya memakai baju.
"Ai?" David menunghu Aileen membalikkan tubuhnya.
"Kemarilah" tambahnya sembari menepuk ranjang di sebelahnya.
Aileen perlahan melangkah mendekat, dia dilanda rasa gelisah yang hebat. Aileen tiba tiba memaku langkahnya.
"Ee, , a, , aku haus. Sebentar aku akan kembali" Aileen mempercepat langkahnya bergegas keluar dari kamar.
Dia sempat berdiri di depan pintu sesaat untuk menenangkan diri. Debaran jantungnya seakan berdetak 10 kali lipat di banding biasanya.
Aileen menghela nafas panjang sebelum melanjutkan langkahnya menuju dapur untuk mengambil minum.
♡♡♡
Pandangan matanya teralihkan ke pintu yang sengaja dibuka dari arah luar. David kemudian meletakkan ponselnya di atas nakas ketika melihat Aileen berada di sana dengan segelas susu di tangannya.
Perempuan itu sengaja memperlambat langkahnya setelah menutup pintu.
"Kemarilah Ai" suara David seketika membuat dada Aileen kembali bedebar kencang. Dia tak tahu bagaimana cara mnegatasi rasa kegugubpannya.
Aileen mengikuti keinginan David dengan duduk di bibir ranjang.
David membelai rambut Aileen yang masih basah. Ujung rambutnya sebagian masih meneteskan air sisa sisa mandi.
David pun meraih pipi, memaksa Aileen melihat kearahnya.
Aileen mencoba menghindari tatapan mata David yang terlihat sendu. Sebuah hasrat terpendam yang kian membesar dan membara terlihat di matanya.
"Aku akan menghabiskan susuku terlebihdulu" Aileen mencoba mengulur ulur waktu, dia menegug perlahan susu di dalam gelas.
Dan ketika David menggerakkan tangannya saat ingin menyentuh Aileen, lagi dia menegug susunya untuk mengulur waktu.
David tersenyum, dia tahu kalau Aileen sengaja melakukannya, untuk mempersingkat waktu David kemudian meraih gelas dari tangan Aileen, menegug habis sisa susu di dalamnya.
"Susunya sudah habis" David meletakkan gelasnya di atas nakas.
"Lalu, , apa lagi sekarang yang akan kamu lakukan untuk mengulur ulur waktu??" David berucap seolah tahu apa yang sednag di pikirkan oleh Aileen.
♡♡♡
__ADS_1
Jangan lupa likenya 😘😘😘