
Barack mengendarai mobil menuju rumahnya yang ada di daerah nice.
Nice merupakan kota di tepi pantai di daerah prancis yang terkenal akan keindahan pantainya.
Airnya yang terlihat berwarna biru dari kejauhan serta pasirnya yang berwarna putih menambah keindahan di pantai itu.
Mobil barack berhenti di depan garasi rumahnya.
Sengaja menunggu pintu garasi terbuka dengan otomatis, sebelum dia memarkirkan mobilnya masuk ke dalam garasi.
Pintunya tertutub kembali ketika barack sudah memarkirkan mobilnya.
Barack menggandeng tangan luna masuk ke dalam rumah.
Menuntunnya berjalan ke arah halaman belakang untuk memperlihatkan pemandangan pantai di malam hari yang bisa langsung dinikmatinya.
Melihat pantai terpampang di depan matanya dari dalam rumah, seperti sebuah mimpi bagi luna.
Walaupun langitnya sudah menjadi gelap namun dia masih merasa takjub akan keindahan pantai di malam hari.
Dia melepas sepatunya berjalan ke arah pantai.
Menikmati butiran pasir yang menggelitiki telapak kaki sambil sesekali mengambil nafas dalam dalam udara malam di sekitar pantai, yang membuatnya sedikit merasakan kenyamanan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Luna menghentikan langkahnya ketika air pantai menyentuh jari kakinya.
Tubuh luna terasa hangat ketika mengetahui barack sedang membalut tubuhnya dengan selimut dari arah belakang.
Begitu juga dengan kedua tangannya memeluk tubuh luna dari belakang.
"Kamu lapar?" bisiknya.
"Mm" luna menggelengkan kepalanya.
"Aku punya sesuatu buat kamu" tambahnya.
"Hmm??, , apa?". barack menuntun luna untuk duduk di bibir pantai.
Luna mengambil sebuah kertas cek berisi nominal 2miliyar, dia menyodorkan cek itu ke arah barack.
"Memang nominalnya tidak banyak, tapi setidaknya bisa membantu keuanganmu".
Barack terkekeh kekeh mendengar luna mengatakan hal itu.
"Aku terima niat baikmu, tapi apa Kamu meremahkanku sampai sampai kamu harus menolongku seperti ini?".
"Bukan begitu" luna berucap seperti dia tahu kalau barack pasti akan tersinggung ketika dia menyodorkan cek itu.
"Kamu simpan kembali uangnya" barack mengembalikan ceknya kepada luna.
Perasaan luna merasa tidak enak ketika melihat ekspresi wajah barack, mungkinkah dia menyinggung perasaannya.
Sampai sampai raut mukanya itu terlihat sedikit murung.
"Kamu marah?".
"Aku tidak marah, , aku hanya kecewa ketika bertemu dengan mu, yang kamu bahas malah masalah uang" barack menyangga tubuhnya ke arah belakang dengan ke dua tangannya.
Luna melihat ke arah barack dengan penuh rasa bersalah.
Menundukkan kepala seperti sedang merenungi kesalahannya itu.
Barack mengalihkan pandangan matanya ke arah luna, ada penyesalan di matanya yang mungkin dengan tidak sengaja menyakiti perasaan luna.
Lengannya menyusupi rambut dan meraih leher luna memaksanya untuk mengangkat kembali kepalanya yang tertunduk.
__ADS_1
Mata barack terus memandangi dengan lekat ke dua bola mata luna yang terlihat seperti mata anak kucing yang sedang memohon ampun kepadanya.
"Aku minta mm" kata kata luna terputus ketika barack mulai melumat bibirnya.
Tubuh luna memaku, menutup matanya untuk lebih menikmati ciuman laki laki yang sudah sangat dirindukannya itu.
Barack masih terus menciumi bibirnya sambil menuntun ke dua tangaan luna agar melingkar di lehernya.
Diraihnya leher belakang luna dan mendorongnya ke arah barack agar lebih dalam lagi ciumannya.
Udara malam hari di pantai itu semakin terasa dingin, sehingga memaksa barack untuk menggendong luna masuk ke dalam rumahnya.
Meletakkan tubuh luna ke atas ranjang, menggunakan salah satu tangannya sebagai tumpuan tubunya sendiri agar memberi jarak antara wajahnya dengan wajah luna, untuk bisa memandangi wajah luna dari atas.
Tangan barack memainkan rambut luna dan menyilakkan sebagian yang dengan lancang menutupi leher luna.
Barack menggerakkan jari telunjuknya ke arah kening luna, pelan pelan bergerak turun ke arah hidung dan bibirnya.
Sengaja memberikan sentuhan yang belum pernah dia berikan kepada luna.
Tidak sampai di situ dia masih meneruskan jarinya menuruni dagu luna yang runcing dan menghentikannya di dada luna yang terlihat sedang berusaha dengan keras mengatur nafasnya.
Barack menahan senyumnya, kini matanya mulai terlihat lelah.
Dipandanginya wajah luna yang sudah memerah.
Tangannya mencengkeram seprei, seperti sedang menahan kegelian yang teramat.
Dia nampak salah tingkah saat itu.
Entah salah dengar atau hanya perasaannya saja namun nafas barack terdengar sangat kasar di telinganya.
