Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#31 Ulang tahun


__ADS_3

 


Jam menunjukkan pukul setengah sembilan, luna sudah selesai berbenah diri dan siap untuk pergi ke rumah tante wibowo.


 


"luna mau kemana?" tanya mamahnya yang masih sibuk di dapur.


"mau ketempat tante bowo, tadi dia telepon katanya luna di suruh kesana, tapi dia tidak bilang di telepon mau ada urusan apanya" kata luna menjelaskan.


"ya sudah, kamu hati hati ya" kata mamahnya.


"iya mah" jawab luna.


"oh iya luna pake mobil mamah ya" kata luna.


"iya" jawab mamah luna pendek.


Segera luna pergi ke garasi dan pergi ke rumah bu wibowo dengan menggunakan mobil mamahnya.


Beberapa menit kemudian dia sampai di rumah keluarga wibowo.


Luna memarkirkan mobilnya dan segera turun dari mobil, lalu berjalan menuju ke arah pintu.


ting tong ting tong, , luna memencet bel.


Seorang asisten rumah tangga membukakan pintu untuk luna.


"mbak luna ya?" art itu


"iya" jawab luna pendek.


"mari masuk mbak, bu bowo sudah menunggu mbak luna di dapur" kata art itu sambil menunjukkan jalan ke arah dapur.


Sesampainya di dapur luna langsung menyapa bu bowo.


"hai tante, maaf menunggu lama ya?" kata luna agak sedikit canggung karena ini pertama kali dia datang kerumah barack.


"sedikit, hehehe, , , kesusahan tidak mancari rumah tante?" kata bu bowo sambil menyiapkan berbagai bahan bahan membuat kue.


"mm, , tidak sih tan, pakai GPS ko hehe" kata luna.


"eh mulai sekarang jangan panggil tante ya, panggil mamah saja oke" kata bu bowo.


"m, , boleh" kata luna merasa malu.


"tante pengen eeeh, , kok malah mamah yang salah manggil, , , mamah nyuruh kamu kesini pengen ngajarin luna bikin kue kesukaan barack" kata bu bowo sambil menyiapkan wadah buat adonan kue.


"ha????" luna merasa kaget, pasalnya dia sama sekali tidak pernah belajar bikin kue atau semacamnya.


"tenang mamah ajari kamu sampai bisa, dan hari ini juga kamu harus berhasil bikin kue kesukaan barack, karena hari ini adalah hari ulang tahun barack" kata bu bowo.


"ha????" luna merasa kaget.


"kalau boleh tahu umur barack berapa mah?, memang benar ya 31tahun?" tanya luna.


"he,m tahun ini umur barak masuk 31tahun, udah tua kan? hihi, , makanya papahnya semalam bilang kalau pengen kalian cepat nikah" kata bu bowo.


"mm, , tapikan sebenarnya bukakah barack masih ada seseorang yang dia sukai ya mah?" kata luna mencoba memancing mamahnya barack soal klara.


Mendengar pertanyaan luna bu bowo merasa kaget dan tanpa sengaja menyenggol gelas di sampingnya yang akan dia gunakan untuk menakar bahan bahan kue.


pyar, , , suara gelas pecah.


"eh maaf mah, luna tidak bermaksut menyinggung soal dia, luna bantu beresin gelasnya yang pecah ya" kata luna.


"jangan, tidak usah luna, jangan, nanti biar di beresin sama mbaknya aja, mbak, , mbak minta tolong beresin gelas yang pecah ini ya" kata bu bowo meminta tolong artnya membersihka pecahan gelas.


"maaf mah" kata luna penuh dengan penyesalan


"tidak papa, namanya juga kamu adalah calon istri barack jadi harus tahu seluk beluk kisah cintanya terdahulu, biar tidak terjadi kesalah pahamman nantinya" kata bu bowo sambil menggenggam kedua tangan luna.


"seberapa banyak kamu mendengar tentang gadis itu?" tanya bu bowo sambil mengambil gelas yang baru dan mulai menakar bahan bahan membuat kue.


"mm, , semuanya mah" jawab luna.


"barack yang cerita?" tanya bu bowo lagi.


"iya"jawab luna pendek.


"kamu jangan bilang sama barack ya, sebenarnya semalam saat akan pulang dari restoran kami bertemu dengan gadis itu" kata bu bowo menjelaskan.


flash back on


Saat itu di lobi restoran pak bowo dan bu bowo sedang menunggu mobilnya datang yang sedang di ambilkan oleh petugas.


Di sisi lain klara sedang mengantar rekan bisnisnya masuk ke dalam mobil. Dan setelah rekan bisnisnya pergi gantian klara yang menunggu mobilnya datang dan saat itu dia melihat orang tua barack berdiri tepat di sampingnya.


