
Aileen menghentikan langkahnya di lampu merah, dia sedang menunggu rambu rambu lalu lintas berubah untuk pejalan kaki.
Tak sengaja dia mendengar slentingan yang berasal dari beberapa orang wanita yang ada di sampingnya. Mereka juga sedang menunggu untuk bisa menyebrang sambil membaca situs internet.
"Kalau saja aku bisa bertemu dengan orang yang menampar Carol, akau akan menjambak dan mematahkan lehernya saat itu"
"Benar, sangat keterlaluan sekali perempuan yang menampar Catol itu!"
Aileen melirik kearah orang orang yang berdiri di sampingnya setelah mendengar nama Carol.
Aileen pun mulai penasaran, dia lebih mendekatkan diri untuk mempermudah dirinya mencuri dengar.
"Aku yakin perempuan itu pasti berusaha menggoda Tuan David, Perempuan tidak tahu diri!"
"Kita hajar dia, lucuti pakaiannya dan kita arak keliling kota sebelum membawanya kehadapan Carol untuk meminta maaf!"
Aileen merasa mereka seperti sedang membicarakan dirinya setelah orang orang itu menyinggung Nama David dan Carol.
"Apa ini karena kejadian semalam??"
Aileen sempat merinding ketika mendengar ucapan mereka.
♡♡♡
Setelah sampai di kampus, Aileen mempercepat langkahnya untuk mencari Iris. Dia terlihat semakin murung ketika saat sedang mencari keberadaan Iris, dia selalu mendengar slentingan yang tak jauh berbeda dengan yang sebelumnya dia dengar di lampu merah. Bahkan mungkin ini lebih parah.
Aileen sempat menyelidik kearah sekitar di sana dia melihat orang orang sedang bergunjing sambil menatap layar ponsel mereka.
Aileen pun memutuskan untuk menghentikan langkahnya. Dia meraih ponsel dari dalam saku tas dan membuka situs tentang berita itu.
"Aileen!!" Iris yang tiba tiba datang, langsung menepuk pundak Aileen, hingga perempuan itu terkejut dan menyimpan kembali ponselnya tanpa sempat membuka internet.
"Iris, , sebenarnya apa yang terjadi malam itu setelah David membawaku pergi dari pesta??" Aileen terlihat menarik tangan Iris dan berbisik kepada perempuan itu.
Iris menatap kearah Aileen dengan lekat.
"Jadi kamu sudah melihat beritanya??"
"Aku tidak melihatnya!, ,tapi semua ornag membicarakan nama Carol, dan ada seorang perempuan yang belum di ketahui identitasnya telah menampar pipi Carol. Apa itu kamu??, ,kamu yang sudah menampar Carol??"
Iris memandang wajah Aileen tanpa ekspresi sedikit pun.
"Tidak mungkinkan kalau mamahku yang melakukannya!!"
"Kamu sudah gila!!" Aileen menarik lengan Iris agar semakin menjauh dari keramaian.
"Aku sudah mengingatkanmu sebelumnya. Jangan membuat masalah dengan perempuan itu!, , kenapa kamu malah menamparnya??"
"Aku sangat jengkel dengan kelakuannya!, , kamu tahu. Sekarang dia membuat berita seakan akan dialah yang sedang teraniaya!!, , dan semua orang sedang mengincar orang yang telah menampar pipi Carol"
"Mereka mengincarmu??" Aileen terlihat khawatir.
"Bukan, , dari statment yang di berikan oleh Carol di depan wartawan adalah, perempuan yang menamparnya itu perempuan yang sedang mencoba menggoda David, dia bilang perempuan itu cemburu melihat kedekatannya dengan pemilik D Entertantment" dengan santai Iris berucap, dia tak memikirkan keadaan Aileen selanjutnya.
__ADS_1
Aileen terpaku, dia baru tersadar bahwa secara tak langsung Carol telah menggiring opini masyarakat untuk membencinya.
"Jadi yang mereka incar adalah aku??"
Tubuh Aileen seketika bergetar ketakutan. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana hukuman masyarakat yang akan terus menghantuinya jika mereka tahu itu adalah Aileen.
