Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
34 CEO: Love's Romance Menggila


__ADS_3

Spanjang perjalanan David tak berucap sepatah kata pun. Dia hanya diam dan terus fokus ke jalan.


Aileen yang duduk di sampingnya pun sesekali melihat kearah David untuk mengamati ekspresi wajah laki laki itu. Tetapi dia tak berani berucap hingga suasana di dalam mobil hening sepanjang perjalanan.


"Aku ingin pulang" ucap Aileen dengan lirih, hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Aileen setelah beberapa saat kemudian.


Namun David tak bergeming, dia kemudian membawa Aileen pulang kerumahnya.


"David aku ingin pulang, kenapa kamu membawaku kemari!!" Aileen sudah terlihat waspada ketika David turun dari mobil dan sedang berjalan ke sisi lain untuk menghampirinya.


Dia sudah bersiap siap akan menolak David jika laki laki itu memaksanya untuk turun.


Tetapi kekuatan yang dimiliki Aileen tentunya tak sebanding dengan kekuatan David, terlebih laki laki itu sedang dalam keadaan emosi.


"Aku tidak mau turun!!" Aileen menyimpan tangannya ketika David ingin manariknya keluar.


"Turun!" David menggeram, kemudian menatap tajam kearah Aileen hingga membuat perempuan itu katakutan. Tetapi Aileen masih kukuh tetap pada posisinya.


"Aku, , aku tidak mau" Aileen tidak ingin mengikuti perintah David, dia tidak tahu apa yang akan David lakukan dalam keadaan marah seperti saat itu. Bisa saja Aileen akan terluka jika David tak bisa mengendalikan amrahnya.


David sudah kehabisan akal, dia menarik lengan Aileen memaksa perempuan itu turun dari mobil.


Aileen masih berusaha melakukan perlawanan agar bisa terlepas dari David.


"Aku tida mau! lepas!!" teriaknya.


Suara Aileen seketika mengundang perhatian Kepala pelayan yang tengah berdiri setelah membukakan pintu untuk Tuannya.


"Ya ampuun!!, , apa yang terjadi??" gumamnya setelah melihat David menarik Aileen secara paksa.


"David lepas!!, , aku tidak mau!!" Aileen berusaha melepaskan cengkeram tangan David yang semakin menguat di lengannya.


Karena ketakutan, mata Aileen sampai memerah hingga terlihat kilauan bening di ujung matanya.


"Tuan??" Kepala pelayan merasa tidak tega melihat Aileen yang sedang diseret paksa oleh Tuannya. Dia berusaha menghentikan David, namun laki laki itu terlanjur melirik kearahnya dengan tatapan tajam menusuk hingga membuat Kepala pelayan mengurungkan niatnya.


"E, , maaf" Kepala pelayan itu tertunduk ketakutan.


"Bi, , tolong aku" bisik Aileen suaranya terdengar tak berdaya, ketika dia berjalan melewati Kepalaya pelayan.


Perempuan paruh baya itu tak bisa berbuat apa apa. Dia semakin tak tega dan merasa khawatir ketika melihat air mata Aileen mulai menetes dari ujung matanya.


David meraih gagang pintu dan membukanya kasar. Menarik tubuh Aileen meleparnya ke dalam kemudian membanting pintunya.


Blam!!!!


Tubuh Aileen terhentak kaget, ujung matanya mengerucut kaearah David yang sedang memunggunginya.


Mata Aileen membelalak ketika melihat tangan David bergerak mengunci pintu. Aileen melangkah mundur perlahan menjauh dari David yang sudah kembali membalikkan tubuhnya.


"David??" Aileen berucap dengan lirih, tersirat akan sebuah permohonan ketika menyebut nama laki laki itu.


Aileen semakin kebingungan ketika David melepaskan jas dan membuangnya kearah lain.


Laki laki itu kini melonggarkan dasinya yang kemudian ditarik hingga terlepas dari kerah.


