Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
86 CEO: Love's Romance Penyakit jantung


__ADS_3

Aileen merasa kebingungan ketika David membawanya ke sebuah boutique, karena sharusnya saat ini mereka sudah berada di rumah.


"Kenapa kem"


"Turunlah" Sahut David memotong pembicaraan, laki laki itu melangkah turun dari mobil. Berjalan kesisi lain menjemput Aileen.


Dia meraih tangannya menggenggam dangan erat, menuntunnya masuk ke dalam boutique.


Aileen tertegun, di dalam sana rentetan baju itu semuanya bermerk.


"David?? mau apa kita kemari?"


"Mengganti bajumu, , kita akan bersenang senang" David melepaskan tangan Aileen, dia berjalan menuju ke salah satu brand baju yang ada di sana. Memilih satu persatu yang cocok untuk Aileen.


Perempuan itu masih terdiam, di setiap dindingnya bertuliskan nama brand itu sendriri. Dia hanya tinggal memilih ingin mengenakan dengan brand yang mana. Aileen memang sudah tidak asing dengan barang barang mahal, karena Lena, adiknya sering menggunakan salah satu dari merk yang ada di sana, tetapi tidak bagi Aileen. Dia jarang memakai baju branded, baginya jika itu bagus dan nyaman di pakai semurah apa pun maka Aileen pasti akan membelinya. Tak urung seperti kemeja yang dia kenakannya sekarang, itu sangat murah. Berbeda dengan David untuk kaosnya saja yang sekarang sedang di kenakan, itu sangat sangat mahal.


"Sayang kemarilah," David mengulurkan tangannya. Membuat lamunan Aileen terbuyarkan.


Perempuan itu meraih tangan David lalu berjalan mendekatinya.


"Pakailah, ganti bajumu dengan ini" David memberikan gaun santai bercorak bunga sakura di sana. Gaun ringan dengan berat tak sampai satu kilo itu di buat tanpa lengan dengan panjang sedikit di atas selutut, pasti akan membuat Aileen semakin terlihat sangat imut. David sudah tidak sabar ingin melihat Aileen


memakainya.


Aileen menyelidik kearah bandrol di dalam gaun itu. Mulutnya di buat menganga setelah mengetahui harga gaun tersebut.


"David ini terlaku mahal" Aileen merasa sangat sayang, membuang uang jutaan hanya untuk satu gaun. Dia bukannya memiliki sifat pelit, tetapi karena Aileen tahu bagaimana rasanya bekerja susah payah untuk mencari uang. Baginya 7,700juta hanya untuk satu gaun itu sangatlah suatu pemborosan.


David meriah pipi Aileen, jarinya mengusap lembut di sana.


"Aku sudah pernah bilang, kamu harus terbiasa dengan barang barang mahal jika menjadi kekasihku" David mengecup bibir Aileen, kemudian memainkan hidung


Tak bisa di pungkiri Aileen memang merasa sangat senang, bagi David ini baru awal memanjakan perempuan itu dengan barang barang mahal. Selebihnya semua akan dia berikan untuk Aileen


Laki laki itu mendorong tubuh Aileen masuk ke dalam ruang ganti.


Bukannya keluar setelah masuk ke sana, David malah bertahan dan mengunci pintunya.


Aileen terdiam, memutar tubuhnya kebelakang.


"Kenapa kamu juga ada di sini?"

__ADS_1


"Menunggumu berganti baju!" David bersikap santai sembari menyedekapkan kedua tangannya di depan dada.


Mata Aileen membulat mendengar David mengatakan hal itu.


"David kamu harus keluar" Aileen mencoba menahan senyumnya, dia bahkan kini tak bisa menyembunyikan rona merah di pipinya.


"Biarkan aku melihatmu, , jika aku tidak bisa menikmatinya untuk saat ini. Ijinkan aku hanya untuk melihatnya saja" david menatap Aileen dengan tatapan menggoda, sengaja memancing perempuan itu apakah berani membuka baju di depan matanya. David sepertinya lupa bahwa Ailen pernah membuatnya salah tingkah di mension waktu itu


"La**ki laki ini benar benar mesum!!"


Aileen sempat terdiam, kemudian dia menyeringai seolah sudah memiliki cara untuk membuat David keluar dari ruangan itu.


Aileen melangkah mendekat, tangannya mencubit kaos bagian dada yang di kenakan oleh David.


Dengan sangat manja dia berucap.


"Yakin mau melihatku berganti baju" tatapannya berubah sendu, membuat David terpaku.


Dangan nakal Aileen membuka kancing bajunya satu persatu.


David terlihat sangat gugub.


"Yakin mau keluar??, , katanya ingin melihatku" Aileen tak sadar, dia sedang memancing David yang berusaha keras untuk tak menyentuhnya. Ketika melihat tatapan David yang berubah penuh hasrat. Aileen melangkah mundur, menelan ludahnya dengan susah payah.


Perempuan itu terlambat, kini dia telah membuat David tak bisa mengendalikan diri.


