
Tetapi dia merasa takut ketika Luna masih akan menolak keinginannya. Dan kini Barack berusaha lebih memilih untuk menahannya selama dia mampu.
Luna mendekat ke arah Barack setelah selesai memakai baju tidurnya.
Tangannya menelusup ke pinggang Barack dan memeluk tubuhnya dari belakang dengan erat.
Barack semakin tak bisa menahan rasa gejolak di dalam hatinya.
Bahkan rasa itu kini menggebu gebu hingga sudah berada di puncaknya.
Dia memejamkan matanya dengan erat hingga kerutan kasar terlihat di sekitar area matanya.
Perlahan Barack menepis tangan Luna dan memilih berjalan ke arah kamar mandi.
Membiarkan Luna terus penasaran dengan sikapnya itu.
Barack memilih mengguyur tubuhnya dengan air dingin yang mulai keluar dari shower agar otaknya bisa kembali berfikir dengan baik.
โกโกโก
Selesai mandi Barack memakai handuk yang melingkar di pinggangnya, dia berjalan ke arah wastafel, tangannya bergerak menyapu kaca yang berembun karena sisa sisa air hangat yang di gunakan oleh Luna saat mandi.
Dia melihat bayangan dirinya di dalam kaca. Memandangi wajah dirinya yang tengah terlihat lusuh dan tersiksa karena harus menahan keinginannya yang telah menggebu gebu. Bahkan air dingin pun tak bisa membantu mereda hasratnya yang kian membara.
Barack menghela nafas sebelum kembali keluar dari dalam kamar mandi.
Sejenak dia berhenti di depan pintu saat melihat Luna tengah tertidur sambil memunggunginya.
Baju tidurnya yang tipis seakan memperlihatkan bagian setiap lekukan dalam tubuh Istrinya.
Hasratnya semakin membesar. Dia berjalan karah Luna perlahan naik ke atas ranjang menelusupkan tangannya ke pinggang Luna lalu menarik tubuh Istrinya agar mendekat merapat ketubuh Barack, sekaligus memperudahkan dirinya memeluk tubuh Istrinya dari arah belakang.
Luna belum terlelap sepenuhnya. Dia memang sengaja menunggu Barack, setengahnya dia merasa kaget dan membuka matanya kembali, namun saat akan membalikkan tubuhnya Barack terlebih dulu menahannya.
"Jangan melihat ke arahku!" perintahnya dengan lembut, dia melarang Luna untuk membalikkan badannya.
Nafas Barack terdengar sangat kasar di telinganya.
Luna lebih memilih diam, dia tak berucap sepatah kata pun. Dia hanya merasakan kehangantan nafas Barack yang menyapu pundaknya.
Barack memejamkan matanya menikmati kehangatan tubuh Luna, tubuh perempuan yang di dekapnya itu seperti sedang mengalirkan sengatan yang membuat tegangan tinggi di tubuh Barack.
Barack menarik tubuh Luna bahkan semakin merapatkan agar tak terdapat celah sedikit pun di antara tubuh mereka.
Mata Luna sedikit membulat, dadanya berdesir tidak karuan bahkan jantungnya berdetak dengan sangat cepat hingga suara detakkannya memekik di rongga telinganya saat dia merasakan gerakan tangan Barack perlahan naik ke arah dadanya.
Sangat pelan seolah Barack menikmati setiap jengkal dari bagian tubuh Luna yang di sentuhnya.
Tangan Barack memaku di dada luna. Belum sedikit pun dia melakukan gerakan di sana, Barack kembali membuka matanya yang terlihat sangat sayu dan memerah untuk melihat ekspresi tubuh Luna dari arah belakang pundaknya.
Dia melihat sedikit gerakan kepala Luna yang seperti sedang menunduk melihat kearah tangannya.
Sepertinya Luna menerima Barack saat menyentuh dadanya.
Sedikit dia membuat gerakan di sana untuk lebih memastiakan sikap Luna, apakah dia akan menepis tangannya atau menikmatinya.
Ada guratan senyum tipis sekali di wajah Barack saat mengetahui Istrinya itu masih diam.
Dia menambahkan sedikit kekuatan tangannya yang kini mencengkeran penuh salah satu dadanya.
