
"Apa aku menyakitimu??" David terlihat sangat khawatir ketika melihat mata Aileen memerah, bahkan sedikit berkaca saat itu.
Aileen hanya diam membisu, baginya dia ingin menikmati ciumannya dengan orang yang dia cintai tanpa paksaan seperti ini.
Aileen terdiam dia menangkupkan bibirnya dalam dalam untuk menyembunyikan bibirnya yang terasa membengkak dan merah itu.
Setelahnya dia memilih untuk pergi kembali menyelesaikan membuat sup ayam.
David masih terus mengejar Aileen, dia selalu mengikuti gerakan Aileen, sengaja membuat perempuan itu kembali tersenyum. Namun usahanya tak membuahkan hasil yang ada malah membuat Aileen merasa jengkel.
Hingga saat Aileen ingin mengambil sebuah sendok, tanpa sengaja David menyenggolnya dan membuat sendok itu terjatuh ke lantai.
Aileen langsung mengalihkan pandangannya kearah david, tatapan matanya terlihat menajam.
"Kenapa?, , sebegitu bencinya kah kamu denganku??" David membalas tatapan mata Aileen dengan lembut. Laki laki itu benar benar sangat lihai dalam mencari perhatian perempuan. Lihat saja apa yang akan dia lakukan selanjutnya untuk mencuri perhatian dari Aileen.
"Aku tidak tahu aku telah melakukan kesalahan apa kepadamu, sampai kamu membenciku seperti ini. Malam itu aku juga tidak mengadukanmu kepada Ibu kepala. Aku bahkan kembali lagi untuk menjemputmu malam itu, dan menyelamatkanmu dari laki laki yang ingin mengganggumu"
Raut wajah Aileen langsung berubah seketika.
"Apa aku bersikap keterlaluan?? dia memang selalu bersikap baik padaku, walau pun kadang sangat menjengkelkan. Tapi Iris bilang dia playboy. Atau aku sebaiknya menanyakan hal itu kepadanya??"
"Baiklah aku akan pergi dari sini, maaf jika sudah menganggumu!" David langsung berjalan kearah sofa, dia mengambil jasnya dan berjalan menuju pintu keluar.
"Tunggu!!, , "
David yang sedang memunggungi Aileen pun langsung menyeringai. Misinya sepertinya telah berhasil. Dan ketika dia membalikkan badannya, saat itu juga senyum lebar di bibir David langsung menghilang.
"Ya???, , " dia kembali memperlihatkan raut wajahnya yang merasa bersalah.
"Itu, , aku sudah membuat sup banyak hari ini, aku, , tidak mungkin menghabiskannya sendirian kan?" ucap Aileen dengan terbata.
"Lalu??, , " laki laki itu hanya menampakkan wajah datarnya
"Aku yakin setelah ini dia pasti akan memainkan rambutnya"
Di sisi lain Aileen terlihat sangat gugub, dia bahkan sampai salah tingkah.
Dan seperti dugaan david, Aileen kini sedang menyentuh rambutnya yang menutupi sebagian wajah dan menyimpannya kearah belakang telinga.
David pun tersenyum melihat hal itu, dia kembali melangkah mendekati Aileen.
Memutari meja yang menajadi pembatas antara dirinya dan Aileen, lalu menghentikan kakinya tepat di depan perempuan itu.
"Kamu ingin, aku makan sup ayam buatanmu??" David berucap dengan nada rendah, dia benar benar sangat tahu bagaimana cara memperlakukan seorang perempuan yang sempat ingin marah karena perlakuannya.
Aileen menelan ludahnya dengan susah payah, pipinya juga terlihat bersemu.
"Ya, , kamu bisa pulang setelah makan" Aileen terlihat sangat ragu ketika ingin membuat David tinggal lebih lama.
"Ya, , apa pun yang kamu inginkan"
♡♡♡
Terlihat David dan Aileen sedang menikmati sup ayam dalam keadaan masih hangat. Sesekali laki laki itu tampat melirik kearah Aileen yang terlihat tak seperti sebelumnya. Perempuan itu lebih banyak diam, dan tak segalak biasanya.
Mungkinkah jurus yang di gunakan David untuk pura pura bersalah di depan Aileen tadi benar benar berhasil?.
Ya, sepertinya begitu.
Aileen pun sama, sesekali ujung matanya tertuju kearah david.
Laki laki itu tahu bahwa Aileen kadang suka curi pandang darinya. Namun dia berlagak seolah tak menghiraukannya.