Barack menuntun tangan luna ke arah dadanya sendiri. Seperti sedang menyuruhnya untuk melakukan sesuatu, namun luna tidak mengerti apa yang di inginkan barack.
"Buka"perintahnya dengan nada lembut kepada luna.
Mendengar kata barack luna mengunci bibirnya rapat rapat.
Bagaimana mungkin dia membuka bajunya sendiri di depan barack, seolah olah dengan suka rela memperlihatkan tubuhnya ke laki laki yang di cintainya itu.
Bukan persoalan nafsu atau tidak, dia juga sadar bahwa dirinya juga manusia biasa, namun untuk melakukan itu sekarang dia masih ragu ragu.
Memang, barack sengaja menyuruh luna membuka bajunya sendiri karena ingin melihat sampai mana keberaniannya saat menggoda barack.
Bagaimana pun juga luna memang menginginkannya.
Namun hati dan pikirannya bertolak belakang.
Tetapi dia ingin membiarkan barack melampiaskan rasa rindu terhadap dirinya.
Kali ini wajahnya tersirat rasa keraguan yang mendalam
Luna mencoba memberanikan diri membuka kancing bajunya sepertinyang di oerintahkan barack satu persatu.
Satu kancing terbuka. Luna berusaha membuang pandangannya ke arah lain mencoba menghindari tatapan mata barack kepadanya.
Dua kancing terbuka. Kini mata barack malah terlihat mengerucut, seperti kaget melihat luna berani untuk meneruskan membuka kancing bajunya sendiri.
Dan di kancing yang ke tiga, barack menghentikan tangan luna dann menggenggamnya dengan erat.
"Kamu yakin?" tanyanya mulai ragu.
Pertanyaan barack memaksa luna harus menelan ludahnya dengan pelan.
Namun dia tidak menjawab.
Barack memendam wajahnya di sela sela antara leher dan pundak luna dan mendaratkan sebuah ciuman di sana.
Tiba tiba tubuh barack terkulai lemas di atas tubuh luna.
Terlihat luna mengerjap ngerjapkan matanya beberapa kali karena merasa kebingungan.
__ADS_1
Dia pun merasakan ke susahan saat akan bernafas, karena berat tubuh barack memaksa luna untuk tidak bisa menggerakkan badannya.
"Barack" luna menepuk pelan pundak barack.
Namun barack tidak meresponnya.
Mendengar nafas barack yang berubah tidak sekasar tadi, luna yakin spertinya barack telah tertidur.
Benar saja, hampir beberapa minggu terakhir barack tidak bisa tidur dengan nyaman.
Mungkin kali ini dengan adanya luna disisinya dia bisa kembali tidur dengan nyenyak.
Perlahan luna menggeser tubuh barack ke arah sampingnya.
Susah payah dia memindahkan barack dari atas tubuhnya.
Luna membiarkan barack terus tertidur tanpa mengganggunya.
Mengamati wajah barack yang sedang tertidur pulas, menggenggam tangannya dengan erat sambil tidur di samping barack.
Matahari sudah memamerkan sinarnya kembali, kini pantai mulai di penuhi dengan para pengunjung.
Suara bising orang orang mulai berbisik di rongga telinga barack.
Dia membuka mata dan mendapati luna tengah memeluk tubuhnya.
Ingin sekali membangunkan luna dari tidurnya dan mengganggunya lagi.
Namun melihat raut wajahnya yang terlihat sangat nyaman, membuat barack mengurungkan niatnya.
Barack menyadari luna menggerakkan tubuhnya, dia oun kembali menutup matanya dan pura pura tertidur lagi.
Luna merenggangkan otot otot tubuhnya yang dirasanya sangat kaku.
Kemudian melirik ke arah barack yang matanya masih terpejam.
Mendekati wajah barack dan rasanya ingin sekali dia mengecup bibirnya, namun entah mengapa luna merasa geli sendiri.
Dia pun malah menarik kembali kepalanya ke arah belakang.
Dengan cepat barack langsung membuka matanya dan segera mengecup bibir luna.
Mata luna terbelalak.
"Kenapa tidak jadi menciumku?" barack menyadari kalau luna mengurungkan niatnya tadi.
"Aku tidak bermaksut menciummu" jawabnya dengan menahan rasa malu yang teramat.
Luna berusaha beranjak dari ranjang, namun dengan sigap barack langsung menarik pinggang luna dan memeluknya.
"Aku tidak ingin melihatmu malu malu lagi, ketika kita sudah menikah, kalau kamu ingin, lakukan saja, jangan pernah di tahan" barack seperti sedang memberi kode kepadanya.
"Melakukan apa" luna bertanya kembali sambil berpura pura tidak mengerti dengan maksut perkataan barack.
"Jangan bodoh, bukannya semalam kamu sudah berani menggodaku, dengan membuka kancing bajumu sendiri?".
"Aaahh, , bukannya kamu yang menyuruhku" luna berteriak sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan barack, setelah barack mencoba menggigit kecil telinganya.
Barack pun terkekeh kekeh melihat tingkah luna.
***
Hayo, , yang sudah baca sampai episode ini dan belum pernah like atau likenya belum di semua episode.
Bisa kembali dari episode 1 lagi untuk menekan tombol like nya.
karena itu salah satu bentuk apresiasi yang kalian berikan kepada author..
__ADS_1
terima kasih😘😘😘