Wajah Luna terlihat sangat gugub, dia menelan ludahnya dengan susah payah.
__ADS_1
Barack kini semakin memendam wajahnya lebih dalam di pundak Luna dia tidak ingin melihat ekspresi penolakan lagi dari tubuh Luna ketika dia menyadari bahwa ada sesuatu yang telah menegang di bagian tubuhnya hingga membuat tubuh Luna sedikit tersentak saat tersentuh secara tidak langsung di bagian tubuh belakangnya.
Barack semakin mengeratkan pelukannya seolah dia tidak ingin membiarkan Luna menghindar lagi.
Mata Luna membulat penuh ketika dia merasakan ada dua bagian yang berdenyut dari tubuh Barack. Entah jantung atau bagian tubuh lainnya yang pasti posisinya ada di bagian atas dan di bawah sana.
Luna memaksa Barack untuk melepas pelukannya.
Barack terkejut ketika Luna memaksanya untuk melepas tubuh Istrinya itu.
Kini dia melihat ke arah wajah Luna yang sudah berhasil mbalikkan tubuhnya dan sedang menatapa ke arahnya.
Ekspresi wajah Luna tak terbaca membuat Barack semakin sangat frustasi.
Ada guratan kesedihan di hati luna saat menatap Wajah Suaminya itu dengan lekat.
Matanya lurus menatap ke arah mata Barack sebelum setelahnya menyapu seluruh wajah laki laki itu.
Suaminya benar benar sedang tersiksa hingga dia bisa merasakan sakitnya saat melihat wajah Barack yang nampak lusuh dan tak berdaya.
"Berapa lama aku menyiksa dirinya?"
Barack menatap perempuan di depannya itu dengan hasrat yang tak tertahankan, namun sekuat tenaga dia menahan untuk tak menyakiti Istrinya.
Luna sudah berjanji kalau dia akan berusaha keras untuk menerima Suaminya kali ini.
Tangannya bergerak perlahan meraih pipi Barack.
Ada secerca cahaya yang bersinar di wajah Laki laki itu seperti sebuah harapan yang pasti, saat kehangatan tangan Luna memenuhi pipinya.
Barack meraih tangan Luna menuntun telapak tangannya ke arah bibir dan meninggalkan kecupan di telapak tangan Istrinya.
Sampai di tahap itu Barack benar benar berjuang keras meyakinkan dirinya dan terus berucap di dalam hati kalau Luna telah menerimanya kali ini.
Barack memejamkan matanya sebelum akhirnya dia mendaratkan kecupan di bibir luna.
Kembali lagi dia membuka matanya, melihat ekspresi wajah Luna dari dekat.
Luna hanya diam, dia nampak mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum menutup penuh matanya seolah dia sedang mempersilakan Barack untuk segera menciumnya.
Nafas mereka saling beradu, Barack melumat bibir Luna dengan sangat lembut, menyesapnya, memaksanya membuka lebar agar indra pengecapnya bisa dengan leluasa bermain di dalam mulut Istrinya.
Tangan Barack bergerak meraih rahang Luna menahan wajah Luna agar tetap berada di posisinya.
Barack mendorong kepalanya untuk kebih memperdalam ciumannya.
Kini dia mengambil alih sepenuhnya atas tubuh Luna.
Tangan Luna sempat menahan dada barack, namun dia sudah berjanji kalau dia tidak akan menolaknya kali ini, dia pun menyerahkan sepernuhnya atas tubuhnya kepada Barack.
Barack mendaratkan kecupan di seluruh tubuh luna, wajahnya, bibirnya, telinganya, lehernya dan semua bagian tanpa ada sejengkal pun yang terlewatkan.
Dan selalu meninggalkan bekas ciumannya di sana.
Barack kembali menahan dirinya memberi jarak di antara tubuhnya dengan tubuh Luna untuk dapat melihat ekspresi wajah Luna yang tersipu malu.
"Kamu belum menjawab pertanyaanku?" Barack menatap lekat ke arah Luna. Ada urat di pelipisnya yang nampak menonjol seolah memperlihatkan betapa dia sangat dengan kuat menahan hasratnya.