Ketika dia sibuk membuka kedua kancing lengannya sesekali David melirik kearah Aileen yang sedang berdiri sambil menatap kearahnya. Tubuh perempuan itu tampak bergetar ketakutan, David kemudian melipat lengan bajunya keatas hingga sampai kesiku.


Setelah itu dia melangkah mendekati Aileen.


Bersamaan Dengan itu Aileen tak mau kalah, dia juga melangkah mundur menjauhi David. Aileen tidak tahu apa yang akan dilakukan David terhadapnya. Tetapi sebisa mungkin Aileen mencoba untuk tetap waspada.


Seringaian di wajah David terlihat mengerikan, seperti hewan buas yang siap menerkam mangsanya kapan saja, membuat Aileen semakin ketakutan hingga nama Iris tiba tiba muncul di pikirannya.


Aileen meraih ponsel dari dalam tas, dia bermaksud ingin menghubungi Iris. Tetapi David menyambar ponsel milik Aileen dan membuangnya ke lantai hingga berserakan di sana.


"Ponselku!!" Suara Aileen tersekat. Dia terlihat sangat sedih ketika melihat ponselnya hancur. Itu adalah ponsel pertama yang dia beli dengan hasil keringatnya sendiri. Aileen selalu merawatnya dengan baik, dan ketika benda itu di hancurkan begitu saja. Dia merasa sangat jengkel hingga akhirny berani menatap David dengan tajam.


"Kenapa kamu merusaknya!!, , ada apa sebenarnya denganmu!! kalau kamu marah katakan apa yang membuatmu marah jangan merusak barangku!!" Aileen menghujani David dengan pukulan keras di dadanya.

__ADS_1


Tetapi bagi David itu bukan seperti sebuah pukulan. Laki laki itu hanya tersenyum sinis.


Kemudian meraih kedua tangan Aileen yang masih sibuk memukuli dadanya.


Aileen membulatkan matanya kearah David, sementara laki laki itu menatap dengan tatapan merendahkan Aileen.


"Aku bisa membelikan sepuluh untukmu!!" ucapnya dengan nada tenang. Namun itu seolah seperti sebuah hinaan bagi Aileen.


"Aku akan membelikannya jika kamu mau" tambahnya dengan senyum meremahkan.


Aileen menggertakkan giginya kemudian berucap.


"Aku tidak sudi menerima barang darimu!!!" Aileen merasa laki laki itu benar benar sudah merendahkan dirinya. Sempat dia berfikir bahwa David telah berubah dan tak menggunakan uang untuk menunjukkan kekuasaannya. Dia juga sempat terlena dengan perhatian laki laki itu yang diberikan kepada Aileen selama ini. Tetapi sepertinya itu semua salah. Laki laki itu masih sama. Masih selalu mengagung agungkan uang yang dia miliki.


David menghela nafas panjang, tangannya masih bertahan menggenggam erat tangan Aileen.


"Lalu, , kamu mau menerima barang pemberian laki laki itu??" Ujung mata David melirik kearah gelang yang melingkar di tangan Aileen.


Gelang pemberian Kenzi itu menarik perhatian David sejak Aileen keluar dari lift. Dia sangat yakin gelang itu pasti pemberian Kenzi, karena Aileen tak pernah memakai itu sebelumnya.


Perempuan itu hanya diam, sementara matanya tertuju kearah gelang itu.


"Jangan!" Teriaknya ketika David menarik paksa gelang itu, hingga rusak dan membuangnya ke lantai begitu saja.


Nafas Aileen memburu dia sudah tidak bisa menahan diri karena sikap David yang di anggapnya sudah sangat keterlaluan.


Dia menyelidik kearah wajah David, laki laki itu benar benar berbeda dari sebelumnya. David malam itu terlihat dingin, arogan dan sangat kasar.


"Apa kamu sudah kehilangan akal sehatmu??, , apa yang sudah aku lakukan sampai kamu memperlakukan aku seperti ini?" suara Aileen terdengar rendah, namun tersirat akan sebuah kekecewaan di dalamnya.


