
Brak!!!
Aileen membanting pintu hingga menarik perhatian Koyoko yang sedang terduduk diam di depan Tv.
Koyoko mengalihkan pandangannya kearah pintu. Melihat raut wajah Aileen yang muram serta mata memerah dan berkaca Koyoko beranjak dari kursi. Dia berjalan menghampiri Aileen yang sudah berada di dalam kamar.
Koyoko menyelidik kearah Aileen yang sedang sibuk mengeluarkan semua bajunya dari dalam almari.
"Aileen!!" dia bergerak mendekati perempuan itu. Meraih tangannya untuk menghentikan Aileen mengeluarkan semua bajunya.
"Aileen??" Koyoko menarik lengannya, memaksa perempuan yang sedang terlihat marah itu untuk menghadap kearahnya.
"Jangan menyentuhku!!" Aileen menghempaskan tangan Koyoko.
Mereka berdua saling terdiam, wajah Aileen terlihat memerah karena menahan tangisnya.
"Ada apa denganmu?" Koyoko mengerutkan dahinya.
"Kamu menangis?, , Aileen ada apa??" Koyoko kembali meraih tanganny.
"Jangan menyentuhku!!" Aileen menepis tangan Koyoko. Dia kembali memutar tubuhnya, mengeluarkan semua baju dan mengepaknya ke dalam koper.
"Aileen katakan padaku, kamu ingin pergi kemana??, , kenapa kamu datang dan tiba tiba menangis??, ,apa ada masalah?, , Aileen!!" Koyoko mengeraskan suaranya, berharap Aileen mau melihat kearahnya.
Aileen terpaku, dia terdiam sambil memeluk bajunya. Berusaha keras mengatur nafasnya yang memburu karena menahan amarah. Menikmati rasa sakit yang menjalar di dalam hatinya yang kemudian merambat sampai ke sekujur tubuh. Tubuh Aileen sampai bergetar menahan amarah yang membakar habis dadanya.
"Lali laki itu mempermainkanku!!" Aileen berucap dengan tenang, kemudian melirik kearah Koyoko.
"Dia menggunakan tubuhku sebagai pertaruhan!!, , dia bahkan sudah menciumku!"Aileen mengusap kasar bibirnya.
"Dia juga sudah menyentuhku!!" Aileen mengusap kulit lehernya berulang ulang. Mencoha menghapus jejak bibir David di sana. Ekspresi wajahnya terlihat datar, namun tersirat akan sebuah kesedihan yang teramat.
"Betapa bodohnya aku bisa percaya dengan laki laki seperti dia!! harusnya sejak awal aku harus menjaga jarak darinya " Aileen menutup koper kemudian sejenak dia terduduk di bibir ranjang.
"David??, , apa ini tentang lali laki itu??" Koyoko mengikuti jejak Aileen dengan duduk di sampingnya.
"Jadi yang aku dengar beberapa hari yang lalu, semuanya itu benar?"
Seketika Aileen melirik kearah Koyoko.
"Apa yang kamu ketahui??, kenapa kamu tidak mengatakannya kepadaku?" tangisnya pun pecah.
__ADS_1
"Katakan padaku Koyoko, apa aku ini menjadi wanita yang terlalu bodoh??, kenapa dengan mudahnya David bisa memperdayaiku!!, , dialah yang pertama masuk ke dalam hidupku! mengajariku mencintai seseorang, mengajariku rasa takut kehilangan. Aku sudah menyerahkan semua hatiku untuknya. Dan ternyata dia hanya membuatku sebagai bahan taruhan!" dalam tangisnya Aileen menyelipkan senyum sinis.
"Aku tidak bisa menerima ini Koyoko!" Aileen meremas kuat baju di pelukannya.
"Tapi Aileen, , aku rasa David benar benar jatuh cinta denganmu!"
"Cintanya palsu!!, , itu sebabnya apa yang Iris katakan bahwa David tak akan menikahiku semua semakin memperkuat dugaan bahwa dia memang memepermainkanku!!" Aileen mengusap kasar pipinya yang basah.
"Tapi aku bisa melihat di matanya, bahwa David benar benar sangat menyayangimu!!, , Aileen!" Koyoko bernajak dari ranjang ketika Aileen berjalan menuju pintu.
Aileen memaku langkahnya.
"Kalau pun itu terjadi, dalam sekejap juga cintanya akan hilang, , karena banyak wanita yang selalu berada di sisinya!!, , namun saat ini rasa cintaku dalam sekejap sudah berubah menjadi benci!!" Aileen menoleh kearah Koyoko yang ada di belakangnya.
"Aku sangat membencinya!!!" dia kemudian melangkah keluar dari kamar.
"Aileen kamu mau pergi kemana!" Koyoko berlari kecil mengejar Aileen yang sudah terlanjur keluar.
"Aileen aku ikut denganmu!" Koyoko melompat masuk ke dalam taxi yang sedari tadi telah menunggu Aileen di sana.
