Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
78 CEO: Love's Romance Bukan mimpi


__ADS_3

Mendengar suara tangisan Keiko, anak dari Koyoko itu membuat Aileen yang masih tertidur pulas mulai menggerakkan tubuhnya, terlebih lagi ketika mendengar suara Koyoko yang sedang menghibur Ptrinya, Aileen perlahan membuka matanya.


"Saayaang, , sebentar Mamah akan ajak kamu bertemu dengan Papah" Koyoko berucap dengan nada menggemaskan ketika menghibur Keiko.


Aileen mengubah posisinya duduk di atas ranjang. Dia mulai menyelidik ke ruang kamarnya. Bola matanya berputar, pikirannya menerawang kembali ingatan semalam.


Koyoko melirik Aileen, memperhatikan wajah perempuan yang sedang terlihat bingung, seolah dia sedang berfikir keras.


"Kenapa kamu pagi pagi sudah memproduksi kerutan di wajahmu?, , ingin cepat menjadi lebih tua?"


"Semalam, , kenapa aku tidak ingat, , kalau aku berjalan ke kamar?? seingatku"


"David yang membawamu kemari!" Koyoko menggendong Putrinya, menganyun ayunkan tubuhnya untuk membuat si kecil merasa nyaman.


"Dia menggendongmu semalam. Lena sempat mencoba membangunkanmu, tapi kamu sangat terlelap hingga akhirnya David memutuskan untuk membawamu ke atas"


Aileen masih berfikir keras, dia tak bisa mengingat ketika David menggendongnya. Yang dia ingat justru ketika dia bermimpi mencium bibir laki laki itu.


Aileen meraba bibirnya.


"Kalau itu mimpi, , " Aileen berdecak jengkel.


"Kenapa aku merasa itu seperti kenyataan ya?" Aileen beranjak berdiri, berjalan menuju kamar mandi sambil memikirkan hal itu.


"Sudah jangan banyak melamun! cepat mandi. Tante bilang aku harus menemanimu ke Bandara"


Aileen menghentikan langkahnya tepat di tengah tengah pintu kamar mandi. Dia sedikit menoleh kemudian berucap.


"Bandara??"


"Iya" Koyoko meletakkan Keiko yang sudah tertidur secara perlahan di atas ranjang.


"Keluarga Om Barack akan kembali ke Paris, jadi Tante meminta aku menemanimu mengantar kepergian mereka di Bandara"


Aileen mendengus kesal.


"Bilang saja aku tidak ikut!, , aku malas melihat wajahnya"


"Terus?? aku yang harus menemui mereka?, , jangan gila dong!, , aku juga sebenarnya mau, , menjemput Jacq di sana"


Aileen yang sempat melangkah masuk ke dalam kamar mandi itu kemudian kembali melangkah mundur mengehampiri Koyoko.


"Apa kamu bilang??, , Jacq?, dia akan datang kemari?" keningnya berkerut kasar.


"Ya!, ,"


"Bagaimana kalau dia tahu tentang Keiko??" Aileen melirik kearah bayi yang sedang tertidur pulas, dengan kedua tangan yang mengepal di samping kanan dan kiri kepalanya.


"Aku, , akan memberi tahu dia" Koyoko tertunduk, dia merasa tidak yakin dengan hal itu sebenarnya.


"Kalau dia tidak mau menerima Keiko??, , apa kamu akan memilih laki laki itu dan pergi dengannya??" Aileen menaikkan sedikit nada bicaranya karena merasa jengkel dengan sikap sahabatnya itu.

__ADS_1


Bugh!!


Koyoko melempar bantal tepat di wajah Aileen.


"Pelankan suaramu, Keiko nanti terbangun" Koyoko sejenak melihat kearah Keiko. Memastikan anak itu tidak terganggu.


"Kamu juga yang membuatku Emosi!, , sudahlah tidak usah kembali dengan laki laki brengsek itu!! tidak ada gunanya juga kamu bersama dengannya!" Aileen bersedekap, menatap jengkel kearah Koyoko.


"Kamu pikir aku Orang tua macam apa sampai mau meninggalkan Keiko demi seorang laki laki. Aku hanya ingin memberikan hak kepada anakku untuk mengetahui siapa Orang tuanya. Syukur syukur dia mau menerima Keiko"


"Semoga saja!, , kalau sampai aku bertemu dengan Jacq di sana dan dia tidak mau mengakui Keiko sebagai Putrinya. Aku orang pertama yang akan mencabuti bulu kakinya satu persatu!, , kamu dengar itu!!" Aileen memutar tubuhnya, kemudian berjalan kearah kamar mandi.


♡♡♡


"Terima kasih Aileen, karena sudah mau menerima David kembai" Luna meraih tangan Aileen dan menggenggamnya. Mereka berada di ruang tunggu di salah satu terminal di Bandara.


Perempuan itu hanya tersenyum, kemudian matanya melirik sengit ke David yang duduk di belakang Luna.


Laki laki iti kini sedang mengerjapkan salah satu matan kearahnya.


"Iiiidiih!!, , percaya dirinya terlalu tinggi!!, , aku tidak akan kemakan rayuanmu untuk yang kedua kalinya!"


Aileen memamerkan ekspresi wajah sengitnya kearah David, tak lama dia kembali tersenyum kearah Luna.


"E, , semuanya bisa di perbaiki dari awal Tante. Aku juga audah memafkan dia" tentu saja Aileen hanya berpura pura untuk hal itu. Karena dia tidak akan merasa puas jika belum membalas perbuatan David. Laki laki itu harus mendapatkan balasan yang setimpal.