Pandangan mata David tak pernah berubah semenjak mengurung Aileen di kamar itu. Tatapan matanya terlihat merendahkan bahkan seperti jijik dengan perempuan itu.


"Apa yang kalian lakukan di dalam sana?" David mulai melontarkan pertanyaan yang terus mengganggu pikirannya dari tadi.


Kening Aileen berkerut, dia tak mengerti dengan pertanyaan yang keluar dari mulut David.


"Aku benar benar tidak mengerti dengan pertanyaanmu David!" Aileen semakin berani, dia membalas tatapan David yang menajam kearahnya.


Laki laki itu tersenyum sinis. Sejenak membuang pandangannya kearah lain sebelum kembali menatap Aileen.


"Kamu tidur dengannya??, , tak membutuhkan waktu lama untuk melakukan itu, , setengah jam lebih sedikit aku kira cukup untuk menyalurkan kerinduan kalian!"


Aileen mulai mengerti dengan ucapan laki laki di depannya itu. Dia kemudian menepis tangan David dengan kasar lalu menghadiahi sebuah tamparan keras di pipi David hingga suaranya terngiang di telinga.


"Serendah itukah kamu menilaiku??, , aku bukan seperti perempuan yang biasa ada di sekitarmu. Yang bisa dengan mudahnya tidur dengan laki laki. Kamu pikir aku perempuan seperti itu!!" sejenak Aileen berhenti berucap untuk menghela nafas.


Sementara David masih menikmati rasa panas yang menjalar di pipinya akibat tamparan itu.


"Aku bersyukur karena aku tidak mudah jatuh kedalam pelukanmu seperti perempuan kebanyakan!, , , seperti inikah sifat aslimu?"


David kembali mengalihkan pandangannya kearah Aileen. Dia bergerak semakin mendekat kearahnya, memaksa Aileen untuk terus mundur hingga tak bisa bergerak karena terpentok tembok di belakangnya.


"Ya!!, , inilah sifat asliku!!, , lalu jika kamu tidak tidur dengannya??, , apa yang kalian lakukan di dalam kamar selama itu!!"


"Itu bukan urusanmu!!" sahut Aileen. Dia benar benar jengkel dengan David yang selalu ingin ikut campur urusan pribadinya.


"Kamu tidak perlu repot untuk memikirkan urusan pribadiku!! kita tidak memiliki hubungan apa pun!! jadi kamu tidak bisa mengaturku"


"Begitukah???"


Aileen menggunakan kedua tangannya untuk menahan dada David, ketika laki laki itu semakin mendekat hingga tubuh mereka tak memiliki jarak sedikit pun.


"Aku tidak percaya!!, , katakan! di bagian mana dia menyentuh, , , atau, , mungkin dia malah menciumi tubuhmu???" David menggunakan jarinya untuk menunjuk setiap titik di tubuh Aileen.


"Di sini?" David menyentuh leher Aileen dengan jarinya.


"David!!" Aileen menepis tangan David dengan kasar.


Namun tak membuat laki laki itu mundur, David malah semakin berani menyentuh tubuh Aileen dengan jarinya.

__ADS_1


"Di sini" David menunjuk bagian bawah leher Aileen.


Sekali lagi perempuan itu langsung menepis tangan David dengan cepat.


"Atau" bola mata David mulai bergerak turun.


"Dia menciummu di sana??" lanjutnya, David mengarahkan pandangannya tepat di dada Aileen. Hingga membuat perempuan itu seketika menggunakan kedua tangannya untuk memeluk tubuhnya sendiri hingga menutupi bagian yang di maksud oleh David.


"Kamu benar benar sudah gila!!"


♡♡♡


Kepala pelayan dan beberapa anak buahnya terlihat hanya mondar mandir di depan pintu kamar.


"Bagaimana jika Tuan David melukai Nona cantik!!, , " ucapnya dengan bibir gemetar ketakutan.


"Tidak mungkin Ibu Kepala, Tuan David bukan orang yang bisa berbuat kasar kepada seorang perempuan!" pelayan lain sedang berusaha menenangkan Kepala pelayan.