"tante" penuh perasaan campur aduk klara memberanikan diri menyapa kedua orangtua barack.

__ADS_1


klara kaget melihat mamah dan ayahnya barack berada di restoran yang sama dengannya.


Perasaan bu bowo berkecamuk melihat gadis yang berdiri di depannya.


Tatapan pak bowo ke arah klara terlihat sangat penuh dengan amarah.


Saat klara akan mendekati bu bowo kebetulan mobil mereka datang dan pak bowo pun segera mnyuruh istrinya masuk ke dalam mobil sebelum klara sempat mendekatinya.


Saat di dalam mobil terlihat dari wajah pak bowo bahwa dia merasa tidak tenang.


"apakah barack tahu kalau gadis itu sudah kembali?" kata pak cokro kepada istrinya.


flash back off


"mamah mohon kamu jangan cerita soal ini ke barack yah" kata bu bowo.


Padahal barack dan klara sudah saling bertemu kembali saat di luar negeri, tapi barack belum memberi tahu orang tuanya.


Luna juga tidak ingin ikut campur soal itu.


"m" luna hanya mengangguk pelan.


"ya sudah sekarang kita buat kue untuk barack oke, kita kejutkan dia" kata bu bowo penuh dengan semangat.


Mereka berdua pun segera membuat kue redvelved sesuai dengan kesukaan barack.


Pertama tama bu bowo memberi contoh kepada luna berapa takaran untuk membuat kue itu.


karena pertama yang membuat bu bowo maka hasil akhirnya pun terlihat bagus, luna pun mencicipi kue itu.


"hmmmmmmm, manis mah, enak banget ini" kata luna dengan penuh senyum di wajahnya.


"sekarang giliran kamu yang buat ya, sesuai takaran takarannya tadi, kamu masih ingat kan?" tanya bu bowo.


"m, , , i, iya mah" jawab luna dengan penuh keraguan.


Percobaan pertama luna mencampurkan semua bahan seperti yang di ajarkan mamahnya barack, kemudian di mixer sampai mengembang dan setelah mengembang dia memasukkan adonan kue itu kedalam oven.


Beberapa menit kemudian dia mengeluarkan roti itu, terlihat mengembang sempurna.


Luna merasa bangga melihat hasil karyanya itu. Dan saat kuenya akan di beri krim oleh luna.


peeessssss, , kue yang tadinya mengembang dengan bagus bagian atasnya itu tiba tiba kempes dan berlubang bagian tengahnya.


Luna dan bu bowo pun tertawa terbahak bahak.


Bu bowo mengangkat kedua pundaknya.


"jangan menyerah, kamu pasti bisa lun" kata bu cokro menyemangati luna.


Semangat luna semakin menggebu gebu.


Luna mencoba sekali lagi, dan hasilnya tetap sma masih bantat, dia hanya berfikir kalau dia membut sudah sesuai takaran yang di contohkan oleh bu bowo namu dia sendiri tidak tahu kenapa hasilnya bisa seperti itu.


Sedangkan saat itu bu bowo meninggalkan luna untuk bereksperimen sendiri karena dia ada sedikit urusan.


Waktu menunjukkan pukul 5 sore, selama itu luna belajar membuat kue tapi dia tetap tidak berhasil, sampai terbesit di pikirannya kalau dia yang salah takaran atau memang dia benar benar bodoh.


"kamu pasti bisa lun, pasti bisa" kata luna menyemangati dirinya sendiri.


Luna pun mencoba untuk terakhir kalinya karena bahan bahan kuenya sudah mulai habis.


Setelah selesai di mixer dia memasukkan adonan itu ke dalam loyang dan memasukkannya ke dalam oven.


beberapa menit kemudian dia membuka ovennya dan mengeluarkan rotinya dari dalam oven, tapi saat akan mengambil kuenya tidak sengaja tangannya menyenggol bagian dalam oven.


"aduh!!!" tangan luna serasa terbakar di bagian jari kelingkingnya.


Luna mencoba perlahan mengambil lagi loyang kue di dalam oven. Dan mengeluarkannya dengan pelan.


Akhirnya kue yang kesekian bisa luna takhlukkan.


Bu bowo pun datang setelah urusannya selesai.


"gimana lun?" tanya bu bowo.


Terlihat senyum mengembang di wajah luna.


"berhasil mah, kali ini aku benar benar berhasil hahahahah" luna tertawa bahagia karena berhasil juga akhirnya.


"owh iya karena barack tidak suka coklat kasih topingnya keju saja itu kesukannya" kata bu bowo.


"iya" lalu luna memarut keju batangan di atas kue yang masih panas itu.