Mendengar panggilan untuk keberangkatan ke Paris, akhirnya Luna harus berpamitan kepadan Aileen.


"Tante sebenarnya masih ingin berlama lama denganmu. Tapi sepertinya Tante harus segera pergi" Luna memeluk Aileen, dia mengusap punggung perempuan itu dengan lembut.


"Iya Tante, , "


"Salam untuk kedua Orang tuamu ya?" ucap Barack sambil mengusap kepala Aileen.


"Iya Om, , maaf Mamah sama Papah tidak bisa ikut mengantar" Aileen meraih tangan Barack kemudian mengangrahkan punggung tangan ke hidungnya.


"Iya Om tahu kok, , jaga di rimu baik baik ya"


Luna dan Barack kemudian berjalan lebih dulu kearah dalam.


"Sayaaangkuu, ,"Iris memeluk Aileen dengan sangat erat. Dia merasa sangat senang bisa kembali kumpul lagi dengan Aileen nantinya.


"Aku titip Kak Kenzi ya, , Oke?" Bisik Iris sebelum dia menyusul kedua ornag tuanya


"Oke!" Aileen tersenyum, ketika giliran David ingin berpamitan. Aileen langsung memutar tubuhnya.


Laki laki itu meraih ujung kerah bagian belakang Aileen untuk menghentikan perempuan itu.


"Kamu tidak ingin memelukku??" Bisknya.


Dengan malas Aileen memutar tubuhnya.

__ADS_1


"Jangan bermimpi!!"


David terkekeh, dia menatap Aileen sambil menahan senyumnya.


"Aku akan sering sering menghubungimu nanti"


"Tidak perlu!, , aku tidak butuh kabarmu!" ucap Aileen dengan sinis.


"Benarkah?, , lalu jika kamu merindukanku, , bagaimana?" David mendekatkan wajahnya kearah Aileen, membuat perempuan itu menarik kepalanya kebelakang.


"Tidak akan!!" Aileen menjawab dengan nada tenang, namun dengan emosi yang tertahan.


"Oke, , kalau begitu, benarkah kamu tidak ingin memelukku? sebelum aku pergi kembali ke Paris?" David membuka kedua lengannya mempersilakan Aileen untuk memeluk tubuhnya.


"Janhan pernah berharap aku akan bersikap seperti dulu!!, , aku pastikan pernikahan kita nanti akan seperti di neraka bagimu!!"


Bukannya marah dengan apa yang diucapka oleh Aileen, David malah menyeringai senang. Dia kembali mendekati Aileen, mendekatkan bibirnya ketelinga perempuan itu.


"Berarti setiap hari akan ada adegan panas dong? hingga membuat suasana di kamar sepanas di neraka?"


Aileen menarik tubuhnya semakin menjauh, menatap David dengan tatapan sengit.


"Laki laki ini benar benar membuat tekanan darahku naik!!, , awas saja jika setelah menikah aku memiliki penyakit darah tinggi!!, , aku akan melampiaskannya kepadamu!!"


"Jangan bermimpi untuk menyentuh tubuhku sedikit pun!!, ,aku tidak akan membiarkan hal itu!!"


"Oh ya, , baiklah. Kita tunggu siapa yang akan membutuhkan siapa nanti??" David tersenyum manis. Kemudian mengusap lembut pipi Aileen. Menggerakkan ibu jarinya untuk mengusap bibir mungil itu.


Aileen menepis tangan David, dia memutar tubuhnya untuk meninggalkan laki laki itu.


"Tunggu Ai, , " David meraih tangan Aileen untuk mencoba menghentikannya.


Aileen menghela nafas panjang. Dia kembali memutar tubuhnya menghadap kearah David. Saat itu juga David membungkuk mengecup bibir Aileen.


Membuat perempuan itu memaku tubuhnya.


David menempelkan keningnya di kening Aileen ketika perempuan itu terdiam. Tangannya merangkup salah satu pipi Aileen.


"Sepertinya tadi malam kamu sangat menikmati ciuman itu. Terima kasih karena sudah memuaskan dahagaku" David mengakhirinya dengan kecupan lembut di kening Aileen.


Laki laki itu berjalan masuk, meninggalkan Aileen sendiri di sana.


"Jadi semalam itu bukan mimpi??"


Aileen menyentuh bibirnya, mencoba mengingat kembali apa sebenarnya yang terjadi semalam.


Flash back on


Aileen semakin mengencangkan pagutan bibirnya, dia sampai membuat David kewalahan ketika Aileen menarik tubuhnya. Memaksa David menggunakan tangan untuk menahan tubuhnya agar tidak menindih tubuh Aileen.


Setelah mencium bibir David habis habisan, tangan Aileen kembali melemah. Perempuan itu sempat membuka sedikit matanya, dia sempat melihat wajah laki laki di depan matanya namun tidak terlalu jelas. Karena rasa mengantuk yang teramat Aileen sampai tak sanggup membuka lebar matanya untuk memastikan hal itu, dia hanya merasa itu seperti sebuah mimpi, mimpi mencium Laki laki yang sangat tak asing baginya. Aileen pun akhirnya mengubah arah duduknya kesamping memunggungi David.

__ADS_1


Flash back off


"Ya apuuunnn!!! iiiiiihhhh, , Aileen bodoh!!, , kamu benar benar memalukan!!, ,bisa bisanya coba!" Aileen memegangi kepalanya dengan erat karena menyesali perbuatannya sendiri.


__ADS_2