Laki laki itu mendorong Aileen hingga membentur tombok, tubuh kecil itu terperangkap oleh tubuh tinggi dan kekar hingga tak bisa bergerak.


"Ee, , bukannya kamu bilang ingin keluar?"


Aileen tertunduk.


"Bukannya kamu sedang menggodaku barusan?, , bagaimana mungkin aku akan melewatinya begitu saja? Jangan pernah melihatku dengan tatapan sendu di keramaian. Aku tidak janji untuk tidak menyentuhmu jika sekali lagi kamu melihatku dengan tatapan itu"


David meraih dagu,memaksa perempuan itu mengangakat wajahnya. Dia menyambar bibir Aileen, menggerakkan kepalanya menuntun Aileen agar membuka mulutnya, lidahnya kini sedang menari nari di dalam sana.


Tangannya bergerak perlahan membantu membuka kancing kemeja satu persatu, David sempat menepis tangan Aileen ketika perempuan itu berusaha menghentikannya, David berusaha membuat Aileen terus fokus dengan ciuman itu. Sementara dirinya membuka mendorong sedikit kemeja yang masih bertengger di pundak Aileen hingga jatuh merosot menuruni lengannya.


David tertekeh ketika Aileen menarik nafas dalam dalam di tengah tengah perpagutan bibir mereka. Perempuan itu sempat kehabisan nafas ketika David memperdalam ciumannya, menyesap kuat hingga gigi mereka berkatupan dan menimbulkan bunyi yang khas.


David memperlambat tempo ciumannya yang sempat mengganas, kini ciuman itu turun ke dagu kemudian merambat keleher. David menghujaninya dengan kecupan sensual, sengaja menimbulkan suara kecupan hingga meninggalkan jejak basah di sana.

__ADS_1


Aileen memejamkan matanya dalam dalam sambil membungkan mulut dengan tangannya, berharap suara yang kini tertahan di tenggorokannya tak mencuat keluar.


Tangan David menahan tengkuk Aileen ketika ciuman itu beralih ke pundak. David menyesap, menggigit kecil kulit Aileen hingga meninggalakn bekas merah kehitaman di sana. Satu tangannya lagi bergerak kebelakang meraih pengait yang mencengkeram erat punggung Aileen.


Detik itu juga Aileen mendorong erat tubuh David saat laki laki itu bersail melepaskan pengaitnya.


Laki laki itu melangkah mundur. David tak bisa menjaga janjinya untuk tidak menyentuh Aileen, bagaimana pun juga janji itu hanya di bibir saja.


Sementara Aileen memutar tubuhnya menyembunyikan bagian belahan dadanya dari David yang terus memandanginya.


Aileen berusaha keras mengaitkan kembali pengait branya. Tetapi karena rasa gugub dia tak bisa melakukannya dengan baik.


David tertawa menikmati Aileen yang sedang kesusaahan, tak lama dia melangkah maju kemudian berbisik.


"Kamu butuh bantuanku?"


Aileen tidak menjawab, dia hanya diam dan menarik tangannya mempersilakan David membantunya.


Laki laki itu mengaitkan pengait branya, tak mau rugi David kemudian mengecup pundak Aileen memainkan menggerakkan bibirnya hingga mencapai telinga kemudian berbisik.


"Aku sudah tidak sabar ingin segera menikmati malam pertama kita" David berucap dengan lambat dan sengaja menghembuskan nafas hangat agar Aileen bisa merasakan betapa besar hasrat di dalam tubuhnya saat ini.


"Jangan berani menggodaku lagi, atau aku akan membawamu ke ranjang dan mencium habis seluruh tubuhmu tanpa sisa"


Aileen memutar tubuhnya ketika laki laki itu keluar.


"Astagaa!!, ,bisa memiliki penyakit jantung jika setiap hari terus terusan seperti ini" dia memukuli dadanya, mencoba membuat sedikit merasa lega di bagian sana.


♡♡♡


David tersenyum ketika melihat Aileen keluar dari ruang ganti. Dia menyambutnya dengan uluran tangan yang kemudian di sambut hangat oleh Aileen. Perempuan itu terlihat sangat imut dan menggemaskan jika saja mereka sudah menikah, mungkin David akan mengurungakn niatnya untuk membawa Aileen pergi, dia pasti akan membawanya pulang dan menghabiskan waktu mereka di dalam kamar.


Aileen berlari kecil mengantarkan tubuhnya ke dalam pelukan David yang hangat.


"Kenapa kamu bisa terlihat sangat manis seperti ini??, , aku pasti akan sangat gila jika kehilanganmu lagi , , hmmm??" David mengecup keningnya, menutun Aileen kembali ke dalam mobil.


"Sebenarnya kita mau kemana?" Aileen masih di landa rasa penasaran ketika David terlihat misterius hari itu.


"Aku sudah bilang kalau kita akan bersenang senang, Kamu duduk manis saja di kursimu oke" David membelai lembut pipi Aileen, kemudian menyalakn mesin dan mengendarai mobilnya perlahan meninggalakan boutique.


♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2