Setelah selesai di hias luna memasukkan kue itu ke dalam kotak kue.


"semangat luna" kata bu bowo.


"m" luna mengangguk pelan sambil tersenyum.

__ADS_1


Dengan segera luna membawa kue itu perlahan ke mobil dan dia segera bergegas pergi menuju apartemen.


Dua puluh menit kemudian dia sampai di apartemen barack dan segera memencet bel.


tingtong tingtong, ,


Tak ada sautan dari arah dalam.


"inikan hari sabtu, harusnya jam segini dia sudah pulang kan?" kata luna.


Lalu dia mengambil ponselnya dan mencoba menelepon barack tapi tak ada jawaban.


Lunapun segera masuk ke dalam apartement dengan memencet tombol angka angka yang ada di pintu.


Pintu pun terbuka dan luna segera masuk kedalam, baru beberapa langkah diapun berhenti dan menengok ke arah pinntu masuk.


"hari ini kan tanggal 2 desember, , , terus 14101990 artinya tanggal 14 bulan sepuluh, jadi benar sandi apartemntnya bukan tanggal lahirnya jangan jangan" lunapun segera berjalanke arah dapur dan menaruh kue itu di atas meja makan.


Dengan segera dia mengambil ponselnya dan membuka artikel tentang klara.


Luna membaca biodata tentang klara.


Lunapun menghela nafas panjang, dia terlihat sedikit kecewa, benar bahwa sandi apartemen barack adalah tanggal lahirnya klara.


Tapi dia tidak menyalahkan barack karena mau bagaimanapun juga luna datang setelah klara pergi.


Luna pun terus mencoba menunggu barack, dia menghabiskan waktu sambil menonton tv, tapi kelamaan dia bosan dan pergi mengambil cemila di kulkas dan kembali ke ruang tv menikmati acara tv sambil menyantap cemilannya.


Waktu menunjukkan pukul 7 malam, tapi barack belum juga pulang sampai sampai luna tertidur di sofa di ruang tv.


 


Saat itu di sebuah restoran terlihat klara dan barack sedang menikmati makan malamnya.


 


"ini buat kamu" kata klara sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tasnya dan memberikan ke pada barack.


"ini??" barack bertanya tanya.


"selamat ulang tahun" kata klara sambil melempar senyum ke arah barack.


Barack membuka kotak kecil itu, dia mendapati sebuah jam tangan berMerk dan limited dan hanya ada 3 di dunia.


Tidakk tahu apa yang sedang barack pikirkan, tapi dia merasa biasa saja mendapat hadiah mewah itu dari wanita yang mungkin masih spesial di hatinya.


"kamu tidak suka" tanya klara


"kamu berlebihan" kata barack sambil menutup kembali kotak itu.


"aku pikir itu pantas buat kamu, , barack maaf, tapi aku sebenarnya belum siap bertemu dengan kedua orang tuamu, namun bisakah kita mulai hubungan kita dari awal lagi" kata klara.


Barack hanya diam mendengar perkataan klara.


"mm kalau begitu kamu pikir pikir saja dulu, aku mau ke toilet senbentar" kata klara sambil beranjak dari kursinya.


Barack masih tetap melamun, tiba tiba ponselnya bergetar dan membuyarkan lamunannya.


Dia meraih ponsel yang ada di saku jasnya.


"hallo mah" barack mengangkat telepon dari mamahnya.


"kamu dimana?"tanya mamahnya dari arah telepon


"aku masih di luar" jawab barack.


tidak lama kemudian dia pun melihat klara kembali dari toilet.


"mah nanti aku telepon mamah lagi ya, aku harus matiin dulu" kata barack sambil mematikan teleponnya


Saat melihat ke layar ponselnya barack melihat satu panggilan tak terjawab, barack lalu membuka satu panggilan tak terjawab itu.


"luna???" kata barack lirih.


"telepon dari siapa?"tanya klara yang baru kembali dari toilet.


"m, , mamahku tadi yang nelepon" kata barack sambil memasukka ponselnya ke dalam saku jas, namun dia tidak sengaja malah memencet tombol panggilan keluar untuk luna.


Di dalam apertemen Luna masih tertidur di depan tv karena dia kelelahan membuat kue untuk barack.


dreer dreet, , , aku ingin engkau selalu, hadir dan temani aku, di setiap langkah yang meyakiniku kau tercipta untukku,


Luna pun terbangun mendengar ponselnya berdering dan langsung mengangkatnya.


Terlihat di layar hp luna 'barack memanggil'


***


Jangan lupa likenya dan bagikan sebanyak banyaknya yaaa, bikin author happy dan pasti akan banyak up di bikinin bab yanh panjang muuuuaaacch..😄

__ADS_1


__ADS_2