"Aku dengar dari Iris, kamu seorang playboy!" ucapan yang tiba tiba keluar dari mulut Aileen seketika langsung membuat David terbatuk batuk.
__ADS_1
Aileen pun langsung menuangkan air kedalam gelas dan memberikannya kepada David.
"Terima kasih" ucapnya setelah berhasil meraih segelas air dari tangan Luna.
"Kamu percaya dengan ucapannya?"
"Dia sangat baik padaku, , dia juga tidak mungkin berbohongkan?"
"Itu sebabnya sampai sekarang kamu belum bisa menerimaku?, , "
Aileen menggelangkan kepalanya.
"Karena sebenarnya aku juga tidak yakin denganmu!"
David menghela nafas panjang untuk menetralkan perasannya.
"Yaa, , kamu pikir saja. Aku menghabiskan banyak waktuku untuk bersamamu, sementara di luar sana pekerjaanku sangat banyak. Lalu kamu pikir untuk apa aku melakukan hal itu. Yang pasti aku melakukannya karena aku ingin selalu dekat denganmu"
Mendengar jawaban yang keluar dari mulut David, membuat dada Aileen terasa menghangat. Entah perasaan apa itu, tetapi dia sendiri belum bisa memastikannya.
Dreett!! Dreett, ,
Ujung mata David langsung tertuju kearah layar ponsel milik Aileen yang menyala. Setelahnya dia mengalihkan pandangannya kearah wajah Aileen.
Aileen merasa ragu ketika ingin mengangkat panggilan itu. Namun setelah dia tahu bahwa itu panggilan dari koyoko. Aileen pun memutuskan untuk menjawab tanpa harus menjauh dari David.
"Ya??, , "
"Sayangkuuu, , malam ini kamu tidur sendiri yaa" Suara Koyoko yang keluar dari ujung ponsel Aileen terdengar sangat keras, hingga David yang samar samar mendengarnya pun langsung mengarahkan pandangan matanya kaerah Aileen.
Hingga mata mereka akhirnya bertemu, karena merasa malu, Aileen langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Ya, , kamu tidak usah khawatir"
"Maaf ya, aku harus pulang ke desa sekarang juga"
"Tidak sayangkuu, , kamu tenang saja. carilah teman untuk menanimu tidur oke!, , nanti kalau sudah sampai di desa aku akan menghubungimu, , daaah mmmuuuaahh!" Koyoko langsung menutup ponselnya.
Sementara Aileen menjauhkan ponsel dari telinganya, namun matanya masih menatap lekat layar ponsel itu.
"Kenapa?, , " suara David seketika membuat Aileen tersadar dari lamunanya.
"Tidak apa apa" Aileen meletakkan kembali ponselnya ke atas meja.
David kini nampak menyelidik kearah wajah Aileen, ada guratan kekhawatiran di wajah perempuan itu. Namun David memilih untuk tak ikut campur.
Arah pandangan mata David kini bergerak menyapu wajah Aileen, perlahan menurun kearah bibirnya yang sedikit masih terlihat merah dan membesar.
Karena refleks tangan David langsung meraih bibir Aileen, ibu jarinya mengusap bibir perempuan itu dengan lembut.
"Masih sakit?" ucapnya kemudian.
Tubuh Aileen sedikit tersentak kaget, namun dia tak menepis tangan David saat itu.
Aileen hanya menggelangkan kepalanya.
"Apa kamu sudah selesai?, , aku akan mencuci mangkuknya" Aileen berusaha mengalihakn pembicaraan.
Sementara David menarik kembali tangannya dan menyerahkan mangkuk kotor kepada Aileen.
Laki laki itu menghela nafas panjang, dia sebenarnya tidak ingin meninggalkan Aileen. Tapi acara makan sup bersama sudah selesai, jadi tidak ada urusan baginya lagi untuk tetap tinggal di sana.
"Terima kasih untuk supnya, , dan, , aku harus kembali. Kamu tidak apa apa kan aku tinggal sendiri?"
"Ya, , aku sudah terbiasa!" Aileen masih sibuk mencuci peralatan makan yang masih kotor. Dia bahkan tak memalingkan wajahnya kearah David saat laki laki itu ingin pergi.
__ADS_1
"Oke aku akan keluar" David berharap, Aileen akan memalingkan wajahnya sebelum dia pergi meninggalkan rumah itu.
