
Sinar mentari mulai mengintip, kicauan burung yang bertengger di ranting pohon terdengar merdu mengiringi David perlahan membuka matanya.
Laki laki itu meraba tubuh kekasihnya yang semalam tidur dalam dekapannya. Tetapi David terkejut ketika mendapatkan bahwa perempuan itu sudah tak ada di sampingnya.
David langsung loncat dari ranjang kemudian mempercepat langkahnya kearah kamar mandi.
"Ai??" David tak mendapatkannya di sana.
David sudah langsung khawatir, dalam keadaan yang masih terguncang hebat seperti semalam Aileen bisa berfikir pendek dan melakukan sesuatu hal di luar nalarnya.
Laki laki itu berlari keluar dari kamar, pandangannya menyelidik setiap sudut ruangan yang yang dia lewati.
"Aileen di mana kamu!!"
Nafas David memburu bersamaan dengan langkah kakinya yang semakin cepat. Dia kini sedang mencari Aileen di ruang tengah hingga halaman depan. David sempat berdiri sejenak untuk menghela nafas di sana.
"Tuan David, , anda tidak apa apa?" ucap seorang pelayan yang sedang menyirami taman.
"Kamu melihat Aileen??" David masih berusaha mengatur nafasnya agar kembali tertur seperti semula.
"Nona??, , beliau ada di dapur. Nona bilang ing" belum sempat menyelesaikan ucapannya, pelayan itu langsung terdiam ketika David berlari kearah dalam dan meninggalkannya.
David semakin memperlebar langkahnya ketika sedang berlari, dia ingin segera sampai di dapur untuk memastikan keberadaan Aileen.
Laki laki itu memaku langkahnya saat melihat Aileen sedang berdiri memunggunginya. Perempuan itu sedang sibuk memasak.
David mengulas senyum manis di bibir, dia berjalan mendekati Aileen kemudian kedua tangannya meraba pinggang perempuan itu dan melingkar di sana.
"David kamu sudah bangun?" Aileen sedikit menoleh kearah samping, ketika laki laki itu sedang membungkuk membenamkan wajahnya di perpotongan antara leher dan pundak Aileen.
"Jangan lakukan ini lagi!!" suaranya terdengar sangat parau. David hampir jantungan ketika tak mendapatkan Aileen berada di sampingnya ketika bangun tidur.
"Apa?" Aileen memutar tubuhnya, membuat David harus mengangkat kembali wajahnya.
David sejenak masih terdiam dia berusaha menetralkan perasaannya yang sempat kalang kabut.
"Jangan pergi menghilang begitu saja tanpa memberitahuku terlebih dulu!!"
"Aku tidak menghilang, aku ada di sini" perempuan itu tersenyum.
David seketika langsung mengerutkan keningnya.
"Kamu sudah merasa baikkan?" Tangan David bergerak mengusap lembut pipi Aileen.
"Mmm, , terima kasih David. Pagi ini aku sempat membuaka situs itu. Tetapi aku sudah tak melihatnya lagi" ucapnya merujuk kepada komentar sekaligus video Carol yang sempat tranding kemarin. Semuanya itu menghilang tanpa jejak. Dan Aileen tahu itu pasti karena David sudah menyuruh anak buah untuk menghapusnya.
David tahu kemana arah pembicaraan Aileen, laki laki itu kemudian tersenyum. Tangannya berherak meraih dagu Aileen, memaksa perempuan itu mendongak dan melihat kearah wajahnya.
"Hanya terima kasih yang aku dapatkan??" David berucap dengan nada menuntut. Dia berharap lebih dari perempuan itu.
__ADS_1
"Lalu apa yang kamu inginkan?"
David memanyunkan bibirnya kearah Aileen, membuat perempuan itu geli seketika. Dan mendaratkan sebuah pukulan kecil di dada laki laki itu.
"Di sini banyak pelayan!!" bisik Aileen, pipinya pun merona.
David mendekatkan bibirnya kearah telinga Aileen, laki laki itu tidak mau kalah, dia juga berbisik di sana.
"Kalau begitu kita ke kamar?"
"David!!" seketika Aileen membulatkan matanya. Perempuan itu kemudian menyembunyikan wajahnya di dada David karena malu.
"Mandilah, aku akan menyiapkan sarapan untukmu"
"Laksanakan yang mulia Ratu, hamba siap melaksanakan titah yang Anda berikan" David berucap sambil menggerakkan tubuh layaknya seorang prajurit kepada Ratunya. Dan itu berhasil membuat Aileen serta semua pelayan terkekeh geli.
Belum sempat David melanglah ke kamar mandi, dia mendapat panggilan dari Ius.
"Ada perkembangan??" sahutnya cepat setelah mengangkat panggilan itu, seolah dia sudah tak sabar ingin mendapat kabar darinya.
"Kita mendapatkannya PresDir"
"Siapkan sesuai rencana, segera kirim supir untuk menjemputku!, , aku akan mengirim lokasiku"
"Baik"
David sejenak terdiam, dia mulai memperlihatkan raut wajah datarnya. tak lama laki laki itu menyeringai tipis kemudian.
Aileen yang sedang menyiapkan sarapan terkejut ketika melihat David pagi itu berpakaian rapih dengan setelan jas hitamnya.
"Kamu akan pergi??, , meninggalkan aku sendiri di sini??" Aileen berjalan memghampiri laki laki itu.
"Siapa bilang aku meninggalkan kamu sendiri??, ,ada pelayan yang akan menemanimu!, , aku hanya keluar sebentar"
"Tapi" Aileen sudah terlihat khawatir, dia tidak ingin David pergi meninggalkannya.