"Kamu tidak melihatnya!!, , mata Tuan David seperti ada kobaran api di dalamnya. Aku tak pernah melihat Tuan David semarah itu. Aku berharap dia bisa menahan amarahnya" Kepala pelayan terlihat menangkupkan kedua tangannya.


♡♡♡


David terkekeh setelah mendengar Aileen mengumpat kepadanya.


"Atau, , dia, , menciummu seperti ini?" David menarik tengkuk Aileen tanpa aba aba hingga perempuan itu tak bisa menepis tangan David.


David semakin kuat mendorong kepala Aileen kearahnya untuk memperdalam ciuman dengan kedua tangannya. Laki laki itu sedang menyesap bibir Aileen dengan kasar, bahkan indra perasanya memaksa untuk menerobos masuk kedalam mulut Aileen.


Aileen tak kuat mendorong tubuh David, dia pun memutuskan untuk menggigit bibir laki laki itu hingga berdarah.


"Au!!, , " geramnya. David menarik pagutan bibir mereka ketika merasakan sakit di bagian bibir bawah.


David kemudian melirik kearah Aileen, sementara tangannya mengusap bercak darah yang keluar dari bibirnya. Tak banyak namun itu terasa sangat perih.


"Buka bajumu!!" ucap David seketika hingga membuat mata Aileen terbelalak lebar. David semakin menggila, dia belum puas sebelum memastikan sendiri bahwa Aileen memang tak tidur dengan laki laki itu.


"Kamu benar benar sudah gila David!!" Ailen menggeser tubuhnya agar bisa menghindari David, namun laki laki itu mengikuti pergerakan tubuh Aileen.


"Buka bajumu!!, , aku yakin kamu pasti menyembunyikan bekas ciuman laki laki itu di dalam sana"


Aileen semakin mengencangkan pelukan tangan di dadanya. Dia takut jika David akan berbuat nekat hingga berani melucuti pakaiannya.


"Kamu harus menenangkan pikiranmu, , agar tidak bersikap gila seperti ini!!"


"Aku menyukai diriku yang gila ini Aileen. Karena aku bisa terus memaksamu!"


Aileen menggelengkan kepala, dia tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya.


Dia merasa Laki laki itu sudah tak bisa mengendalikan dirinya dengan baik. Kemudian Aileen memutuskan untuk menghindar dari David dan berlari kearah pintu.


Namun David terlebih dulu menangkap tubuh perempuan itu dari arah belakang. Dia memeluk erat Aileen hingga perempuan itu tak bisa pergi.


Dengan kasar David membuang tubuh Aileen ke atas ranjang.


"David!!" Aileen menyeret tubuhnya mendekati ujung ranjang agar menjauh dari jangkauan David.


Namun laki laki itu terlanjur meraih kakinya menyeret kembali tubuh perempuan itu kemudian mengunci kaki Aileen menggunakan kedua kakinya. Sementara tangannya berhasil mencengkeram kedua tangan Aileen kemudian mamakunya di atas ranjang hingga akhirnya perempuan itu tak bisa berkutik.


David dan Aileen terdiam sambil saling memandang dengan sengit satu sama lain. Mereka sedang meraup udara sebanyak banyaknya setelah di buat lelah karena saling melawan.


"David!!" bisik Aileen, berapa kali dia menyebut nama laki laki itu dengan nada memohon. Namun David seolah tak menghiraukannya.


"Jangan lakukan ini, , aku mohon" sorot matanya terlihat seperti mangsa tak berdaya yang sedang memohon untuk tak di terkam.


Suara perempuan itu juga terdengar sangat rendah di telinga David. Dia tidak bisa membayangkan jika suara ini juga Aileen gunakan untuk menggoda laki laki itu.


Kedua mata David semakin memerah karena tak bisa membayangkan hal itu, dia juga mencoba untuk menahan amarahnya.


"Kalau kamu tidak mau membuka bajumu!!, , maka aku akan membantumu membukanya!!" geramnya seketika.

__ADS_1


__ADS_2