Namun Aileen tak melakukanny. Dia lebih memilih fokus untuk menyelesaikan mencuci mangkuknya.
"Ya pergilah, maaf aku tidak bisa mengantarmu sampai ke depan"
David menghela nafas panjang, setelahnya dia melangkah mendekati pintu. Namun belum sempat meraih handel pintu, tiba tiba terdengar suara seperti benda menabrak pintu belakang dengan sangat keras.
Bbbrruuuggghhh!!!, ,
Aileen pun terkejut, kebetulan pintu itu tak jauh dari tempat di mana saat ini Aileen berdiri.
David langsung membalikkan tubuhnya, dia membuang pandangannya kearah Aileen. David melihat tubuh perempuan bergetar karena ketakutan.
Akhirnya David memutuskan untuk menghampiri Aileen dan menenangkannya.
"Kamu tidak apa apa??" laki laki itu meraih pundak Aileen.
"A, apa, apa kamu juga mendengarnya??" wajah Aileen terlihat sangat pucat. Dia tahu bahwa di samping rumah itu hanya ada kebun, tidak terlalu lebat dengan pepohonan namun lumayan menakutkan ketika di malam hari.
"Aku akan memeriksanya" belum sempat David melangkah menjauh, Aileen langsung meremas kemeja bagian punggung David, seolah dia mencari perlindungan di sana.
David memalingkan wajahnya sedikit kearah samping untuk memastikan keadan Aileen
"Kamu takut??, , " bisiknya.
Aileen terlihat malu, tidak mungkin dia mengakui bahwa dirinya benar benar sangat ketakutan. Namun David menahan senyumnya ketika mengetahui bahwa Aileen benar benar merasa ketakutan.
David mengangkat tangan dan memakunya di udara.
"Genggam tanganku kalau kamu takut" ucapnya kenudian.
Aileen nampak ragu, namun perlahan dia meraih tangan david dan menggenggamnya dengan erat.
Senyum David semakin melebar ketika mengetahui, bahwa tangan Aileen bergetar menahan rasa takutnya.
David terlihat sangat santai, dia perlahan berjalan mendekat kearah pintu di mana tadi suara itu berasal.
Dia meraih handel dan memutarnya. Ujung matanya nampak menyelidik kearah luar ketika pintu telah berhasil di buka. Namun dia tidak menemukan apa pun di depan pintu itu.
Aileen tak berani melihat kearah luar, dia memilih untuk bersembunyi di balik tubuh David yang tinggi dan besar.
"Tidak ada apa apa di sini!" ucapnya kepada Aileen.
"Tidak mungkin, lalu apa tadi yang menabrak pintunya??, , coba kamu periksa ke sebelah kesana?"
David pun menuruti keinginan Aileen, dia sedikit mengeluarkan setengah badannya untuk mengawasi bagian samping rumah, karena pencahayaan yang minim David tak bisa melihat dengan jelas, namun dapat di pastikan bahwa dia melihat seekor kucing sedang berjalan menjauh.
"Itu hanya" David menghentikan ucapannya, dia sepertinya sengaja melakukan hal itu.
"Aku pikir itu hanya angin"
"Tidak mungkin, mana mungkin angin bisa menimbulkan bunyi sekeras itu saat membentur pintu!!" Aileen masih terus menunduk sambil menyembunyikan wajahnya di balik punggung David. Dia merasa sangat ketakutan.
David memilih untuk menutup pintunya kembali. Kini dia memutar tubuhnya menghadap kearah Aileen.
"Kalau bukan angin, pasti hantu. Soalnya aku tidak menemukan benda apa pun yang akan menimbulkan bunyi ketika berbenturan dengan pintu" David menundukkan kepalanya ketika menyadari bahwa perempuan itu semakin mendekatkan dirinya.
Aileen mendongak ketika sadar bahwa dirinya terlalu begitu dekat dengan tubuh David hingga dada laki laki itu tepat berada di depan matanya.
Dengan cepat Aileen melangkah mundur.
"Hantu???" Bibir Aileen bergetar, dia tidak takut dengan apa pun terkeculi satu hal itu.
David mengangguk, dia seperti sedang memastikan kebebenaran ucapan Aileen.
__ADS_1
"Baiklah, aku pikir aku harus segera kembali. Kamu berani kan sendirian di rumah??" David berucap sembari melangkah.
Namun langkahnnya terhenti ketika dia merasakan Aileen tengah menarik kemejanya dari arah belakang.