Iris yang tersadar langsung membungkam mulutnya, dia seolah telah lupa dengan janji kepada Kakaknya untuk tak memberi tahu Aileen tentang hal itu. Namun semuanya sudah terlanjur. Toh tanpa di beritahu Aileen juga akan tahu dengan sendirinya setelah melihat berita itu.
"Aileen, ,jangan pikirkan mereka. Semua ini akan berlalu begitu saja. Aku minta maaf. semua terjadi karena kesalahanku!"
"Aku masih bisa menahannya ketika Carol akan membalas menamparku walau pun sebenarnya bukan aku pelakunnya. Tapi aku tidak yakin aku bisa menahannya atau tidak ketika masyarakat tahu orang yang sedang di bicarakan Carol adalah aku??, ,hukuman terberat dalam hidup ini adalah hukuman masyarakat yang diberikan kepada orang yang mereka benci. Bagaimana jika mereka membuli bahkan mengancam aku telah merebut David dari Carol??" tatapan Aileen terligat kosong, dia termasuk perempuan yang sangat memikirkan perasan orang lain. Bahkan dia sudah berfikir sampai sejauh itu. Aileen tipe orang yang tak mudah mengabaikan ucapan orang lain. Apa pun yang di ucapkan orang lain tentang dirinya hal sepele pun, akan terus mengganggu pikiran Aileen.
"Bagaimana ini Iris??, , bagaimana jika Carol mengatakan bahwa akulah yang melukainya??, , orang orang pasti akan menghujatku??" Aileen terlihat ketakuatan. Tangannya pun basah karena keringat dingin.
"Aileen, , maafkan aku. Seharusnya aku tidak menampar Carol malam itu" Iris terlihat sangat khawatir ketika melihat raut wajah Aileen menegang dan pucat seketika.
Aileen seperti orang kebingungan, dia tidak tahu harus berbuat apa.
"Iris, , aku datang kemari karena ingin kuliah! bukan untuk mencari masalah seperti ini. Aku tidak tenang sebelum masalah ini selesai, , Iris bisakah aku menemui Carol untuk meminta maaf??"
"Kamu tidak bersalah Aileen!!" Iris mencoba untuk menenangkan perempuan itu.
"Aku tidak bisa tenang Iris, , kamu tidak mendengar umpatan mereka secara langsung. Mereka bilang akan menarik rambutku! memotong leherku dan, , ada juga yang bilang akan memotong tanganku, bahkan ada yang lebih sadis lagi" mata Aileen terlihat berkaca kaca.
"Aileen hentikan. kamu bisa menarik perhatian orang. Sekarang kita lebih baik pergi dari sini. Kamu harus menenangkan dirimu terlebih dulu!" Iris menarik tangan Aileen, membawa perempuan itu keluar dari area kampus.
♡♡♡
Perempaun itu terlihat menitihkan air mata ketika membaca umpatan orang orang yang ditujukan kepada dirinya.
Tangannya sampai bergetar tak bisa membayangkan jika Carol menyebut namanya di depan awak media.
Pandanganya terlihat kosong, dengan kasar tangannya mengusap air mata yang mengalir ke pipi.
Sementara Iris terlihat berdiri di tepi jalan, dia sedang menghubungi David yang tak kunjung datang.
Iris pun berusaha untuk menghubungi David sekali lagi untuk mempertanyakan sampai di mana posisi laki laki itu sekarang.
Tetapi baru saja menempelkan ponselnya ke telinga, ujung matanya melihat mobil Kakaknya yang sedang berbelok arah menuju ketempatnya.
"Kakak??" gumamnya.
Setelah David menepikan mobilnya, Iris langsung berlari kearah David.
Mereka berjalan beriringan menghampiri Aileen.
"Ka, ,ini lebih parah dari apa yang aku bayangkan. Dia selalu diam melamun sambil menatap ponselnya!"
David saat itu sedang rapat, tetapi setelah mendapat panggilan dari Iris yang memberi tahu tentang keadaa Aileen laki laki itu langsung berlari keluar meninggalkan tempat rapat.
Sebelumnya David tak pernah berfikir bahwa efeknya akan sampai sejauh ini kepada Aileen. Apa yang akan terjadi kepada perempuan itu jika saja saat jumpa pers Carol menyebutkan namanya. Mungkin Aileen sudah depresi berat.