"Apa?"
"Apa kamu akan memaafkanku kalau aku tidak bisa mengendalikan diriku?" suaranya terdengar sangat parau.
__ADS_1
"Kenapa aku harus memaafkanmu? jika yang kamu lakukan itu bukan sebuah kesalahan" ucapnya tersirat akan lampu hijau kepada Barak.
Yang artinya Barack boleh melakukan apa pun kepada tubuhnya.
Akhirnya senyum Barack terlihat kembali saat mendengar ucapan Luna, kesejukan seakan memenuhi rongga hatinya yang sempat mengering di sana, seakan pernah terjadi musin kemarau panjang yang melanda hatinya.
Hingga hampir retak dan pecah seketika.
Namun hanya dengan mendengar beberapa patah kata dari mulut Istrinya membuat hatinya yang mengering itu kini kembali mendapat siraman air sejuk yang mengatasi kekeringan di sana.
Barack tak menahan keinginannya lagi, dia memuaskan hasratnya, keinginannya menikmati tubuh Luna.
Hingga di saat puncaknya erangan, lenguhan, desahan beradu dengan suara derasnya hujan di luar sana.
Malam itu Barack memenuhi ucapannya, dia tidak bisa mengendalikan dirinya. Berulang kali entah untuk yang ke berapa kalinya dia selalu melakukannya dengan Luna.
Berapa kali perempuan itu mendapatkan perlakuan yang berujung kenikmatan kepada tubunya oleh Barack.
2, 4, 5 mungkin lebih.
Malam itu seakan menjadi sejarah bagi mereka karena telah melakukannya berulang ulang kali hingga tak terhitung lagi.
Seakan tak ada habisnya tenaga dari laki laki itu. Disamping karena afek obat, hasrat terpendamnya juga sangat berpengaruh pada tubuhnya.
Keringat yang mengucur dari kening Barack dan punggung yang berkilau karena keringat, seoalah menggambarkan betapa sering dia melakukannya malam itu.
Barack sempat menepis perlahan tangan Luna dari dadanya, nampak sekali kalau Luna terlalu kuat mencengkeram hingga meninggalkan bekas kukunya di sana.
Sayup sayup pandangan mata Luna melihat ke arah dada Barack yang sedang bergerak berirama dengan gerakan tubuhnya, mata Luna mengerucut memastikan bekas merah karena kukunya di sana.
"Maaf aku"
Barack langsung membungkam mulut Luna dengan menciumnya habis habisan, laki laki itu tidak membiarkan Luna berbicara dia hanya ingin Luna fokus dan fokus hanya pada dirinya.
Ciuman itu tak terasa lembut seperti di awal, ini terkesan lebih brutal hingga dengusan Barack terasa sangat kasar di wajahnya.
Namun menimbulkan efek besar di dadanya hingga Luna merangkup pipi Barack dan tak ingin melepaskan pagutan bibirnya.
Sejenak dia hanya memberi jeda sedikit kepada Istrinya untuk kembali bernafas sebelum memulai aksinya lagi.
Omegooottt ya ampuuunnn!!! author tepuk jidat sampai di sini.๐๐
Ngosngosan nulisnya.
โกโกโก
Sinar matahari masih mengintip dari balik jendela yang tertutup rapat oleh gorden berwarna abu abu terang.
Sebagian sinarnya tertutup awan yang menggelap karena sisa hujan semalam.
Seakan mentari ikut merasakan betapa lelahnya tubuh Luna yang di hajar habis habisan oleh Suaminya tadi malam.
Luna masih tertidur lelap di lengan Barack yang kekar itu.
Wajahnya nampak terlihat sangat kelelahan, Bahkan ketika barack menghujani wajahnya dengan kecupan dia hanya melenguh sekejap bahkan tak membuka matanya karena belum mampu mengatasi rasa lelahnya yang teramat.
Kini Luna memilih untuk memeluk tubuh Suaminya yang terasa hangat dan memberinya kenyamananan.
โกโกโก****Jangan lupa baca juga novel author yang berjudul My Soul.
Jangan luoa juga tinggalkan jempol kalian di sini dan disana oke oke ๐๐โกโกโก
__ADS_1