"Aku hanya keluar sebentar, aku janji setelah itu akan langsung kemari menjemputmu" David menegecup ujung kepala Aileen.
Setelah menyelesaiakan sarapannya, Aileen dan David berjalan beriringan kearah luar. Di sana sebuah mobil dan seorang supir sudah menunggunya.
Supir itu terlihat berdiri di samping mobil setelah membukakan pintu untuk David.
"Kamu tidak apa apa kan?, , aku tinggal sebentar?" David menatap lekat wajah Aileen. Perempuan itu terlihat murung saat itu.
"Iya" Aileen mengangguk. Perempuan itu tertunduk.
David merangkup pipi Aileen dan mengecup bibir perempuan itu. Merasa tidak puas hanya dengan mengecupnya saja. David mengajak Aileen untuk masuk ke dalam mobil kemudian laki laki itu menutup pintunya.
Seolah tahu apa yang akan di lakukan oleh Tuannya, supir yang masih berdiri di sana kini sedikit memutar tubuhnya untuk kemudian memunggungi mobil itu. Sementara pelayan yang berdiri di pintu terlihat menundukkan kepala. Mereka tersenyum tersipu malu melihat tingkah Tuan Mudanya.
__ADS_1
"Kenapa mengajakku masuk ke dalam mobil?? kamu bilang tidak akan mengajakku" Aileen terlihat binggung ketika David menyeretnya ikut masuk ke sana.
"Aku tidak bilang akan memgajakmu ikut denganku. Kenapa aku mengajakmu masuk ke mobil?? Karena kalau aku mengajakmu kembali ke kamar, di samping itu jaraknya terlalu jauh. Aku tidak yakin bisa menahannya"
"Apa maks"
Tanpa membiarkan Aileen meneruskan ucapannya, David meraih tengkuk Aileen dan menyambar bibir perempuan itu. David tak ingin melewatkan sedikit waktu yang dia punya sebelum pergi dan terbuang sia sia. Dia ingin memuaskan dahaga yang sudah di tahannya dari semalam. David bersasah payah menjaga untuk tak menyentuh Aileen ketika semalam menemani perempuan itu tidur di sampingnya.
David masih meneruskan aksinya, seakan tak ingin melepas pagutan bibir mereka, tangan David mulai sedikit nakal. Dia melakukannya bukan karena tak sengaja, tetapi dia memang sengaja menggerakkan tangannya menuruni leher, kemudian perlahan mendekat kearah sensitif milik Aileen lalu memaku tangannya ketika hampir sampai di dada Aileen. David sengaja tak menutup matanya ketika melum** habis bibir Aileen sejak dari tadi. Sengaja karena dia ingin melihat ekspresi wajah Aileen dari dekat.
Laki laki itu tersenyum ketika mata Aileen membelalak lebar saat David menyentuh bagian dadanya. Belum sepenuhnya tangan laki laki itu menguasai dan menejelajah di sana. Hanya saja Aileen sudah bisa merasakan gerakan jari David di bagian dadanya.
Bibir mereka masih saling berpagutan, tetapi kini David sedang mengangkat kedua alisnya kearah Aileen.
"Hmm??" Seolah bertanya kenapa kamu membuka matamu.
Aileen meraih tangan David, mencoba menghentikan laki laki itu.
"Mmmm" Aileen menggelengkan kepalanya. Meminta David untuk tidak menyentuh daerah kekuasaannya.
"Mmm" David mengangguk, dia seperti sedang meminta ijin kepada Aileen untuk menyentuhnya.
Ketika Aileen menahan dengan kuat tangan David, laki laki itu malah sengaja meremasnya.
"Aaaaaa!!" seketika Aileen menjerit karena menahan geli. Perempuan itu meringkuk melindungin diri agar David tak menyentuhnya lagi.
David terkekeh, karena gemas dengan ekspresi Aileen laki laki itu kini sedang menghujani leher perempuan itu dengan kecupan bertubi tubi hingga Aileen semakin meringkuk di pojokan mobil.
"David stop!" Aileen masih tertawa tak bisa menahan rasa geli di sekujur tubuh ketika David juga menggerakkan jari jemarinya di pinggang Aileen.
Apa yang mereka lakukan di dalam menimbulkan guncangan di mobil itu, membuat supir dan para pelayan semakin malu, bahkan mereka saling melirik sambil terkekeh geli
David seketika terdiam, kemudian tersenyum. Melihat Aileen yang sudah bisa tertawa lepas saharusnya dia tidak merasa khawatir lagi dengan keadaan perempuan itu.
David membantu Aileen yang sempat terbaring di kursi mobil itu untuk kembali duduk.
"Dengarkan aku sayang" David merangkup pipi Aileen dengan kedua tangannya.
"Aku akan pergi sebentar untuk membebaskanmu dari Carol. Setelah masalah ini selesai aku akan menjemputmu. Dan saat itu kamu harus sudah mempersiapkan hadiah untukkku"
"Apa??" Aileen mengangkat kedua alisnya.
"Aku tidak punya apa pun yang bisa aku berikan kepadamu" perempuan itu berusaha menahan senyumnya.
"Harus, setelah sampai di sini. Nanti malam saat itu juga kamu harus mempersiapkan diri" David berucap dengan penuh teka teki. Aileen tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Davi, tetapi dia merasa dadanya berdebar ketika David berucap.
Untuk yang terakhir sebelum Aileen turun dari mobil David mengecup kening perempuan itu.
Aileen melangkah keluar, kemudian David yang merasa tak rela meninggalkan Aileen saat itu juga langsung melayangkan sebuah kecupan melewati udara.
__ADS_1
"Muah"
Perempuan itu tersipu malu, karena supir bahkan pelayan saat itu malihat kaerahnya.