♡♡♡
Diam, mungkin itu hal terbaik yang di lakukan oleh Koyoko. Melihat Aileen yang terus menangis dari tadi membiarkannya adalah cara yang tepat agar hatinya sedikit merasa lega.
Jika mengingat apa yang mereka lakukan berdua selama ini, seolah membuat Aileen semakin merasa dirinya menjadi wanita terbodoh yang menggantungkan cintanya kepada laki laki yang hanya ingin mempermainkan dirinya.
Aileen mengusap kasar pipinya yang basah, walau pun tadi sempat mengering tetapi kini basah lagi karena air yang mengalir dari matanya semakin deras. Dia mengeluarkan selembar kertas dan sebuah kotak cincin dari dalam tas, kemudian memberikannya kepada Koyoko.
"Berikan ini, jika dia kembali dan mencariku! katakan padanya. Tidak perlu meminta maaf. Aku akan menganggap semua ini sebagai kesalahanku. Karena menjadi perempuan terlalu bodoh"
Koyoko meraih kotak cincin dan selembar surat perjanjian yang Aileen perolah dari ruang kerja tadi.
Kemudian Aileen mengeluarkan sebuah kartu kredit unlimited berplakat emas itu dari dompet, lalu memberikannya kepada Koyoko.
"Pulanglah ke kampung halamanmu!, , pakai kartu ini untuk menghidupi Nenek, adik dan" mata Aileen yang sembab itu melirik kearah perut Koyoko kemudian mengusapnya dengan lembut.
"Dan calon bayimu ini" Aileen mengalihkan pandangannya kewajah Koyoko.
Koyoko terkejut, dia terpaku seketika.
"Kamu??, , "
__ADS_1
Aileen kemudian memperlihatkan senyum yang terpaksa kepada Koyoko. Ya, dia tahu tentang kehamilan sahabatnya itu. Beberapa hari yang lalu dia menemukan hasil tes itu di tempat sampah. Dan Aileen yakin itu milik Koyoko.
"Aileen" Koyoko memeluk tubuh perempuan itu, dia semakin tak rela jika Aileen pergi dari sisinya.
Sementara saat itu Aileen sibuk menutup semua hal yang menyangkut tentang dirinya di sosial media. Termasuk memblokir nomor David.
"Bagaimana dengan kuliahmu?" Koyoko masih terus memeluk sahabatnya.
Tatapan Aileen terlihat kosong.
"Aku akan mengikuti kuliah secara Online, itu nanti bisa di atur. Yang terpenting aku tidak ingin melihat dia lagi!!"
Koyoko mengangkat wajahnya.
"Tenangkan dirimu, jika bayi ini lahir, , aku pasti akan mengajaknya untuk menemuimu" Dia merangkup pipi Aileen, kemudian menyandarkan keninhnya di kening sahabtanya. Seolah ingin merasakan kesedihan yang di rasakan oleh Aileen.
♡♡♡
"Kamu yakin dengan ini!!, , kamu sedang emosi Aileen, kamu yakin tidak akan menyesalinya karena telah pergi tanpa mendengar penjelasan dari David" Koyoko menatap lembut penuh kasih sayang kepada Aileen yang sedang berdiri di depan pintu batas antara pengunjung dan penumpang di Bandara.
"Tidak perlu!, , semuanya sudah cukup jelas bagiku! aku yakin dia tidak main main dengan taruhan itu. Sampai harus membawa saham perusahannya?? apa itu belum cukup bukti kalau David memang berusaha keras mendapatkanku hanya untuk mempertahankan sahamnya"
"Tapi dalam kertas ini tertulis kalau Abell yang mendapatkan saham itu, itu artinya David kalah. Aku yakin David pasti benar benar mencintaimu!"
"Aku tidak ingin tahu perihal isi perjanjian itu!!, , bagiku David mendekatiku hanya untuk mempermainkanku!!"
"Tapi"
"Hentikan Koyoko!!, , aku sudah tidak ingin membahas masalah ini!" Aileen mengusap kilauan bening yang terus mencuat di ujung matanya.
"Baiklah, ,kamu yakin ingin meninggalkanku?" Koyoko memeluk erat tubuh Aileen. Dia merasa tidak rela perempuan itu pergi bagitu saja.
"Aku akan menghubungimu nanti, ,jika aku sudah sampai di Tokyo" Aileen meraih pipi Koyoko, kemudian berucap.
"Jaga baik baik dirimu dan bayimu"
Koyoko mengangguk, dia melambaikan tangannya kearah Aileen yang sudah melangkah menjauh darinya.
♡♡♡
Yang nggak suka konflik bisa di skip ya..
__ADS_1
tapi jangan lupa jempolnya di tinggalkan. Naaaahhh iniii, , Udah tahu di suruh ninggalin jempol. Tapi masih ada yang tak bergeming😂😂
Soal vote Author tak memikirkannya. Mau vote atau nggak author nggak maksa suka suka kalian. Yang penting terus setia membaca dan jempolnya😘😘😘