"Ai??" David berucap dengan lembut, dia berusaha mendekati perempuan itu. Tetapi tubuhnya terpaku ketika Aileen beranjak dari kursi dan mencoba menjauh darinya.
__ADS_1
"Ai??, , " David telihat kebingungan.
"Kenapa kamu ada di sini?, , bagaimana jika ada orang yang melihatnya??" Aileen terlihat menyelidik kearah sekitar. Dia merasa ketakutan jika seseorang melihat dirinya bersama dengan David di tempat umum. Perempuan itu kini sedang bersembunyi di balik tubuh Iris.
"Kak!" Iris melirik kearah David dia menggelengkan kepalanya. Mencoba menghentikan laki laki itu agar tak mendekati Aileen.
"Aileen, , ikutlah denganku!" ucap Iris kemudian.
Aileen mengawasi wajah David dia tidak mau jika Iris membawanya kepada laki laki itu.
"Tenang Alieen, kita akan pergi dari sini. Oke?" Iris berusaha menangkan Aileen ketika dia merasa perempuan itu menolak untuk ikut dengannya.
Dada Aileen terguncang hebat. Memang semua orang belum tahu namanya, tetapi ketika tahu umpatan buruk bahkan kasar dan sudah melewati batas itu ditujukan kepada dirinya, Aileen sudah tak bisa berfikir dengan jernih. Dia sepertinya harus menemui dokter untuk mendapatkan resep obat penenang.
♡♡♡
Aileen terlihat murung di dalam mobil, dia duduk di kursi belakang bersama dengan Iris, sementara David selalu mengawasi wajah Aileen dari kaca sepion yang ada di depannya.
"Aileen, , untuk beberpa hari ini, , ikutlah dengan kakakku. Selagi anak buah Kak David menyelesaikan masalah ini, kamu akan tinggal di mension milik orang tuaku"
Aileen menoleh kearah Iris, perempuan itu masih terlihat sangat ketakutan.
"Tapi, , jika ada yang tahu aku berada di sana, bagaimana??, ,mereka bilang akan mencariku sampai ke pelosok dunia" Aileen seperti anak kecil yang mudah di bohongi. Di saat seperti itu, katakutan akan semakin mengguncang jiwanya. Jika Aileen tidak bisa mengendalikan rasa ketakutan itu, dia bisa depresi.
"Aileen, , jangan dengarkan mereka. Tidak ada yang tahu dimana letak mension milik kedua Ornag tuaku. Hanya Ayahku, Mamahku, aku dan Kak David yang tahu itu. Satu lagi, para pelayan. Aku pastikan kamu akan aman di sana"
"Kamu akan ikut denganku??"
Iris dan David terlihat saling melempar pandang lewat kaca sepion depan.
"Aku akan mengantarmu ke sana, , setelahnya Kak David yang akan menemanimu"
"Tapi"
"Tenang Aileen, , aku jamin kamu akan aman di sana. Tenangkan dirimu di tempat itu"
Semoga dengan David membawa Aileen ketempat itu bisa sedikit memberi ketenangan di hatinya. Sementara David telah menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki buku tamu, siapa siapa saja mereka yang datang kepesta malam itu.
Anak buah David sedang mendatangi mereka mereka satu persatu untuk mencari bukti bahwa Aileen tidak bersalah.
Keberuntungan saat itu mungkin sedang berpihak kepada Carol. Karena malam itu Barack sengaja tak memperbolehkan wartawan masuk, jadi mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di salam sana.
Hingga apa pun yang di katakan oleh Carol di telan mentah mentah oleh mereka.
Jika saja ada seseorang yang mengabadikan moment malam iti melewati ponsel pribadinya, David bisa menyelamatkan Aileen sekaligus membebaskan dirinya dari Carol.
♡♡♡
Apa yang akan terjadi di mension??
Author udah deg degan ngebayanginya😂😂😂 😘😘😘
Hayooo likenya jangan lupa!. Biasanya kalau update dua bab yang di like cuma yang bab terakhir😭😭
__ADS_1